Las primeras 200 líneas.
LOVE IS BLIND POLAND REUNI
Selamat datang di reuni Love is Blind Poland musim pertama.
Kita melewati musim yang penuh emosi, harapan, percakapan jujur,
dan keputusan sulit yang mengubah kehidupan para peserta kami.
Senang bertemu kalian.
- Hai. - Hai.
- Hei. - Hai.
Sudah hampir setahun sejak kalian ikut eksperimen ini.
Hari ini kita akan mengenang kisah kalian.
Kita akan lihat bagaimana kehidupan kalian sekarang.
Siapa yang menepati janji mereka?
Siapa yang berubah pikiran? Siapa yang menemukan cinta sejati?
Akan ada percakapan yang jujur. Beberapa mungkin terasa tak nyaman.
Namun, kita di sini untuk menjawab semua pertanyaan yang mendesak.
Juga melihat video yang belum pernah ditayangkan.
Bagus.
Kalian semua datang ke sini mencari cinta.
Kalian memasuki pod dengan hati terbuka. Itu sungguh tindakan yang sangat berani.
Lima pasangan yang bertunangan berpeluang melihat
apa perasaan mereka bertahan di luar pod.
Tidak semua berhasil hingga akhir perjalanan ini.
Satu pasangan mengakhiri kisah mereka lebih awal.
Empat pasangan sampai ke pelaminan, dan dua pasangan berkata "aku bersedia."
Sayangnya, Marta dan Damian tak bisa bersama kita hari ini.
Namun, mereka kirim video yang menunjukkan bagaimana setahun terakhir berjalan.
Bagus.
- Ayo lihat. - Ayo lihat.
Siapa yang tidur lebih lama?
Halo setelah jalan pagi bersama anjing.
Selalu aku yang mengajak jalan mereka.
Hei!
Ini Freddie!
Kami pindah ke sini dua minggu setelah menikah.
Kami akan coba menunjukkan kehidupan kami kepada kalian dan seperti apa setahun ini.
Bersalaman.
Bersalaman. Bagus!
BATU FONDASI UNTUK RUMAH KAMI
Ini tempat kerja suamiku.
Kami masih berdebat apa harus tetap rapi karena merupakan ruang bersama
atau dibiarkan sebagai sudut milik Damian. Silakan beri tahu kami.
Itu indah.
Saat aku nakal… Yang berarti setiap hari.
Aku disuruh ke lantai atas beberapa hari.
Kau nakal setiap hari.
Saat itulah aku bisa tenang.
Kedamaian adalah hal terpenting dalam pernikahan, 'kan?
- Ciao. - Ciao.
Sepertinya selera humor Marta menjadi sedikit lebih berani.
Damian sudah kalah.
Keseimbangan yang baik.
- Damian melunak. - Kalian masih berhubungan?
- Ya. - Ya.
Freddie masih gila.
- Lola? - Dia lebih tenang.
Kami mengirimkan banyak cinta dan hormat kami untuk mereka.
- Benar. - Tentu saja.
Awoo? Sedikit "awoo."
- Pemanasan. - Sedikit "awoo".
- Awoo. - Awoo.
Bukan hanya Marta dan Damian yang mengucapkan "aku bersedia".
Daria dan Filip.
Halo.
Terlepas dari keraguan kalian, kalian juga menikah sebagai bagian dari eksperimen.
Sekarang, pertanyaan besarnya, apa kalian masih bersama?
Tentu saja.
Bagus sekali.
Bagaimana jadinya? "Apa yang kulakukan?"
- "Apa yang kulakukan?" Kini aku tenang. - Tak mengumpat.
Ya.
Aku sudah memperbaiki bahasaku. Berjalan ke arah yang benar.
Kau masih berpikir terlibat dalam hal gila?
Sedikit, tetapi dengan hasil yang indah.
- Bagaimana kalian setelah menikah? - Sayang, kau mulai saja.
Sangat intens, tentu saja. Filip langsung pindah tinggal bersamaku.
Jadi, kami tak menunggu.
Setelah pernikahan, dia mulai membawa barang-barangnya ke tempatku.
Jadi, kami tetap harus beradaptasi walau tinggal bersama selama eksperimen.
Namun, itu sangat menyenangkan.
Kami mengunjungi empat negara. Tujuannya adalah bepergian.
Luar biasa.
Jadi, dalam waktu kurang dari setahun, kurasa itu cukup banyak.
Semua perjalanan itu sangat menyenangkan. Kami menikmatinya.
- Aku menepati janjiku. - Benar.
Ayo lihat hidup kalian setahun ini karena kami punya videonya. Ayo mulai?
Tentu.
Aku mau menyampaikan pesan singkat untuk orang-orang dari pod.
Salut kalian menerima tantangan, tetapi aku menang.
Kami menikmati momen indah, melakukan perjalanan luar biasa.
Kami saling mengenal, langsung pindah dan itu sangat luar biasa.
Kau terus melemparnya lebih keras.
Ada momen-momen sulit juga tahun ini dan tantangan di sepanjang jalan.
Aku pernah mengalami masalah kesehatan dan suamiku menenangkan.
Saat aku panik, dia menemaniku ke dokter,
dan selera humornya sangat membantu.
Aku juga punya masalah di tempat kerja.
Kita tahu, masalah pekerjaan cenderung berdampak buruk pada hidup rumah tangga.
Hal yang terpenting adalah memiliki seseorang yang mendukung kita
dan menghibur kita pada saat sulit.
Kami sedang berusaha karena cinta saja tak cukup.
Hubungan butuh usaha.
- Sayang, kenapa kau memalingkan muka? - Kau sedang menari.
- Kau malu? - Sama sekali tidak.
Ada titik-titik kritis, tetapi yang paling kuhargai adalah bahwa
itu menunjukkan kami memang berjodoh.
Kami percaya kami akan makin kuat bersama.
Ketika yang satu jatuh, yang satunya membangunkannya lagi.
Teman-Teman!
Daria, kuharap kesehatanmu baik-baik saja sekarang.
Ya, aku sedikit panik. Sesuatu terjadi, aku harus menjalani beberapa tes.
Aku membayangkan hal terburuk, tetapi dia tetap di sisiku.
Dia sudah mulai memilih rumah duka, tetapi aku mendukungnya.
Ya, akhirnya, mendapat dukungan itu, dan kenyataan bahwa dia tak ragu
untuk datang menunggu bersamaku,
itu sangat berarti.
- Itu juga merupakan tes yang bagus. - Ya.
Semuanya akan mudah jika berjalan lancar, tetapi jika muncul masalah…
Untunglah Filip menanganinya dan semuanya lancar.
Kakekku, yang terlihat sangat sehat dalam video tadi,
sayangnya, kesehatannya turun drastis dan sekarang tak selalu mengenali kami.
Filip juga mendukungku. Dia ikut denganku mengunjunginya.
Dia juga mengalaminya.
Aku mengalami krisis kecil. Tak kecil. Aku masih belum bisa melupakannya.
Temanku tewas dalam kecelakaan di India tiga bulan lalu.
Kami menjalani pelatihan awak kabin bersama-sama. Kami sangat akrab.
Momen-momen seperti itu juga menunjukkan dukungan yang kudapat dari pasanganku.
Pada saat-saat seperti inilah kita belajar apa seseorang benar-benar mendukung kita,
untuk mengangkat kita saat terjatuh.
Mengejutkan betapa banyak kesulitan yang sudah kalian hadapi.
Kami turut berduka cita atas temanmu dan kami doakan kakekmu selalu sehat.
Daria, satu hal lagi. Bagian penting dari eksperimen
adalah keluarga Filip, yang belum pernah kau temui.
Kau sudah bertemu keluarganya?
Ya, aku sudah bertemu dengan ibu Filip, neneknya, dan para saudaranya.
Apa mereka menyukainya?
Ya, tentu saja. Seluruh keluargaku menyukainya.
Terutama ipar perempuanku, yang juga bernama Daria.
Jika nama Daria tak pakai tanda hubung, akan ada dua wanita bernama Daria Lenz.
Jadi, itu bagus. Mereka akur. Ibuku juga memberi kami restu.
Mereka saling bertukar nomor telepon dan sayangnya, membicarakanku.
Tak bisa dicegah.
Aku bahkan diundang untuk berkunjung tanpa Filip jika aku mau,
- karena aku sangat suka pantai Polandia. - Bagus.
- Mereka percaya. - Ya.
- Kami bersama. - Mereka tahu ini serius.
- Itu saja. - Ya, dan…
- Mereka percaya? - Ya.
Bahwa itu terjadi.
- Juga… - Ibunya bahkan memberitahunya…
- …aku disukai. - …jangan mengacau.
Ya, sebagian dari mereka mengatakan, "Jangan biarkan dia pergi."
Bagaimana rasanya melihat semuanya lagi?
Aku sedikit meneteskan air mata.
Itu luar biasa. Bagian pertamanya jauh lebih mudah, harus kuakui.
Pod dan perjalanannya. Itu petualangan yang hebat dan unik.
Emosi itu muncul lagi saat kita menontonnya.
Aku juga senang bertemu dengan ayahnya. Saat aku berkata, "Dia pria yang besar."
Dia memang pria yang besar, aku harus memujinya.
- Jadi, kau berolahraga agar seperti dia. - Aku sudah hampir seperti dia, ayolah.
Mengenai pernikahan…
Aku menangis tersedu.
Ya, tetapi aku juga… Pernikahannya indah, mengharukan,
tetapi aku juga seperti, "Aku sangat bahagia, sangat siap,
tetapi dia penuh keraguan." Aku bertanya, "Kau sungguh menginginkan ini?"
Namun, aku juga tahu dia cenderung panik dalam situasi sangat sulit. Maaf, Sayang.
Kami tak akan bahas pengungkapannya, tetapi aku tahu dia begitu.
- Kucoba menenangkannya di pernikahan… - Jangan cerita.
…kubilang, "Kau pasti bisa.
- Kau sanggup." - Aku menangis saat kau berpidato.
- Aku juga. - Astaga, itu…
Maksudku, aku merasa kagum. Pidato yang indah sekali.
Tadinya aku tak tahu harus berkata apa. Aku ingin itu terasa tulus, khas diriku,
dan agar dia akhirnya mendengar,
pada momen sepenting itu dan di depan semua orang,
bahwa dia cukup baik dan pria yang hebat.
Baik, ayo kembali ke pengungkapan kalian.
- Astaga, aku yang mulai. Maaf. - Kau segera…
- Ayolah. - …melampaui batas, menyentuh,
kau mengomentari penampilan Daria.
Ada yang ingin kau ubah? Apa ada yang kau sesali?
Apa ada yang kusesali? Semuanya.
Aku sangat stres. Kupikir aku akan pingsan.
Aku bisa melihatnya.
Mungkin itu sebabnya aku menerimanya dengan sangat buruk dan mengomentarinya
karena aku tak mengenal Filip.
Di dalam pod, Filip merasa percaya diri dan percakapan kami mengalir lancar.
Kulihat dia melakukan banyak hal secara acak.
Aku bisa lihat dia gemetar, jelas stres.
Kupikir, "Baiklah, momen ini tak menghapus apa yang telah kita bangun.
Jadik, ayo kita beri kesempatan."
Walau komentar itu… Aku langsung memberitahunya saat sedang berlibur,
"Dengar, itu benar-benar bencana." Dia bilang, "Kumohon, maafkan aku,
- tak perlu kau beri tahu." - Aku berulang kali bilang
pengungkapan itu bukanlah momen yang paling membanggakan bagiku.
Aku sering mengatakannya karena itu bukan penampilan terbaikku.
Daria, bagaimana perasaanmu?
Kau mengatakan Filip tak persis seperti tipe pria yang pernah kau kencani.
Sangat sulit untuk menontonnya
karena pada pria inilah aku tergila-gila,
yang menurutku sangat menarik, secara fisik maupun sebagai pribadi, jadi…
Kami punya ketertarikan kuat,
No comments yet. Be the first to leave one.