Las primeras 200 líneas.
Aku yang menjaga Eun Byul.
Jika dia diperlakukan buruk,
oleh siapa pun itu,
aku tidak akan tinggal diam.
Lantas, apa yang akan kamu lakukan?
Aku akan memutuskan hubungan dengan kalian semua.
Masuk.
Mereka gila.
Ibu juga hanya diam saja.
Beraninya mereka membelalak dan bilang akan memutuskan hubungan!
Dia mengancam ibu mertuanya?
Ibu tidak menyangka putri ibu mengatakan hal itu.
Kamu juga berpendapat ibu jahat?
Sebagai ibunya, tidak bisakah ibu menegur dia?
Eun Byul yang bersalah.
Mereka asal bicara saja,
tapi aku tidak yakin bagaimana mereka akan memperbaiki keadaan.
Jangan pernah memaafkannya meskipun dia memohon maaf.
Ini kesempatan yang bagus untuk mengajarinya cara bersikap.
Mereka yang mau putus hubungan. Untuk apa ibu mengejar Eun Byul?
Ibu tidak akan menerima mereka.
Dia harus menderita agar sadar bahwa orang tua begitu berharga.
Tentu.
Aku tidak mengerti kenapa dia marah kepada Ibu,
padahal dia yang tidak becus melindungi istrinya sendiri.
Dia pasti terlihat begitu konyol
sampai Jun Young ingin merebut Eun Byul.
Eun Byul pun sama saja.
Kamu dengar dia bilang apa?
"Kini kamu bisa bercerai karena sudah diusir?"
Bisa-bisanya dia bicara seperti itu denganku.
Aku masih harus menahan diri saat dia berkata seperti itu?
Ibu, aku dan Han Joo tidak punya hubungan apa-apa mulai sekarang.
Tenanglah dan biarkan saja.
Aku akan menangani dia.
Ibu yakin mereka menyesali ucapan mereka.
Ibu harap kamu tidak turut campur
dan memperburuk situasi.
Situasinya sudah cukup buruk.
Han Joo, kamu terlalu gegabah. Ini berbahaya.
Han Joo.
Han Joo...
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Aku sendiri yang memulainya
karena terlalu bodoh.
Kenapa kamu meminta maaf dan merasa menyesal?
Masalah ini terjadi karena aku.
Karena aku kurang baik.
Itulah sebabnya keluargamu membuat kita terkena masalah ini.
Kenapa kamu dipermalukan sendirian di sana?
Aku ini apa? Kamu tidak punya suami?
Punya.
Suamiku itu yang terbaik di dunia.
Lantas kenapa kamu tidak bergantung kepadanya?
Kamu memastikan aku tidak lupa bahwa kamu bodoh?
Kamu bilang aku tidak bodoh. - Tentu saja tidak.
Tapi
orang-orang bodoh yang sesungguhnya menyebutmu bodoh.
Sampai kapan kamu akan diam saja dan menerimanya?
Meskipun keluargamu, mereka tidak berhak menyakitimu.
Kamu benar.
Mereka memang keluargaku,
tapi mereka tidak berhak menyakitiku.
Eun Byul, jika kamu dipermalukan,
aku pun merasa dipermalukan.
Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.
Jadi, kamu pun tidak boleh membiarkannya.
Ada apa?
Tatap aku.
Aku malu.
Aku
dan keluargaku
sangat memalukan.
Mereka membuatku
tampak begitu rendah di hadapanmu.
Itu masih tidak ada apa-apanya. Tontonlah berita dan drama.
Masih banyak keluarga yang lebih buruk di luar sana.
Astaga, kamu sering menangis.
Aku salah, ya?
Aku terlalu kasar?
Maksudku, ucapanku kepada ibumu.
Tidak.
Selama ini,
aku selalu berpikir seperti itu selama tinggal bersama mereka.
Aku bahkan tidak bisa meluapkannya saat sedang sangat marah.
Aku memendam dan menelannya mentah-mentah.
Itu hal yang tidak pernah bisa kuucapkan sendiri,
tapi suamiku baru saja mengatakannya untukku.
Apa aku lancang bicara seperti itu?
Jika itu hal yang selama ini kamu pendam,
mungkin seharusnya tidak kukatakan semudah itu.
Aku berterima kasih.
Dia sama sekali tidak mau mengalah,
seakan-akan dia atasanku.
Jangan terlalu terbawa emosi lagi. Tenanglah.
Kita hanya tidak perlu bertemu dengannya lagi.
Aku hanya jengkel.
Aku sudah jengkel karena dia membodohi kita.
Kini dia mencoba menimpakan semua kesalahan kepadaku.
Itulah sebabnya aku membatalkan
janji makan malamku. Agar aku bisa menenangkanmu.
Aku harus mengganti jadwalnya.
Haruskah begitu?
Aku pun tidak ingin datang, tapi itu sangat penting.
Kamu menemui istrimu?
Kali ini, mereka bilang apa untuk memfitnah ibu?
Kenapa Ibu memberikan surat perceraian kepadanya?
Ibu seharusnya bicara dahulu kepadaku.
Ibu tahu kamu akan seperti ini. Untuk apa lagi membahasnya denganmu?
Ini rumah tanggaku.
Jika harus bercerai, akulah yang berhak memutuskan.
Jika Ibu yang menuliskannya,
itu sama saja dengan pemalsuan dokumen resmi.
Kalau begitu, silakan tuntut ibu.
Kamu tahu betapa terhinanya ibumu?
Kamu seharusnya berlutut dan memohon maaf.
Hei, itu sama saja dia ingin memukul ibu.
Dia bertindak keterlaluan karena kini tidak tinggal di sini.
Ini bagaikan pertandingan olahraga di kandangnya.
Dia sungguh sombong.
Ini sulit bagiku dan Eun Byul.
Kami butuh waktu.
Hei.
Kamu hanya mengasihani istrimu?
Ayah lebih mengasihani istri ayah.
Ayah tidak mau putri menantu ayah mengejek istri ayah.
Dia lebih berarti bagi ayah daripada kamu atau Ji Ho.
Jangan lupa kamu berpihak kepada siapa.
Jika kamu masih mau di sini dan meneruskan jabatanmu.
Dasar bodoh. - Mereka bertengkar lagi?
Dia terlalu baik.
Benarkah aku yang paling berarti?
Tentu, Hee.
Kamu tidak pernah bicara seperti itu saat kita berpacaran.
Aku harus menghadiri janji makan malamku.
Kamu mau makan apa?
Masakan Korea, tentu saja.
Kamu selalu makan itu.
Kakak tidak berpihak kepadanya.
Dari sudut pandang Ibu,
Kakak memihak Geum Byul karena Kakak diam.
Putra juga bertanggung jawab atas 80 persen masalah dengan menantu.
Masa bodoh. Kakak lelah.
Minta Kak Geum Byul mencoba menenangkan Ibu.
Dia seharusnya menangis dan memohon maaf,
bukannya malah melawan.
Aku ingin bersikap baik kepadanya,
tapi terkadang, dia begitu menyebalkan.
Aku mengerti. Silakan keluar. - Cobalah memperbaiki keadaan.
Kamu ingin kakak berbuat apa lagi?
Berhentilah melawan hanya karena Kak Min Ho membela.
Ibumu mencoba memukul kakak lagi.
Apa? - Belum lama ini, dia menampar kakak
dan mencoba memukul kakak lagi.
Kamu akan diam saja
jika ibu mertuamu memukulmu?
Kakak pernah membiarkannya,
tapi kakak tidak akan membiarkannya lagi.
Aku tidak tahu soal itu.
Kalau begitu, maafkan aku.
Ibuku sering khilaf saat marah.
Bisakah Kakak memakluminya? - Memaklumi?
Bagaimana kakak bisa memaklumi ibu mertua
yang memalsukan surat perceraian dan memukul putri menantunya?
Tindakannya berlebihan,
tapi maklumi saja karena dia terpengaruh emosi.
Memang Kakak pikir,
ibuku bisa menerima kenyataan
bahwa Kakak mengidap penyakit semacam itu?
Kakak pernah mendengar, saudari ipar yang seharusnya baik
bisa lebih menyakiti daripada ibu mertua yang galak.
Kamu sungguh akan seperti itu?
Apa yang temanmu lakukan?
Kenapa dia mencoba memisahkan kalian?
Pikirmu itu wajar?
Maafkan aku.
Aku akan memperbaiki sikapku mulai sekarang.
Jika ibumu mencoba membuat kalian bercerai,
ibu tidak akan tinggal diam.
Ibu akan bicara langsung dengannya.
Ibu tidak perlu melakukannya.
Aku menemui ibunya hari ini dan bertindak tegas.
Siapkan makan malam.
Baiklah.
Ada apa dengan keluarganya?
Tidak bisakah Ibu mengasihaninya?
Ibu harus bagaimana lagi?
Ibunya lebih menyayangi Geum Byul daripada dia.
Dia menjadi kambing hitam perbuatan kakaknya
karena ibunya memintanya.
Ibu sudah tahu soal itu.
Penyakit Geum Byul kambuh
dan dia mencuri sesuatu.
Mereka memanggil Eun Byul ke rumah mereka
sebagai saksi untuk ditanyai tentang yang mengidap kleptomania.
Keluarga itu juga sedang kacau.
Ibu Eun Byul di sana
dan menyalahkan Eun Byul lagi.
Ibu macam apa yang melakukan itu? Memangnya Eun Byul anak tirinya?
No comments yet. Be the first to leave one.