Las primeras 200 líneas.
terjemahan mahsun max
Ya.
Kelasnya baru saja selesai.
Kami mau pulang sekarang. Ya, baiklah.
Ini dia anakku yang tampan!
Hai!
Aku hanya ingin tahu lagu apa itu yang selalu jonghwa nyanyikan?
Lagu ini dari sebuah iklan TV di Korea.
Baiklah. Sampai jumpa!
Ayo, ayo...
Awas ada mobil.
Kenapa, Jong-hwa?
Aku khawatir kau akan terluka.
Maafkan ibu, ya?
Ibu menyesal.
Ya, ibu menyesal.
Ibu menyesal.
Ibu menyesal.
Ibu menyesal.
Anak-anak yang pergi berkemah mengatakan itu bagus.
Kau akan bersenang-senang.
Aku khawatir kau akan sangat menyukainya dan tak mau pulang.
Aku mencintaimu.
Cepatlah ke Loan Loan King
Aku mohon..
Kurasa tidak boleh. Kau harus mengikuti aturan kami.
Aku hanya akan melihat dari kejauhan.
Aku tidak akan mengganggu.
Ya .. Tapi tidak ada gunanya kemah ini, jika orang tuanya ikut serta.
Kau percayakan saja pada kami dan biarkan kami yang menjaganya.
Aku janji, aku tidak akan mengganggu.
Anakku membutuhkanku disampingnya.
Jika kau mengkhawatirkan ini, maka mungkin kau harus membawanya pulang.
Maaf?
Pikirkan alasannya kau datang jauh-jauh ke sini.
Permisi.
Apa kau bawa korek?
Terima kasih.
Kau dari Korea 'kan?
Ya.
Apa kemahnya jauh dari sini?
Tempatnya dekat dengan Tampere. Jaraknya sekitar 3 sampai 4 jam.
Kau sungguh tak keberatan dengan ini?
Ya.
Bagaimanapun...
Kau sudah mengucapkan terima kasih.
Apa kau yakin kita pergi ke arah yang benar?
Ya.
Kau tidak banyak bicara.
Tidak juga.
Tempatnya di sana.
Itu berbahaya.
Tidak, tidak bahaya. Kamu boleh ikut.
Ayo kita pergi ke perkemahan.
Menyebrangi danau ini?
Kita harus sampai ke tempat anak-anak.
Kita bisa pergi dengan mobil, tapi mari kita coba cara ini.
Cuma bercanda.
Ayo kita kembali sekarang.
Kita tidak melihat anak-anak?
Tidak apa. Aku pernah melihat tempat mereka berkemah.
Kopimu.
Hanya satu cangkir?
Aku tidak minum kopi karena perutku.
Tapi mereka hanya menyediakan makanan sandwich.
Kopi sudah cukup.
Kurasa kau harus makan sesuatu yang hangat.
Itu akan menyenangkan, tapi kita harus buru-buru.
Boleh kita lanjutkan?
Bagaimana kalau kita cari tempat makan dulu?
Aku yang traktir. Kau telah jauh-jauh berkendara.
Makanan jenis ini tidak sesuai denganku,
selera makanku terlalu Korea.
Aku suka pasta kedelai dan makanan semacam itu.
Jadi ketika aku pergi ke luar negeri, Aku selalu membawa pasta lada merah.
Apa kau membawanya?
Mengapa?
Boleh aku mencobanya?
Apa rasanya enak?
Ya.
Jadi kau sudah di sini selama 2 tahun.
Apa kehidupan di sini lebih baik?
Nah, itu bukan masalah.
Butuh beberapa waktu mulai terbiasa menyesuaikan.
Tapi hidup dimanapun sama saja.
Apa?
Jawaban macam apa itu? Tak jelas dan tak dipikirkan.
Maksudku, disini bagus.
Tenang dan bersih.
Banyak salju...
Jalanan diblokir, kita harus menunggu.
Sampai kapan?
Harus menunggu berhenti turun salju dulu, jadi mereka belum tahu.
Apa yang harus kita lakukan...?
Kau mungkin bisa menyusul kereta api di Tampere.
Mari kita coba itu.
Dan kau tinggal di sini sendirian?
Kurasa begitu.
Ini sesuatu yang umum di sini.
Kalau begitu aku akan menunggu denganmu.
Mungkin butuh yang sangat lama.
Tidak apa-apa, lagi pula kita dekat dengan perkemahan.
Aku yakin anak-anak melakukan lebih baik dari pada kita.
Jadi anak gadismu menjadi lebih baik tinggal disini?
Nah, ya dan tidak.
Jawaban yang tak jelas lagi. / Tidak, aku serius.
Kau tidak bisa melihat kemajuannya dari luarnya saja.
Depresi tidak sembuh dengan mudah.
Oh, kupikir dia seperti anakku, berada di sekolah yang sama.
Kondisi anakku...
benar-benar sangat buruk.
Sejak datang ke sini, aku memeriksa waktu terus-menerus.
Aku sudah tidak bisa merasakan apakah ini siang atau malam.
Aku juga pernah begitu.
mahsun max
mahsun max
Kau sudah bangun. / Hai...
Mengapa kau bangun sepagi ini?
Kurasa aku akan berjalan-jalan.
Kita berjalan cukup jauh, Apa kamu baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Tempatku bekerja berada dekat gunung.
Jadi setiap hari aku berjalan naik dan menuruni bukit.
Gunung yang mana?
Gunung Namsan.
Kau bisa juga menyebutnya gunung.
Lihat.
Kurasa itu sebuah sauna.
Kau tak apa-apa?
Apa tak masalah masuk begitu saja?
Entahlah.
Seseorang baru saja ke sini.
Sebuah sauna jauh di dalam hutan...
Orang di sini menyukai sauna.
Mereka bilang orang Finlandia membangun sendiri saunanya sebelum membangun rumah.
Bahkan 100 tahun yang lalu, wanita melahirkan di sauna.
Mereka bahkan memiliki sebuah legenda
tentang 'Saunatonttu', seorang peri tinggal di sauna.
Jika orang-orang nakal di sini, peri itu akan marah dan...
Maaf.
Apa yang kau bicarakan?
Tentang...
peri di sauna.
Aku bangun pagi ini,
dan aku sendirian.
Kurasa waktu akan hancur seandainya anakku tidak di sisiku.
Tapi anehnya, aku merasa tenang.
Aku tidak merasakan itu sebelumnya...
Hati-hati.
Tunggu.
Aku bahkan tidak tahu namamu.
Ini aku.
Hei...
Apa aku membangunkanmu? Maaf.
Sekarang adalah hari Minggu.
Apa ada yang masalah?
Tidak, aku cuma ingin menelepon saja.
Hai.
Kakiku... es... Rumah...
Kakimu kedinginan? Ya, ayo kita pulang.
Kakiku... / Kasihan kakinya Jong-hwa kedinginan?
Kakiku... es...
Dia tampaknya lebih tenang.
Bagaimana kondisinya di sana?
Baik.
Kudengar hawanya sangat dingin. / Ya, memang.
Tapi itu bagus. Tenang dan bersih.
Banyak salju.
Kami juga cukup sering ke sini.
Ini berbeda, sungguh.
Apanya yang berbeda?
Hanya...
berbeda saja.
8 BULAN KEMUDIAN
Dengan langit-langit yang tinggi ini, rasanya jadi terlalu besar.
Tampaknya seperti itu karena kacanya.
Tapi suasananya sungguh berubah setelah matahari terbenam.
Berapa banyak tamu menurutmu?
Sekitar 200 sampai 300 orang?
Bagaimana menurutmu?
Aku suka ruang terbuka,
tapi dengan ruang jalan dan tempat duduk bentuk persegi,
akan sulit mengatur dengan cara yang menarik.
Apa kita harus terus melihat-lihat? Waktunya tidak banyak.
Mencari tempat yang ada dinding kacanya tidak mudah.
Dan jika kau pikirkan tentang tempat parkir, tidak akan ada
pilihan yang lebih baik di Seoul untuk sebuah fashion-show.
Halo, Guru.
Aku ingin melihat bagaimana suasananya di malam hari.
Aku pergi ke sekolahnya Jong-hwa. / Lalu?
Dia merobek-robek buku teman-teman sekelasnya.
Syukurlah dia tidak memukul siapapun.
Apa kau sudah membayar mereka?
Aku mengirim mereka uang dan sertifikat hadiah.
Memanggil mereka semua untuk meminta maaf.
Kalau begitu masalah sudah terselesaikan.
Bagaimana kalau pindah sekolah di luar wilayah Gangnam?
Sekolah di dekat sini lebih sulit, dan orang tuanya terlalu pilih-pilih.
Dengar, Nona Lee Sang-min.
Apa menurutmu itu masalah yang sebenarnya di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.