Información de lanzamiento

언니는 살아있다 Sister is Alive E55-56 170923 id-VIU
언니는 살아있다 Sister is Alive E53-54 170923 id-VIU
Comentario por anyhow
Source Sub: VIU, Video Ver: NEXT, Sync for all version of Episode 53-54

Etiquetas

other
Publicado el: 2017-09-24
Descargas: 18
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Apa katamu?

Aku akan tinggal di sini dengan Hong Si.

Sebelumnya kamu marah-marah dan menolak.

Kenapa berubah pikiran?

Tidak ada alasan untuk menolak karena Hong Si di sini.

Hong Si. Kakak datang.

Kartu memori itu ada di sana, bukan?

Video kamera dasbor yang membuktikan bahwa aku penyebab kecelakaan.

Kamu yakin bisa tinggal dengan kami?

Sebaiknya kamu tidak berniat jahat.

Berniat jahat?

Andalah yang memintaku untuk tinggal di sini.

Kenapa kalian mengkritik

padahal aku hanya berusaha tinggal dengan adikku?

Jika tinggal di sini,

aku bisa melihat Hong Si tiap hari.

Bu Ko juga ada di sini, jadi, aku tidak perlu memasak.

Apa katamu?

Aku bukan pelayanmu lagi.

Omong-omong, di mana kamarku?

Kalian pasti sudah menyiapkan kamarku, bukan?

Astaga.

Jadi, apa yang hendak kamu katakan?

Ibuku wanita tua tidak berguna?

Ibuku?

Kamu bahkan tidak akan bisa menirunya.

Tidak ada di dunia ini yang bisa menggantikannya.

Kamu membunuh orang seperti itu

dan membandingkan dirinya dengan perhiasan?

Sejak ibuku tewas,

tidak semalam pun aku bisa tidur nyenyak.

Tiap malam, aku merasa bersalah.

Tahukah kamu?

Lantas kamu menyalahkan Bu Sa atas segalanya?

Kamu membuat Pimpinan, Bu Sa, dan aku

hidup dalam siksaan batin.

Aku tidak bisa mengampunimu!

Jangan mendekat.

Aku tidak takut mati.

Aku pernah jatuh dari tebing bersama penguntit.

Aku bisa melakukan apa pun

untuk mengungkap kebenaran di balik kematian ibuku.

Ini kesempatan terakhirmu.

Mintalah pengampunan ibuku dan tebus kesalahanmu.

Itu kesempatan terakhirmu untuk hidup seperti manusia.

Tidak. Aku tidak bersalah.

Aku tidak tahu apa-apa! Aku tidak melakukannya!

Tentu. Sudah kuduga kamu akan mengatakan itu.

Kamu tidak akan pernah mengakuinya.

Baiklah.

Di sinilah kamu akan mati, Penyihir Keji!

Mati! Matilah, Gye Hwa!

Mati!

Lepaskan aku! - Matilah, Penyihir Keji!

Mati!

Mati! - Hentikan!

Mati!

Deul Lae! - Deul Lae!

Mati!

Mati!

Deul Lae, hentikan!

Deul Lae, jangan melakukan ini.

Sudah kuduga hal buruk akan terjadi hari ini.

Lepaskan aku! Aku tidak bisa menahannya lagi!

Kamu tidak perlu menahannya.

Tapi bukan seperti ini caranya membalas dendam.

Ini tidak akan ada gunanya bagimu.

Lantas aku harus bagaimana?

Bagaimana aku harus membalas dendam untuk ibuku?

Kita tidak bisa mengakhiri ini hanya dengan memenjarakan dia!

Tidak! Aku tidak bersalah!

Deul Lae hanya ingin membunuhku!

Tidak bersalah katamu?

Kamu menyewa penguntit dan memfitnah Bu Sa atas dosamu!

Kamu masih berani mengatakan tidak bersalah?

Apa? Dia menyalahkan ibuku untuk semua dosanya?

Kamu memiliki buktinya, ya? Bu Lee, kamu penyihir gila!

Tidak! Bukan aku!

Aku tidak tahu apa maksudnya!

Hanya karena kamu menyangkalnya, bukan berarti kamu tidak bersalah!

Kamu pantas mati!

Deul Lae, kumohon sadarlah!

Untuk apa kamu melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu?

Kamu juga ingin menjadi pembunuh?

Pil Soon! Cepat pulangkan dia!

Aku ingin membunuhnya untuk membalas perbuatannya kepada ibuku.

Teganya kamu menyuruhku memulangkannya? Mati kamu, Bu Lee.

Pil Soon!

Pergi! Pergilah sekarang!

Jangan memulangkannya!

Lee Gye Hwa!

Deul Lae. - Kembali! Aku akan membunuhmu!

Deul Lae, hentikan. - Berhenti, Gye Hwa!

Deul Lae, tenanglah.

Dia sudah pergi. Tenanglah.

Kemari. - Lepaskan aku!

Duduk. - Astaga!

Minum ini. - Tidak mau!

Aku harus membunuhnya!

Aku seharusnya bisa mengakhiri ini. Kenapa kamu mencegahku?

Kamu bilang hampir mengumpulkan semua bukti.

Kamu bisa mengungkap semuanya dalam beberapa hari lagi.

Aku benar-benar memahami Deul Lae.

Kamu bilang Gye Hwa berpura-pura? Aku benar-benar tidak memercayainya.

Astaga.

Seharusnya aku membalaskan dendam ibuku sejak dahulu.

Kamu tidak boleh menunggu selama ini hanya untuk membalas dengan mudah.

Kamu akan menyesal sepertiku jika bertindak gegabah.

Kalian berdua harus waspada.

Kenapa? Kita sudah punya semua bukti.

Kita harus membunuhnya atau menghancurkannya sampai mati.

Aku tidak akan diam saja. Kalian melihatnya, bukan?

Dia bahkan tidak merasa bersalah sedikit pun.

Ya, aku melihatnya.

Bagaimana bisa seorang manusia sangat tidak tahu malu seperti itu?

Dia membuat kakakku membenci ibunya sendiri.

Dia membuat ibuku menjadi pasien demensia.

Lalu dia mengambil segalanya dariku dan membuatku miskin.

Kita tidak bisa diam saja. Ayo pergi.

Ayo pergi dan... - Tunggu. Apa ini?

Astaga. - Apa yang terjadi? Kamu berdarah.

Aku pasti melukai diriku saat menangkap penyihir itu.

Astaga, aku sangat kesal. - Penyihir itu.

Aku akan membawakan kotak P3K.

Astaga.

Astaga. - Suara apa itu?

Astaga.

Aku yakin ini perbuatan Gye Hwa.

Dia akan terus mengatakan dirinya tidak bersalah?

Aku akan membunuhnya dan membalas dendam.

Kumohon jangan. - Lepaskan aku!

Kumohon hentikan.

Pil Soon, ayo kita menahan diri.

Kita setuju mengungkap segalanya di hari peringatan Bu Sa.

Ayo membalas dendam untuk Bu Sa dan ibuku pada hari itu.

Ayo masukkan Gye Hwa ke neraka.

Jadi, bertahanlah sampai...

Tidak bisa! Mana bisa aku bertahan?

Ibuku yang malang. Kasihan sekali dia.

Aku merindukan ibuku.

Aku juga merindukan ibuku. - Kemarilah.

Deul Lae, aku Lee Gye Hwa.

Aku mungkin tunduk di depan orang lain,

tapi tidak akan pernah tunduk di hadapanmu.

Aku tidak akan kehilangan Pimpinan dan rumahku kepadamu.

Bagaimanapun caranya, aku akan membantu Se Joon

agar tidak disebut sebagai anak selingkuhan.

Apa?

Kamu menyuruhku memakai kamar ini?

Jelas ini seperti kamar Ki Chan.

Setidaknya berikan aku seprai baru.

Aku sudah menikah.

Aku tidak bisa memakai seprai yang digunakan pria lain.

Lalu,

kamu tidak punya pembersih udara?

Kamu sudah gila?

Pembersih udara apanya?

Diam saja agar racun itu tidak keluar.

Kamu bisa tidur di luar jika tidak suka di sini.

Beraninya kamu mengeluh?

Aku sudah berhasil masuk kemari,

tapi bagaimana caranya menemukan kartu memori itu?

Sekarang, aku tahu kamu pelakunya

dan hanya kamu seorang.

Aku menemukan bukti penting yang ditinggalkan penguntit.

Bukti apa yang dia bicarakan?

Kenapa Deul Lae begitu yakin?

Sedang apa kamu, Pil Soon?

Astaga, aku hampir membunuh.

Kamu harus lebih berhati-hati agar tidak kehilangan barangmu.

Apa? - Deul Lae bilang kamu tidak perlu

mengganti rugi untuk jendelanya. Lagi pula, kamu akan dipenjara.

Jadi, dia akan merelakannya saja.

Astaga.

Selamat malam.

Tidak lama lagi, kamu tidak akan tidur di kasur itu.

Pil Soon, dasar bedebah.

Aku begitu marah.

Aku bahkan tidak bisa membahas ini dengan orang lain.

Aku tidak menyangka akan merindukan Dal Hee.

Mau ke mana dia selarut ini?

Kamu tidak perlu menjemputku.

Aku tidak bisa selalu berutang kepadamu.

Aku membawakan beberapa barang. Akankah ini cukup?

Menurutmu ini bisa membantu penyembuhan Nenek?

Entahlah.

Tapi ini hal terbaik yang bisa kita lakukan sekarang.

Kita harus melakukan apa pun yang bisa membantunya siuman.

Kamu benar.

Itu Ki Chan?

Kenapa Se Joon menemuinya?

Sook Ja. - Ya?

Bukankah itu dompet Se Joon?

Benar.

Aku mengumpulkan cucian dan ini ada di saku jaketnya.

Berikan. Akan kukembalikan. - Baiklah.

Apa ini?

"Se Joon, kamu harus bersatu dengan Se Hu"

Se Joon, kamu harus bersatu dengan Se Hu.

Bersatu?

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left