Las primeras 200 líneas.
-=Semua karakter, organisasi, tempat, kasus dan kejadian dalam drama ini hanya fiksi.=-
Park Hyeongsa-nim!
=Episode 2=-
Maaf, tapi...
Hari itu semuanya terlalu kacau, jadi aku tak terlalu memperhatikan.
Tapi di hari insiden itu, Seon Ho...
Kurasa Anda mengatakan CCTV di sekolah rusak.
Apa benar?
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Saem ~
Bukankah itu terlalu aneh kalau dikatakan kebetulan?
- Seon Ho Eomeoni. - Coba Anda fikirkan.
Selain hapenya hilang, CCTV-nya juga mati?
Dalam 1 hari terlalu banyak kebetulan.
Hal seperti itu cukup umum saat penyelidikan.
Terkadang, kecelakaan terjadi di titik yang tak terlihat.
Kalau Seon Ho tak sendirian gimana?
Mungkin itu bukti ada seseorang bersamanya.
- Yeobo. - Kami sering mendengar hal ini.
Dari bukti di atap gedung dan...
- kesaksian orang pertama... - Mereka mungkin menemukan Seon Ho
setelah orang itu kabur.
Maksud Anda...
tempat kejadiannya direkayasa?
Aku tak bilang begitu. Maksudku ada kemungkinan.
Anda tidak bisa mencampuri kasus kami dengan imajinasi Anda!
Kalau begitu lakukan penyelidikan yang benar!
- Yeobo. - Paling tidak kita harus temukan alasannya!
Aku harus tahu masalah apa...
yang mendera putraku hingga
dia ingin bunuh diri.
Menemukan alasan di baliknya adalah tugas Anda.
Kami sudah melakukan yang terbaik.
Aku minta Anda selidiki kembali.
Kesimpulan penyelidikan Anda tidak bisa kuterima.
Eomeoni, aku mengerti bagaimana perasaan Anda, tapi seperti yang kukatakan berulang kali--
Tapi apa?
Anda..
Anda mengerti apa? Apa?
"Kami sudah melakukan yang terbaik." "Kami mengerti."
Itu saja yang kudengar dari polisi dan pihak sekolah.
Seperti mendengarkan kaset rusak.
Kami...
Kami tak bisa mengerti atupun menerima apa yang terjadi.
Tapi bagaimana Anda tahu apa yang terbaik dan mengerti?
- Katakan! - Yeobo, tenanglah.
Bersikap seperti ini, tak serta merta menyelesaikan masalah.
Kalau Anda tidak melakukan tugas Anda,
maka kami akan bertindak sendiri.
Kami akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Tak peduli 100 tahun, 1000 tahun...
tidak, bahkan setelah aku mati sekalipun, akan kucari kebenarannya
dan membuktikan kalau Anda polisi yang tak kompeten.
Istri Anda sangat emosional.
Tidak ada orang tua yang akan diam saja diam anak-anaknya.
Anda pergi saja.
Mati otak sama saja dia mati.
Benar. Kasihan sekali.
Sangat disayangkan,
tapi aku senang dia lompat dari atap gedung sekolah.
Kalau mati di sini, bisa tambah ruwet.
Harga aparteman akan anjlok.
Kepala komite juga bilang begitu.
Mengerikan sekali.
Apa mereka tak pindah saja?
Kalau aku tak bakalan mau tinggal di sini lagi.
Aku akan ke tempat lain.
Istirahatlah. Biar aku yang bereskan.
Untuk makan malam, kita makan yang agak pedas.
Iya.
Kapan kau kembali kerja?
2 hari lagi.
Aku ingin tahu bagaimana kondisi toko.
Akan berat bagi Joon Ha...
Kakinya Seon Ho sebesar ini?
Harusnya kubelikan sepatu baru.
Barang pertama yang kubelikan untuknya adalah sepatu bayi.
Yeobo.
Menginjak Bayangan
Apa yang kaulakukan?
Bikin kaget saja.
Kenapa kau segitu kagetnya?
Aku bukan kaget.
Jam segini kenapa sudah pulang?
Tingkahmu tidak biasanya.
Apanya?
Pake handuk.
Siang ini aku mau main golf. Siapkan tasku.
Baiklah.
Aku mau tanya.
Karena nomor hapenya Seon Ho atas namaku,
kita bisa memeriksa riwayat panggilannya kalau pake KTP-ku.
Sungguh? Pesan di SNS-nya bagaimana?
Kita butuh bantuan polisi untuk hal itu.
Dan yang ditelponnya.
Setidaknya kita bisa menemukan siapa yang menghubunginya.
Kita mulai dari sana.
Biarkan saja.
Kamarku biarin saja. Nanti kubersihin.
Biarkan saja begitu.
Seon Ho akan membersihkannya.
Aku keluar.
Kamu lupa sesuatu?
Iya.
Seon Ho stres karena nilainya.
Apa orang tuanya Seon Ho menerima hasil penyelidikan?
Merekan akan mengeluh karena kita mengubur kebenarannya.
Mereka mungkin protes di luar sekolah dengan lilin.
Hal itu akan membuat sekolah dalam posisi yang sulit.
Lilin toh akan mati tertiup angin.
Polisi sudah menutup kasusnya.
Apa?
Ada yang mengganggu pikiranmu?
Tidak, hanya saja...
temanku terlibat.
Untuk sementara, menjauhlah dari keluarga itu.
Kesialan itu menular.
Kau merasa tak nyaman di sekitar In Ha.
Maksudmu apa?
Seperti yang kaukatakan,
kau pasti kasihan pada temanmu.
Yeobo!
Tidak ada.
- Apanya yang tak ada? - Bukunya.
Pagi itu, Seon Ho memasukkan buku itu di tasnya.
Buku apa?
Bukan buku biasa.
Bukunya seperti...
Benar. Kurassa seperti buku harian.
Seon Ho suka menulis diary.
- Yakin tidak ada? - Iya.
Bukan hanya hapenya saja yang hilang.
Apa tak ditinggalkan di lokernya?
Aku akan ke sekolahnya.
=Ham Seonsaeng-nim=-
Iya, Seonsaeng-nim.
=Kantor Bimbingan 1=-
Sepertinya Jung Mi langsung menelpon ibunya.
Kenapa mereka berkelahi?
Soo Ho tak akan mau bilang.
Jung Mi hanya bilang Soo Ho memukulnya.
Eomma-nya Jung Mi datang
sebelum aku bicara sama anak-anak.
Beraninya kau melototiku begitu?
Hei, kau ini kenapa?
Soo Ho.
Dengar ya.
Pipinya tergores.
Bisa membekas pastinya.
Aku minta maaf.
Kekerasa itu kejahatan.
Jujur saja,
aku merasa sedih dengan apa yang kaualami,
dan aku mengerti kalau Soo Ho stres,
jadi kumaafkan dia, dan masalah ini tak kuperpanjang.
Sekarang masalahnya adalah sikapnya.
Kalau salah, mestinya dia minta maaf.
Aku minta maaf.
Soo Ho, cepat minta maaf.
Soo Ho.
Saya tidak salah.
Anda lihat sendiri? Seolah dia bangga dengan kelakuannya..
Maafkan aku. Soo Ho.
Yeobo, tunggu.
Kami mau bicara dengan Soo Ho sebentar.
Kita harus tahu kenapa mereka bertengkar...
Kalau ada alasan yang bagus,
apa tindakannya melakukan kekerasan dibenarkan?
- Tidak, bukan itu maksudku. - Aku ingin Ajumma...
yang minta maaf dulu.
Kalau Ajumma minta maaf, saya akan minta maaf.
- Apa? - Soo Ho.
Ayahku tidak pernah menyelingkuhi eomma.
Dan Eomma bukanlah seorang psikopat.
Apa maksudmu?
Saya mau Anda meminta maaf karena mengatakan oppaku bunuh diri...
karena orang tua kami.
Eh, aku benar tak tahu apa yang kau bicarakan.
No comments yet. Be the first to leave one.