The Dutchman

The Dutchman

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

The Dutchman 2025 WEBRip id
Comentario por Kudalumping
01:34:15

Etiquetas

webdl
manually_transcribed
Publicado el: 2026-02-04
Descargas: 192
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Kau sekarang tenggelam dalam mitos modern,

tapi kau sendirian.

Ini sensasi yang aneh, kesadaran ganda ini,

perasaan selalu melihat diri sendiri melalui mata orang lain.

Pernahkah kau merasakan dualitas dalam dirimu

sebagai orang Amerika berkulit hitam?

Dua jiwa, dua pikiran, dua pergumulan yang tak terselesaikan,

dua cita-cita yang bertentangan dalam satu tubuh gelap.

Kau tersesat, Clay, tapi kami bisa menemukanmu.

Tidakkah kau melihat?

Tidakkah kau melihat?

Tidakkah kau melihat?

Jadi, Clay?

Aku merasa seperti aku,

Aku merasa kau berpikir aku sebenarnya tidak seperti itu.

Seperti yang mungkin kau duga tentangku.

Banyak orang yang begitu.

Tentang banyak orang kulit hitam, khususnya lelaki kulit hitam.

Bukan itu yang sedang kualami, oke?

Aku, aku, aku tidak keberatan di sana. Sebagian dari kita tak keberatan.

Maksudku, aku di sini.

Aku hanya...

Sudahlah.

Aku sudah mengatakan semuanya.

Aku sudah menyiapkan semua perasaanku untuk diungkapkan.

Clay sedang mengalami banyak tekanan karena pekerjaan.

Dan acara penggalangan dana yang kami selenggarakan untuk temannya,

terpilihnya kembali Warren.

Kau tahu, Clay, semua yang baru kau katakan, semuanya valid,

tapi semuanya berkaitan dengan apa yang dipikirkan orang lain.

Menurutku, itu yang seharusnya kau katakan. Kau menyadarinya?

Sial, maaf, aduh, maaf. Kukira aku sudah mematikannya.

Apa kau mengerti maksudku?

Itu kenapa semua ini terjadi sejak awal.

Dia selalu sibuk dengan ponsel daripada bicara denganku.

Lihat apa yang baru kau katakan, itu, aku, tidak, itu bukan itu, jadi.

Bagaimana perasaanmu tentang itu?

Yah, senang rasanya ada yang menanyakan perasaanku.

Kau lihat itu? Kau lihat itu?

- Tidak, jangan lakukan itu. - Wow, oke.

- Tidak bisakah kau melakukan itu? - Baiklah, ayo, ayo.

Aku merasa jika dia lebih banyak bicara, maka kami...

Bicaralah dengannya.

Jika kau bicara lebih banyak dan jika dia menceritakan apa yang dia rasakan,

apa yang kau rasakan, kita sebenarnya bisa menghindari semua ini.

karena kita akan membicarakannya dan aku akan menyadari...

Jadi ini salahku, Kaya?

Yang perlu kulakukan hanya lebih banyak bicara

agar kau tak tidur dengan lelaki lain?

Kau sudah tahu kan apa yang sedang kualami dengan orang-orang di tempat kerja.

Dan di masyarakat kita, kita dianggap tidak cukup Hitam oleh satu kelompok.

Dan dua warna Hitam untuk yang lainnya.

Aku sudah kesulitan mencari keseimbangan. Dan sekarang ini.

Clay sangat mudah dimanipulasi.

Apa kau akan merasa lebih baik jika kau juga melakukannya?

Sebenarnya, kau siapa?

Kaya keluar dan menjelajah, tapi dia tetap bersamamu.

Dia kembali padamu,

tapi kau sangat kesulitan menghadapi ini dan pilihan-pilihannya.

Bagaimana jika dia melakukan hal yang sama?

Kau akan bersikap seperti ini malam ini?

Apa? Senang.

Oke. Sungguh.

Tergantung.

Apa kau akan membawanya?

Apa? Tidak.

Kenapa membawa seseorang?

Tidak, Kaya, siapa yang akan kubawa? Aku tidak punya siapa-siapa.

Nah, ini dasimu.

Terima kasih.

Aku mau ganti baju, aku akan menemuimu?

Oke.

Hey.

Ayo kita lihat. Jangan datang kalau kau bersikap seperti ini.

Menungguku, ya, Dok?

Clay, aku mau memberimu sesuatu.

Dengan hormat, Dok, aku harus menolak.

Aku tidak mengonsumsi obat-obatan.

Bukan obat yang kau maksud.

Tadi kau menyebutkan tentang mencoba menemukan keseimbangan.

Aku mengerti persis maksudmu.

Benarkah?

Sepertinya kau selalu ada di pihaknya selama ini.

Apa kau merasa terbagi, Clay?

Kurasa begitu, ya.

Apa kesulitan terbesar yang kau hadapi?

Konformitas dan harapan? Identitas dan asimilasi?

Kemarahan atau pengendalian diri? Kerentanan dan kekerasan?

Semua jawaban di atas, kurasa. Kenapa kau bertanya?

Karena memahami perjuangan-perjuangan ini bisa mengarah pada kebebasan.

Kau pernah mendengar tentang drama "Dutchman?"

Naskah drama ini muncul di benakku di salah satu masa tergelap dalam hidupku,

tapi kadang kita menemukan bagian dari diri kita sendiri

dalam sastra yang membantu menyembuhkan luka.

Apa kau membayangkan kau berada di kereta itu, Clay?

Terjebak di antara jati dirimu yang sebenarnya

dan sosok yang seharusnya kau perankan?

Tidakkah kau lihat?

MARKAS138 Kandang Para Juara

Hei, Warren, bagaimana?

Oh, semuanya baik-baik saja. Kru sedang bersiap-siap.

Kau tahu, kau di luar?

Ya, ya, ya. Baru keluar dari ruang dokter.

Kau baik-baik saja?

Entahlah, aku sungguh kesulitan dengan masalah Kaya.

Hei, tunggu, tunggu sebentar. Ini, ini Dr. Bowers.

- Hei, hei. - Hei.

Apa kabar, sayang? Oh, baik-baik saja.

Ulangi lagi apa yang baru kau katakan.

Bukan apa-apa, bro.

Jangan khawatir.

Ayolah, kawan, aku dengar, Kaya.

Kurasa dia sudah melakukan bagiannya. Sekarang giliranmu.

Giliran yang setimpal.

Setimpal? Benarkah dia berkata itu?

Tidak, tapi aku yakin dia berpikir begitu.

Apa kata dokter?

Lelaki itu mencoba memberiku sesuatu.

Kau pikir aku sudah kehilangan akal sehat?

Sial, mungkin memang benar.

Tidak, tidak, tunggu, tunggu. Kau tidak mengambilnya, 'kan?

Kau bercanda?

Bagus, karena ini saatnya bermain, kawan.

Aku butuh kau ke sini dan melakukan tugasmu.

- Ya. - Oke?

- Oh, Warren, halo? - Yo, Clay?

Permisi, Pak,

apa kau keberatan minggir sedikit ke sini?

Nah, ke sini, Pak, tasnya di atas meja.

Adegan pembuka di bawah tanah.

Apa kau terburu-buru?

Apa yang lucu?

Di bawah kota yang bergejolak,

panasnya kereta bawah tanah dan jalan-jalan utama modern di sana.

Bukankah kau sedang menatapku dari jendela?

Di halte terakhir? Aku melihatmu lewat jendela.

Lula masuk.

Ini kereta satu jalur menuju Bronx.

Perhentian selanjutnya Jalan Franklin.

Harap menjauh dari pintu yang akan menutup.

Halo? Boleh aku duduk oke?

Ya.

Tidak ada apa pun di luar sana kecuali dinding hitam. Kegelapan.

Ya.

Lebih baik saat kau menatapku dari jendela?

Apa?

Bukankah kau menatapku dari jendela?

Pemberhentian terakhir?

Menatapmu?

Kau tahu kan apa artinya menatap tajam?

Aku, aku melihatmu melalui jendela, sepertinya kaulah yang menatapku.

Benar.

Oke.

Kurasa kau hanya melontarkan komentar-komentar iseng saja.

Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan. Biarkan pikiranmu melayang di atas daging orang.

Tenanglah, oke?

Itu kenapa aku datang mengintip melalui jendela.

Aku bahkan tersenyum padamu.

Ya, aku melihatnya.

Aku bahkan naik kereta ini, menuju arah yang berbeda dari tujuanku.

Berjalan menyusuri lorong mencarimu.

Ha, oh, ya, aku ragu akan itu.

Kenapa itu begitu sulit dipercaya?

Semuanya sulit dipercaya.

Tapi jika itu benar, itu lucu sekali.

Aku tahu apa yang kau pikirkan.

Kau pikir aku mau menjemputmu, mengajakmu ke suatu tempat, dan bercinta?

Kau tahu, kau menanyakan banyak pertanyaan

dan hanya punya satu jawaban, apa aku terlihat seperti orang bodoh di matamu?

Hmm?

Kau terlihat seperti sedang berusaha menumbuhkan jenggot.

Kau terlihat seperti itu.

Kau terlihat seperti tinggal di New Jersey bersama orang tuamu.

Dan kau sedang berusaha menumbuhkan jenggot, itu saja.

Oke, baiklah, aku tah apa ini.

- Benarkah? - Ya, ya,

- kau termasuk salah satu dari mereka... - Mereka?

Ah, orang-orang di kereta, yang sedang berjuang.

Tidak, bukan aku. Aku sering bohong.

Itu membantuku mengendalikan dunia.

Ya, aku yakin.

Katakan, itu benar, sebagian besar memang benar, 'kan?

Jersey, lehermu ada benjolan?

Baiklah, sebenarnya kau siapa?

Bagaimana kau tahu semua tentang janggut, New Jersey?

Apa aku mengenalmu? Apa aku pernah bertemu kau sebelumnya?

Apa kau kenal Warren Enright?

Sudah kubilang aku sering bohong. Aku tidak kenal Warren Enright.

Nah, kau tidak,

kau tidak mengarang cerita ini begitu saja.

Apa Warren Enright seorang lelaki kulit hitam tinggi dan kurus

dengan aksen selatan yang kadang muncul, kadang hilang?

Jadi, kau mengenalnya.

Tapi aku tidak, aku hanya mengira kau pasti mengenal seseorang seperti itu.

Ya, ya, tentu saja.

Aku menarik. Kau juga berpikir aku menarik, 'kan?

Ini Kota New York, lho.

Apa aku membuatmu tertarik sekarang, hmm?

Hei, jangan, jangan, jangan lakukan itu.

Kau sungguh mau aku berhenti?

More Indonesian subtitles for The Dutchman

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left