Las primeras 200 líneas.
Dalam dua hari, masalahnya sudah sebanyak ini, ya.
Terlalu banyak untuk sebuah kebetulan.
Tapi untuk apa mereka menyerang Akiba?
Tampaknya cara yang mereka pakai adalah membuat keributan ringan
dan membuat rumor.
Dan kemungkinan besar tujuannya
untuk merusak reputasi KMB.
ZainuddinAri mempersembahkan
Log Horizon
Tindakan yang berbalik meningkat
Ya kita siap untuk bagian lucunya
Tipu muslihatmu sia-sia KARENANYA DENGARLAH INI!
Login dengan karaktermu Hancurkan hal yang tak kausukai
Kebisingan datang namun kita siap mengangguk Bagaimana dengan penawar untuk yang tersesak dan terhipnosis
Robek kebohongan yang menutupinya Sekarang siapa yang pengecut
Seperti warna-warni bunga, mendekap rasa sakit yang hidup
Sakimidareta hana no youni azayaka na itami daki
Langkahi kota yang masih berdiri, buang ucapanmu yang membingungkan
Tatazumu machi wo nukete mayoi no serifu wa sute
Suarakan aku 'tuk kembali
Kaeranai koe yo hibike
Kita ucapkan Wow Wow Wow Wow
Database Database Hanya hidup di dalam Database Wow Wow
Dinding fiksi meretak di dalam kepalaku Dan candu duniaku masih menyebar
Di dalam Database Database Aku berjuang di dalam Database Wow Wow
Tak peduli meski tak ada harapan Sementara kegilaan dari sistem bertumbuh
Database Database Hanya hidup di dalam Database
Database Database Ucapkan Wow Wow Wow Wow
Ternyata benar, ya?
Kak Shiroe juga berpendapat sama.
Serangan.
Lebih dari 60% masalah yang ada disebabkan oleh 15% populasi yang datang dari luar.
TANDA TERIMA
KELUHAN
Untuk membuat kekisruhan pada kita, mereka sengaja memberikan laporan yang tak rapi.
Tampaknya serikat yang berpatroli juga terlalu sibuk mengurus banyak masalah dan pertengkaran
yang mendadak muncul.
Astaga, siapa yang melakukan ini?
Memang tak baik mengatakan ini,
tapi kalau hanya jamuan untuk para Petualang, Anda tak perlu repot-repot seperti ini.
Pastikan Anda bersikap sopan dengannya.
Tapi, kenapa tuan Marves datang di saat seperti ini?
Apa ada hubungannya dengan rumor kalau politik di barat sudah berubah?
Entahlah.
Apa pun alasannya, kita tak bisa bilang padanya, "Lain kali saja."
Tentu saja aku tahu itu.
Tapi...
Tapi apa?
Perasaanku tak enak.
Pokoknya tujuan kita mengadakan Jamuan Malam ini adalah memperdalam hubungan kita dengan Petualang.
Itu benar.
Aku tahu kalau aku harus bersikap sopan di hadapan tuan Marves.
Tapi itu hanya untuk memenuhi tugasku saja.
Kekisruhan
Kekisruhan.
Begitulah. Bukankah ini masalah yang besar?
Terima kasih. Tolong teruskan lagi.
Dari tuan Isaac?
Ya.
Tuan Marves yang bangsawan sekaligus pedagang besar dari Wastelande itu
tampaknya baru saja tiba di Akiba.
Memangnya apa yang salah?
Dari mana aku harus menjelaskannya, ya.
Aku merasa kalau serangan ini datang dari Pribumi.
Dari Pribumi?
Alasannya?
Misi yang bertujuan untuk menjatuhkan kewenangan seseorang tidaklah ada pada Elder Tale yang dulu.
Bukankah kalian pikir kalau tindakan seperti ini tak seperti seorang Petualang?
Intinya, aku tak merasa kalau ini adalah misi yang menyenangkan.
Oh, begitu.
Berarti, Pribumi yang datang dari Wastelande itu mau menjatuhkan reputasi KMB?
Dari jumlah Pribumi yang terlibat,
peluang kalau ada orang penting yang merencanakan ini sangat tinggi.
Itulah yang terpikirkan olehku.
Tapi tampaknya tebakanku tak meleset jauh.
Berarti serangannya datang dari barat, ya?
Sementara, tolong rahasiakan ini dulu.
Tapi buat apa mereka menjatuhkan reputasi KMB?
Itu hanya taktik awal mereka.
Dengan memakai kekisruhan yang ada,
mereka bisa mengganggu pakta yang sudah ditandatangani oleh Eastal dan KMB, 'kan?
Agar Eastal tak bisa memonopoli pakta tersebut.
Kita harus bergerak cepat.
Kalau perlu, kita hentikan festivalnya dulu.
Kurasa itu bukan langkah yang tepat.
Eh?
Kalau festivalnya dihentikan, kemampuan kita untuk memecahkan masalah akan diragukan.
Kalau begitu semuanya akan berjalan sesuai yang mereka inginkan.
Langkah yang terbaik adalah bertahan dan meminimalkan masalah yang ada, 'kan?
Lalu, cara mengatasinya?
Ya, kurasa mereka sudah mengantisipasi kalau rencana ini menjadi bumerang bagi mereka.
Kita akan melakukan "itu."
Waa! Bukan itu yang kumaksud.
Tapi Tuanku...
Kita akan perang, 'kan?
Bukan berarti kita akan memulai pertumpahan darah!
Kali ini kita tak memerlukan itu.
Melapor?
Ya.
Pokoknya, laporkan lokasi dan masalah apa pun yang terjadi secara rinci padaku.
Serahkan saja padaku. Tapi...
Bukankah Isaac dan kawannya sedang berpatroli?
Aku tak menyangka kalau tempat operasi musuh sangat luas.
Untuk menjaga rantai perintah dan penempatan personel secara efektif,
aku memerlukan informasi lebih banyak.
Bagaimana dengan bantuan dari serikat lain?
Kalau mereka tahu kalau KMB mulai bergerak,
tujuan mereka akan semakin tercapai.
Jadi kita memerlukan bantuan dari siapa saja, asalkan tak ketahuan musuh.
Begitu, 'kan, Ahli Taktik?
Ya, tolong bantuannya.
Begitulah, tolong sampaikan situasinya.
Kalau begitu, aku pergi dulu.
Ya.
Maaf, ya. Sampai-sampai adikmu harus datang membantu.
Tak apa, lagi pula ini instruksi dari Shiroe.
Klaim barang, klaim barang.
Begitukah? Untuk membantu kita?
Ah, tidak. Bukan itu yang kumaksud.
Ya, sebaiknya kau bertemu dengan Touya.
Kurasa itu saja.
A-Anu, itu saja?
Kalau seandainya serangannya benar terjadi, apa ada yang bisa kulakukan?
Sekian.
Terima kasih.
Kurasa kak Shiroe menginginkanku agar melakukan apa yang aku bisa.
Dia ingin agar aku bisa membuat keputusanku sendiri untuk membantu.
Ah, halo.
Soal restitusi untuk kentang berharga dua kali lipat...
Darurat
Yang ini juga tolong, ya.
Oke.
Mungkin aku salah.
Tapi, kalau seandainya memang benar...
Kalau kak Shiroe mengandalkanku, meski hanya sedikit...
Aku...
Minori, maaf, aku menambahnya lagi.
Apa ini semua klaim barang di gudang?
Ya, pekerjaan kita semakin banyak.
Acara sesungguhnya baru akan dimulai.
Baiklah! Aku akan melindungi garis belakang!
Kak Shiroe telah mengajarkanku cara bertarung.
Formasi, operator, mengawasi medan dan patroli tim.
Pertama, apa yang perlu dilakukan di barisan depan?
Bagaimana dengan pemulih?
Bagaimana dengan barisan belakang.
Lokasinya di sini, 'kan?
Aku dari bagian humas.
Aku kemari untuk mengklaim barang!
Kami ini juga pelanggan!
Astaga, ini benar-benar medan perang.
Sampai kapan kami harus menunggu?
Mereka yang berada di depan meja gudang dan menghadapi berbagai keluhan,
merekalah garis depannya.
Itu benar.
Di ruang bawah tanah gudang ketiga, ya?
Eh? Serius?
Tolong, ya. Kuponnya akan kukirimkan.
Lalu, Karashin dan kawannya berperan sebagai pemulih
Oh, ya, maaf meminta padamu lagi.
untuk mengurus masalah yang tak bisa ditangani oleh barisan depan,
Sebagai barisan belakang, aku harus membantu mereka sebisa mungkin.
Maaf.
Maaf saja tak cukup!
Padahal merapikannya sangat lama!
Apa, sih?
Apa?
Sudah, sudah.
Tenang saja.
KELUHAN
Kecelakaan bukanlah hal yang menakutkan.
Yang menakutkan adalah menjadi marah,
dan tak bisa menghentikan arusnya.
Arus?
Maaf, kak Shiroe pernah mengatakan itu padaku.
Arus pertempuran bukanlah sesuatu yang harus dibaca.
Tapi kita perlu menjadi bagian dari arusnya.
Begitu, ya?
Sepertinya menjanjikan.
Seakan tuan Shiroe berada di sini.
Tidak, kok.
Oke! Ayo lanjutkan!
Mari menjadi arus!
Baik!
Banyak hal yang telah kupelajari dan kudapat dari kak Shiroe.
Tapi, suatu hari nanti,
aku juga ingin memberikan sesuatu kepadanya.
Apa?
Pot ini potnya yang bagus?
Benar, di sisi barat Katedral, ya?
Apa ini?
Mereka terus menyerang tempat yang tak strategis untuk diserang.
Apa arti dari semua ini?
Tuan Shiroe, ada kereta yang tergelincir dan menghalangi jalan lagi.
Aku mendengarnya.
Sisi barat Katedral, ya?
Ini juga tak jelas.
Meski mereka menutup rute ini, rute yang lain masih bisa dipakai.
Kalau tujuan mereka menghentikan lalu lintas...
Jalan yang terhalang itu hampir tak ada artinya.
No comments yet. Be the first to leave one.