Buzzer Beat

Buzzer Beat

ブザー・ビート〜崖っぷちのヒーロー〜

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

Buzzer Beat ep05
Comentario por domeh

Etiquetas

other
Publicado el: 2009-11-17
Descargas: 28
Para personas con discapacidad auditiva: Yes

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Bantu aku mengembalikan kepercayaan diriku lagi!

Apa yang kau lakukan?

Apa yang kau lakukan?

Naoki!

Kau salah.

Naoki!

Tolong, tunggu!

Tunggu, Naoki!

Maaf! Maafkan aku.

Aku benar-benar minta maaf.

Kenapa kau menangis?!

Hentikan tangis palsumu.

Maafkan aku! Aku telah...

Maafkan aku!

- Aku sudah tidak mengenalmu. - Maafkan aku.

Kau...

apakah kau tahu, kau baru saja berselingkuh dengan kekasihku?

Memangnya kau tidak tahu?

Saat seseorang kehilangan bolanya...

bola liar itu pasti akan diambil.

Jangan macam-macam denganku.

Naoki! Hentikan!

Pergilah!

Sejak kapan?

Sejak kapan semua ini?

Baru saja. Tiba-tiba, tadi.

Maafkan aku.

Aku tidak bermaksud melakukannya.

Saat aku mendengarkannya membahas lukanya, tiba-tiba terjadi seperti ini.

Aku tidak mengerti.

Aku juga tidak mengerti.

Maafkan aku, Naoki. Maafkan aku.

Aku minta maaf.

Aku minta maaf.

Aku minta maaf.

Aku jadi tidak enak. Setiap kali kau selalu mentraktirku.

Nanti setelah aku mendapat pekerjaan baru, biar aku yang akan mentraktirmu.

Tidak masalah. Perempuan tidak perlu memikirkan hal itu.

Lalu... apa yang akan kita lakukan setelah ini?

Aku tahu.

Bagaimana kalau kerumahku?

Eh? Kau baik-baik saja?

Iya.

Tampaknya sekarang Riko akan datang kesini dengan si Kawasaki.

Lalu, apakah kita tidak akan mengganggu mereka?

Tidak. Dia bilang mereka kesini untuk merayakan kepindahanmu kesini.

Kau serius?! Baiklah!

Yaa, aku senang.

Dengan begini, Mai, Riko dan aku bisa menjadi teman sesungguhnya.

Kau bukan teman, kau hanya penumpang.

- Jangan salah bedakan itu. - Iya. Maafkan aku.

- Baiklah. Bereskan semuanya. - Iya.

Tapi tetap saja aku berpikir begini

persahabatan antara pria dan wanita itu agak licin.

- Kenapa begitu? - Karena...

Tidak perduli seberapa sering mereka bilang kalau mereka hanya teman, tapi pada dasarnya mereka tetaplah pria dan wanita.

Mereka tidak mungkin bisa mempertahankan persahabatannya untuk selamanya.

Kenapa kau berpikir seperti itu?

Coba bayangkan ini.

Kau punya teman, yang sangat cantik.

"Shuji. Aku dan pacarku akan putus,"

Kemudian dia datang padamu. Dia merebahkan kepalanya padamu.

Kemudian, dia semakin dekat... Apa yang kau lakukan?

Aku pasti melakukannya.

- Benarkan? - Iya.

Tapi jika persahabatan diantara wanita, hal itu tidak akan pernah terjadi.

Tapi, saat pria dan wanita menjalin persahabatan hal itu tidak akan pernah terjadi.

Itulah sebabnya aku meragukan persahabatan mereka.

Aku mengerti.

Aku khawatir hal itu terjadi pada Riko.

Kenapa ini harus terjadi...

Bersulang!

Terima kasih atas perayaannya.

Aku saja sampai lupa akan keberadaanmu.

- Hah? - Hah? Tidak.

Setidaknya aku bisa datang kekamarnya...

Ini dia. Silahkan dimakan.

- Ah, terima kasih. - Buah persik!

Kelihatannya enak, bukan?

Terlebih lagi, kamar ini nyaman sekali.

Terasa sekali kamar wanitanya.

Benarkah?

Soalnya, Mai sangat memperhatikan kebersihan dan sangat galak dalam masalah membuang sampah.

Benar kan? Dia sangat bawel ya?

Iya.

Dari luar sih, Mai kelihatan seperti seorang pemalas

tapi kenyataannya dia bersemangat sekali.

Berbeda dengan, Riko

kelihatannya rajin tapi

kalau ada di rumah dia jadi seperti mayat hidup yang mati segan, hidup tak mau.

Ehh... Benarkah?

Maafkan aku.

Shuji. Terima kasihlah pada kedua orang ini.

Pasti!

Dia datang, dia datang. Aku yang mengundangnya.

Kau yang mengundangnya? Siapa yang kau undang?

Jangan-jangan Naoki ya? Dia kan tinggal di dekat sini.

Eh?! si Kamiya?!

Selamat malam!

Eh? Tidak mungkin!?

- Ah, ini Utsu! - Silahkan masuk.

Selamat malam!

- Maaf sudah mengganggu. Halo. - Halo.

Ah, ini. karena kalian sudah mau memperhatikan Shuji.

Ah, terima kasih banyak! Ah, silahkan duduk!

Terima kasih.

- Kau baik sekali. - Ini tidak sengaja.

- Maaf sudah mengganggu kalian. - Maaf atas gangguannya.

Ini sudah larut malam, bukan?

- Terima kasih atas buah persiknya. - Sama-sama.

Aku antar mereka dulu.

Baiklah.

Sampai jumpa.

Selamat malam.

- Selamat malam. - Malam.

Apa-apaan ini?

Ya ampun. Kenapa kau mengikuti aku?

Karena aku belum mendapatkan surat sama sekali...

Ya belumlah. Kau kan harus ganti alamatnya dulu, kan?

Ada apa?

Apa yang sedang dilakuan Riko?

Dia...

Apa yang kau lakukan?

Selamat pagi!

Apakah kau memotretku?

Tidak.

Itu kupu-kupu. Tadi ada kupu-kupu.

Aku belum pernah melihat yang seperti itu.

Kupu-kupu ya?

Iya, iya, iya.

Aku jadi penasaran apa yah namanya?

Sayapnya bergerak cepat sekali... Kemana yah perginya?

- Kau tahu sekarang jam berapa? - Jam ya?

Jam 7 kurang.

Bisakah kau menelpon telponku?

Baiklah.

Maaf, aku tidak tahu nomormu.

... 090...

Sudah.

-Apakah kau berlatih semalaman? - Iya.

Natsuki Natsuki

- Kuharap itu hanya mimpi. - Hah?

Sampai jumpa, Aku pulang dulu.

Tunggu, tunggu.

Kau melupakan bolamu.

Apa yang kulakukan...?

Terima kasih!

Hei? Riko. Aku ingin kau jujur padaku.

Dimana, di bagian kota ini, kau bisa menemukan kupu-kupu?

Owh tidak. Kau melihat semuanya?

Aku tidak percaya. Kau diam-diam memotretnya?

Aku tidak bermaksud memotretnya.

Saat aku melihat wajahnya yang sedang tertidur, tiba-tiba saja aku melakukan itu.

Aku heran kenapa aku bisa melakukan itu?

Alasan apa itu?

Kurasa kau ada sesuatu dengan si Kamiya itu...

Tidak mungkin.

Aku tidak mencintainya.

Aku tidak mencintainya.

Lagipula dia sudah ada pacar, jadi itu tidak mungkin.

Waktu itu, Kamiya mengatakan padaku.

"Ayo kita kejar mimpi kita bersama-sama."

Aku senang sekali.

Itulah sebabnya jika aku mencintainya, kemungkinan aku akan kehilangan teman sepertinya.

Jadi itu tidak mungkin.

Aku juga akan menghapus

photo ini.

Ingin menghapus data ini? 1. Iya 2. Tidak

Dihapus

Kau menghapusnya.

Iya

Ngomong-ngomong, Aku lebih banyak mengambil photomu saat tidur.

- Kau bohong kan? - Benar kok.

- Tunjukkan padaku. - Tidak mau.

- Tunjukkan padaku! - Tidak. Tidak mau.

Mai.

Aku yakin...

...Aku sudah jatuh cinta...

...dengan Kawasaki-san.

Iya. Aku pasti berusaha.

Jadi jangan khawatir.

Iya. Baiklah.

Benar.

Dia adalah orang yang baik.

Memang.

Mai. Aku lapar.

Di kulkas tidak ada apa-apa. Mau makan di luar?

Ayo, ayo.

- Biar kutraktir. - Baiklah. Ayo.

Kau yang traktir?

Aku pulang.

Ibu. Kakak sudah pulang.

Naoki! Kemana saja kau? Hei, telponmu kenapa tidak aktif.

Maaf, maaf.

Aku mau mandi dulu, habis itu langsung tidur.

Naoki. Buatkan aku roti panggang...

"Setelah dipikirkan,

memang sebelumnya sudah ada tanda."

Aku tidak ingin begitu saja.

Aku ingin kita lebih menggila!

Buzzer Beat subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Buzzer Beat

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left