Las primeras 200 líneas.
BADAN PERFILMAN, MEDIA PERS, RADIO & TV
RUYI XINXIN FILM INVESTMENT
FIRE DRAGON GUO PICTURE
YOUTH ENLIGHT
TENCENT PICTURES
JIXIANG FILMS
Aku harus berjuang dengan perlawanan sengit.
Harus kuselesaikan perlombaan ini.
Aku harus yakin.
Aku
ini gila.
Ini bukan bercanda.
Aku memang gila.
Tak ada obatnya.
Ini sedang menjangkiti.
Penyakit ini,
tak ada harapan sembuh.
Kartun pada TV sebelumnya
itu bernama Super Clown.
Aku sungguh tak menyukai kartun ini.
Tapi pada adegan badut itu bertarung
telah membekas di benakku
sejak usiaku 8 tahun.
Semenjak hari itu
aku mendapatkan penyakit ini.
Aku selalu merasa ada badut yang bersarang dalam diriku.
Kapanpun emosiku kambuh, badut ini... akan keluar.
Otakku bagai terbenam dalam Vodka.
Otak ini berhenti berfungsi.
Orang-orang berubah menjadi
semua jenis makhluk aneh
dan mulai menyerangku.
terjemahan broth3rmax
Kata dokter ini suatu kelainan kejiwaan.
Aku tak percaya. Aku merasa hidupku
pasti ada koneksi misterius dengan badut itu.
Di belakangku, orang-orang membicarakanku,
kata mereka
dalam kehidupan (nyata) aku juga seorang badut.
Itu tak penting. Yang penting adalah kau terus ingatlah ini:
Aku...
memang gila.
D U N I A B I N A T A N G
Zheng Kaisi.
Aku kasih tahu ya,
jika kau tak mau kerjakan ini, sana bilang sama manajer.
Jangan melamun terus.
Jika kamu gagal mencapai target bulan ini, kamu tak akan dapat bonus.
Kamu melamun lagi ya?
Tak sangka kau kangen aku separah ini.
Sedang apa kamu disini?
Langsung saja. Aku tak ada waktu basa-basi.
Pergilah ke Nicolas Town.
Pernah dengar? Areanya di pusat kota.
Kondominium mewah, lift pribadi, sirkulasi udara dan pencahayaan bagus.
Jualan rumah begini apa tak membuatmu tampak bodoh?
Kenapa kau anggap
aku mampu beli rumah?
Aku ada 1 kondominium suite seharga 12 juta.
Pemiliknya amat sangat butuh uang.
Dia mau menjualnya seharga 6 juta. Aku tak beritahu orang lain.
Bahkan sama bosku.
Tapi klienku ini maunya dibayar tunai. Aku sudah gadaikan apartemenku
dan aku mendapat 2 juta. Aku masih butuh sekitar 3 juta lagi.
Rumahmu...
siapa pemiliknya? / Tak usah berniat begitu.
Sangat mustahil. Sudah bertahun-tahun sejak ayahku meninggal.
Hanya rumah ini yang diwariskan pada kami.
Bagaimana mungkin kita menjualnya?
Bukan dijual. Kau gadaikan saja.
Buatku sama saja.
Jika ibuku bangun
dan mengetahui kalau aku menjual rumah itu, dia pasti mengusirku.
Ibumu sudah koma selama bertahun-tahun,
dia tak akan siuman.
Kenapa kau ini?
Kita akan dapat 6 juta dalam transaksi ini.
Ini transaksi yang bagus.
Kenapa aku memberitahumu? Aku turut menjagamu, kawan.
Kau telah merawat tanaman sayuran selama bertahun-tahun.
Tagihan obat.
Ongkos perawat. / Tak usah mengkhawatirkan ibuku.
Separohnya sudah dibiayai asuransi BPJS
dan soal perawat, Liu Qing membantuku.
Kau harus pikirkan soal Liu Qing.
Kau sendiri tak punya uang untuk menikahinya.
Aku kasih tahu satu hal,
kami tak pacaran. / Lalu kalian ngapain?
Kami berteman,
teman sekelas, tetangga lama.
Lalu kenapa kau simpan foto dia?
Kau anggap dirimu terlalu miskin
dan tak ingin mengajak dia menderita.
Tolong urus saja hidupmu sendiri
sebelum ke sini dan menasehati kehidupanku.
Bu Liu, udah terasa baikan?
Jauh lebih baikan.
Kau ini memang brengsek.
Kehabisan uang lagi?
Seribu. / Bukankah kamu udah terima bayaran yang ke-3?
Aku telat masuk kerja beberapa kali.
Mereka memotong bayarannya. / Kamu bisa lebih dewasa nggak sih?
Ya bisalah.
Maukah kamu pinjami aku uang?
Kepala perawat bilang jika kita tak bayar akan tidur di lorong.
Apa kau tak merasa sedih
jika ibu kita tidurnya di lorong ini? / Jangan selalu sebut dia "ibu kita".
Aku bukan istrimu.
Zheng Kaisi, aku sedang ada 6 pasien yang menunggu.
Jika kamu mau bertingkah brengsek, tolong lain kali saja.
Apa Liu Qing di situ? / Ya aku disini.
Aku butuh Gliserin, Enema.
Baik. Mohon ditunggu sebentar.
Menjijikkan.
Lepaskan celanamu.
Bantulah aku.
Kamu butuh ini atau tidak?
Butuhlah.
Cepetan. Ayo cepetan.
Jangan ketawa.
Keluar dari sini.
Apa yang kamu lakukan?
Apa kau tak tahu, dia itu mempermainkanmu? / Aku tahu, memang kenapa?
Ini memang tugasku. / Kalau gitu kamu harus berhenti.
Berhenti?
Siapa yang akan menafkahiku?
Qing.
Perawat.
Qing.
Ayolah jangan tinggalkan aku.
Pelan-pelan.
Sudah jangan pukul dia!
Jangan pukul dia! / Li!
Jangan pukul dia! / Kenapa kamu, Li?
Li! Jangan berkelahi.
Lihat, kau membuat Li ketakutan. Kenapa dengan dia?
Li.
Baiklah.
Mana kepala perawat?
Dalam kantornya.
Mau tidak kau jauhi Kaisi?
Dia selalu bikin masalah. Kenapa tak kau ingat-ingat itu?
Ayahmu sudah ngomong panjang lebar
agar kamu dipindahkan ke sini. Ini tak sepadan
jika posisimu diturunkan
gara-gara dia. / Bu Chen,
jangan berkata begitu. Dia tak akan jadi begini
jika bukan demi ibunya.
Dia dulu anak yang paling pandai di lingkungan kami. / Kamu selalu bela dia?
Pokoknya...
jangan salahkan Zheng Kaisi soal ini.
Kau boleh potong saja dari gajiku
jika ada yang minta ganti rugi.
Bagaimana andai Tn. Li tak selamat hari ini?
Kau bersedia disalahkan?
Dr. Ma sudah balik dari Prancis,
dan membelikanmu tas.
Ambil saja dalam lokerku sehabis giliran kerjamu.
Kamu simpan saja.
Nona muda, dia membelinya dari Prancis buat kamu.
Kenapa aku yang simpan?
Nanti SMS-lah dia,
dan bilang terima kasih, kalian saling mengenallah.
Ambil ini.
Aku tak lapar.
Sudah makan mie yang sama. / Terima saja.
Baru dari microwave. Nanti keburu dingin.
Aku harus berikan gajiku pada ayahku sekarang.
Hanya tinggal segini. Terimalah.
Aku tak butuh.
Barangkali besok saja.
Ada keracunan makanan massal hari ini
kondisinya ada kritis.
Itulah sebabnya ibumu tidur di lorong.
Tapi Bu Chen bilang kalau ini cuma sementara.
Liu Qing,
bila kau bertemu pria yang tepat buatmu,
menikah saja dengannya.
Aku sudah lama bertemu pria itu.
Tapi dianya tak mau menikahiku.
Ibu,
mungkinkah ini akan berakhir?
Ibu selalu yang paling tegar.
Sekarang kau di lorong ini
berapa lama lagi ibu bisa bertahan?
Bu, tanyalah kolega dan teman-temanmu
telah menjadi apa putramu ini?
Dia bahkan tak bisa membiayai pengobatanmu ini.
Maafkan aku, Bu.
Halo, ini Real-estate Good Guys.
Saya Li Jun, konsultan properti anda.
Halo?
Apartemen ini atas nama ibuku.
Apa bisa?
Sudah beres.
Berikan sertifikat rumahnya.
Biar kubaca lagi kontraknya. / Tulisannya bahasa Inggris.
Apa kamu ngerti Inggris? Jangan khawatir,
pengacaraku sudah pastikan ini tak ada masalah.
Sempurna. / Big-Shrimp. (Udang-besar)
No comments yet. Be the first to leave one.