Las primeras 200 líneas.
Suasana hening mengawali pertandingan football.
Para pemain siap di posisi, hakim garis diam, dan segalanya mungkin.
Cuaca hampir hangat di pertengahan November ini.
Langsung Dari WASHINGTON, DC.
Lalu, bagaikan kecelakaan lalu lintas, segalanya mulai berbenturan.
Dari operan bola pertama hingga benturan tulang pertama
makin mendekati empat detik.
Bola jatuh pertama, 10 yard. Riggins, tipuan ke Theismann.
Theismann dihalangi.
Satu Mississippi. Joe Theismann, gelandang tim Redskins
menerima operan pertama, mengoperkan ke penyerang belakang.
Bola pertama, 10 yard. Riggins
Dua Mississippi.
Ini permainan trik, sebuah tipuan
dan penyerang belakang kembali mengoperkannya pada gelandang.
Tipuan bola kembali pada Theismann.
Tiga Mississippi.
Dan kini, permainan ditentukan oleh sudut pandang gelandang.
Akan segera ditentukan oleh apa yang tak dilakukannya.
Empat Mississippi.
Lawrence Taylor adalah bek terbaik di NFL
dan telah menunjukkan bakatnya sejak ia masih menjadi pemain baru.
Theismann mendapatkan banyak halangan.
Dan Lawrence Taylor
yang menjatuhkan Theismann di garis 42 yard. Dia menerjang
Dia juga akan mengubah permainan football yang kita kenal selama ini.
Kita akan saksikan dari sudut berbeda sekali lagi.
Dan kusarankan jika Anda mudah mual, jangan menontonnya.
Gelandang legendaris Joe Theisman tak pernah bermain football lagi.
Kalian pasti menduga bahwa hampir semua
pemain berbayaran tertinggi dalam tim NFL adalah gelandang
dan kalian benar.
Namun yang mungkin tak kalian ketahui adalah, bahwa kebanyakan
pemain kedua termahal, berkat Lawrence Taylor, penyerang kiri.
Karena semua istri mengetahui, cek pertama dibayarkan ke hipotek
tapi yang kedua adalah asuransi.
Dan tugasnya adalah melindungi gelandang dari serangan tiba-tiba.
Melindungi sisi yang tak terlihat.
Idealnya penyerang kiri itu kekar, tapi banyak orang bertubuh besar.
Bokongnya lebar dan pinggangnya tebal.
Tangannya panjang dan besar dan kakinya secepat kilat.
Ini adalah kombinasi langka dan mahal
dapat dirunut dari pertandingan Senin malam dan Lawrence Taylor.
Karena di hari itu, ia tak hanya mengubah hidup Joe Theismann
namun juga mengubah hidupku.
Tn. Oher.
Tn. Oher.
Kau mengerti? Kau tahu kenapa aku ada di sini?
Menyelidiki?
Ya. Menyelidiki.
Aku datang untuk menyelidiki situasimu yang aneh.
Menurutmu situasimu itu aneh?
Michael?
Aku tak tahu.
- Aku boleh pergi sekarang? - Tidak.
DUA TAHUN SEBELUMNYA
Di mana kantor Pelatih Cotton?
Terima kasih, Bung.
Mereka bilang kaulah pelatihnya.
Bert Cotton.
Tony Hamilton, tapi semua orang memanggilku Big Tony.
Hei, Big Mike, lihat ini.
Tak dikunci.
Orang kulit putih memang gila.
Aku berjanji pada ibuku, Boo, menjelang ajalnya bahwa
putraku, Steven, akan kupindahkan dari sekolah umum ke sekolah gereja.
Aku hargai itu, Tony, tapi aku tak terlibat dengan penerimaan siswa.
Aku pikir mungkin aku bisa bicara denganmu
seandainya kau mungkin perlu atlet.
- Olahraga apa yang dia mainkan? - Semua permainan bola. Berbakat.
Kelas akan dimulai seminggu lagi. Mendaftarlah untuk semester depan.
Aku tahu apa yang kaupikirkan, Pelatih.
Tapi dengar, aku punya uang.
Aku montir di Bengkel Wilson, di sisi lain kota ini.
Dengar, bagaimana jika ada yang putus sekolah? Mereka bisa masuk?
"Mereka"? Kau hanya menyebut satu anak.
Benar, Steven. Tapi ada anak yang lain.
- Anak yang lain? - Ya.
Big Mike. Dia sering menginap di rumahku.
Anak yang aneh. Ibunya mungkin teler saat mengandungnya.
Dia tak punya siapa-siapa. Dia hanya ingin menumpang mobil.
- Mereka di sini? - Ya.
Yang kecil itu Steven
dan yang besar itu
Big Mike.
Swish!
Ya, ampun.
Rapor Steven Hamilton sepertinya memenuhi syarat
dan aku yakin dia bisa bertahan. Tapi anak yang satunya
- Big Mike. - Michael Oher,
kurang meyakinkan kami
dari catatan akademisnya, apakah dia akan bertahan di sini.
Seburuk apa?
Kami tak tahu berapa umurnya, karena datanya sangat sedikit.
IQ-nya mungkin 80, itu artinya hanya 6 persen.
Rata-rata nilainya dimulai dengan angka nol. 0,6.
Semua meluluskannya.
Ia diberi nilai D agar masalah dapat dipindahkan ke sekolah berikutnya.
Dia bocah yang berani.
Karena ingin bersekolah di sini, ingin mendapat pendidikan bermutu.
Dan sekolah ini menolaknya karena buruknya mutu sekolahnya dulu.
Anak-anak dengan latar belakangnya tak mungkin mendekati tempat ini.
Pelatih Cotton, kami paham kau tertarik pada bakat atletiknya.
Dia tak akan bisa bermain sampai nilai-nilainya naik.
Lupakan olahraga.
Lihat tembok itu.
"Kristen." Kita mengimaninya atau sebaiknya dihapus saja.
Kalian tak menerima Michael Oher karena bakat atletiknya.
Kalian menerimanya karena itu adalah hal yang tepat.
Bagi Manusia Hal Ini Mungkin, Bagi Tuhan Segalanya Mungkin
Anak-anak, ini Mike Oher
dan dia siswa baru di sini, jadi aku harap kalian baik padanya.
Mike, duduklah di kursi kosong mana saja.
Ini ujian berdasarkan informasi
dari yang dipelajari tahun lalu untuk kurikulum IPA.
Jangan takut, ini tak akan dinilai.
Ibu hanya ingin tahu berapa banyak informasi yang harus kita ulangi.
Jawab saja apa yang kalian tahu.
Terima kasih.
- Aku boleh pergi sekarang? - Ya.
Bawa bukumu.
Aku bosan selalu ada orang di rumah. Aku bosan dia menghabiskan makanan.
Dengar, kau harus menjadi Kristen yang baik baginya.
Biar orang lain yang menjadi Kristen yang baik baginya.
Dee, aku tak bisa mengusirnya ke jalan seperti anjing liar.
Biar orang lain bertanggung jawab untuknya.
Kau mau aku pergi ke Beale Street dan menurunkannya di sana?
Kapan aku berduaan saja denganmu?
Baiklah. Terserah kau. Kau menang. Akan kutangani dia.
Aku tak peduli apakah Patrick Ramsey menyetujui kursinya.
Dia gelandang NFL, bukan Martha Stewart.
Karena ada perbedaan antara Bunny Williams dan La-Z-Boy.
Tidak, dengar, waktu MTV Cribs datang ke rumahnya
dia akan memamerkan home theater-nya.
Aku hanya ingin melihat kursi Barcalounger cokelat.
Tidak, dengar aku, aku perancangnya, namaku tertera di kursi itu.
Antarkan pesananku. Terima kasih.
Ya!
- Aku tertinggal apa? - Collins baru memblokir bola.
Ini pertandingan voli wanita, Bu. Ibu tak tertinggal apa-apa.
- Ayo, Collins, gerakkan kakimu - Bagus, Collins.
Ayo.
Collins, kami tunggu kau di luar.
Jangan memakai pelembap rambut dua kali, kau punya PR.
Aku akan ke rumah Cannon untuk belajar.
SJ, jangan mengintip ruang ganti putri lagi. Kemari, SJ!
Bocah besar itu sudah berapa lama di sini, sebulan?
Dia masih tak berprestasi di kelasku.
Kenapa ia diterima? Ini tak adil bagi kami atau bocah itu.
Mereka hanya menjebaknya untuk gagal.
Kurasa dia tak mengerti apa yang kuajarkan.
Bagaimana kau tahu dia mengerti? Dia tak pernah bicara.
Dia senang menulis.
Namanya. Itu juga jarang sekali.
Dia melemparkan ini ke keranjang sampah.
"Aku memandang dan melihat warna putih di mana-mana.
Tembok putih, lantai putih, dan banyak kulit putih.
Para guru tak tahu aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan.
Aku tak ingin mendengar lagi, terutama dari para guru.
Mereka memberiku PR dan berharap aku mengerjakan soal-soalnya sendiri.
Aku tak pernah mengerjakan PR seumur hidupku.
Aku pergi ke kamar mandi, menatap cermin dan mengatakan,
"Ini bukan Michael Oher."
Dia memberi judul "Tembok Putih."
Bagaimana ejaannya?
Hai.
Senyumlah pada mereka. Agar mereka tahu kau teman mereka.
Kau Big Mike, 'kan?
Aku Sean.
Tapi semua memanggilku SJ. Dari Sean, Junior. Nama ayahku Sean.
Sean Tuohy? Dia bintang bola basket di Ole Miss, kaptennya.
Dia pemilik ribuan waralaba Taco Bells.
Sampai jumpa.
- Siapa itu, SJ? - Big Mike.
Singkirkan kakimu dari dasbor Ibu.
Terima kasih. Pasang sabuk pengamanmu.
Big Mike?
Mike, aku mendapat telepon dari seseorang di kepolisian.
Kau ingat cerita di koran belum lama ini tentang pria yang
terjatuh dari jalan layang?
Tak ada yang mengenal identitasnya.
Mereka tak tahu apakah ia melompat atau...
Pokoknya dia sudah meninggal.
Mike, pria itu adalah ayahmu.
Mereka mencari keluarganya untuk mengabarinya dan mereka
mereka menemukan namamu di pendaftaran kami.
Turut berduka cita, Nak.
Kau dekat dengannya?
Kapan kau terakhir bertemu dengannya?
Aku tak tahu.
- Dia tahu! - Siapa dan apa yang dia tahu?
Materi itu. Michael Oher. Aku memberinya ujian verbal.
- Itu diijinkan? - Nilai "C"? Atas dasar apa?
Selama ini ia menyimak. Luar biasa daya tangkapnya.
Dan dia juga menyimak pelajaranmu.
Kemampuan membacanya masih rendah.
Dan dia tak mengerti cara belajar di dalam kelas.
Aku tak bilang dia akan lulus, tapi Big Mike tidak bodoh.
- Hei. Bagus - Ibu. Ayah.
- Bagus. Aku ingin tanya padamu. - Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.