Las primeras 200 líneas.
Selamat pagi. Kaki.
Pernyataan Minat Apartemen Kooperatif Davenport - ANNA BRADY
Senang kau sudah di sini.
Ini pembukaan rumah ketiga, tak ada yang berminat.
Yah...
Jangan khawatir.
Semua bisa kutangani.
Anna, kau penjual rumah?
Aku penghias. Aku menghias apartemen untuk penjual rumah.
Aku mengubah ruangan biasa menjadi istimewa.
Kebanyakan orang tak tahu yang mereka inginkan hingga aku menunjukkannya,
jadi kebanyakan tempat butuh bantuanku.
Davenport tidak, tentu saja.
Hanya ada perbedaan tipis antara elegan dan tidak rapi.
Kurasa lebih tinggi enam milimeter. Tambah tiga milimeter? Kita akan perbaiki.
Kau sengaja melakukannya. Hentikanlah.
Aku yakin kau tahu,
apartemen Davenport tidak sering tersedia,
dan peminat kami banyak sekali. Jadi, kenapa mesti kalian?
Aku tinggal di Boston seumur hidupku, dan aku selalu ingin tinggal di sini.
Dan syukurlah, aku telah bertemu orang untuk berbagi impian itu,
dan bisa kupastikan kalian takkan menemui dua orang yang lebih sesuai
dengan standar luar biasa kalian, dan terus terang, selera kalian.
Terima kasih.
Wah!
- Jika untung, kita dapat tawaran. - Ayolah, Charlie.
Kau tahu ini bukan soal keberuntungan. Ini soal persiapan.
Taruh ini di oven setengah jam sebelum kau buka
dan kau akan dapat lima tawaran sebelum siang.
Keberuntungan tak diperlukan.
- Katakan bersama. Tiga kamar tidur. - Tiga kamar tidur.
- Pengurus gedung. - Pengurus gedung.
Ruang senam lengkap dan kolam renang yang mengarah ke ruang bersama. Ayolah!
Jangan jadi sombong.
- Kenapa, pikirmu mereka tak suka kita? - Aku suka kita. Kau tak suka kita?
- Kita bagus. Lumayan. - Baik.
Ini dia. Siap? Dan...
- Buruk! - Maaf?
Bukan kau. Tn. Sheinbaum kirim surel kepadaku soal bypass gandanya.
- Aku senang lewatkan makan siang. - Tidak. Ini bagus,
sebab dengan begitu aku tak harus masuk. Kita bisa makan malam.
- Apartemen studio, sudah dua tawaran. - Itu karena kau genius.
- Tas siap? Pesawatmu pukul 23.00. - Baik, jangan terlambat.
- Reservasi jam 20.00, mereka ketat. - Kapan aku pernah terlambat?
Saat ayahmu datang dari negeri antah-berantah, menuntut bertemu putrinya.
Aku harus pergi, Jer. Berminggu-minggu tak bertemu dia.
Baik, hanya tak ingin kau kesal saat makan malam istimewa kita.
- Kau tahu aku tak suka kejutan. - Kau akan suka yang ini.
Sampai jumpa.
- Anna, ini akan mengejutkanmu! - Apa yang kaubeli?
Aku beli banyak, tapi bukan itu. Aku ingin memberitahumu.
Siapa yang baru keluar dari DePrisco's?
- Siapa? - Jeremy!
- Sungguh? Kapan? - Dalam perjalanan kemari.
Taksi terjebak macet, aku lihat keluar, dia keluar dari toko
- bawa tas kecil merah. - Tas itu.
Cuma satu alasan orang pergi ke DePrisco's.
Cincin pertunanganmu akan lebih bagus dari milikku!
- Astaga. - Apakah kau tahu?
Tidak. Aku memang menaruh namanya di milis dua bulan lalu
- berharap dia paham isyaratnya, tapi... - Dia paham isyaratnya! Kurasa!
Kita harus latih wajah terkejutmu,
- aku tak mau dia tahu... - Tanyai aku.
Siap? Kau mau menikah denganku?
Apa? Kau ketakutan? Itu jelek. Coba lagi.
- Baik. - Coba lagi.
Mata lebih lebar. Dan mungkin sedikit, "Siapa, aku?"
Kabar baiknya, kau punya waktu berlatih antara sekarang dan nanti.
Bisa aku menikah denganmu?
- Tidak, terima kasih. - Sudah menikah, ya?
Akan bertunangan.
- Bertunangan? - Ayah.
Putriku sudah bertunangan?
Pelayan! Sampanye!
- Ayo kita minum bir, Sayang. - Akan kuambilkan.
Kau akan menikah.
Jack Brady. Ekspor-impor, perumahan. Senang berkenalan.
Dia sudah empat tahun dengan pria itu. Apa pikirannya?
- Aku melamar ibunya setelah seminggu! - Aku melamar dia setelah setengah jam.
Persis!
Mana pria yang beruntung itu?
Berkemas. Dia ada konvensi jantung di Dublin.
Bagus akhirnya Jeremy mau juga.
Kau mungkin harus ikuti dia ke Irlandia akhir pekan ini.
- Ini tahun kabisat, kau tahu. - Yah, jangan bercerita itu lagi.
- Kenapa tidak? - Itu mitos keluarga.
Itu kebenaran yang sebenarnya!
Itu yang dilakukan Nenek Jane kepada Kakek Tom.
Mereka sudah lama berpacaran dan Kakek segan sekali,
jadi akhirnya Nenek menyarankan berkunjung ke kampung mereka.
Pada 29 Februari, Dublin, Irlandia, Nenek melamarnya.
Cincin di jari, ditandatangani, disahkan, didapatkan.
Aku tak harus melakukan tindakan Nenek Jane.
Itu baru putriku. Akhirnya aku akan mendapat cucu.
- Yah, aku harus pergi. - Tidak, aku baru sampai!
Yah, kau terlambat. Janji kita pukul 19.00.
Aku senang kita menginginkan hal-hal yang sama.
Kau selalu bisa memikirkan semua hal untuk kita.
Bahkan dengan jadwal gilaku dan...
Kau tahu aku menghargainya, bukan?
Jadi...
Apa?
Ini untukmu.
Jeremy.
- Ini anting-anting. - Ya.
- Untuk telingaku. - Maaf.
Astaga. Dr. Sloane.
Hei, Bill.
Kedengarannya kau harus masuk dari tulang belakang.
Kirimi aku fotonya. Akan kuperiksa. Ya? Baiklah. Maaf.
Kenapa kau tak mencobanya?
Maaf. Tentu.
Jijik. Itu aorta yang tak biasa. Lihatlah itu.
- Sayang, jangan di sini. - Enak.
Jadi, aku...
Ini takkan berhasil.
Maafkan aku, Anna. Kata Bill aku sungguh harus "aorta".
Lihat, dia sungguh menulis itu. Dia menulis "aorta".
Jadi akan kuambil tasku dan langsung ke bandara saat selesai. Maafkan aku?
- Tentu. - Baik.
Aku amat menyesal. Aku sayang kau.
- Sayang kau. - Sayang kau.
Baiklah.
Kau harus "aorta".
Bagus akhirnya Jeremy mau juga.
Kau mungkin harus ikuti dia ke Irlandia akhir pekan ini
dan melakukan tindakan Nenek Jane. Ini tahun kabisat, kau tahu.
"Lamaran tahun kabisat adalah tradisi lama yang sudah ada sejak abad ke-5."
- Tentu. - Di Irlandia, ada tradisi
bahwa di tahun kabisat, wanita bisa melamar pria pada 29 Februari,
satu hari setiap empat tahun.
Maukah kau menikah denganku?
Ya.
Itu konyol.
Apakah kau bepergian bisnis atau liburan?
Aku akan melamar pacarku di hari kabisat.
Sungguh? Selamat.
Terima kasih.
Jeremy, pacarku, sudah di sana dalam rangka bisnis.
Baik.
Kami sudah bersama selama empat tahun. Empat tahun.
Itu waktu yang lama.
Bukannya aku ingin memaksa dengan melakukan ini.
Dia belikan anting-anting. Jangan salah, itu indah,
tapi tak menyatakan komitmen. Bukannya ada masalah komitmen.
Kami membeli apartemen bersama dan itu sempurna.
Aku tahu persis bagaimana mengubahnya. Kami akan robohkan dinding itu.
Lihat. Kami buka dapurnya sedikit, kurasa lebih menyatu dengan ruang makan.
Membuat keseluruhannya lebih luas...
Para penumpang, ini kapten berbicara.
Sepertinya ada cuaca buruk di depan,
jadi kita akan mengalami sedikit guncangan.
Aku akan bertunangan.
Aku takkan mati tanpa bertunangan!
Ya, Tuhan. Baik.
Para penumpang, ini kapten Anda lagi.
Mungkin tadi aku sedikit meremehkan badainya,
tapi saya khawatir kita dialihkan ke Cardiff, Wales,
sebab Bandara Dublin ditutup.
Begitu mendarat, staf darat akan mengatur penerbangan sambungan
untuk membawa Anda ke tujuan.
Wales? Kita tak bisa mendarat di Wales.
- Setidaknya kita mendarat. - Ya, tapi jadwalku ketat.
- Permisi. Ya, aku mau lewat. - Cardiff, Bandara Wales mengumumkan
sehubungan dengan cuaca buruk, semua penerbangan hari ini dibatalkan.
Maafkan aku, tak ada yang bisa kulakukan soal itu. Aku menyesal sekali.
- Ya, bisa kau bergerak? - Tak ada penerbangan hingga besok.
- Tak ada penerbangan hingga besok? - Besok, Nyonya.
- Besok. - Kurasa itu kataku. Benar, Beryl?
- Itu yang kaukatakan. - Tidak, itu tak sesuai untukku.
Begini. Aku pergi ke Dublin untuk melamar pacarku pada tanggal 29, hari kabisat.
Itu tradisi kuno Irlandia, dan aku harus membeli gaun
dan mencari cincin dan memesan restoran.
Sebagai sesama wanita, kurasa kau tahu kenapa aku perlu di sana hari ini.
- Benar. - Benar!
Beryl, bisakah kau telepon Bandara Internasional Dublin
dan minta mereka membuka lajur pacu khusus untuk Nyonya?
Segera.
Kami umumkan semua kapal penumpang komersial ke Irlandia dibatalkan.
Diharap semua penumpang penyeberangan ke Ringaskiddy
- melapor ke meja informasi. - Hai.
- Aku ingin tiket ke Cork. - Kapal feri dibatalkan.
Ada apa dengan negara ini?
Biasanya aku menyalahkan pemerintah, tapi kali ini gara-gara cuaca. Badai.
Kita lihat saja soal itu. Akan kucari kapal sendiri.
Kita harus pergi ke Dingle.
Tapi aku membayar untuk Cork!
Baik. Dingle juga boleh.
RESTORAN – BAR CARAGH - PERSEDIAAN
Kau bisa mengeluarkan orang dari ikan, tapi tak bisa keluarkan ikan dari air!
Itu lelucon bagus, Dekko?
Halo.
Kedaimu masih buka?
- Australia. - Afrika Selatan.
Sebenarnya, dia orang Amerika. Anna, dari Boston.
Aku ingin tahu cara ke Dublin dari sini.
- Mungkin ada bus? - 1987.
- Maaf? - Bus terakhir dari Dingle menuju Dublin.
Kereta berhenti beroperasi pada 1987. Bus berhenti beroperasi tahun 1989.
- Tahun 1987. - Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.