Las primeras 119 líneas.
- Oke, Daehan! Cheers! - Cheers!
Minum semuanya !
- Da Woon? Han Da Woon? - Dia tidak datang.
- Bagaimana dengan Dong Hae Sung? - Dia belum sampai.
Astaga, aku bahkan memintanya untuk berada di sini, secara pribadi.
Siapa kalian?
Dia pasti sudah mabuk!
Ada lebih dari seratus siswa baru, jadi mudah sekali membuat kita bingung!
Tidak! Tidak!
Dari seratus siswa baru, hanya ada dua belas perempuan, jadi aku ingat.
Dari semua siswa baru... Tidak mungkin! Aku belum pernah melihatmu.
Kau mau makan apa?
Astaga! astaga, Da Woon!
Kenapa murid terpintar kita terlambat ?
Dong Hae Sung, bocah tengik! Kau!
Kapan kau belajar, menjadi atlet? Program kami tidak mudah untuk dimasuki.
Oh, astaga! Kau bersinar terlalu terang!
Apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita bernyanyi?
- Hei... - Hei...
Sungguh? Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kau minum untuk kami?
- Love shot! - Love shot!
- Love shot! - Love shot!
- Love shot! - Love shot!
- Love shot! - Love shot!
Hei...
Siapa yang menyuruhmu menggantikannya minum? Ayolah, sekarang!
Minum! Minum! Minum! Minum!
Minum! Minum!
Hei! Wow!
- Satu gelas lagi! - Satu gelas lagi!
Satu gelas lagi! Satu gelas lagi! Satu gelas lagi!
Satu gelas lagi! Satu gelas lagi!
Satu gelas lagi! Satu gelas lagi!
Hei! Minggir! Hei! Minggir!
Minggir!
Minggir!
Sialan, dasar kau otak ayam ! Hei!
- Apa kau sudah gila? - Jangan di dengarkan.
Mau kemana kau? Hei, kau mau pergi kemana...
Apa kau mengikutiku untuk memberiku ini?
Itu juga...
Kau pasti sudah lulus audisi cheerleader.
Hae Sung, bagaimana kau tahu segalanya tentangku?
Selamat. Ternyata seperti yang kau harapkan.
Apa yang ingin ku katakan padamu setelah aku lulus adalah...
Go Yi Ra memberitahuku. Dia mengatakan bahwa itu adalah ide kakakmu.
Aku minta maaf atas kesalahpahaman kemarin.
Apa yang ingin ku katakan adalah...
- Terima kasih. - Untuk apa?
Kudengar kau meminta Go Yi Ra untuk makan bersamaku.
Kenapa dia mengatakan itu?
Apa kau tahu apa julukanku saat di SMA?
Aku adalah, "Si pecundang culun".
Kakakku khawatir aku akan seperti itu juga saat kuliah.
Jadi dia membantuku bersiap-siap di pagi hari.
Kau melakukan itu karena aku tidak bisa melakukannya...
dan terlihat menyedihkan, kan?
Kau dan kakakku sama-sama tertipu.
Mulai sekarang, aku akan melakukan semuanya dengan kemampuanku sendiri.
Kau benar - benar murid andalan.
Baiklah, kalau begitu aku akan berhenti menjadi pelatih kencanmu, mulai sekarang.
- Kau tidak perlu membantuku belajar. - Tidak, mari kita belajar bersama.
Ketika aku membantumu, saat itu juga kita bisa belajar bersama.
Apa yang sebenarnya ingin kukatakan padamu adalah...
Kau sangat menyukai Go Yi Ra, sampai - sampai kau menyuruh kakakmu
untuk memastikan kau bisa lulus?
Aku benar-benar menyukai orang lain.
Dia bukan Go Yi Ra...
Tapi, dia adalah seseorang yang selalu berada di sisiku.
Kau sangat dekat denganku...
Aku tidak sadar siapa yang sangat kusukai.
Tidak ada yang berhak meremehkan usahamu.
Usahamu tidak memberikan hasil yang kau inginkan.
Jika kau gagal diawal, coba lagi. Jika kau gagal lagi, coba lagi dan lagi.
Kau hanya perlu terus mencoba.
Aku menyukaimu. Aku sangat menyukaimu, Hae Sung.
Aku akan pergi sekarang.
Aku sangat senang saat kau menyuruhku pergi ke sekolahmu.
Kupikir kau akan mengenalkanku pada gadis itu.
Kakak, kenapa aku merasa sesak?
Kenapa? Apa ada yang salah?
Tidak... sudahlah.
Kau bilang kalau menjaga tubuhmu adalah prioritas utama, sebagai atlet.
Dulu kau hanya minum air putih. Kenapa kau minum alkohol sekarang?
Kenapa? Apa seniormu menakutkan? Apa mereka memaksamu?
Aku minum karena aku ingin melakukan love shot!
Dong Hae Sung! Kau punya pacar?
Bukan begitu.
Dia tidak tertarik padaku.
Astaga, astaga! Apa itu? Ada seseorang yang berbaring di sini!
Kau tidak pergi?
Jangan seperti itu. Aku tidak punya tempat untuk pergi.
Memang kenapa dengan kamarmu? Pergilah ke asramamu!
Bagaimana aku akan menghadapinya?
Kenapa kau bermain melawan Dong Hae Sung? Bukankah kau tahu kalau kau akan kalah?
Bagaimana bisa kau mengalahkan Dong Hae Sung saat kau kalah dari anak-anak SMA?
Hei. Kau masih di sini?
Ayah! Suruh dia pulang!
Sudah terlambat. Menginaplah disini.
Terima kasih.
Tahu begitu harusnya kau membawa Han Sol!
Hei, apa harga dirimu terluka, karena kau kalah dari Dong Hae Sung?
Iya.
Lalu, apa kau membencinya sekarang?
Tidak.
Sebelumnya, aku hanya berpikir akan menariknya masuk, karena tim kita tidak memiliki setter.
Hanya itu yang kupikirkan.
Tapi setelah bermain dengannya.
Ah, jika kita berada di tim yang sama, itu akan menjadi berkah bagi kita semua.
Aku berpikir bahwa kita bahkan bisa bermimpi untuk menang.
Itu benar! Itu benar sekali!
Cheers, untuk kemenangan Daehan !
- Cheers! - Cheers!
Dong Hae Sung.
Dong Hae Sung! Han Da Woon!
Kelas berakhir beberapa waktu yang lalu.
Oh, tidak, ku kira kau tidak pulang tadi malam.
Kau mengenakan pakaian yang sama seperti kemarin. Aku cemburu.
Kau juga memakai sesuatu yang sama.
No comments yet. Be the first to leave one.