Specials

Información de lanzamiento

170930 황금빛 내 인생 My Golden Life E09 id-VIU
Comentario por anyhow
Source Sub: VIU, Video Ver: NEXT, Sync for all version of Episode 9. Kami hanya menyelaraskannya dan mengunggahnya. Kunjungi: vkatchu.wordpress.com. Selamat menonton 😊

Etiquetas

other
Publicado el: 2017-10-01
Descargas: 17
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

Ibu.

Kenapa Ibu memanggilnya Ji An?

Ini aku.

Kenapa Ibu bilang kepada Bibi Hae Ja ini Ji An?

Bukankah ini aku?

Itu memang kamu.

Ini aku, bukan?

Lantas kenapa Ibu bilang ini Ji An?

Ibu

menukar kamu dengan Ji An.

Ibu bilang apa?

Maafkan ibu, Ji Soo.

Ibu

mengirim Ji An, alih-alih kamu.

Ibu melakukannya karena ketamakan ibu.

Sebenarnya bukan Ji An,

tapi kamu.

Kapan ibu bilang ini Ji An?

Ibu tidak pernah bilang begitu. Kamu salah dengar.

Tidak, dia bilang ini Ji An.

Hae Ja salah.

Ibu tidak bilang apa-apa karena dia terburu-buru.

Lantas kenapa Ibu menangis sambil memandangi fotoku?

Apa?/- Aku mendengar Ibu menangis.

Aku kembali untuk mengambil ponselku

sebelum Bibi Hae Ja kemari.

Ibu terus menangis.

Itu...

Ibu tidak menangis

sambil memandangi fotomu.

Terkadang,

ibu hanya ingin menangis.

Di usia ibu ini, orang-orang menangis

bahkan saat melihat daun terjatuh saat hujan.

Ibu sedang menopause.

Bohong.

Ibu menangis karena merindukan Ji An.

Ibu menangis

diam-diam setiap hari?

Ibu tidak usah sedih.

Hidupnya bersama keluarga kaya jauh lebih baik.

Ibu melihatnya saat kali terakhir bertemu dengan dia.

Kamu benar.

Ibu menangis karena aku sangat

merindukan Ji An?

Itu sebabnya Ibu menangis sambil memandangi fotoku?

Kamu bilang

harus bekerja sebelum pelanggan datang.

Ibu benar.

Aku tidak bisa pergi karena Ibu menangis terus.

Lantas gadis kidal ini saudara kembarku?

Ini Ji An yang sebenarnya? Yang ini aku?

Kamu terlambat. Cepat pergi.

Ibu juga harus pergi. Sana./- Baiklah.

Sampai nanti.

Eun Seok.

Ya.

Apa rencanamu hari ini?

Ada kelas percakapan bahasa Inggris pukul 10.00,

tapi aku tidak bisa bicara bahasa Inggris.

Itu fonik.

Kamu tidak belajar bahasa Inggris di luar negeri.

Kamu harus memperbaiki pengucapanmu.

Begitu, ya.

Aku ada kelas kepribadian dari pukul 14.00 sampai 16.00.

Kalau begitu, mari makan malam di luar bersama ayah malam ini.

Kamu harus menunggu

sampai Ayah pulang.

Aku akan meminta Bu Yang

untuk melatihnya sampai malam.

Untuk apa? Dia belajar sepanjang hari.

Tidak sopan jika dia melakukan hal lain

saat menjawab pertanyaan orang tua

seperti yang dia lakukan sekarang.

Ayah akan segera kembali.

Dia tidak boleh melihat Eun Seok bersikap tidak sopan seperti ini.

Tidak mudah untuk mengubah kebiasaannya dengan belajar.

Dia masih punya waktu.

Cukup untuk menyingkirkan kebiasaan buruk

yang dia miliki selama 25 tahun.

Kamu akan bekerja sebagai pegawai tetap

di Tim Pemasaran Haesung Apparel.

Haesung Apparel?

Sayang, kita sudah sepakat untuk menanyakan pendapatnya dahulu.

Pimpinan sudah menyetujuinya.

Ayah dengar selama ini kamu ingin menjadi pegawai tetap.

Ya.

Kenapa kamu ingin bekerja di Tim Pemasaran?

Kita sudah mendaftarkan DNA kita.

Baru-baru ini,

orang tuamu menceritakan rahasia di balik kelahiranmu,

jadi, kamu mendaftarkan DNA-mu

untuk menemukan orang tuamu yang sebenarnya.

Kita bertemu di bulan Desember.

Itu sebabnya kami akan mengenalkanmu kepada publik

pada hari jadi perusahaan ke-40.

Sebelum itu,

bukankah lebih baik jika kamu bekerja

di Tim Pemasaran perusahaan kita?

Kurasa aku tidak mengerti maksud Ibu.

Tadinya kami ingin langsung mengenalkanmu begitu menemukanmu.

Tapi jika seperti itu,

publik dan media akan bergosip.

Baik menggosipkan kamu maupun perusahaan.

Sampai saat itu, kamu harus dikenal

sebagai bagian dari perusahaan kami.

Tapi

aku sudah dipecat dari perusahaan.

Aku akan dipekerjakan sebagai pegawai khusus?

Itu sebabnya kamu keluar dari Tim Pemasaran?

Yang mengusulkan pemecatanmu dari Tim Pemasaran

adalah Tim Perencanaan Strategi.

Kami

baru membuat keputusannya sekarang.

Seo Hyun./- Apa-apaan?

Kamu kaget?

Bagaimana bisa aku tidak kaget?

Kenapa mengetuk jika tetap akan Kakak buka?

Apa?

Kak.

Kakak mengetuk sebagai permintaan izin untuk masuk.

Bahkan Ibu dan Ayah pun tidak masuk jika aku tidak menjawab.

Begitu, ya. Maafkan kakak.

Tidak apa-apa. Ini kali pertama Kakak.

Ada apa?

Itu...

Kakak ingin meminta kembali kalung yang kakak berikan.

Kakak sendiri yang memberikan kalung ini kepadaku.

Kakak bilang ini tidak cocok dengan selera Kakak

dan tampak lebih baik jika kukenakan.

Maafkan kakak.

Memang benar lebih baik jika dikenakan olehmu.

Tapi kakak terus memikirkan bahwa itu kesalahan.

Itu hadiah yang berarti.

Tidak sopan jika kakak berikan kepada orang lain.

Tunggu.

Ini.

Terima kasih. Maafkan kakak.

Ya. Aku harus ke sekolah,

jadi, aku harus berganti baju.

Ya, tentu.

Yang benar saja.

Kenapa dia menggangguku?

Selamat menikmati./- Terima kasih.

Ji Soo./- Ya?

Aku bisa sendiri.

Pergilah dan antarkan pesanan.

Karena kemarin hari pertamaku,

aku akan memeriksa seberapa banyak yang terjual.

Ya, ide bagus.

Kamu ingin melihat pria bersepeda itu dua kali.

Hanya sampai aku mengetahui pukul berapa dia datang ke kafenya.

Aku akan segera kembali.

Seharusnya dia menghubungiku jika sudah melihat ceknya.

Halo.

Hai.

Aku datang untuk memeriksa

banyaknya roti yang terjual.

Apa maksudmu?

Toko roti kami mengirimkan roti ke kafe ini untuk dijual.

Baru mulai kemarin.

Semuanya habis.

Begitu, ya.

Kalau begitu, aku akan kembali dan membawakan roti baru.

Aku akan segera kembali.

Kursinya sangat bermanfaat.

Kakak./- Karena

rotinya sangat enak. Sungguh.

Pelanggan juga meminta sesuatu yang bisa dimakan.

Tetap saja.

Omong-omong,

berapa yang dia bayar untuk kursinya?

1.000 dolar.

Kakak belum bilang?

1.000 dolar?

Pak Kang, aku akan segera kembali.

Ada yang ingin kutanyakan.

Kepadaku?

Kamu membeli kursinya untuk digunakan di sini, bukan?

Ya.

Terkadang para manula datang kemari.

Pemilik tokonya pasti membayar biaya kursinya, bukan?

Ya.

Halo.

Anda memberinya 1.000 dolar?

Apa? 1.000 dolar?/- Tunggu.

Itu...

Kalau boleh tahu, berapa yang Anda berikan kepadanya?

100 dolar.

Baiklah.

Aku harus bagaimana?

Ini 900 dolar.

Katanya harganya ditentukan olehku.

Karena itulah aku membayar 1.000 dolar.

Tadi kamu hendak mengantarkan ini.

Aku akan membawanya.

Sampai jumpa.

Hei.

More Indonesian subtitles for My Golden Life

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left