Las primeras 200 líneas.
Saat ini Dong Hui dikurung
di rumah Pimpinan Bang.
Apa?
Kenapa dia di rumah Pimpinan Bang?
Ini
semua salahku.
Kalau begitu,
bisakah Nenek menjelaskan lebih detil?
Ini agak mengejutkan bagiku.
Kenapa dia di sana?
Aku juga tidak tahu.
Aku tidak tahu harus memulainya dari mana.
Dahulu, FGC adalah Grup Hwashin.
Saat itu, aku bekerja di bawah Pimpinan Park Chang Wook.
Aku seorang tukang masak.
Aku hanya pekerja biasa.
Tapi Pimpinan Park
baik kepada siapa saja tanpa ada diskriminasi.
Mungkin karena sifat dia yang pemurah.
Salinan surat wasiat Pimpinan Park
ada padaku.
Apa?
Dia menjadikanku, tukang memasaknya,
dan sopirnya sebagai saksi.
Dia memberikan salinan surat wasiatnya kepadaku.
Menurut surat wasiat itu,
Pimpinan Bang tidak akan mendapatkan apa pun
dari Pimpinan Park, tidak sepeser pun.
Pimpinan Bang takut surat wasiat itu akan terungkap.
Karena itu dia tidak mengumumkan kematian Pimpinan Park.
Lalu Pimpinan Park...
Dia masih hidup.
Pimpinan Park masih hidup.
Pimpinan Bang
mengirim ibunya, Pimpinan Park,
ke sanatorium terpencil selama 20 tahun.
Baru-baru ini, aku berhasil menemukannya.
Lalu,
dia menyandera Dong Hui
dan menuntut surat wasiat itu dari Nenek?
Ya, bukan itu saja. Dia memanfaatkan Dong Hui
dan menuntut Pimpinan Park untuk menulis ulang wasiatnya.
Sulit untuk membantu Pimpinan Park.
Kami hanya sopir dan tukang masak.
Para pemegang saham yang berkuasa harus dilibatkan dalam masalah ini.
Agar Dong Hui selamat,
Pimpinan Park harus mendapatkan kembali posisinya.
Tolong bantu kami.
Hanya kamu
yang bisa membantu kami dan Dong Hui.
Hanya kamu yang kami miliki.
Tolong bantu kami.
Apa yang terjadi pada Gui Boon?
Kenapa dia tidak menghubungi kita?
Aku tidak tahu. Setelah dia datang hari itu,
keberadaannya tidak diketahui.
Maafkan aku. / - Apa?
Sial.
Pimpinan Bang. Ini Oh Gui Boon.
Ibu.
Apa Ibu akan seperti ini?
Ibu mempermainkanku, ya?
Dong Hui. Di mana Dong Hui?
Jika Ibu mencemaskan cucu Ibu,
seharusnya Ibu bergegas. Ibu terlambat!
Cepat. Biarkan aku bertemu Dong Hui dahulu.
Cepatlah.
Berikan dokumen yang kuminta.
Biarkan aku bertemu Dong Hui dahulu!
Nenek!
Nenek. / - Dong Hui.
Cucu nenek.
Biarkan nenek melihatmu, Sayang.
Sayang.
Nenek baik-baik saja?
Nenek dari mana saja?
Nenek tidak punya tempat tujuan.
Bagaimana jika kalian menyelesaikan reuni menyedihkan kalian di sini?
Berikan yang aku mau, Bu.
Aku tidak memilikinya.
Apa?
Sejak awal, aku tidak memilikinya.
Ibu.
Sikap Ibu ini tidak lucu.
Minggir.
Karena itu
kamu salah orang.
Aku tidak tahu apa-apa.
Astaga, Bu!
Ibu membuatku kesal!
Hei.
Astaga.
Apa yang kalian lakukan? / - Biarkan saja.
Tidak apa-apa. Biarkan saja.
Nek.
Tidak ada. / - Apa?
Katakan padaku sekarang juga. Di mana Ibu menyembunyikannya?
Nenek baik-baik saja?
Tidak apa-apa. Nenek baik-baik saja.
Nenek tidak terluka, bukan?
Tidak. Nenek baik-baik saja.
Coba nenek lihat. Biarkan nenek melihatmu.
Kamu terluka?
Coba nenek lihat wajahmu.
Nenek.
Tidak apa-apa asal kamu tidak terluka.
Nenek.
Dong Hui.
Tunggulah sebentar lagi.
Tunggu. Pelan-pelan. Jangan mendorongku.
Tunggu.
Kak.
Kakak seharusnya meminta jasa pindahan yang komplit.
Siapa yang meminta jasa pindahan tanggung seperti ini?
Mereka hanya memindahkan furnitur besar, yang kecil tidak.
Hei, kita harus berhemat sebisa mungkin.
Tidak mudah menghemat uang.
Maksudku,
menghemat uang memang sulit,
tapi Kakaklah yang menghilangkan semua uang itu!
Bedebah ini.
Kalian sedang apa? Cepat pindahkan sisa furniturnya.
Aku harus memasak untuk anak-anak.
Baiklah.
Kak, angkat ini.
Kamu juga harus mengangkatnya.
Aku memang akan mengangkatnya. Lihat.
Angkat lebih tinggi.
Pindahkan ke kamar itu. / - Hei, angkat yang benar.
Hye Joo. / - Hati-hati.
Hye Joo, kamu sudah selesai? / - Hati-hati.
Tunggu. / - Sebelah sini.
Tunggu! / - Astaga.
Aduh, sakit.
Ayah.
Aku tahu ruangan ini kecil.
Kami akan berusaha keras
agar Ayah merasa nyaman.
Tidak ada yang membuat ayah tidak nyaman.
Ayah hanya tinggal bersama putra-putra ayah.
Kakak.
Kita harus mengusir Seong Joon.
Seong Joon yang paling muda.
Ke mana dia saat kita harus memindahkan barang-barang?
Bisa-bisanya dia membuat kakak-kakaknya bekerja keras?
Diamlah. Ya ampun. / - Aduh, sakit.
Kenapa Kakak menendangku?
Hei.
Kita mendapatkan rumah ini karena Seong Joon mengumpulkan depositnya.
Tapi tetap saja, dia harus memindahkan furniturnya.
Hei, sudahlah.
Berapa lagi perabot yang tersisa?
Ayo pindahkan bersama ayah.
Tidak usah, Ayah.
Punggung Ayah nanti sakit. / - Ayah, tunggu.
Ayah. / - Ayah.
Hye Joo, pindahkan ini ke sana.
Hee Sook. Tidak.
Pindahkan ini ke sana.
Karena semua barang-barang di sini,
ruangan ini jadi tampak lebih sempit.
Cepat singkirkan ini.
Aku ingin tidur setelah mandi dan makan malam.
Jeong Hwa.
Aku ingin bertanya.
Tangan dan kakimu baik-baik saja.
Aku penasaran apakah kamu tidak bisa menggunakannya.
Aku tidak bisa
mengangkat sesuatu yang berat.
Tapi aku tahu kamu bisa.
Kamu sangat kuat.
Jeong Hwa.
Sejak tadi, kami berusaha sopan kepadamu.
Kamu pikir ini karena
kamu lebih hebat?
Apa? / - Tidak!
Aku bersikap sopan
hanya karena kamu
adik dari suamiku yang tidak berguna itu.
Sekarang, karena semuanya telah...
Tidak, seharusnya aku mengatakan ini sejak lama.
Karena keadaan sudah berubah,
kamu hanya wanita paruh baya
yang sedang melewati masa sulit seperti kami.
Jadi, bagaimana jika kita
berusaha hidup selevel mulai sekarang?
Wanita paruh baya?
Hee Sook, kamu tampak aneh.
Sejak kapan kamu seperti ini?
Astaga. / - Mata pencaharianku terancam.
Itu mengubah cara hidupku.
Aku juga tidak menyukai rumah ini.
Kami mempunyai seorang anak berbakat
yang akan menjadi penyanyi opera terbaik di dunia.
Lingkungan ini
tidak cukup baik untuknya.
Tapi aku, Kang Hee Sook,
akan bertahan di tengah kesulitan.
Chang Soo akan bangkit di tengah kesulitan ini
dan tumbuh menjadi pria hebat.
No comments yet. Be the first to leave one.