Las primeras 181 líneas.
Nona Mikoto! Di belakangmu!
Petir Api!
Kupikir kita akan dapat lebih banyak masalah,
tapi entah bagaimana ini berhasil.
Ya. Terima kasih juga, Mikoto.
Aku yang minta ikut.
Tentu saja aku akan menanggung bebanku.
Yang benar saja. Kau sangat membantu.
Ya. Hanya dengan memiliki anggota tambahan
membuat lantai tengah ini jauh lebih mudah.
Sungguh.
Semuanya sangat tak pasti saat kami hanya bertiga.
Maaf. Karena ketidakmampuan kami,
kami menempatkan kalian dalam bahaya saat itu.
Lupakan saja, Mikoto.
Semuanya sudah lewat sekarang.
Tetap saja tak bisa begitu!
Jangan khawatirkan itu!
Lantai tengah, ya?
Aku belum mampu untuk berpuas diri,
tapi petualanganku terasa mulai makin tak sembrono.
Aku akan terus melangkah lebih jauh.
Lalu, semoga, aku akan sedikit lebih dekat...
dengan gadis yang sangat kukagumi.
IS IT WRONG TO TRY TO PICK UP GIRLS IN A DUNGEON? II
PESTA
Bersulang!
Selamat sudah naik peringkat, Welf.
Terima kasih.
Level 2, ya?
Karena kini kau salah satu
pengrajin tingkat tinggi Keluarga Hephaestus,
karyamu akan meroket nilainya.
Sekarang aku tak bisa membuat
apa pun yang akan mempermalukan nama dewi.
Tapi ini berarti kelompok kita harus bubar, bukan?
Kau turun ke gua bawah tanah untuk naik peringkat
dan meningkatkan kemampuanmu,
jadi, kau tak punya alasan lagi untuk bekerja sama dengan kami.
Berhentilah terlihat bagai anak anjing yang ditinggal.
Aku bukan orang yang memutus hubungan begitu mendapat hal yang kuinginkan.
Jangan khawatir.
Kita akan tetap bersama.
Tapi Mikoto seharusnya ikut.
Kita bukan orang asing lagi.
Katanya ada sesuatu yang harus dia urus.
Mungkin dia sengaja karena dia bagian dari keluarga yang berbeda.
Tapi kita semua adalah bagian dari keluarga yang berbeda!
Kurasa begitu.
Bagaimana denganmu, Tuan Bell? Kau akan segera naik peringkat?
Belum. Tapi kemampuanku memang naik
begitu kembali dari Lantai 18.
Yang benar saja!
Padahal aku akhirnya menyusulmu,
jadi, jangan cepat-cepat naik peringkat ke Level 3!
Aku yakin ini hanya masalah waktu.
Ya, benar.
"Level 3", apanya.
Mereka menyebutmu Pemegang Rekor atau semacamnya,
tapi kurasa kau harus mengurangi kecuranganmu.
Beberapa kelinci bodoh
selalu lari dari monster dan naik peringkat
dan sekarang katanya dia dekat dengan Level 3?
Jika jadi kau,
aku akan sangat malu terhadap diriku hingga takkan meninggalkan rumah!
Astaga.
Abaikan dia, Tuan Bell.
Aku tahu.
Nikmati pesta ini! Mereka semua dari keluarga lain!
Pandai besi yang gagal
dan pendukung kecil payah.
Cocok untuk Pemula Curang.
Tapi kurasa itu bisa dimengerti.
Keluarga pengecut ini adalah yang terlemah dari yang lemah,
yang terendah dari yang rendah.
Bagaimanapun, keluarga ini dipimpin oleh seorang dewi pecundang
yang cuma mengandalkan dadanya!
Tarik ucapanmu!
Tuan Bell!
Kau marah karena aku benar!
Ayo, akuilah.
Di lubuk hati, kau malu dikaitkan dengan dewi cerewet itu, 'kan?
Maaf, tanganku terpeleset.
Beraninya kau!
Astaga. Inilah yang kubenci dari para petualang.
Ayo!
Siapa yang berikutnya?
Aku akan melawanmu.
Welf!
Tuan Bell!
Hanya itu kemampuanmu, Pemula Kecil?
Padahal hanya kutepuk kepalamu dengan lembut.
Bukankah pria itu bagian dari Keluarga Apollo?
Dia Hyacinthus, Apollo Phoebus!
Seorang Level 3?
Menyakiti keluargaku adalah dosa besar.
Kau harus membayar mahal untuk itu.
Bisa berhenti tidak?
Kalian membuat mirasku terasa tak enak.
Keluarlah!
Suasana hatiku rusak. Kita pergi.
Jangan terlalu sombong, Bodoh.
Tuan Bell! Apa kau baik-baik saja?
Apa-apaan itu tadi?
Hebat, Bell!
Astaga...
Tak kukira akan melihatmu pulang usai berkelahi.
Aku tak tahu harus bahagia atau sedih tentang sisi nakalmu.
Tuan Bell telah menjadi lebih gaduh belakangan ini.
Pasti gara-gara Tuan Welf!
Kebohongan dan fitnah, Lilli si pendek.
Tak bisakah kau mengobatiku lebih lembut?
Aku bisa, tapi tidak mau!
Walau begitu, kau tak harus berkelahi.
Lihatlah betapa parahnya kau terluka.
Tapi orang-orang itu menghinamu.
Aku tak bisa mengendalikan diri.
Aku jadi sangat senang karena kau marah mewakiliku.
Tapi jika itu membuatmu dalam bahaya,
aku akan jauh lebih sedih.
Dewi...
Lain kali itu terjadi, tertawakan saja.
Katakan kepada mereka
dewimu tak akan tersinggung dengan hal remeh seperti itu.
Baik. Aku akan menahannya mulai sekarang.
Maafkan aku, Dewi.
Bagaimanapun, aku khawatir tentang respons mereka.
Kuharap mereka tak mempermasalahkannya.
Siapa mereka, Pendukung?
Keluarga Apollo.
Apa?
Kau bertengkar dengan Keluarga Apollo?
Ya. Aku dimarahi Dewi setelah itu.
Kalau begitu aku tak perlu memarahimu,
tapi sebagai penasihatmu, itu berita yang tak mau kudengar.
Maafkan aku, Eina.
Tak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi.
Tapi hati-hatilah mulai sekarang.
Perselisihan keluarga kadang bisa mengubah kota menjadi zona perang.
Baik!
Tetaplah di Lantai 13 dan sekitarnya untuk sementara.
Kami akan mencoba meneruskan tanpa mengambil risiko.
Begitu rupanya.
Nah, semoga berhasil.
Terima kasih!
Kau Bell Cranel, 'kan?
Benar. Apa yang bisa kubantu?
Berikan ini kepada dewimu.
Aku Daphne dan ini Cassandra.
Seperti yang mungkin sudah kau duga,
kami dari Keluarga Apollo.
Itu undangan pesta dari Tuan Apollo.
Tapi tak apa-apa jika kau tak datang, sungguh.
Tugas kami di sini selesai. Sampai jumpa.
Turut berbelasungkawa.
Tentu waktu yang tepat untuk dapat undangan dari Keluarga Apollo.
Aku tak bisa mengabaikannya, bukan?
Apa ini untuk pesta para dewa?
Ya. Pesta dengan tema yang agak aneh.
Aku sering bertikai dengan Apollo di surga, tapi terserah!
Sudahlah!
Mari hubungi Miach dan Take lalu pergi bersama, Bell!
Apa? Bersama?
IS IT WRONG TO TRY TO PICK UP GIRLS IN A DUNGEON? II
Kau terlihat tampan, Bell.
Tak perlu malu.
Benarkah?
Dasar Apollo, menyuruhku membawa setidaknya seorang keluargaku...
Sepertinya dia sesekali bisa punya ide bagus.
Terima kasih banyak, Hestia.
Kau harus mengatur semuanya untuk kami,
termasuk pakaian dan tumpangannya.
Jangan sungkan. Aku melakukannya untuk Nadha.
Hidup membutuhkan pemborosan sesekali.
Terima kasih, Nona Hestia.
Takemikazuchi dan gengnya seharusnya sudah tiba sekarang.
Bisakah kita masuk?
Baik!
Hei, Hestia! Miach!
Bell dan Nadha juga!
Apa kau tak bisa bicara dengan lembut, Hermes?
No comments yet. Be the first to leave one.