Las primeras 200 líneas.
(Karakter, kejadian, agama, organisasi, dan latar belakang dalam drama ini adalah fiktif.)
.
Kami sedang dalam perjalanan ke rumah Nenek.
Ibu menyarankan untuk pergi besok pagi,
tapi aku memohon pada ayah setelah dia pulang kerja.
Aku khawatir bunganya akan layu.
Dia sudah memohon padaku untuk mengunjunginya sejak minggu lalu.
Cepatlah.
Aku rindu Nenek.
Kita hampir sampai, Putri.
Dia memang luar biasa.
Ada apa dengan mobil itu?
Sayang.
Ibu.
Ayah.
Tolong aku.
Jarak tujuannya sekitar 1 km.
Apa karena dekat dengan gerbang kematian?
Rasanya seperti jalan kematian di film.
Apa?
Apa ada kecelakaan?
Permisi.
Halo.
Kau baik-baik saja?
Kau baik-baik saja?
Bagaimana ibu?
Bagaimana ayah?
Siapa namamu, wanita cantik?
Jang Soo*.
Karena aku sudah sakit-sakitan sejak kecil,
Nenek selalu memanggilku dengan sebutan itu...
makanya aku berumur panjang,
tapi kalau begini terus...
Jang Soo? Nama yang sangat berani.
Jang Soo, aku Seo Ki Won.
Aku sedang dalam perjalanan menuju jalan kematian.
Jalan kematian?
Ya. Yah...
Saat seseorang meninggal, mereka menyusuri jalan untuk pergi ke alam baka,
tapi aku tidak bisa berada di jalan menuju alam baka karena aku belum mati.
Jadi, aku mencari gerbang kematian.
Kenapa?
Aku punya keponakan yang seumuran denganmu.
Aku mau melihatnya menua.
Kenapa?
Ini sia-sia, Jang Soo.
Aku tidak mendapatkan sinyal. Aku akan pergi ke luar terowongan untuk menelepon 911.
Tinggallah di sini sebentar. Kau tidak boleh tertidur, oke?
Tunggu sebentar.
Ini.
Percaya atau tidak, kamera ajaib ini bisa menyelamatkan orang yang sedang sekarat.
Pegang erat-erat, dan aku akan segera kembali.
Apa kau bisa memberikannya pada Ibu dan Ayah?
Aku akan segera kembali. Tunggu sebentar.
Cepatlah, Paman. Aku takut.
Oke.
Sebelah sini!
Di sini...
Bajingan gila. Kau sedang mencari telepon sekarang?
Ada yang meninggal karena ulahmu. Dan kita semua juga akan mati.
Bukannya ini mobil orang itu? Kita harus apa?
Hei, apa kau tidak mendengar sesuatu barusan?
Oh? Hei.
Aku menemukan teleponnya.
Apa kau yakin orang itu sudah mati?
Bagaimana kalau dia melaporkan kita ke polisi?
Kita harus merawatnya sekarang.
Bom...
Kau baik-baik saja?
Kecelakaannya...
terjadi dua kali, bukan hanya sekali.
Sepertinya pamanmu meninggal karena mencoba menyelamatkanku.
Memang belum jelas, tapi ini mungkin ulah Kang Hyeong Il dan Jo Seong Tae, bukan?
Mereka sedang mencari telepon. Sepertinya mereka menjatuhkan telepon itu saat kecelakaan.
Mereka kembali untuk mencarinya, tapi mereka bertemu dengan pamanmu.
Karena dia seorang saksi, itulah sebabnya...
Kau mau ke mana? Kita sudah dekat Seoul sekarang.
Karena itulah pamanmu tidak bisa ditemukan selama 20 tahun.
Karena tidak ada catatan sama sekali tentang kecelakaannya.
Tapi, kalau Kang Hyeong Il memang pelakunya, kenapa Lee Hyeon Oh...
Kenapa dia mencoba menutupinya?
Cepatlah makan. Tidak baik kalau dingin.
Seo, sekarang bukan waktunya untuk ini.
Apa kau tidak mendengar perkataanku?
Pelaku yang membunuh orang tuaku juga membunuh pamanmu.
Pamanmu tidak hilang. Dia dibunuh.
Aku tahu itu. Makanlah.
Kenapa kau tidak tertarik?
Tentu saja.
Aku sudah mencarinya selama 20 tahun, dan aku sudah tahu bagaimana dia meninggal.
Dia menempuh jalan itu untuk bisa melihatku menua.
Dia memilih jalan menuju kematiannya. Bodoh sekali.
- Jadi, kenapa- - Karena kau akan menyalahkan dirimu sendiri.
Kau akan berpikir kalau pamanku meninggal karenamu.
Karena inilah aku mau kau makan lebih dulu.
Tidak peduli apa yang terjadi pada pamanku,
itu sama sekali bukan kesalahanmu.
Berkatmu, kita akhirnya menemukan kebenaran.
Terima kasih sudah mengingatnya.
Kenapa...
Kenapa kau berterima kasih padaku?
Aku tidak pernah menjadi zona perlindungan, dan...
aku hidup karena pamanmu meninggal.
Aku akhirnya tahu hal itu.
Kalau kau tidak datang,
aku juga akan mati.
Sudah kubilang.
Jang Soo, yang datang pada saat itu, menyelamatkanku.
Pamanku pasti senang melihatmu tumbuh menjadi begitu cantik.
Kau ternyata baik, Jang Soo.
Terima kasih untuk hari ini, Seo.
Selamat malam.
Ngomong-ngomong, kapan ingatanmu soal itu kembali?
Ingatan apa?
Aku.
Ingatan tentang aku. Aku yang membuatmu tetap hidup selama dua bulan.
Oh, itu?
Bisa-bisanya kau mengingat semuanya kecuali kejadian itu?
Saat itu aku mengembara sebagai jiwa.
Bagaimana bisa aku mengingatnya? Aku tidak sadarkan diri.
Jadi, tidak apa-apa kalau kau sepenuhnya melupakanku karena tidak sadarkan diri?
Aku menghabiskan waktu sekitar 10 tahun untuk merawat anak yang tidak sadarkan diri itu.
Tingkahmu buruk,
dan kau menangis sepanjang waktu, takut hantu saat masih kecil.
Makanmu juga banyak sekali. Serius...
Memangnya berapa banyak yang kumakan? Saat itu aku masih 12 tahun.
Jujur saja padaku.
Kau sudah ingat semuanya, tapi pura-pura tidak tahu karena malu.
Jujurlah padaku. Kau mengada-ada karena aku sepertinya tidak ingat.
Dasar hantu sementara yang tidak tahu malu.
Apa? Hantu sementara yang tidak tahu malu?
Berusahalah untuk mengingatnya.
Dengan banyak cinta dan kasih sayang.
Lupakan kenangan buruk sekarang
dan ingatlah kenangan indah yang kau miliki bersamaku.
Terima kasih, Seo.
Kau membuatku takut. Kapan kau pulang?
Kau memang sibuk. Kau tidak punya waktu untuk memperhatikan kapan temanmu pulang.
- Bom. - Ya.
Coba telepon aku.
Sinyal telepon di sekitar sini agak jelek.
Kenapa? Apa kau sedang menunggu panggilan?
Hei, apa kau berganti pekerjaan?
Seseorang bilang padaku untuk tidak pergi kencan buta. Dia cuma menggoda, 'kan?
Ya. Kau menggoda seseorang.
Siapa dia? Apa dia tampan?
Katanya sih begitu.
Aku belum memastikannya.
Tapi, aku belum mendengar kabar darinya selama dua hari.
Apa maksudnya?
Itu artinya dia sudah selesai menggoda.
Kasus ditutup. Selesai.
Kau pernah memberiku alat pengusir hantu, 'kan?
Ya, apa kau butuh lagi?
Apa hantu itu masih mengikutimu?
Aku tidak menginginkan hal itu.
Apa ada sesuatu yang menarik hantu?
Hal yang menjebak sampai-sampai mereka tidak bisa melarikan diri.
Kau ngomong apa sih?
Kau tidak punya benda semacam itu, ya?
Oke, selesai.
Ngomong-ngomong, kau dari mana saja?
Aku pergi ke tempat orang tuaku mengalami kecelakaan. Terowongan itu.
Ngomong-ngomong, menurutku, itu bukan kecelakaan biasa.
- Apa? - Intinya, akan ada masalah untuk sementara waktu.
Aku hanya menunggunya pulang ke rumah setiap hari.
Sepertinya aku mungkin harus menunggu seumur hidupku.
Na Rae.
Na Rae.
Na Rae!
Na Rae!
Na Rae!
Mau pergi ke mana selarut ini?
Ibu, aku harus pergi ke suatu tempat. Aku akan segera kembali.
K-Kau tidak akan bertemu bajingan itu lagi, 'kan?
Kau tidak bisa melakukan itu.
Kau akan dihukum untuk itu.
Nam Goo sudah meninggal tiga bulan yang lalu. Yang benar saja.
Ada yang mau kubicarakan dengan orang itu.
Na Rae.
Na Rae.
Kita perlu bicara.
Kau tidak bisa pergi karena marah padaku, 'kan?
Apa kau sangat membenciku?
Apa sudah cukup dengan mengambil semua barang kita?
Aku sebenarnya tidak suka bunga.
Tapi, ada banyak sekali bunga di mana-mana.
Taman gedung kita ada bunga
dan taman yang biasa kita kunjungi.
Taman di kantor polisi juga ada bunga.
Aku yakin bunga juga berada di lingkungan tempatmu mengejar para pelaku.
Karena itulah aku bilang kalau aku suka bunga.
Kupikir kau mungkin akan mengirim pesan padaku kalau kau melihat bunga itu di mana-mana.
Memang benar aku menyebalkan.
Seandainya saja aku tidak bilang kalau ada yang mau kubicarakan denganmu saat itu...
Apa karena kau membenci hal itu?
Atau apa kau khawatir aku akan memilih pria itu?
Aku tidak mau. Aku tidak bisa.
Aku akan menerima hukuman dengan semestinya.
Aku tidak berani berharap untuk bahagia setelah membunuhmu.
No comments yet. Be the first to leave one.