Las primeras 178 líneas.
"Bab 1: Awal Keputusasaan"
Bukankah itu kubus Rubik?
Itu membuatku bernostalgia.
Menyelesaikan satu sisinya mudah, tapi sulit untuk dua sisi.
Benarkah?
Lagi pula, itu mainan peninggalan Enam Dewa
yang turun ke dunia ini 600 tahun lalu.
Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?
Semua pendeta kepala telah berkumpul.
Aku sudah menyerahkan laporannya.
Aku tak membacanya.
Lebih mudah menanyakannya secara langsung.
Apa prediksi Kursi Ketujuh,
"Ahli Nujum Ribuan Mil", keliru?
Bukankah ekspedisi ini untuk menaklukkan Naga Agung Mala?
Kami bertempur dengan ras mayat hidup mirip vampir yang tak dikenal.
Cedran dan Beaumarchais tewas.
Lord Kaire terluka parah, jadi kami mundur.
Perisai Raksasa Jutaan Dinding dari Kursi Kedelapan
dan Rantai Ilahi dari Kursi Kesembilan.
Dalam hal ini, aku dan vampir itu,
menurutmu siapa yang lebih kuat?
- Tentu kau. - Benarkah?
Sayang sekali.
Kukira aku mungkin akan bisa merasakan kekalahan.
Bagaimanapun, Kitab Cahaya Surya dibantai habis.
Sayangnya begitu.
Tampaknya seorang pengguna sihir bernama Ainz Ooal Gown membunuh mereka.
Namun, tak satu pun mayat ditemukan.
- Apa dia sungguh kuat? - Sulit mengatakannya.
Karena Kapten Nigun dikalahkan oleh Mawar Biru.
Maka tak ada cara untuk mengukurnya.
Tak adakah pria yang bisa mengalahkanku?
Tak peduli seburuk atau segila apa kepribadiannya,
sekalipun dia bukan manusia.
Karena pria yang bisa mengalahkanku untuk melahirkan anaknya,
akan sebarapa kuat anak itu?
Lama tak berjumpa, Tsua.
Apa ini? Kau sudah lupa cara menyapa orang?
Maaf, Rigrit.
Tadi aku merasakan sensasi mendalam karena melihat seorang kawan lama.
Kawan lama katamu?
Namun, kawan lamaku ada di sana.
Zirah yang tak berisi.
Bukankah aku sudah meminta maaf kepadamu lebih dari 200 tahun lalu?
Dalam wujud ini, aku tak bisa bepergian denganmu, 'kan?
Omong-omong, kau menjadi petualang, 'kan?
Aku sudah pensiun.
Aku telah mewariskan tugasku kepada Inberun.
Si cengeng itu tak berhenti mengeluh,
berkata akan mematuhiku kalau aku menang.
Jadi, aku marah dan menghajarnya.
Tak ada orang lain yang bisa mengalahkannya selain kau.
Aku mendapat bantuan dari teman-temanku.
Meskipun dia kuat,
ada makhluk yang lebih kuat daripada dia.
Seperti kau misalnya.
Kalau kau tak membatasi kekuatanmu,
kau mungkin menjadi yang terkuat di dunia.
Mustahil mengetahuinya.
Kekuatan yang akan menodai dunia tampaknya sedang bergerak lagi.
Gempa susulan yang melanda setiap abad.
Bukankah itu akan menjadi sekutu bagi dunia?
- Aku yakin sifat aslinya jahat. - Sungguh?
Rigrit, maaf aku meminta ini sekarang setelah kau pensiun menjadi petualang,
tapi aku punya permintaan untukmu.
Apa itu?
Aku ingin mengumpulkan info dari benda yang dikenal sebagai Senjata Gilda
atau barang khusus bernama Yggdrasil.
Omong-omong, apa yang terjadi dengan cincin itu?
Aku percaya tak ada yang bisa mengambilnya darimu.
Aku telah memberikannya kepada seorang pemuda.
Cincin itu berada di luar batas kemanusiaan.
Seharusnya itu tak diberikan kepada makhluk yang tak kompeten.
Bagaimanapun, karena itu keputusanmu, biarlah.
Kita akan mengalahkan mereka tahun ini, lalu menggulingkan Kekaisaran.
Sungguh, aku juga lelah hanya terus bertahan melawan invasi Kekaisaran.
Ini saatnya menyebarkan ketakutan ke hati orang-orang bodoh di Kekaisaran.
Itu sudah pasti. Ucapanmu benar, Count.
Kalau negara kita menunjukkan kelemahan,
Kekaisaran Baharuth akan melancarkan serangan penuh.
Apa Yang Mulia sungguh berpikir itu akan semudah sekarang?
Kita perlu dukungan para bangsawan untuk menghalau invasi Kekaisaran.
Negara tak boleh terpecah sekarang.
Ya, Yang Mulia.
Namun, tetap saja,
maaf aku tak bisa melindungimu saat itu.
Maaf aku mengutusmu pergi tanpa persiapan yang cukup.
Tidak, tolong maaf.
Maaf, Yang Mulia.
Tugasku adalah melindungi Yang Mulia dan negara ini.
Benarkah? Aku baru ingat.
Renner.
- Ayah, Kapten. - Yang Mulia.
Pertemuanmu akhirnya usai.
Aku punya beberapa ide.
Aku sudah menunggu sejak tadi untuk membagikan ide itu kepadamu.
Sungguh? Maaf sudah membuatmu menunggu.
Namun, Ayah, ini waktunya aku berjalan-jalan.
Cleme dan aku akan berjalan-jalan.
Benarkah? Kalau begitu silakan.
Datanglah ke kamarku dan ceritakan semuanya saat kau selesai.
Ya, Ayah. Cleme, ayo kita pergi.
Permisi, Yang Mulia.
Aku sangat ingin Ainz Ooal Gown tahu
aku sungguh berterima kasih kepadanya
karena telah menyelamatkan ajudanku yang paling setia dan dekat denganku.
Dengan kata-kata dari Yang Mulia ini,
itu tentu akan cukup bagi pria baik hati itu.
Tuanku!
Maaf sudah membuatmu menunggu!
Ini Basilisk raksasa.
Hamba setiamu, Hamsuke, kini menggiringnya ke arahmu.
Ia mungkin besar,
tapi melihat ketidakmampuannya menghindari Hamsuke,
aku ragu levelnya tinggi.
Tak perlu mengotori tanganmu, Lord Momon.
- Akan kuserang dia dengan mantra petir. - Jangan.
Sihirmu akan mengenai Hamsuke juga.
Baik, Tuan.
Begitu saja?
Tuan, kau luar biasa!
Lord Momon, kerja yang hebat.
Nabe, laporkan ini ke gilda petualang.
- Bawa Hamsuke bersamamu. - Baik, Tuan.
Tuan, apa yang sekarang akan kaulakukan?
Aku akan kembali ke Nazarick.
Selamat datang kembali.
Ini untukmu.
Apa Albedo keluar?
Tidak, dia ada di dalam.
Dia berkata akan menunggu di kamar Lord Ainz.
Begitu rupanya.
Dia pasti ingin menyampaikan laporan rahasia.
Aku akan segera menemuinya.
Selamat datang kembali.
Lord Ainz.
Kau lebih memilih makan atau mandi?
Atau mungkin, kau lebih memilihku?
Apa artinya ini, Albedo?
Aku bermain peran sebagai istri yang baru menikah.
Setelah si suami kembali,
istri harus membawa hewan peliharaan untuk menyambutnya.
Aku dengar tak ada cara yang lebih baik daripada ini.
Bagaimana perasaanmu soal ini?
Begitu rupanya.
Jadi, inilah sebabnya dia tak datang dan menyambutku tadi.
Tidak, berhenti berspekulasi!
Aku bahkan tak pernah punya pacar, apalagi menikah.
Apa yang sekarang harus kukatakan?
Pada saat seperti ini, seorang penguasa...
Tidak, pria populer akan berkata...
Ini sangat memesona, Albedo.
Aku sangat senang mendengarnya.
- Ada apa? - Maaf.
Aku seharusnya memakai "apron telanjang" pertempuran terakhir
untuk menyambutmu karena ini etiketnya,
tapi kalau kau berkenan, aku akan segera menggantinya.
- Apa? - Tentu.
Aku akan berganti pakaian di depanmu, Lord Ainz.
Bisa dibilang, Albedo dan NPC lainnya bagaikan bayi
bagi teman-temanku yang membuatnya.
Aku tak mungkin melecehkan makhluk berharga ini.
Selain itu, sikap Albedo menjadi begini
karena aku mengubah pengaturannya.
Albedo, berhentilah bermain-main.
Ini saatnya melakukan analisis terhadap info yang telah dikumpulkan.
Ya, Lord Ainz.
Akhirnya, peta dunia E-Rantel ada di tanganku.
Itu petanya?
Aku memahami rasa frustrasimu.
Infonya tidak jelas, karena hanya berisi detail soal negara manusia di area ini.
Namun, sulit mendapatkan peta yang lebih baik daripada ini.
Aku mengerti.
Aku akan menyalin peta ini dan menyerahkannya ke setiap penjaga.
Tolong lakukan itu.
Akan kuberi kau penjelasan singkat sebelum itu.
Ini Makam Bawah Tanah Besar Nazarick.
No comments yet. Be the first to leave one.