We Got Married - Season 4 (우리 결혼했어요)

We Got Married - Season 4 (우리 결혼했어요)

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

우리ㅡ결혼했어요ㅡ시즌4ㅡWe Got Married S4 E355 170107 ❤️
Comentario por anyhow
❤️ [VIU Version] ❤️ Perfectly synced for all versions (bigger and smaller) of episode 355. {Not mine I've just uploaded It and synchronized it to fit all of the versions}

Etiquetas

other
Publicado el: 2017-01-08
Descargas: 5
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

Tahun Ayam Jantan 2017 telah datang.

Ayo ucapkan selamat Tahun Baru.

Baiklah. - Ya.

Kepada para pemirsa,

Selamat Tahun Baru. - Selamat Tahun Baru.

Kita tidak serempak. - Benar.

Kupikir dia sedang tidur.

"Di mana pasangan Tae-Bom?

Ada tenda di lapangan itu.

Seperti kemah mahal. - Begitu rupanya.

Kejutan. - Astaga.

Astaga.

Itu seperti sekolah lama. - Lihatlah perapian itu.

Lihatlah perapian tua itu. - Ini menyala.

Bukankah itu keren? - Ini hangat.

Ini sangat menarik.

Astaga. - Halo.

Luar biasa.

Halo.

Halo. - Selamat sore.

Ini sebuah kantin, bukan?

Astaga. - Sudah berapa tahun...

Ini adalah buku referensi.

Diterbitkan tahun 1987.

Tenda mana yang kami pesan?

Silakan gunakan tenda nomor dua.

Tenda nomor dua? - Ya.

Pukul berapa tempat ini tutup? - Di luar dingin.

"Maaf?"

Sayang, kita akan menginap di sini.

Benarkah? - Kita akan tidur di luar.

Benarkah? - Ya.

Kenapa Bo Mi malu? - Bo Mi berpura-pura.

Apa semuanya sudah dipersiapkan? - Dia pura-pura tidak tahu.

Maka... - Dia pasti bawa perlengkapan mandi.

Astaga. - Apakah di dalam tenda dingin?

Apa kami tidak perlu kayu bakar?

Kami kemari mau melihat perapian. - Begitu rupanya.

Apa kamu tahu artinya?

Hanya melihat perapian, benar?

Melihat perapian bagus untuk kesehatanmu.

Benarkah? - Bagus untuk matamu, bukan?

Ya. - Benarkah?

Jadi, itu yang akan kita lakukan hari ini.

Ini kantong tidur kalian.

Terima kasih. - Terima kasih.

Ini bagus. Apa ini tempatnya?

Itu tenda nomor 10. - Begitu rupanya.

Kurasa nomor 2 ada di sana.

Kamu bilang sudah menyewa seluruh tempat ini.

Ya, tadinya aku ingin menyewa tenda besar.

Baiklah.

Tapi aku mau lebih dekat denganmu.

Kita juga bisa tetap dekat di tenda yang besar.

Sayang, ini sangat bagus.

Apa kamu lihat bunga matahari itu?

Bo Mi suka bunga matahari. - Di mana?

Itu bunga matahari. - Kamu sungguh-sungguh? Benarkah?

Aku membawa bunga matahari untukmu.

Dia membawanya. - Kamu membawanya!

Aku sedih saat kamu tidak bisa melihat bunga matahari!

Apa kamu yang meletakkannya? - Tentu saja.

"Astaga"

Itu bunga matahari.

Apa kamu menyukainya? - Ya.

Itu adalah simbol kita. - Benar.

Kita memerlukannya.

"Mereka akhirnya masuk ke dalam tenda"

Luar biasa. - Bukankah ini bagus?

Itu sangat bagus. - Bagus, bukan?

Sangat besar. - Tendanya luas.

Jangan bilang di sana juga ada kulkas.

Semuanya ada. - Aku menyukainya.

Hanya istri beruntung yang kemari. - Astaga.

Lihatlah dia. - Astaga.

Dia pantas dipuji. - Aku mau

pergi berkemah.

Aku mau tidur di tenda bersama istriku

dan memasak di luar ruangan.

Aku mau melakukan hal itu.

Aku sangat bahagia akhirnya kami bisa melakukannya.

Kamu harus memakai sarung tangan. Pegang seperti ini.

Seperti ini. - Ayo, sayang.

Belah kayu itu!

Belah kayu itu. - Itu adalah pekerjaan pria.

"Dia disemangati istrinya dan membelah kayu itu dengan kapak"

Itu tidak mudah. - Sayang.

Kudengar itu sangat sulit. - Dia berhasil.

Jangan khawatir kedinginan. Aku akan

membelah kayu bakar untukmu. - Tatapannya tajam.

Aku akan membelah semuanya.

Kamu lagi-lagi bersemangat.

"Dia berhasil lagi"

Astaga, ini terlalu mudah. - Kamu hebat.

Dia sangat hebat. - Dia luar biasa.

Mungkin kayu bakar itu mudah terbelah.

"Tae menggemaskan"

Kamu hebat, Sayang. Aku juga mau mencobanya.

Apa kamu mau mencobanya? - Ya.

"Dia dengan hati-hati mencobanya"

Kenapa? - Apa Bo Mi berhasil?

Astaga. - Itu mudah dilakukan.

Mudah terbelah. - Itu tugas yang mudah.

Kamu berhasil pada percobaan pertama.

Astaga.

"Ini bukan apa-apa"

Kamu lebih baik daripada aku.

"Apa dia juga akan berhasil memotong kayu itu?"

Tidak mungkin.

Karena dia hebat dalam olahraga. - Selanjutnya.

Kamu luar biasa.

"Ini mudah"

Itu.

Dia hebat. - Astaga.

Dia sangat hebat. - Semuanya terbelah sempurna.

Dia gagal. - Itu sudah saatnya.

Kayu ini seperti batu.

Biar aku saja. Aku sangat ingin membelahnya.

"Dia menyerang kayu itu"

Astaga. - Kayunya tidak terbelah.

Kayu yang ini mustahil terbelah. - Sayang.

Kayu itu tidak akan bisa terbelah.

"Dia mulai memukulnya dengan kapak"

"Aku akan membelahmu"

Astaga. - Bo Mi kejam.

Dia terobsesi dengan kayu itu. - Lihatlah dia.

Sayang. Ada apa?

Aku bisa membelahnya. - Astaga.

Kayu itu dia pukuli dengan kapak. - Benar.

Bo Mi bisa bertahan hidup di mana saja.

Ketika mencoba membelah kayu keras itu,

kurasa aku mungkin akan terluka.

Apa kalian lihat Bo Mi memukul kayu itu dengan kapak?

Dia terlihat seperti prajurit.

Gerakan tangan yang cepat

dan posturnya menunjukkan

bahwa dia bertekad untuk membelah kayu keras itu.

Kupikir dia adalah wanita yang luar biasa.

Sayang, aku akan mencobanya. - Dia selalu berusaha.

Kamu sudah melakukan sebagian besar pekerjaan ini.

Sayang. - Tae berhasil.

Bo Mi melakukan bagian yang sulit. - Aku bersemangat.

Bagus. - Kamu berhasil!

"Menjadi ganas"

"Dia bangga dengan dirinya sendiri"

Ini bukan apa-apa.

Pria sering membual

ketika berkemah. - Benar.

Aku lapar.

Ayo buat api dan masak sesuatu.

"Tae membuat api dengan hebat"

Tae menggunakan obor. - Pria hebat membuat api.

Itu juga pekerjaan pria.

Saatnya menunjukkan kejantanannya. - Ada apinya, bukan?

Ambilkan daun kering lagi. - Baiklah.

Benar. Kamu perlu daun kering - Ya.

untuk membuat api. - Ya.

Letakkan di sini.

"Berkat suami yang suka berkemah, mereka membuat api dengan mudah"

Kamu berhasil. - Bagus.

"Mereka melihat kayu yang terbakar"

Aku tidak tahu alasannya, tapi ini menakjubkan.

Membuatmu terpesona. - Ya.

"Itu adalah kekuatan api"

"Dia kagum dengan api itu"

Sayang, haruskah kita masak? - Ayo masak gurita goreng

dan rockfish rebus. - Aku menyukainya.

"Dia membawa sesuatu"

Tolong jangan lakukan ini.

"Apa itu?"

Mereka membelinya di pasar ikan. - Benar.

"Tapi"

"Tidak bisa terpotong"

"Kenapa sulit memotongnya?"

Gurita ini...

"Biarkan aku memotongmu"

Astaga. - Dia menakutkan saat memotong.

Hari ini dia banyak melakukan hal yang menakutkan.

Bo Mi menakutkan. - Dia wanita yang kuat.

"Astaga"

Mungkin aku harus memotongnya dengan gunting.

Astaga. Dia memegang kepalanya dengan plastik.

Lebih baik memakai gunting. - Astaga.

Lebih baik memakai gunting. - Dia terkejut.

Dia kesulitan memotong gurita dan aku pikir itu menggemaskan.

Biasanya direbus sebentar terlebih dahulu.

Biasanya gurita tidak dipotong ketika masih mentah.

Benarkah? Aku tidak tahu ada cara seperti itu.

Gurita, maafkan aku.

Astaga. - Aku tidak tahu.

"Dia memotong sayuran untuk dicampurkan"

Sayang, bisakah masak di sini? - Di mana?

Bisakah aku masak di sini? - Apinya tidak cukup besar.

Tidak, apinya cukup besar.

Apa bisa? Bukankah ini akan sulit? - Ya.

"Dia menambahkan sayuran ke dalam sausnya"

Itu adalah keseruan berkemah.

Semuanya serba kekurangan. - Benar.

"Akhirnya, gurita itu dimasukkan"

Sepertinya enak.

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left