Información de lanzamiento

A Sea of Her Own E014-015
Comentario por indri danti22
credit to VIU

Etiquetas

other
Publicado el: 2017-03-28
Descargas: 11
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"

"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"

"Episode 14"

"Toko Pangan Jeil"

"Izin Produksi Makanan"

Se Young.

Kenapa kamu di luar sini?

Aku?

Aku keluar mencari udara segar. Kenapa kamu di sini?

Ada dokumen yang harus kuselesaikan.

Benarkah?

Aku permisi dahulu. - Baiklah.

"Ruang Kerja"

Mari lihat kamu membawa itu.

Kamu akan temui CEO Toko Pangan Jeil untuk membahas kesepakatan hari ini.

Apa semuanya sudah siap? - Ya, sudah.

Jeil adalah salah satu dari lima toko pangan terbesar di Incheon.

Mereka punya cabang di Seoul dan kota-kota lain,

jadi, memasok mereka adalah peluang bagus untuk mempromosikan mi kita.

Aku tahu itu.

Aku yakin kamu sudah bersiap, tapi CEO Jeil sangat teliti.

Pastikan kamu siapkan semuanya.

Baik. Kalau begitu, aku sebaiknya berangkat.

Kamu akan pergi?

Ya, aku harus pergi sekarang.

Semoga berhasil mengurus kontraknya.

Terima kasih.

"Izin Usaha"

Kamu tidak punya semua berkasnya.

Di mana izin produksi makanan dan dokumen harga satuan?

Apa? Pasti ada di sana.

Lihat saja sendiri.

Ini mustahil. Aku yakin sudah memasukkannya ke sini.

Aku tidak percaya kamu mau bicara soal bisnis saat kamu bahkan

tidak bisa mengingat untuk membawa semua berkasnya.

Aku akan pergi mengambilnya.

Sudahlah. - Apa?

Aku bisa tahu banyak darimu.

Aku tidak bisa berbisnis dengan orang seceroboh ini.

Pak. - Silakan pergi.

Ada apa denganmu?

Bagaimana kamu bisa melupakan berkas utama?

Maaf. Aku akan berusaha semampuku agar kesepakatan ini berhasil.

Bagaimana caranya?

Sudah kubilang pastikan kamu sudah siap.

Kurasa aku berlebihan menilaimu.

Aku sangat kecewa.

Aku akan menangani ini, Pak.

Lupakan saja. Keluarlah.

Apa yang terjadi? Kamu bilang sudah punya semuanya.

Ini aneh. Aku telah berkali-kali memeriksanya kemarin.

Sekarang bagaimana?

Aku akan mengambil berkas yang terlupa dan kembali.

Jangan terlalu khawatir. Sampai nanti.

Bagus.

Aku merasa lebih baik sekarang. Tanganku tadi gemetaran.

Sudah kubilang jangan lupa makan.

Nona Lee datang terlambat dan aku tidak punya pilihan.

Aku biasanya makan dengan teratur.

Aku senang mendengarnya.

Sepertinya hanya kalian yang peduli padaku.

Ada apa dengan Dal Ja?

Dia terlihat seperti seseorang yang baru putus dengan pacarnya.

Kamu benar. Aku kehilangan cintaku.

Kamu berpacaran dengan seseorang? Siapa?

Seseorang yang bernama Na Hoon A.

Apa? Na Hoo A? Apa maksudmu?

Di koran diberitakan bahwa penyanyi itu akan menikah dan pensiun.

Dal Ja sedih sepanjang pagi.

Astaga.

Apa kamu tahu dia berapa tahun lebih muda daripada kamu?

Usia tidaklah penting jika menyangkut soal cinta.

Kamu bukan anak-anak lagi. Cintailah orang sungguhan.

Kamu terlihat sangat konyol.

Aku tidak terlihat konyol.

Bagaimana aku bisa berpacaran kalau tidak ada pria di sekitarku?

Aku mungkin hanya akan menyajikan sup seumur hidupku.

Bagaimana bisa tidak kenal pria? Ada Dae Bong.

Apa?

Apa dia pria?

Apa dia wanita? Kalian akan tampak serasi bersama.

Tidak mau! Jangan berani berpikir dia jodohku!

Young Sun, tidakkah menurutmu mereka serasi?

Menurutku mereka serasi.

Apa itu?

Astaga. Kamu tidak apa-apa?

Kamu paman Se Young.

Kamu lagi, Pak Ko.

Kamu masih sama cerobohnya.

Bukankah tubuhmu kering?

Untungnya...

Apa? "Bukankah tubuhmu kering?"

Kamu berharap aku akan kebasahan?

Kapan aku mengatakan itu?

Baru saja.

Tidak, kamu pasti salah dengar.

Apa pendengaranmu bermasalah? - Apa?

Apa katamu? Akan kuberi kamu pelajaran.

Hong Man Pyo!

Sook Hee.

Kenapa kamu di sini? Kamu tidak pernah menelepon.

Sudah kubilang aku datang untuk bertemu denganmu.

Apa kamu kehilangan semua uang yang kamu terima waktu itu?

Tidak.

Kamu terlalu sering seperti ini, aku sudah muak.

Kubilang bukan itu. Kamu tidak percaya padaku?

Aku sudah tidak percaya padamu.

Apa kamu akan percaya kalau aku pergi?

Baiklah. Aku sudah bertemu denganmu, jadi, aku akan pergi.

Aku akan pergi.

Aku pergi.

Kamu sungguh

datang tanpa alasan khusus?

Ini sungguh membuatku kesal. Kamu tidak mengerti perasaanku.

Bukankah tadi kamu mau pergi?

Tadinya, untuk bertemu teman-teman.

Aku tidak perlu pergi.

Benarkah? Kalau begitu,

aku mau makanan. Aku lapar.

Sulit dipercaya. - Cepatlah.

Pak, kubawakan berkas yang terlupa.

Lihatlah... - Kulihat

kamu tidak mengerti. Sudah kukatakan dengan jelas.

Aku tidak mau berbisnis dengan orang yang memulai dengan salah.

Aku tidak akan pernah membuat kesalahan seperti itu lagi. Maaf.

Pergilah. Aku tidak akan berubah pikiran.

Pak.

Pak, saatnya pergi.

Benarkah? Kamu boleh pergi.

Pak, sekali ini saja.

"Toko Pangan Jeil"

Pak, tolong beri aku kesempatan lagi.

Pak!

Pak, kumohon, sekali saja.

Ayo pergi.

Pak!

Pak!

Benarkah itu?

Benar. Aku tidak percaya Pak Choi membuat kesalahan seperti itu.

Apa kata Pak Jung?

Dia sangat marah.

Dia bilang dia kecewa.

Apa menurutmu Jeong Wook akan baik-baik saja?

Kuharap begitu.

Itu kontrak yang sangat besar. Entah apa yang akan terjadi.

Ayo kita tunggu saja.

Ayo bekerja.

"Toko Pangan Jeil"

Halo, ini Pabrik Mi Taesan.

Ini aku.

Kamu di mana? Kenapa kamu belum kembali?

Kurasa aku tidak akan kembali malam ini.

Kamu boleh pulang.

Kamu di mana?

Kamu masih di Toko Pangan Jeil?

Jangan khawatir. Akan kulakukan apa pun untuk dapat kesepakatan ini.

Aku harus pergi. Sampai besok.

Di mana CEO? - Dia pulang.

Di mana tempat tinggalnya?

Aku tidak bisa memberitahumu.

Aku sungguh harus menemuinya hari ini.

Astaga.

Aku akan membalas kebaikanmu. Kumohon, tolong aku.

Hai, Soo In.

Kita harus bicara.

Soal apa?

Kamu tidak boleh memberikan ayahmu uang.

Bagaimana kamu tahu soal itu?

Aku dengar semua pembicaraan kalian di luar pabrik kemarin.

Aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi jangan memberinya uang itu.

Itu akan menghancurkannya, bukan menolongnya.

Mengerti?

Menurutku dia terlalu tidak tahu malu.

Bagaimana dia bisa ke tempat kerjamu dan meminta gaji di muka?

Apa katamu? Apa yang di muka?

Soon Ok. Maksudku...

Soo In, soal apa ini?

Kalau itu sungguh terjadi, kamu seharusnya memberi tahu ibu.

Kenapa kamu merahasiakannya?

Aku tidak mau membuat Ibu khawatir.

Kamu tidak boleh memberikannya uang itu.

Itu uang kuliahmu. Apa kamu tidak mau kuliah?

Aku akan kuliah.

Lalu kenapa kamu menawarkannya uang itu?

Untuk membayar utang.

Utang apa?

Utang beban.

Dia menyia-nyiakan sepuluh tahun

karena aku.

Soo In.

Aku mau menebusnya.

Kupikir itu akan membuatku merasa lebih baik.

Kenapa kamu berpikir begitu?

Sama sekali tidak begitu.

Ibu akan bilang kepada ayahmu bahwa uangnya ada pada ibu.

Jangan ikut campur. - Ibu.

Ibu mohon, berhentilah berpikir bahwa itu salahmu.

Fokuslah pada kehidupanmu sendiri.

Pergilah kuliah dan belajarlah sesukamu.

Jatuh cinta dan menikah.

Sea of the Woman subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Sea of the Woman

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left