El bar (The Bar)

El bar (The Bar) (El bar)

Descargar subtítulo en Indonesian

Información de lanzamiento

The Bar 2017 BLURAY 720p BliztCinema com
Comentario por broth3rmax
ASKING FOR A COFFEE CAN COST LIFE

Etiquetas

BluRay
720p
720
Publicado el: 2017-08-08
Descargas: 57
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

t e r j e m a h a n m a h s u n m a x

BAR

Marta, berhentilah menelpon, bateraiku mau habis.

Sesuatu yang simpel. Rok dan sweater pink

yang kupakai kemarin waktu makan malam, ingat?

Kau tak ingat? Waktu itu apa kau mabuk?

Dengar, aku punya barang bagus. Berkelas.

Ya tidaklah, ini cuma untukmu.

Tapi katakan sekarang, ada orang-orang yang membantuku.

Jangan besok. Hari ini, sekarang.

Ini membuatku makin memanas, tapi aku bukan pembelinya.

Ayolah... / Ayo minggir.

Jangan sentuh aku...

Kau tak boleh menyentuhku! / Halo.

Sekilo tomat dan 2 buah kiwi.

Ada bawang manis? / Ya!

Tidak, bukan itu. Tidak.

Hey, Chang, masukkan ke tagihanku. Sampai jumpa.

Ceritanya, kalian bertemu dan dia bukan orang yang di foto itu.

Apa di sana tak ada pertunjukan tentang gadis yang punya foto profil bagus

dan orang gendut muncul?

Selalu saja terjadi.

Di hotel, tapi aku tak menemukannya. Kurasa aku tersesat.

Tak masalah kalau sekarang ketemu hotel "butik" itu

yang menjual mebel, meja... / Hey, sayang...

Beruntung sekali! / Oh, terima kasih.

Itu bukan toko mebel, Marta. Tapi hotel...

Semoga kau kena racun dan cacar air!

Semoga setan mengikutimu dan gigimu rontok!

Semoga setan mengubah kopimu menjadi kotoran, dasar jalang!

Tidak, ada wanita yang membentakku, entah kenapa.

Aku tak tidur dengannya pada kencan pertama, tidak.

Meskipun, jika itu sungguh dia yang di foto, yah...

Kau membuatku gila, Marta! Sudahlah!

Kenapa kau tak duduk saja di samping kami

dan mengirim Whatsapp jika menurutmu dia manis.

Marta?

Sial, hapeku mati.

Halo, pesan White-coffee.

Gula?

Sakarin.

Orang selalu ke sini untuk pipis!

Jika dia tak memesan sesuatu, kain pel ini akan ke wajahnya.

Kopi, sedikit susu, dan sakarin.

Lapar? Ada churros? Rasanya panas.

Tidak, terima kasih.

"Panas..." kamu sudah panas! Urusi panggangannya,

biar kuurus gadis ini. / Apa kau punya charger hape?

Tidak, sayang.

Aku tak paham gadget seperti itu. / Tunggu,

mungkin aku punya.

Amparo, 1 macchiato, sayang.

Kau apakan rambutmu? / Aku menyisirnya, pergi sana.

1 Sandwich daging?

Omlet? Masih segar. / Tidak, terima kasih, aku tak bisa.

Keparat!

Dasar bajingan! Sialan!

Hei, tutup mulutmu!

Kemarilah. Apa kau mau kuusir?

Aku punya uang.

Singkirkan, Israel.

Kau tahu uangmu tak baik di sini.

Bersikaplah sopan, ya?

Lanjutkan, sayang.

Tak apa-apa. / Pesan segelas minum dan fritter.

Hei, Sétur. Aku sudah pesan roti dan tomat setengah jam yang lalu.

Ya sebentar!

Bagaimana kalau yang ini? / Ini untuk printer, atau komputer...

Oh! Orang meninggalkan segala jenis barang di sini. Lihat.

Kemarin ada yang meninggalkan foto X-Ray.

Waktuku 20 menit untuk sarapan dan kau selalu saja begini!

Ya, sebentar. / Pagiku selalu begini.

Keranjang sudah penuh. / Orang-orang itu babi.

Dasar kau pemalas. / Aku butuh tukar uang.

Kamu mau pecahan 10? / Tidak, 20.

Bagaimana denganku? Aku dapat apa?

Tinjuku jika kau tak mau diam.

Sandwich? / Ini, sayang.

Dia akan buang 50 euro. Kau mau taruhan?

Dia selalu saja begitu.

Suaminya kerja di kereta api, dia di rumah sendiri seharian...

Oh, pasti yang ini.

Aku hutang berapa?

Kopi dan omlet 2,5. Tunggu sebentar.

Kita semua akan mati.

Pasti, kau punya kesempatan sarapan tiap hari...

Tidak setiap hari. Terkadang kami beri dia sandwich.

Kenapa kau bolehkan dia masuk? / Kuperbolehkan masuk siapa saja yang kumau.

Kau tak suka, situ pintunya.

Menghiburnya tak akan membantu.

Dia harusnya di penampungan pemerintah.

Tentu, semua urusan ke pemerintah.

Israel, masuklah, kuantar kau!

Aku telah membayar hipotek, tapi...

Aku butuh berkas, kata penasehat itu. Lihat.

Aku harus pergi. Uangnya disini, paham?

Roti dan tomatnya? / Berikan padanya.

Baik, sampai jumpa besok.

Maukah kau tak mengganggu gadis itu? / Maaf

Kau cuma perlu menekannya... / Kurasa tidak.

Ya... / Bisa pesan macchiato?

Apa itu?

Apa yang terjadi?

Orang itu tertembak!

Si orang Roti dan tomat? / Tembus kepala!

Disini beberapa detik yang lalu! / Minggir, aku tak kelihatan! Sial!

Tunggu, tunggu.

Mengapa?

Entahlah, ada yang aneh.

Oh, Tuhanku!

Tidak ada orang di jalanan.

Ya betul, kenapa bisa begitu?

Apa dia kejatuhan ubin? / Ubin?

Dari dinding, atau dari atap. / Tidak ada yang melihatnya.

Kedengarannya tadi seperti suara tembakan. / Ya Tuhan.

Dia bergerak-gerak!

Ini tak masuk akal! Kita tak boleh membiarkan dia di situ! Kita harus menolongnya!

Polisi yang akan mengurusnya. Sebaiknya kita jangan keluar.

Aku tak dapat sinyal. / Cobalah di ujung.

Dia berdarah! Ya Tuhanku!

Oh, Tuhanku!

Diberkatilah orang yang mati,

karena mereka akan bertemu Tuhan.

Dan malaikat berpedang api berkata...

Tutup mulutmu, dasar gila!

Tidak ada orang yang datang.

Apa yang terjadi?

Masa bodohlah.

Apa yang kamu lakukan? / Tidak, jangan keluar!

Kita tidak bisa membiarkan dia di situ! / Demi Tuhan!

Kau tak apa-apa?

Kau bagaimana?

Tidak! / Tiarap di lantai!

Di lantai!

Di lantai! / Semuanya tiarap di lantai!

Jangan bergerak!

Mereka mungkin tak tahu kita ada di sini.

Tentu, mereka tak bisa melihat kita dari atap.

Bagaimana kau tahu tembakannya dari arah sana?

Orang-orang itu selalu menembak dari atap.

Orang-orang apa? / Aku tak tahu,

orang gila, teroris. / Orang yang hilang kendali.

Bagaimana kalau dia turun? / Tentu...

Bagaimana kalau dia mulai menembaki kita? / Seperti di Paris.

Itu sebabnya kita harus tiarap, sampai mereka datang menolong kita.

Ya. / Tapi siapa yang akan datang?

Polisi, tenaga-medis... Seseorang, benar 'kan?

Tak ada sinyal.

Kamu! / Namaku Nacho.

Baguslah, Nacho, punya ponsel?

Telponlah, dan cepat. salah satunya pasti berhasil.

Kau di perusahaan mana, Nacho?

Apa itu penting? / Orang tak bisa kesini.

Mereka semuanya sial. / Pasti jalannya diblokir.

Apa? / Kita di sebelah Badan Pariwisata.

Kenapa mereka memblokir?

Kita bisa diam tidak?! Sial, mereka bisa membunuh kita!

Jangan ada yang mengguruiku!

Jika aku mau bicara, maka aku bicara! Aku mau teriak, maka aku teriak!

Yesus menangis...

Persetan! / Apa yang kau lakukan?

Masa bodoh!

Aku masih ada urusan. / Apa yang kau lakukan?

Di gereja, aku harus serahkan piringnya.

Dia mau kemana?

Israel, jangan sekarang.

Kau akan kuberi sesuatu nanti.

Sekarang tetaplah diam. Apa kau tak lihat kami sedang berpikir?

Manuel akan marah.

Aku akan bicara dengannya besok.

Baiklah.

Pikirkan sesuatu.

Bagaimana kalau kita nonton TV?

Ya, tonton TV sekarang... apa semua orang ini bodoh?

Untuk melihat berita.

Gadis itu benar. Pasti ini ada dalam berita.

Jangan ada yang bangun!

Jika macam-macam, akan kuremukkan wajahmu!

Hei, hargailah sedikit. Kita semua disini adalah manusia.

Kita harus tetap bersama dan tetap tenang.

Aku sudah mendapatkan berkas,

penasihat yang memberiku.

Ada yang melihat remote? / Apakah ini?

Tombol yang hijau, ya.

Tak ada gambar? / Tak ada gambar.

Kau mempermainkanku! / Harus dipanaskan dulu.

Nanti juga nyala sendiri. / ...misalnya, otot lengan bawah.

Jatuhnya pasar saham...

Tak ada?

2 orang ditembak mati di pusat kota Madrid, dan tak ada beritanya?

Mungkin di edisi berikutnya. / Ini belum dilaporkan.

Mereka tak bisa mengatakan apapun. / Jika mereka bilang itu teroris,

orang-orang akan datang melihat, seperti konstruksi kereta bawah tanah.

Kau pikir begitu? / Tentulah.

Untuk saus yang enak...

Mungkin ini adalah perampokan.

Kemarin kulihat seorang perampok siarang langsung streaming di daerah ini.

Astaga naga!

Apa ini? / Si brengsek ini ngompol!

Yang benar saja! Bau sekali!

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left