Las primeras 179 líneas.
Aku berada di jalanan berbulan-bulan.
Sendirian ?
Yeah.
Kau tinggal di mana sebelumnya ?
Aku dulu tinggal di kota.
Bersama walker di sana ?
Tidak.
Tadinya tempat itu aman.
Dipenuhi banyak orang-orang yang baik.
Apa yang terjadi ?
Dia kehilangan mereka begitu saja.
Siapa ?
Pemimpin mereka.
Aku hampir tak selamat.
Season 04 Episode 06 -- Live Bait --
Tampangmu seperti orang sekarat.
Tara. / Maksudku...
Kami agak tersudut.
Kami bersembunyi di sini menunggu Garda Nasional sejak--
Bajingan itu merusak ventilatornya. / Jangan pakai bahasa kotor.
Sejak si orang aneh itu merusak ventilatornya.
Yang mana rusak...
...tepat sebelum menimpa tempat ini.
Kau berencana tinggal di bangunan ini ?
Kau berencana tinggal atau tidak ?
Sialan, Dia membisu. / Tara...
Saudariku menanyaimu.
Untuk malam ini saja.
Kau lihat ini ?
Ini pistol buatan 'Smith & Wesson' yang terisi penuh.
Aku seorang polisi Atlanta.
...dan punya amunisi yang cukup untuk membunuhmu...
...sampai 10 tahun kedepan.
Kau macam-macam denganku atau keluargaku,...
...dan aku bersumpah akan membunuhmu.
Paham ?
Paham.
Kalau begitu, Kita temenan.
Tinju tangan.
Ini dia, Kawan.
Kita tahan ini sampai dia mau pergi.
Yeah.
Kau punya nama ?
Brain.
Brain Heriot.
Kau pasti lapar.
Kau takkan bisa temukan yang lebih enak dari itu.
Tara sudah menyisir tempat ini...
...setelah Ny. Wilhelm menuju ke Florida.
Dia penyuka kacang kratok, Ny. Wilhelm.
Terima kasih.
Empat, Lima...
Ayo, Nak. Tunjukkan apa yang kau punya.
Semuanya baik-baik saja ?
Dia tak mau makan, Lagi.
Dia suka daging kornet, Coba berikan itu.
Kusimpan 2 kaleng terakhir untuk ayah.
Dia bukannya pilih-pilih makanan. Dia ketakutan.
Shh.
Mengapa kau tak berhenti sejenak, Kawan ?
Ini bukanlah seperti Hotel Holiday Inn.
Ember sebelah kiri untuk mencuci...
...yang ini untuk membilas.
Tara.
Oh.
Maafkan aku.
Kau sudah kenyang ?
Akan kuambilkan kau kopi.
Duduklah.
Sebelah sana. Duduklah.
Oke, Kocok lagi.
Hei, Kemarilah...
Kau punya rokok ?
Ayah, Tangki Oksigenmu.
Kau tak lihat stiker merahnya ?
Matilah aku kalau sebuah rokok meledakkan tempat ini...
...setelah usaha kita bertahan hidup selama ini. Oke ?
Semuanya sama, Lily.
Hentikan pembicaraanmu.
Itu hanyalah sebuah rokok.
Ambil saja.
Kita punya beberapa Sosis Batangan Roni yang cukup untuk beberapa hari...
Mungkin cukup untuk bertahun-tahun.
Lihat truk besar yang diparkir di luar sana ?
Yang benar saja, Kawan. Truk Makanan Gorbelli.
Ray Charles saja bisa melihatnya.
Yeah.
Ayah membawakannya.
Beserta dengan tankinya.
Saat di mana mereka menutup
Saat si B-R-E-N-G-S-E-K menghantam ventilatornya.
Dia menjemput Megan pulang sekolah, Menjemputku di Rumah Sakit.
Dia mencuri banyak tabung oksigen dari Rumah Sakit.
Lalu kami menjemput Tara.
Aku ada di kantor, Bekerja, melakukan pencatatan.
Dengan semua kejadian,...
...penyerangan, para militer menuju ke Atlanta...
Dia ingin terus mengawasi kita.
Untungnya, Persediaan barang di truknya penuh.
Penuh mulai dari makanan ringan,...
...cabai turki, dan makanan seperti ini.
Meg, Kakek ingin istirahat, Oke ?
Lily. / Baiklah, Yah.
Dalam hitungan ketiga.
Bisa bantu, Pria besar ?
Sebelah sini.
Oh, Benar. Tidak, Bukan kau.
Pria lain di ruangan sebelah.
Tara.
Oke.
Dalam hitungan ketiga.
Oke, Satu... Dua...
Sebelah sini. Sebelah sini.
Hey, Kau dengar mereka ?
Yeah.
Yeah.
Angkat kakiku, Kawan ?
Tara pernah ke sana beberapa kali...
...membunuh para walker...
Dia bilang para walker muncul tak habis-habis.
Kubilang jangan lakukan lagi.
Tak bisa buang-buang peluru.
Kau punya anak ?
Tidak
Saat putri-putriku lahir,...
...itulah saat di mana aku sadar bagaimana rasanya menjadi pria.
Pria yang sebenarnya.
Kau lindungi mereka, Membuat mereka aman.
Membuat mereka lebih kuat,...
...sampai mereka bisa melindungi dirinya sendiri.
Tapi di sini,...
Tak pernah kubayangkan seperti ini.
Hei, Aku punya kawan.
Bill Jenkins, Dia tinggal di Kamar 303.
Dia punya Backgammon di sana.
Dia tak keberatan meminjamkannya dan dia menaruhnya di bawah kasurnya.
Hanya, Kumohon...
...kau ada di luar sana...
...dan kau tahu cara menangani para walker itu.
Aku tahu, Mungkin kau tak paham...
...karena kau tak punya anak,...
...tapi...
Itu mungkin bisa membantu Megan bicara kembali.
Kumohon.
Terima kasih.
Sama-sama.
Sedikit bekal di jalan.
Tak usah.
Kau sudah membantu kami.
Kami hanya ingin berterima kasih.
Ambillah saja.
Kurasa kau akan butuh ini kembali.
Simpanlah.
Jangan...
...berikan padaku.
Ini senjatamu. Kau bisa ambil kembali.
Kau butuh senjata tambahan.
Aku sudah punya ini.
Tara benar.
Seharusnya kami menggeledahmu.
Kutemukan di lantai atas.
Simpan saja yang itu.
Kau harus menembak ke arah otaknya.
Apa ?
Saudarimu, Dia menembak ke arah badannya...
...tapi harus tembak ke kepala.
Begitu saja membunuhnya.
Mengapa ?
Aku perlu tanya sesuatu.
Ayahku kena kanker paru-paru stadium empat.
Aku kerja di bidang Onkologi sudah lama.
Waktunya tak lama lagi.
Dengan bantuan oksigen, Dia bisa bertahan selama 2 hari.
Mungkin lebih cepat.
Kami tak pernah berpikir dia bisa bertahan sejauh ini.
Kau sudah berbuat banyak bagi kami, tetapi...
...ada rumah teman lama...
...beberapa blok dari sini...
Satu tangki oksigen saja sangat berarti bagi kami.
No comments yet. Be the first to leave one.