Las primeras 186 líneas.
Aroma lavender?
Siap berdansa?
Lebih siap dari itu.
Kita harus lebih sering terborgol bersama.
Kau mau apakan aku?
Ash!
Kubuatkan sesuatu untukmu.
Tangan aslinya.
Kenapa ini di sini?
Kau harus menguburnya...
...ke tempat awal pengembaraanmu.
Ayo kembali dan akhiri semuanya.
Tidak, kalau ke sana, kau akan kerasukan...
...dan aku harus memenggal kepala kalian,
...itu tak baik untuk semua.
Mana pondoknya, Ash?
Ash.
Ke mana dia?
Maaf, Tweety.
Tak ada yang selamat di sini.
Astaga.
Sayang, aku pulang.
EPISODE 8 - Dari Ash untuk Ash Ashes to Ashes
translated by ibrahimkh
Ash, indah sekali.
Aku sangat suka.
Akan selalu kupakai.
Astaga! Hampir saja kuledakkan kepalamu!
Mengasingkan diri, ya?
Mana Pablo dan Kelly?
Kami berpencar mencarimu.
Bagus, lebih aman menjauh dari sini.
Kenapa kau kabur?
- Aku tidak biasa mengucap selamat tinggal. - Kau jangan sendirian.
Aku harus sendirian.
Kau tak paham juga? Semuanya mati di sini.
Ini sudah aturan paten.
Kematian, pajak, kematian lagi...
...dan aku tak bayar pajak.
- Jadi yang kutahu hanya kematian. - Persetan dengan aturannya.
Akan kubantu kau mengakhiri semua ini.
Aku suka gayamu.
Wah.
Terakhir kemari dengan gadis, aku berharap bisa bersenang-senang.
Tapi tidak kesampaian.
Aku memotong tanganku sendiri dengan gergaji.
- Akhir pekan yang menyenangkan. - Kau takkan bisa bersenang-senang di sini.
Waktu itu belum berantakan.
Kenangan buruk?
Itulah yang dilakukan pondok ini.
Pondok ini kejam dan brengsek.
Bagus.
Aku pun begitu.
Mari mulai kerja.
Tolong, aku butuh kau...
...agar mati.
Saat perjalananku...
...aku mendapat gambaran bahwa bukunya harus dikubur di sini.
Di sinilah semuanya bermula...
...juga tempat semuanya akan berakhir.
Ada apa di bawah sana?
Hal yang buruk.
- Sepertinya tidak terlalu. - Jangan dekat-dekat.
Aku butuh linggis.
Ada di gudang.
Ayo ambil.
- Apa? - Sedikit peringatan.
Ada sesuatu di dalamnya.
Hal yang tak sepatutnya kau lihat.
Lebih buruk dari segala yang tak mau kulihat?
Mantan pacarku.
Mantan pacarmu ada di gudang?
Sebagian darinya.
Ini rumit, mungkin sebaiknya kau tak ke sana.
Jika kau tak mau membicarakannya...
Dia kerasukan.
Kupenggal kepalanya dengan sekop...
...kemudian dia menari-nari di bawah sinar rembulan.
Kutaruh kepalanya di catok dan kubelah dengan gergaji.
Dia sangat seksi.
Aku di sini saja.
Mengawasi bukunya.
Bagus.
Kalau kau mau kencing...
...langsung jongkok saja, karena kita tersesat.
Terima kasih, Pak Pemandu.
Kita hanya berputar-putar.
Apa? Sekarang kau ahli hutan?
Tidak, lihatlah.
Kita kembali lagi ke mobil.
Cara bagus untuk memberi tahu.
- Kenapa kita di sini? - Brad, kurasa...
...Heather mulai lelah.
Ayo tanya arah ke mereka.
Pasti ada pondok lain.
Kita tersesat.
- Hei! - Benar, bukan?
Halo!
Kau tak tahu arah.
Hei!
Hai, kalian.
Halo.
Malam yang indah, ya?
Brad...
Kami tak mau ada masalah.
Jika kalian mau merampok, kami tidak punya uang.
Aku punya semprotan merica.
Aku akan tembak.
Apa itu pistol api?
Tidak, tidak.
Kami orang baik-baik.
Senapan ini untuk makhluk jahat...
...beruang yang jahat.
Ada beruang jahat di hutan ini.
Kami orang yang ramah.
Sangat ramah.
Untuk jaga-jaga, ya?
Beruang adalah ancaman.
Kami tersesat, kami mencari pondok...
Kami melewati satu tadi.
Aku mau istirahat di sana,
...tapi Brad bilang harus tetap lanjut.
Istirahat itu hadiah,
...bukan tujuan kami.
Tolong ajak aku.
Hanya beberapa kilo ke arah timur.
Bisa tolong pandu kamu?
Karena kami buta arah.
Ya.
Ya, kami bisa pandu.
Tolong, Ash.
Jangan sakiti aku.
Kau janji kita akan selalu bersama.
Aku mencintaimu!
Lama tak jumpa, Linda.
Jangan bangkit lagi.
Aku hanya mencari linggis.
Tolong jangan.
Yang benar saja.
Fisher!
Amanda!
Jarak pandang di sini terbatas,
...untung ada bintang penunjuk.
Dia mengajariku ilmu perbintangan.
Romantis sekali.
Jadi kalian pacaran, atau...
Siapa? Aku dan Pablo?
Tidak.
Aku belum bertemu cowok sejak mulai pendakian ini.
Akan menyenangkan kalau ada yang mau menghangatkanku.
Dia punya pacar.
Tentu saja.
Mungkin akan ada beruang lucu nanti.
Aku meragukannya.
Tinggal setengah kilo lagi...
...pondoknya lurus saja. Mustahil tidak ketemu.
Panduannya membantu sekali.
Terima kasih.
Sebaiknya kalian tak berkeliaran di hutan ini malam hari.
Kami bisa jaga diri.
Kami akrab dengan alam.
Tapi kami bisa menetap dulu semalam. Kalau boleh.
Terima kasih, tapi tak usah. Senang bertemu kalian.
Terima kasih. - Hati-hati.
Bisa kita tinggal di hotel besok? Aku benci di luar sini.
Aku sangat berharap mereka tak berakhir dengan kematian.
Berdaptasilah dengan alam.
Mereka punya semprotan merica.
Amanda!
Amanda!
Ash?
Tidak.
Aku tak mau bicara.
Tapi sekarang aku sudah baikan.
Ash, sayang?
Kenapa kau tak mau menatapku?
Kau meninggalkanku di sini, Ash.
Karena kau sudah mati.
Kau membunuhku.
Kau berubah jadi monster.
Aku mencintaimu. Kau juga mencintaiku.
Kita punya rencana hidup.
Aku sangat kesepian.
Tidak.
Kau tak hidup, aku tahu itu.
Kau tak mencintaiku lagi?
No comments yet. Be the first to leave one.