Las primeras 200 líneas.
FuBuKi-Subs
Mustahil. Apa itu aku?
Lalu siapa itu?
Siapa dia?
Temanmu Sun Mi. Teman SMA.
Selamat!
Sun Mi ?
Kedua mempelai tersenyumlah. Oke, bagus.
Sedikit lebih dekat, lebih dekat lagi. Oh, bagus. Tersenyum.
Oke, bagus sekali. Sekarang silahkan pengantin pria menggendong pengantin wanita.
Cepat.
Satu, Dua...
Hei, Yoo Hye Chan. Lalat bisa masuk ke mulutmu. Apa kau bahagia?
Kalau kau cemburu, menikahlah juga.
Tidak, aku tak akan melakukan hal itu. Matikan itu sekarang!
Kenapa? Sangat menyenangkan bisa menontonnya lagi.
Yoo Hye Chan. Turunkan berat badanmu.
Aku ini sudah cukup langsing.
Berputarlah sekali.
Tak perlu berputar.
Cepatlah berputar.
Matikan itu sekarang!
Sekarang kau tak bisa menyangkalnya lagi, kan?
Tidak, tidak. Pasti ada yang salah.
Maksudku, bagaimana mungkin aku menikahi Kang Bong Man yang jahat itu.
Hei, berapa kali aku harus memberitahumu, aku ini penyelamat hidupmu.
Sebenarnya, kau menyukaiku setelah kau sadar dari terbentur gagang pel itu.
Jangan berbohong! Katakan yang sebenarnya! Kenapa kau mengubah namamu?
Kau pasti mempermainkan aku! Dasar bajingan!
Hei... Apa maksudmu?
Kau yang sudah menyuruhku.
Kau mau pergi kemana?
Menyingkirlah. Aku mau pergi.
Malam hari begini mau kemana?
Memangnya kau mau pergi kemana dengan meninggalkan rumah kita?
Aku tak tahu. Tapi aku tak ingin tinggal di sini.
Jangan keras kepala.
Jangan menyentuhku!
Hei, Yoo Hye Chan.
Kau sudah bukan gadis lagi. Apa kau mengerti?
Kita sudah menikah selama dua tahun... dan tidur bersama dalam satu ranjang... huh?
Kau benar-benar tak ingat?
Aku tak tahu. Aku tak ingat.
Kalau begitu pergilah ke Dinas Kependudukan dan lihatlah pendaftaran keluarga kita.
Lihatlah apa kata-kataku ini benar atau tidak.
Halo, ini rumah Kang Sang Young dan Yoo Hye Chan.
Kami sedang tidak dapat mengangkat telepon, jadi silakan tinggalkan pesan setelah bunyi beep!
Dengar, ini adalah rumahmu.
Halo?
Oh, adik ipar. Ya, jangan khawatir.
Eonni? Tentu dia baik-baik saja.
Baguslah. Dia terus mengatakan Kang Bong Man ini dan itu.
Kakak ipar, perlakukan dia dengan baik. Aku akan mengawasimu.
Dan juga, surat perceraian yang ada di mobilnya...
Sudah kusimpan di laci meja ruang kerjamu, kau sembunyikanlah dengan baik.
Oh, baiklah adik ipar. Sampai jumpa.
Aku ingin bercerai.
Cerai? Apa itu? Apa kau sedang bercanda?
Apa suamimu ini tidak cukup memberimu nafkah sehingga kau minta bercerai?
Tandatangani saja surat itu.
Jika tidak, aku akan membunuhmu dan itu mungkin muncul di berita pagi.
Kau sekarang berani mengancamku.
Kenapa kau tiba-tiba melakukan ini semua? Apa alasannya?
Aku benci wajah tampanmu yang menjijikkan itu!
Apa itu alasan bercerai di jaman sekarang?
Kalau yang kau bilang itu benar, artinya semua pria tampan perlu diceraikan?
Aku membencimu. Hanya melihat wajahmu sudah membuatku sakit.
Aku sangat membencimu dan aku sungguh ingin menghapus namamu dari ingatanku.
Jadi, pergilah bersama orang yang menyukaimu.
Tidak.
"Untuk Bong-ku Sayang. Terima kasih sudah menikahiku...
Aku hanya akan mencintaimu selamanya. Dari Chan-mu."
Ini mimpi buruk. Hal ini tak mungkin benar.
Kau sudah melihatnya.
Waktu itu, kau sedang tak enak badan.
Tentu saja. Kalau aku normal, kau berpikir aku akan menulis hal semacam ini!?
Kau benar.
Aku harus menghafal dialog, jadi bisakah kau keluar sebentar?
Dimana skenarionya? Skenario.
Kau pasti lelah. Pergilah tidur di kamar.
Kenapa aku harus tidur di tempat tidurmu?
Keluarlah sebentar.
Kenapa kau memaksaku keluar!?
Baiklah, kalau begitu diam saja di sini.
Apa yang mau kau lakukan?
Aku mau melepas pakaianku.
Keluar, keluar, keluar!
Hye Chan, Hye Chan, Hye Chan.
Yoo Hye Chan.
Akan buruk kalau dia sampai tahu.
Akan jadi masalah kalau ingatannya kembali.
Tapi, bagaimana cara aku mengambilnya?
Ibu. Apa yang harus kulakukan? Aku tak ingat apapun.
Bagaimana mungkin aku dan Kang Bong Man menikah...
Aku masuk untuk mengambil skenario...
Kau cabul. Kau mau melakukan apa padaku?
Apa maksudmu dengan cabul?
Besok aku harus melakukan syuting.
Tanpa skenario bagaimana aku bisa... Ow, hidungku.
Sepertinya hidungku patah.
Apa kau benar-benar terluka?
Aku tak tahu apa besok aku bisa tampil di depan kamera.
Kalau begitu aku akan memanggil ambulans.
Tak apa-apa. Mungkin akan sembuh setelah aku tidur. Ayo kita masuk ke kamar.
Kau cabul, pasti kau cuma bohong padaku?
Hei, keluar sana. Kalau tidak, akan kutelepon polisi.
Kau ingin aku pergi kemana selarut ini?
Kau tak mau? Baiklah.
Baiklah, baiklah. Kalau begitu aku akan keluar.
Dinginnya.
Aduh hidungku.
Hei, Yoo Hye Chan.
Kau bilang ingin melupakan segalanya. Apa kau sungguh sangat membenciku?
Bong Kyu. Lihat itu.
Pasti drama baru kakakmu yang sedang proses syuting.
Tapi, kenapa lawan mainnya gadis itu lagi?
Ahjumma, apa kau membuat bubur untuk kakak ipar?
Tentu saja.
Kau lihatlah di meja dapur, ada di dalam termos. Berikan padanya.
Berikan apa ke siapa?
Apa ini?
Ini untuk istri Bong Man... Ah... dia pasti sakit seperti itu.
Hyung tak bisa memasak.
Apa dia tak tahu cara memasak sehingga itu perlu dilakukan oleh kita?
Kenapa kita memberi makanan pada mereka? Cepat kosongkan!
Karena sudah...
Apa yang kau tunggu? Apa perkataanku sudah tak berarti lagi bagimu?
Kakek. Tenanglah.
Sifat pemarahnya itu...
Jangan sampai ada yang tertinggal meskipun cuma sebutir beras.
Aku telat bangun.
Adik ipar. Pintunya tak dikunci. Bagaimana keadaanmu?
Katakan dengan jujur.
Kau tak mengalami kecelakaan kemarin, bukankah kau hanya bertengkar dengan Sang Young,?
Kalau aku adik ipar. Artinya dia kakak Kang Bong Man?
Hei, apa ada yang salah dengannya?
Ada apa?
Ada apa? Apa yang terjadi?
Ada seseorang disana...
Ini ponselmu. Terimalah.
Ah, iya.
Halo? Ya. Pembayarannya sudah terlambat.
Ya? Oh ya, aku akan membayarnya.
Apa ini punyaku?
Sang Young? Kita sudah telat.
Baiklah, aku akan segera keluar.
Hye Chan. Ini namanya ponsel. Perhatikan dengan baik.
Buka. Tekan nomor.
Dan tombol biru ini untuk menelpon. Tap. Itu caranya. Lakukan lagi.
Benar. Tekan nomor.
Ya ya ya ya.
Lalu, tombol biru... biru...
Itu tekan tombol birunya! Argh!
Hei, cepatlah ini sudah telat.
Baiklah.
Siapa orang itu?
Kau tak ingat Yoon Ho Hyung?
Oh ya, aku lupa beritahu. Dia manajerku. Manajer.
Ini. Ini buku petunjuknya.
Aku harus pergi sekarang, jadi tetap di rumah sampai adik ipar datang.
Jangan berkeliaran lagi. Mengerti?
Mengerti?!
Dia pasti cuma pura-pura. Kau sungguh naif. Tak mungkin itu bisa terjadi.
Jika itu cuma akting, dia cocok jadi seorang aktris.
Kau tadi lihat. Dia tak ingat cara memakai ponselnya.
Kau benar, sepertinya itu sungguhan. Pantas saja dia bertingkah seperti tak mengenalku?
Bukan cuma bertingkah seperti tak mengenalmu.
Dia bahkan tak mengenali aku ataupun Hye Won.
Dia pikir usianya masih 18 tahun.
Itu benar-benar serius!
Pantas saja artikel ini keluar.
"Istri Bintang Top yang Pergi ke Kantor Polisi"
Reporter Choi sialan itu!
Aku tak ingin melihatnya.
Pesta.
Apa yang akan kita lakukan dengan pesta besok?
Kau tahu betapa pentingnya pesta itu.
Kau pikir aku akan mengkhawatirkan hal itu saat Hye Chan seperti itu?
Aku mengkhawatirkan tawaran iklannya! Pesta ini sungguh spesial!
Direktur Jang ingin melihat kalian secara khusus.
Mau bagaimana lagi dia itu masih sakit?
Reporter sialan itu lagi!
Ah! Reporter Choi, ada perlu apa?
Sang Young sedang apa?
Oh, kami akan masuk terowongan... Halo?... Halo?... Halo?.... Halo?
Dasar orang pengganggu!
Hei, mulai sekarang pastikan istrimu ada di bawah kendali.
Jangan biarkan dia pergi ke mana pun, dan bertemu siapa pun.
Dia itu bukan penderita sakit menular!
Kau itu keras kepala! Kita tak bisa kehilangan kesempatan tawaran iklan ini!
Silakan.
Aku tadi beli 2, tapi sutradara bilang dia sudah minum.
Aku juga sudah minum.
Apa yang terjadi denganmu akhir-akhir ini?
Apa masalah yang dulu masih membebani pikiranmu?
Oppa! Kenapa kau masih memikirkan itu?
Lupakan saja!
Aku juga inginnya begitu.
Benarkah? Aku hanya bercanda padamu, Oppa.
Itu hanya lelucon!
No comments yet. Be the first to leave one.