Las primeras 184 líneas.
[ film Audrey Hepburn, "Breakfast at Tiffany's". ]
[ dan berjalan seolah-olah dia menguasai dunia. ]
[ dia menikmati rotinya tanpa gangguan dari siapa pun. ]
[ indera perasa, dan kondisi mental seseorang membentuk kombinasi terbaik. ]
Do-hee.
Yeong-dong.
Berikan kepadaku. Biar kupotongkan untukmu.
Kau harus menabur banyak lada hitam. Ini menghilangkan bau amis.
- Kelihatannya panas. - Begitukah?
[ Tapi waktu yang kau habiskan dengan pasanganmu juga penting. ]
- Kita mau ke mana? - Kita mau ke mana?
Ayo.
[ Terkadang, kau rela mengorbankan segalanya ]
[ selama bisa makan malam sambil merasakan kehangatan darinya. ]
Astaga!
Ayolah.
Minggir!
Sudah kubilang jangan mengejarku.
Atau kubunuh semua orang!
Apa itu bahasa Mandarin?
Tenanglah.
Tidak perlu marah. Tenanglah.
- Bawa pacarku sekarang. - Tunggu.
Apa yang dia katakan? Dia ingin aku membawa apa?
Kenapa aku berhenti masuk kelas Tiongkok?
Maafkan aku. Bisa diulangi?
Aku tidak pandai berbahasa Mandarin.
Bawa kekasihku kepadaku.
Kekasihmu? Pacarmu?
Aku mengerti. Aku memahamimu. Baiklah.
Aku berjanji akan membawanya ke sini. Tolong tenanglah.
Kau akan segera mati.
Tidak. Aku tidak mau mati. Tidak, aku tidak mau itu.
Maafkan aku. Maaf!
Maksudku kau akan membaik.
Jangan khawatir. Kau tidak akan mati.
Tenanglah. Letakkan. Letakkan pisaunya.
Tutup mulutmu!
Kau baik-baik saja.
Jangan khawatir. Kau baik-baik saja.
- Baik. Terima kasih. - Keren sekali.
Ke mana dia pergi?
Tunggu. Sebentar. Tolong minggir.
Hei, dari mana saja kau?
Kau menangkapnya.
- Dia baik-baik saja? - Hei, panggil ambulans.
Ambulans?
Tapi perusahaan akan membayar setengahnya.
Berapa lama perjalanan dari rumah? Pulang pergi butuh waktu empat jam.
Aku akan mati di jalan.
Bagaimana keadaan Ayah?
Ada apa?
[ Belakangan ini dia sering berdandan dan keluar. ]
[ Ini tebakan ibu. Ibu yakin dia menemui pemilik kafe baru itu. ]
Ini bukan kali pertamanya. Entah bertengkar
atau berdamai, kalian harus menangani ini.
[ Jika pacarmu, Yeong-dong, berselingkuh darimu, ]
Ibu, tolong hentikan.
Aku tidak akan tinggal dengan suami yang menyiksaku
karena berselingkuh. Jangan cemaskan aku.
Itu tidak akan pernah terjadi.
Hentikan.
Ibu menyumpahi putri Ibu?
Jangan lupa makan. Sampai jumpa.
Astaga. Dasar keluarga Woo!
Astaga.
Tapi kenapa dia tidak meneleponku hari ini?
Aku akan pindah hari ini.
- Selamat siang. - Selamat siang.
Syukurlah. Pasiennya tampak baik-baik saja.
Dia beruntung kita menangkapnya.
Jika tidak, dia akan berakhir buruk.
- Aku lelah. - Benar juga.
- Kenapa kau lama sekali sampai ke sini? - Apa maksudmu?
Kau naik sepeda motor dan aku harus berlari ke sini.
Begitu rupanya.
Dokter Kim. Kau sudah makan?
- Makanlah sendiri. - Kau mau sushi dan soba?
Kedengarannya enak.
[ Aku sedang bekerja. Silakan tinggalkan pesan. ]
Apa dia sibuk?
[ Ini ulang tahun ketigamu yang kita lewati bersama. ]
[ Maaf kita tidak pernah merayakan ulang tahunmu bersama. ]
[ Tapi suatu hari, kita akan bersama pada hari ulang tahunmu, bukan? ]
Benar juga!
Biar kucoba daging perut dan babat.
Panas!
Kau baik-baik saja?
- Kau baik-baik saja? - Mau apa kau?
Hei, ganti. Sial.
Ini...
Aku sudah selesai.
Hari ini, aku membersihkan telinga untuk menghibur
jiwa-jiwa kalian yang lelah.
Aku akan mencabut bulu hidung pekan depan.
Sampai jumpa lagi,
jaga diri kalian.
Baiklah. Kerja bagus.
Astaga. Aku lapar.
Ayo makan.
Bagus.
Lagi, lagi. Lagi. Ayo.
Ya. Itu dia.
Ayolah.
Ayolah.
Bagus.
Kudengar kau pindah ke Seoul. Tapi kau tiba di kantor terlambat.
Kau juga cek kapan aku tiba ke kantor?
Kau tahu. Aku tidak pernah terlambat.
Kau tidak pernah terlambat karena tinggal di kantor.
Kau harus berganti pakaian.
Bau kantor ini seperti pel basah
di sekolah setelah musim hujan.
Itu bagus. Membangkitkan kenangan.
Mengerti?
Kau mau pergi?
Ya.
Bagaimana bisa kau cuti padahal kita sedang sibuk?
Kau yakin tak akan membuat kesalahan hari ini?
Aku tidak pernah mengacau saat siaran langsung.
Pendekatanku yang konyol adalah ciri khas acaraku.
Itu alasan penontonku menyaksikan acaraku.
Idemu memang bagus padahal ini hanya acara murahan.
Ini bukan acara murahan!
Acaraku memang seharusnya konyol.
Aku akan menyaksikan acaramu hari ini.
Waktu kalian tiga detik.
Siap.
- Mulai. - Halo. Ini "Berbuatlah Sesukamu".
Aku pembawa acara kalian, Jjoda Min.
Astaga, acara hari ini akan luar biasa.
Kami telah mengundang salah satu pemirsa yang dicampakkan
oleh pacarnya yang berselingkuh.
Sembari menggunjingnya,
kami akan minum di siang hari.
Senang bertemu denganmu.
Ini Ma-ya.
Dia bukan penyanyi Ma-ya.
Halo, aku Ma-ya.
Sebelum aku sadar, buatkan aku minuman.
Aku akan cepat.
Aduk, aduk, dan aduk. Akan kubuatkan untukmu.
- Baiklah. Bersulang. - Bersulang.
Buatanmu enak.
- Ini enak. - Enak, bukan? Sangat tepat.
Sampai di mana tadi? Benar.
Dia...
Si berengsek itu...
Bedebah itu
akan menggila setiap kali melihat wanita.
Bagaimana bisa dia melihat wanita lain
padahal punya aku? Aku cantik.
Dari yang kau katakan, kedengarannya kau
sering diomeli.
Tunggu.
- Baiklah. Bagus. - Anggap saja begitu.
Kalau begitu, apa artinya dia bisa selingkuh dariku?
Mungkin dia tidak berselingkuh.
Mungkin dia menemukan cinta sejatinya.
- Hei. Kau serius? - Kau sudah gila?
Astaga, aku tak percaya kepadamu. Sepertinya kau mudah marah.
Benar. Aku mudah marah.
Akan kuperlihatkan semudah marah apa aku hari ini.
- Kau. - Tunggu.
- Astaga. - Akan kucabut semua rambutmu.
Hei, ini rambutku.
- Akan kucabut setiap helainya. - Aku juga.
- Apa? - Akan kucabut juga rambutmu.
- Astaga. Hei. - Kau yang memulai lebih dahulu.
Astaga.
Maafkan aku.
- Astaga. - Rambutku.
- Berhasil. Ini dia! - Astaga.
- Rambutku lepas. - Maafkan aku.
- Bagus! - Apa yang kau lakukan?
- Hei. Jumlah penonton... - Jangan ikut campur.
- Kau juga mau rambutmu lepas? - Hei.
- Tapi tetap saja. - Beri aku dua menit lagi.
- Lihat jumlah penontonnya. - Hei!
Apa yang kalian lihat?
Apa ini lucu? Apa ini lucu bagi kalian?
Baiklah. Kalian juga harus merasakan ini.
Rasakan ini!
Ini bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.