九品芝麻官
Las primeras 200 líneas.
^SecondwinG^ subindo
Bulannya indah sekali.
Sing, kapanpun kalau bulannya sedang seindah ini,
berdoalah.
maka doamu akan terkabul.
Benarkah?
Ya.
bulan,
Aku berdoa semoga aku bisa menjadi seorang pejabat.
Aku ingin menjadi seorang pejabat yang baik, menangkap para penjahat dan pejabat-pejabat korup.
Siapa yang datang pagi-pagi begini?
Gendang rusak.
Papan rusak.
Ruang pengadilan menyedihkan.
Suruh pejabat menyedihkanmu itu keluar.
Beraninya kau menghina Tuan kami?
Dia cuma seorang pejabat amatir.
Ia tak pantas dihina olehku, Tuan Fong Tong Kan.
Fong Tong Kan?
Andakah pengacara terbaik di Canton, yang berjuluk " Fong cermin" itu?
Ini perkara hukum,
Aku mewakili Tuan Lin untuk menuntut istri Wong Lo-chou.
saat tuan Lam pergi menagih uang sewa,
ia mencoba
memerkosa Tuan Lin.
Kau menuduhku.
Tuan Lin yang ingin memerkosa istriku.
Dimana Yang Mulia?
Ia pergi ke rumah kakekmu.
Periksa.
Kuperiksa lagi.
Akan kubunuh rajamu.
Jangan pikir kau ini sudah hebat sebagai seorang Hakim.
Bagaimana aku bisa bersaing denganmu?
Ingatkah kau apa yang pernah kukatakan padamu?
Kau mesti menjadi pejabat yang baik dan jujur.
Ayah, tapi kau adalah ...
Ya, Aku seorang pejabat korup.
Aku bisa melakukan apapun demi uang.
Karena aku telah melakukan begitu banyak ha-hal buruk
Kedua belas saudaramu tewas dihadapanku.
Saudara-saudaramu mati bergiliran.
Tak ada yang bisa kuperbuat.
kecuali pensiun dan
menyumbangkan semua kekayaanku untuk amal.
Karena itulah kau masih tetap hidup.
Lihat, Aku menulis sebuah kata untukmu sebagai dekorasi,
yaitu "Kejujuran".
Tapi, Kurasa...
Katanya seperti "Kemelaratan".
Paman, paman, celaka...
Paman, Kakek.
Ada masalah apa?
Sini, sini minum sup enak.
Enaknya.
Kau, Sini makan.
Ibu, Aku sing anak ke-13 mu.
Apa aku punya begitu banyak putra?
Nak, kau cari siapa?
Aku suamimu.
Bagaimana denganmu?
Aku cucumu nek.
Gadis kecilku yang cantik, kau begitu tinggi sekarang.
Suamiku, makanlah sekarang sebelum makanannya dingin.
Aku Sing Bu.
Paman, kita akan kaya.
Biarkan "Fong cermin" memimpin pertunjukkannya.
Kita akan mendapatkan keuntungan ditengah-tengahnya.
Bagus.
Aku banyak menghabiskan uang demi membeli tempat ini,
Aku cuma menginginkan uang.
Kau ini bocah nakal.
Sudah kubilang jangan jadi pejabat korup, Kenapa kau tak mendengarkanku?
Fong cermin adalah pengacara nomor satu di Canton.
Kau ingin bersaing dengannya? Mimpi kau.
Tak apa-apa ayah, aku tahu itu.
Ayo.
Kakek, kami pergi.
Nak, jangan lupa tulisanku.
Kenapa kau berdiri?
Aku Fong Tong Kan.
Menjadi seorang sarjana, Aku tak perlu berlutut di hadapanmu.
Sombongnya kau!
Kau selalu menolong orang kaya untuk menipu orang yang kesusahan.
Seperti mengirim kotoran orang pada musim bersalju.
Hati-hatilah, jika ia lulus ujian, ia akan menjadi seniormu.
Aku tak peduli, sekarang.
Aku memang mau memberimu pelajaran.
Terima kasih...
Kudengar ibumu sangat senang menjamu.
Tak peduli orang setempat atau orang asing, ia tak keberatan.
Aku sudah tahu itu
kau selalu menjamu kakek-kakek orang.
Sama-sama,
tapi ibuku benar-benar sangat senang menjamu.
Bukan, maksudnya ibumu adalah pelacur.
Maksudmu ibuku pelacur kan?
Well, kapan kau melihatkku...
mengirim kotoran orang lain pada musim bersalju?
Ini cuma perumpamaan.
Well, maksudku...
Ibumu cuma bersahabat.
Aku tak selalu menyambut kakek-kakek orang, kau...
Aku tak tahu itu.
Tapi istri Wong
Memang bermaksud memperkosa Tuan Lin.
Mohon beri dia hukuman yang tepat.
Istrinya bermaksud memperkosanya?
Aku difitnah tuan.
Tuan Lin datang menagih uang sewa, ia mau berbuat tak senonoh padanya.
Saat aku pulang, Aku melihatnya menahan tangan istriku.
Ia menghimpit istriku diatas meja, dan mau memperkosanya.
Aku tak punya pilihan selain menyerangnya dengan balok.
Teman-temannya menyerbu masuk sekaligus, dan menahanku.
Lin Chi-yong, kau menahan tangan lainnya.
Sudah jelas, kau ingin memperkosa istrinya.
Tuan, anda pintar sekali hari ini.
Masa?
Anda terlihat hebat.
Aku memang selalu terlihat hebat.
Apakah telapak anda merah?
Mohon tunjukkan padaku.
Apa yang sedang kau lakukan?
Kata anda, memegang tangan berarti memperkosa.
jadi, apa aku sedang memperkosa anda saat ini?
Duduk dan lihat pertunjukkanku.
Kenyataannya, Tuan Lin ingin mendapatkan rumahnya kembali,
karena Wong dan istrinya tak membayar uang sewa.
Mereka memang mau
memeras Tuan Lin dengan memperkosanya.
Mohon beri keadilan yang adil.
tidak tuan.
Rumahnya disewa oleh ayah Tuan Lin pada ayahku.
karena ayahku menolong nyawa ayahnya.
maka, ayahnya membiarkan kami membayar 30 tael setahun.
kami membayar uang sewanya tiap tahun.
Apa kau punya akte-akte resmi? tunjukkan padaku.
Ya.
Kecil sekali ya?!
Well, kenapa bukan yang ini?
Punya ayah.
Yang mana yang kau mau?
tolong yang besar, aku dapat ayah darinya.
Anak baik.
Kau memang menganggapku kakek kan?
maukah kau membacakannya?
"aku, Lin Da-fu, menyewa rumah di jalan Tai Shu...
kepada penolongku Wong,agar membalas jasanya.
Jika tak ada bayaran uang sewa, tak usah bayar 30 tael setahun.
Jangan menagihnya dan menyewakannya pada yang lainnya.
Putra-putra dan cucu-cucuku harus mengikuti akte ini."
Lihat? Ayahmu bilang, kau tak bisa menyalahkan jika ia tak membayar uang sewanya.
sebaliknya, ia terus membayar uang sewanya tiap tahun, bagaimana kau bisa menagih rumahnya?
Kami bayar 30 teal tiap tahun.
Apa? seharusnya 300,000 tael.
Apa katamu?
Apa kau buta huruf?
Aku tahu kau tidak.
Biar kuajari kau.
Kau mesti membaca ini dengan cara ini.
rumahnya disewakan pada Wong, untuk membalas jasanya.
Jika uang sewa tak dibayar, tak usah denda $300000 tael setahun.
Perhatikan juga, tagih itu dan sewakan pada yang lain.
Bagaimana kau bisa mengubahnya seperti itu?
Bisa anda buat penilaiannya sekarang?
Apa kau menginginkan uang sogokan dari penundaan keputusan?
Cek ini bernilai $3,000 tael,
bukan milikmu.
Ini punyamu, kau cuma layak sebanyak ini.
Ambillah.
Satu tael?
Jika anda tak mau, tak usah diambil.
tidak.
Cepat.
umumkan keputusan anda sekarang.
Wong tak membayar uang sewa, didn't pay the rent, kalian harus segera pindah secepat mungkin.
Kembalikan rumahnya kepada Lin Chi-yong.
Mengenai kasus pemerkosaannya,
karena ia tak berhasil melakukannya, lupakan saja.
Tuan Lin sungguh murah hati.
Sampai jumpa.
Benar-benar dunia yang tak adil!
Cucu, dengarkan nasehatku, sebaiknya kau pulang saja dan jadi petani.
Bagaimana kau bisa jadi seorang pejabat?
Kau takkan berhenti dipermalukan nak
Kursi tandu chi sudah tiba untuk menjemput sang pengantin.
Siapa yang akan menikahi si penyakitan
Bahkan Pao Lung Sing bisa menjadi pejabat pemerintahan,
Segala sesuatu bisa terjadi.
Ayo, minum teh.
Paman, kau pergi kemana?
Aku ingin jalan-jalan.
Jangan...
Kenapa?
Itu berlebihan.
Yu Fa, pergi dan awasi dulu.
Tuan Pao sudah keluar.
Lempar dia sampai mati...
Tuan, ada yang salah.
Aku tahu.
No comments yet. Be the first to leave one.