Las primeras 200 líneas.
"Episode 37"
Kenapa kamu tidak mengangkat teleponmu?
Kenapa Anda berteriak kepadaku?
Bagaimana tidak?
Kukira terjadi sesuatu kepadamu!
Kenapa kamu terus
mengganggu pikiranku?
Kenapa Anda terganggu olehku?
Karena aku menyukaimu!
Apa yang Anda lakukan?
Aku sendiri juga tidak percaya,
tapi aku menyukaimu.
Kamu pasti terkejut.
Aku juga terkejut saat menyadari perasaanku kepadamu.
Pak Dirut.
Aku berusaha menghindarimu. Aku bahkan bersikap kasar kepadamu.
Tapi begitu mendengar soal kecelakaan itu di berita,
aku merasa jantungku hampir lepas.
Aku tidak bisa menghubungimu.
Polisi tidak bisa memeriksa jumlah korban.
Aku bahkan tidak tahu kenapa aku berkendara kemari.
Maafkan aku,
tapi aku tidak bisa menerima perasaan Anda.
Kamu mengatakan itu karena kamu bingung. Aku juga.
Kamu harus mempertimbangkannya dan mulai mengenalku...
Tidak.
Walaupun aku mempertimbangkannya, jawabanku akan tetap sama.
Nona Eun. - Anda tidak tahu apa-apa tentangku.
Apa yang Anda tahu tentang aku? Bagaimana Anda bisa menyukaiku?
Aku tahu apa yang kamu cemaskan.
Latar belakangmu tidak sebanding dengan latar belakangku.
Tapi aku tetap menyukaimu.
Aku mempunyai seorang putra.
Apa?
Aku mempunyai seorang putra berusia tujuh tahun.
Kamu berbohong agar bisa menjauhiku.
Bagaimana kamu bisa mempunyai putra berusia tujuh tahun di usiamu ini?
Apa Anda tidak melihat dokumen yang kuserahkan kepada perusahaan?
Tidak. - Aku tidak bohong. Anda bisa lihat.
Apakah kamu
sungguh mempunyai seorang putra?
Selain itu, aku tidak punya waktu atau niat untuk berpacaran.
Aku juga tidak menyukai Anda.
Aku akan berpura-pura tidak mendengar perkataan Anda tadi.
"Han Chae Rin"
Aku berusaha menghindarimu. Aku bahkan bersikap kejam kepadamu.
Tapi begitu aku mendengar soal kecelakaan itu di berita,
aku mengira jantungku akan lepas.
Haruskah aku berhenti berlatih dan menyerah saja?
Kenapa kamu pulang sendiri? Ibu di mana?
Bukankah kamu bersamanya di bazar?
Astaga.
Hei, kenapa mengambil punyaku? Ambillah yang baru.
Pimpinan memperkenalkanmu sebagai calon menantunya.
Sepertinya dia sudah memutuskan.
Calon besanku adalah keluarga dari Grup BH.
Ayah, aku bisa melihat dari mata Ayah.
Sebelumnya Ayah mengkritikku karena tergila-gila dengan Woo Hyuk.
Itu karena ayah ingin keadaan berjalan lancar.
Ayah khawatir kamu akan terluka jika hubungan kalian gagal.
Ayah tahu Woo Hyuk bisa sangat dingin dan pemarah.
Jangan bilang apa pun di depannya. Dia benci hal-hal seperti itu.
Ayah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Jika dia menjadi menantu ayah,
ayah akan membuat dia jera karena bersikap dingin.
Sayang, jangan kekanak-kanakan.
Woo Hyuk.
Kamu meminum semuanya?
Kenapa kamu minum banyak? Tidak biasanya kamu begini.
Ini supaya aku bisa cepat tidur.
Apa terjadi sesuatu? Kamu bahkan belum berganti baju.
Ya, aku harus berganti baju.
"Han Chae Rin"
Ini Chae Rin.
Ya.
Kamu di mana? Apa kamu di kantor?
Tidak, aku di rumah.
Apa rapatnya sampai malam?
Ya, sepertinya begitu.
Kamu terdengar lelah.
Bazarnya berjalan lancar.
Pasti menyenangkan jika kamu juga ada di sana.
Orang tuaku datang dan Pimpinan mengajak kamu makan malam.
Begitu rupanya.
Kamu tahu berapa tas dan baju yang kujual hari ini?
Awalnya, sulit menjualnya, jadi, aku membawa maneken.
Chae Rin.
Maaf, tapi sudah dulu.
Aku lelah, aku ingin istirahat.
Baiklah. Kalau begitu, selamat malam.
Kamu sudah pulang?
Paman Sang Cheol.
Apa kamu tidur nyenyak? - Ya.
Bagaimana perjalananmu kemarin?
Lancar. Entahlah, tapi tampaknya
bus dari Yeongyang mengalami kecelakaan.
Beruntung, aku di bus sebelumnya.
Begitu rupanya.
Kamu sakit?
Tidak, kenapa kamu bertanya begitu?
Kamu terlihat lesu.
Pasti karena aku kurang tidur.
Bang Wool, bantu ibu siapkan meja. - Ya, Bu.
Maukah Paman membantuku memakai losion?
Tentu.
Masuk.
Ini dokumen Nona Eun Bang Wool yang Anda minta.
Bagus.
"Yoon Byeol"
Yoon Byeol...
Sepertinya kita bisa mencicipi babat panggang pekan depan.
Aku membuat saus dengan cabai kering yang kubawa kemarin.
Kamu sungguh
mempunyai seorang putra.
Yoon Byeol.
Tapi
kenapa tidak ada nama suamimu di dokumen itu?
Apa kamu ibu tunggal?
Apa aku perlu memberi tahu Anda soal kehidupan pribadiku?
Pertanyaan Anda menyinggung.
Tentu saja kamu harus memberitahuku.
Sudah kubilang, aku menyukaimu.
Maka kamu wajib memberitahuku sejauh itu.
Aku pernah menikah, tapi suamiku meninggal
akibat kecelakaan sebelum kami mendaftarkan pernikahan. Puas?
Tolong pergilah. Aku harus bekerja.
Aku tidak akan bisa datang latihan untuk sementara.
Aku selalu berada di dekatnya, jadi, dia belum menyadarinya.
Lihat? Dia langsung meneleponku.
Chae Rin?
Halo?
Hei, maukah Kakak makan bersama malam ini?
Kamu yang mentraktir? Aku sedang galau.
Kenapa?
Intinya, ada sesuatu.
Aku akan mentraktir Kakak makanan enak agar Kakak ceria.
Baiklah. Kalau begitu, aku akan datang.
Aku tadinya berencana mengundang guru musikal
yang pernah kuceritakan. Boleh, bukan?
Guru musikal?
Dia sangat baik. Kakak harus bertemu dengannya.
Aku berani menjamin.
Baiklah. Aku harus mencoba guru baru.
Baiklah, sampai nanti.
Anda mau pergi lagi?
Aku baru saja setuju untuk ikut makan malam.
Yang Anda lakukan hanya membuka toko.
Apa aku pemiliknya? Anda malah terlihat seperti staf.
Staflah yang harus menjaga toko.
Pemilik harus berkeliling. Mengerti?
Baiklah.
Jual semua pakaiannya, ya?
Dingin.
Apa dia sakit? Dia tidak pernah melewatkan latihan sebelumnya.
Hei, Chae Rin. Tadi kamu menelepon?
Makan malam?
Tentu, sampai jumpa di sana.
Paman ada kelas hari ini, tapi murid paman tidak datang.
Baiklah.
Halo, Ji Yeon.
Lama tidak berjumpa.
Kenapa belakangan ini kamu tidak datang ke salon?
Aku sibuk.
Bagaimana riasan Pimpinan?
Kamu tahu betapa sempurnanya aku.
Kamu masih saja terlalu percaya diri, ya?
Bukankah itu daya tarikku?
Benar. Karena itulah aku menyukaimu.
Kamu tidak berkencan?
Apa aku belum cerita? Aku punya pacar.
Astaga. Siapa?
Aku tidak bisa memberitahumu sekarang. Nanti saja.
Ayolah, aku penasaran.
Aku belum bisa memberitahumu.
Kapan kamu mulai menyimpan rahasia dariku? Kamu membuatku kesal.
Maaf.
Aku minta kopi.
Tidak. Kamu selalu minum kopi dari mesin penjaja.
Tubuh detektif itu harus dijaga.
Kamu bisa tiba-tiba sakit.
Benar.
Aku hanya makan makanan sampah, dan tidak pernah tidur cukup.
Orang-orang yang kutemui hanyalah orang-orang jahat.
Baiklah. Aku akan minum sesuatu yang sehat berkat kamu.
Omong-omong, gedung ini besar.
Bang Wool, kamu berhasil.
Benar, bukan?
Aku selesai menyelidiki area Gyeonggi. Sekarang, Seoul.
Kamu harus tahu itu seperti mencari jarum...
Di antara tumpukan jerami?
Aku melakukan ini demi kamu, tapi ini tidak mudah.
Aku sungguh minta maaf dan berterima kasih.
Omong-omong, di mana orang jahat itu?
Akan kupukul wajahnya jika aku menangkapnya.
Jika punya hati nurani, dia mungkin tidak bisa tidur.
Chae Rin, sering-seringlah ke salonku.
Baiklah. Jaga dirimu. - Baiklah. Sampai jumpa.
Sampai jumpa lagi. - Sampai jumpa.
Detektif Go.
Mampirlah untuk minum kopi jika kamu lewat sini.
No comments yet. Be the first to leave one.