Información de lanzamiento

A Sea of Her Own E051-054
Comentario por indri danti22
credit to VIU

Etiquetas

other
Publicado el: 2017-05-15
Descargas: 14
Para personas con discapacidad auditiva: No

Vista previa de los subtítulos en Indonesian

Las primeras 200 líneas.

"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"

"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"

"Episode 51"

Siapa kamu? Apa yang kamu lakukan?

Jangan ikut campur. Ini bukan urusanmu.

Bagaimana aku bisa tidak ikut campur?

Kamu menyerang pegawaiku!

Jangan ikut campur!

Jangan lakukan di sini. Ayo bicara di luar.

Kenapa? Tidak bisakah kita bicara di sini?

Se Young, kumohon.

Keluarlah denganku agar kita bisa bicara.

Bagaimana kamu bisa menemukan tempat kerjaku?

Kenapa kamu mencariku?

Kenapa? Kamu pikir aku tidak akan tahu kalau kamu bohong?

Katakan yang sebenarnya. Apa kamu masih menemui Jeong Wook?

Apa?

Kamu membohongiku agar kalian bisa tetap berhubungan.

Bukan begitu? Aku benar, bukan?

Tidak. Aku sungguh tidak tahu kenapa kamu berpikir begitu,

karena aku tidak pernah bertemu Pak Choi setelah tinggalkan Incheon.

Lalu kenapa kamu berbohong?

Aku ke Toko Elektronik Yongil dan mereka bilang

kamu tidak pernah bekerja di sana.

Kalau kamu bekerja di sini, berarti kamu tidak tinggal di Uijeongbu.

Kenapa kamu membohongiku?

Karena aku tidak percaya padamu.

Apa?

Aku takut kamu akan memberi tahu keluargaku.

Karena itu aku berbohong.

Kenapa? Kalau keluargamu tahu di mana kamu tinggal,

apa akan terjadi hal yang buruk?

Kamu juga bersikap aneh saat itu.

Kenapa kamu berusaha bersembunyi dari keluargamu sendiri?

Kamu tidak perlu tahu. Itu urusan pribadi.

Benarkah?

Apa sungguh tidak ada hubungannya dengan Jeong Wook?

Kamu yakin kalian masih tidak bertemu?

Apa Pak Choi bilang masih menemuiku?

Tidak.

Lalu apa masalahnya? Kamu tidak percaya pada kekasihmu?

Apa?

Aku bukan ke sini untuk mendengar hal seperti itu.

Aku hanya mau memeriksa kalian masih tidak bertemu.

Memang tidak.

Aku bersumpah.

Kami sungguh tidak saling bertemu.

Dan kami tidak akan pernah bertemu lagi,

jadi, jangan datang ke sini lagi.

Aku tidak suka bertemu denganmu. Begitu pula denganmu, bukan?

Kamu sungguh tidak menemui Jeong Wook?

Bisakah aku memercayai itu?

Ya. Percayalah padaku.

Aku harus pergi. - Tunggu.

Kalung itu berarti kamu masih punya perasaan terhadapnya.

Aku tidak sadar masih mengenakannya

sampai kamu menyinggungnya tadi.

Itu tidak berarti apa-apa bagiku sekarang.

Lakukanlah sesukamu dengan itu.

Kamu tidak akan percaya meski kubilang akan kubuang.

Aku juga? Aku tidak senggang hari ini.

Baiklah, aku akan datang ke sana. Pukul berapa?

Kalau begitu, sampai nanti.

Apa yang terjadi?

Maaf aku pergi saat jam kerja.

Aku juga minta maaf sudah menimbulkan keributan.

Bukan itu yang mau kudengar. Siapa wanita itu?

Siapa dia?

Seorang teman.

Teman? Teman macam apa...

Soo In, apa yang kamu lakukan sehingga dia

datang ke tempat kerjamu dan menamparmu,

tapi kamu tidak berkata apa-apa?

Maaf. Itu tidak akan terjadi lagi.

Jung Jae Man dari Pabrik Mi Taesan.

Sekretaris Kim, ada kabar apa?

Aku baru mendengar Nyonya Cho bicara kepada cucunya di telepon.

Kurasa cucunya akan datang untuk makan malam nanti.

Benarkah? Itu sangat bagus.

Terima kasih sudah memberitahuku.

"CEO Jung Jae Man"

Pak Nam, ini aku.

Bisakah kamu mencarikanku sesuatu?

Apa yang Bapak butuhkan?

Apa? Bacaan tentang komunisme?

Ya. Secepatnya.

Orang yang didapati memiliki buku seperti itu akan dituduh mata-mata

dan menghabiskan seumur hidupnya di dalam penjara.

Untuk apa Bapak membutuhkan buku seperti itu?

Jangan tanya kenapa. Carikan saja untukku secepatnya.

Ya, akan kucarikan, Pak.

Bapak akan pergi? - Ya.

Aku harus ke Seoul untuk urusan bisnis.

Kalian berdua bisa pulang seperti biasanya.

Baiklah. Hati-hati di jalan.

Kamu mengelola pabrik dengan sangat baik

sehingga aku bebas pergi kapan saja untuk urusan bisnis.

Teruskan kerja baiknya.

Pasti, Pak.

Pak Choi. Kulihat Pak Jung sangat percaya padamu.

Pabrik Mi Taesan.

Bisakah kamu menemuiku di Kafe Incheon sepulang bekerja?

Ya, baiklah.

Bagaimana perasaanmu, Dal Ja?

Aku tidak merasa sangat sedih. Aku merasa biasa saja.

Kapan Soon Ok dan Young Sun akan kembali?

Mereka sudah pergi cukup lama. Mereka akan segera kembali.

Saat mereka kembali, akan kubawa kamu ke suatu tempat.

Ke mana?

Hati yang bersedih.

Astaga. Bagaimana kamu tahu itu?

Dia hebat, bukan?

Kamu memberitahunya?

Tidak. Siapa yang memberi tahu peramal?

Nyonya, Dal Ja ini menderita akibat patah hati.

Aku tahu. Itu yang dibilang Jenderal kepadaku.

Nyonya, bisakah tanyakan kepada Jenderalmu

apakah Dal Ja akan mendapatkan pria dalam hidupnya?

Bisakah kamu tanyakan kepadanya apakah Dal Ja akan pernah menikah?

Ini bukan perkara yang sederhana.

Apa? Kamu tidak melihat ada pria?

Apa dia akan melajang selamanya?

Aku lebih memilih satu, tapi aku melihat dua.

Dua?

Maksudmu dia menikah dua kali?

Tidak juga. Dia menikah sekali.

Dari dua pria, yang ini orangnya.

Yang ada tahi lalatnya.

Tahi lalat?

Ingatlah itu. Tahi lalat yang besar.

Pak Bang, halo. - Hai.

Kenapa kamu mau bertemu denganku?

Ini daftar pria

yang menurutku bisa menikahi adikmu.

Benarkah? Kalau begitu, bacakanlah.

Pertama, putra kedua pemilik toko sepatu.

Jangan dia. Dia sudah pernah menikah.

Istrinya meninggal beberapa tahun lalu. Dia sudah lajang lagi.

Dia sudah punya anak.

Dal Ja tidak boleh membesarkan anak orang lain.

Begitukah? Kalau begitu, bagaimana dengan pemilik toko beras?

Dia lajang tanpa anak.

Kudengar dia punya banyak utang.

Dia meminjam uang untuk membuka toko berasnya.

Dia tidak bisa nikahi pria berutang. Aku tidak mau Dal Ja mengalami itu.

Kalau kamu menolak semua pria yang terpikirkan olehku,

aku tidak bisa membantu. Lupakan saja.

Aku menyerah. Cari saja sendiri adik iparmu.

Sesulit inikah menemukan rekan kerja yang cocok?

"Restoran Masakan Tiongkok"

Nyonya membawa cucu Nyonya.

Ya, Pak Jung. Aku membawanya.

Apa kamu keberatan?

Tentu saja tidak. Tidak apa-apa.

Kita hanya sempat bertukar sapa waktu itu.

Senang bertemu denganmu lagi.

Ya, aku juga.

Kudengar Bapak membantu nenekku memberi kontribusi kepada warga.

Terima kasih. - Itu bukan apa-apa.

Aku dengan senang hati membantunya melakukan kerja baiknya.

Apa kamu belajar di Pabrik Tepung Chungil?

Tidak. Saat ini, aku mengelola pabrik jahit.

Begitu rupanya.

Aku terkesan anak muda bisa mengelola usaha seperti itu.

Aku masih sambil belajar.

Begitu rupanya. Cucu dan pewaris Nyonya tampaknya bisa diandalkan.

Nyonya pasti senang dan bangga memilikinya.

Kita harus melihat bagaimana kerjanya.

Kudengar kamu belum menikah.

Kamu sebaiknya menikah sebelum terlambat.

Itu... Mungkin.

Apa aku melewati batas menyinggung hal seperti itu?

Maaf. Orang yang mengelola bisnis seperti kita

harus memiliki kehidupan keluarga yang stabil untuk fokus bekerja.

Aku berharap kamu hidup stabil dan mulai berkeluarga.

Ya.

Aku senang kamu bilang begitu. Aku setuju denganmu, Pak Jung.

Kamu dengar itu?

Ya.

Memang tidak.

Aku bersumpah.

Kami sungguh tidak saling bertemu.

Dan kami tidak akan pernah bertemu lagi,

jadi, jangan datang ke sini lagi.

Aku tidak suka bertemu denganmu. Kamu juga begitu, bukan?

Dia berkata dengan tegas, jadi, pasti dia berkata jujur.

Meragukan Jeong Wook hanya akan menjauhkan kami.

Aku harus percaya padanya. Harus.

Halo.

Kenapa kamu mau bertemu di sini? Ada yang ingin kamu katakan?

Ya.

Maaf aku meragukanmu selama ini.

Jika aku sering merepotkan, aku minta maaf.

Jujur, itu juga sulit bagiku.

Mencurigaimu membuat diriku merasa tersiksa.

Itu tidak akan terjadi lagi.

Jangan marah lagi kepadaku.

Kenapa tiba-tiba berubah?

Aku sudah pikirkan dan menyimpulkan kamu tidak akan selingkuh dariku.

Dan aku merasa bersikap tidak masuk akal dan konyol.

Sea of the Woman subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Sea of the Woman

Comentarios

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left