Las primeras 200 líneas.
Hangeul to English by KBS World English to Bahasa oleh Zehel
Dia, datang kemari menjemputku.
Barusan, apa katamu?
Kenapa dia datang menjemputmu?
Dengan Donghui, kau pergi, kan?
Tidak, aku kemari untuk membawa Yeongchun denganku.
Terima kasih atas semua yang kau lakukan untuk Yeongchun.
Oh, Dongseok.
Pria ini, yang akan menikahi Chageumomma.
Kalian ikut dengan kakek.
Donghui, Kau sebelumnya pernah bertemu Mr Han, kan!
Sapalah dia.
Aku menikah dengannya. Dia datang untuk membawaku.
Kenapa kau masih belum menyapanya?
Apa yang kau lakukan sih?
Kau, Ibu dan Kalian semua mempermainkanku kan?
Donghui!
Kalian yang merencanakannya kan? Ini ulah kalian kan!
Bukan ulah Kami.
Aku yang mempemainkanmu?
Aku ingin bahagia, lalu Aku mempermainkan kalian semua!
Gimana Kau bisa berkata begitu?
Kenapa? Apa menurutmu kalau kau pergi denganku,
Kau tidak akan bahagia?
Aku masih muda.
Mungkin kau menganggapku gila, tapi
hatiku masih berdebar saat Aku melihat seorang pria yang kusuka.
Itu benar Aku berjanji dan walau besok di sambar petir,
Aku tidak ingin hidup sebagai ibu atau nenek, itu mauku
Hidup sebagai seorang wanita, apa aku salah!
Kau bohong!!!
Kau pikir aku bodoh kan?
Donghui!
Kalian semua merencanakan ini,
Ibu, Kau, Kang DongSeok dan Cha Haewon, Kalian semua!
Kalian merencanakannya.
Kalian memaksaku untuk pindah dengannya
Lalu kalian mencegahku dengan cara ini kan?
Kalian menipuku agar aku tidak bersamanya.
Tidak, kami tidak mempermainkanmu Donghui.
Apa yang kau lakukan?
Ikutlah denganku.
Donghui!
Hey, Donghui, lepaskan Dia!
Kau berjanji untuk pergi denganku!
Donghui!
Pergilah denganku!
Kang Dongseok!
Kau, berhentilah.
Atau Kang DongSeok akan bertindak sebagai Hyung.
Kau tidak punya hak memarahiku.
Gimana mungkin aku tidak punya hak?
Kau adikku, Apa Kau kira aku tidak boleh memukulmu ?
Dongseok, Jangan lakukan itu.
Ibu dan juga aku, Apa Kau tahu betapa sulitnya bagi kami
memutuskan untuk membiarkan Kalian pergi?
Kenapa Kau malah berkata kami mempermainkanmu?
Begitulah, Aku mampu berkata seperti itu.
Aku ini bodoh dan tidak berpendidikan.
Apa? Kau mau memukulku?
Baik! Pukul aku! Pukul aku sampai mati!
Donghui!
Oh, Dongseok, Donghui!
Baik.
Aku akan memukulmu. Ikut aku.
- Oh! - Oppa!
Dongseok kenapa kau harus berbuat itu!
Jangan ikut dengannya!
Kalau Oppa bilang akan memukulmu, pasti akan dilakukannya!
Dia benar, Donghui. Jangan pergi!
Kau jangan pergi. Jangan ikuti Dongseok.
Donghui!
Jadi?
Oppa! Kang Donghui!
Kalian!
Apa sudah gila?
Dong Hui jangan dengar dia Oppa, kenapa kau seperti ini?
Oppa!
Hey, Kang Donghui.
Hey!
Dongtak, mereka sudah pada gila.
Aku akan mengikuti mereka.
- Ya. - Hey!
Episode 40
Yeongchun.
Berdirilah.
Aigoo! Apa yang ku lakukan?
Aigoo maafkan aku.
Ini sangat memalukan!
Aigoo, aku sangat menyesal.
Tidak apa, jangan sungkan.
Maaf, Mr Han.
Kau tidak apa apa, kan?
Kuharap, Jangan salah paham.
Yeongchun ini sepupuku, bukan maksudku, adikku yang kedua.
Tapi anak-anakku menganggapnya sebagai ibu mereka sendiri,
bukan karena dia itu adalah ibu mereka,
Itu hanya akal akalan Donghui saja.
tidak perlu disembunyikan lagi, Hyungnim.
Aku sudah mengatakan yang sebenarnya.
Apa?
Pria yang paling muda tadi, itu anakmu kan, Yoeonchun?
Si Yeongchun ini, kenapa dia menceritakan semuanya?
Mati aku.
Bagaimana dengan mereka?
Uh, itu...
Oppa Dongseok, membawa Donghui keluar untuk minum minum,
Ia akan berbicara dengannya.
Oppaku, pasti tidak mukuli Dong Hui kok.
Jangan khawatir.
Hyungnim, aku harus pergi.
Aku harus pergi sementara Donghui tidak di rumah.
Ayo kita pergi.
Haewon!
Ambil tasnya Chageomomma.
Apa?
Aku tidak izinkan dia pergi.
Bukannya kau mengizinkanku, kan!
yang kuizinkan itu, pergi dengan Donghui.
Aku masih belum yakin seberapa baiknya pria ini untukmu,
Karna itu, aku tidak ngizini kau pergi
Kalau kau bersikeras, ini sama saja seperti kau kabur dari sini.
Hyungnim...
Maaf... atas ucapanku, Mr Han. Aku menyesal atas ucapanku
Aku tidak bisa membiarkan dia pergi begitu saja.
Kalau kau ingin menikahinya, pergilah ke KUA
urus surat nikah dan lakukan pesta pernikahan.
Lalu kau baru boleh membawanya pergi.
Ayo pergi, Mr Han.
Haewon.
Ikutilah apa yang dikatakan Omma.
Aku juga tidak bisa membiarkan Chageomomma pergi begitu saja.
Hyungmu ini juga tahu, yang kau alami berat
tapi Kau jangan terus terusan, keras kepala.
Nyengir?
Bangun, bajingan. Kubikin benyok...
Apa yang kamu lakukan!
Kau tabok Dong Hui, Kutabok juga Kau!
Kau Bangunlah!
Tadi kau bilang mau membunuhku,kan!
Di depan semua orang bukan?
Apa karna kau itu Jaksa?
Baik, Lakukan. Cepat... Bunuh aku!
Hey!
Kau pulanglah. Pulang!
Jangan Pulang, Kau!!
Sini Kau!
Dongseok!
Kau bukan preman!
Anggaplah hari ini kau beruntung.
Dongseok pasti sangat marah.
Dia pasti sudah banyak menahan marah.
Kau juga, Kau pasti tidak menghargai Dong Seok kan?
Kenapa kau ini? Kau pasti tidak sopan dengan Kang DongSeok, kan!
Pasti kau biang keroknya.
Ayo pulang. Kuhabisi kau.
Apa ini?
Soju!
Aku... yang kupesan sekaleng bir.
Bir itu minuman ringan
Bibi, aku tidak ada rencana untuk mabuk.
Aku tahu , Kau itu lagi mumet.
Sojulah minuman yang tepat untuk dinikmati saat ini.
tidak apa...Minumlah... Aku traktir
Bukan gitu, Aku tidak mau minum ini.
Aku cuma lagi pengen minum bir.
Putra tertua pindah setelah menikah...
Aku... senang kok tinggal dengan mertua.
Kalau bibimu yang satunya akan bilang,
"Aku ini dari Seoul, Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi,."
dengan gaya sombongnya itu.
Tapi dia, lucu juga.
Dapat dua mertua, dan juga keponakan, yang salah satu keponakannya
Punya dua anak dan mereka,
setiap hari membuat masalah.
Bukannya masalah itu, bagian dari hidup, kan?
Suamimu sangat sibuk
Jadinya kalian sulit untuk honeymoon. Dan Dia juga
harus mengurusi keluarganya,
Lalu meninggalkannya padamu untuk diurusi.
Aku... boleh minta satu teguk saja
Kau barusan minum?
Oh, ini...
Kau minum langsung dari botol?
Kau baru saja menikah kan?
Di depan bibi mertuamu?
Aku tidak minum dari botol...
Aku yang memberinya. Sudah.. biarkan saja.
Bibi, jangan dibela. Yang dibutuhkannya itu nasehat.
Bagaimana kalau nanti tetangga menjelek - jelekkan keluarga HaeWon
Harusnya diajari sopan santun.
Aku cuma minum setetes kok...
Setetes katamu, tapi bau alkoholnya menyengat
Kau ini sudah kelewat batas!
Kau malah berani beraninya ngeles
pada kakak ipar tuamu ini!!
Sudah cukup.
Apa?
Kubilang sudah cukup, Cha Haeju!
Beraninya kau!
No comments yet. Be the first to leave one.