Esimesed 200 rida.
IMDb : 7.3 Metascore : 72 Ratten Tomatoes : 82%
Di suatu negara di Amerika Selatan... Setelah runtuhnya otoritarianisme
Semua monyet kembali ke kandang tepat saat pertunjukan siang dimulai.
Dua sirkus akan digelar di kota selama dua minggu.
Disebabkan munculnya kabut tebal pada pagi tadi...
Dua puluh tiga mobil, empat truk, dan satu sepeda mengalami kecelakaan berat.
Untungnya, tak ada cidera serius.
Polantas melaporkan bahwa kemacetan berangsur-angsung berkurang dengan cepat.
Sekarang jam 19.00. Inilah dia rangkuman berita besar hari ini.
Pada hari kedua menjabat, Presiden Romero memenuhi janji kampanye-nya.
Beliau mengumumkan pembentukan...
Komisi untuk hak asasi manusia.
Komisi ini akan menginvestigasi penyiksaan dan pembunuhan...
Yang terjadi di antara tahun 1975 dan 1980...
Di bawah junta militer.
Tersebar desas-desus mengenai siapa yang akan menjadi...
Ketua dalam komisi yang kuat serta penuh kontroversi ini.
Pengacara Gerardo Escobar, aktivis hak asasi manusia...
Dan beberapa daftar nama dari kementerian hukum dan hak asasi manusia...
Bertemu dengan presiden selama satu jam sore tadi.
... Istana kepresidenan menolak untuk memberikan komentar.
Beberapa sumber mengatakan...
Bahwa Pak Escobar telah setuju untuk menjadi ketua komite.
Di berita lainnya, seperti yang telah diprediksi, Presiden Romero menunjuk...
Yakin tidak mau masuk?
Tidak. Terima kasih. Langsung pulang dan mandi air panas.
Aku juga. Maaf untuk masalah yang terjadi.
- Tidak. - Kenapa tidak mampir lain kali?
Terima kasih lagi dan sampai jumpa.
Kau tau itu gila... Aku tidak pernah memperkenalkan diriku.
Gerardo Escobar.
Dr. Roberto Miranda.
Senang berjumpa denganmu. Jika kau sesekali lewat sini...
- Escobar pengacara itu? - Betul.
Tidak apa-apa. Ini aku!
- Listriknya lagi-lagi mati. - Anjing.
Apa kau mengalami kecelakaan?
Ban-ku pecah. Bisakah kau memercayainya?
Sungguh mimpi buruk.
Mau handuk?
Oh, Ya Tuhan.
Siapa itu tadi?
Dia yang berhenti kemudian menolongku.
Aku sebenarnya menerjunkan diriku ke depan mobilnya.
Dia tidak punya banyak pilihan.
Kau menyiapkan makan malam yang enak. Aku minta maaf.
Aku berencana pulang tepat waktu. Aku minta maaf.
Bukan salahmu. Berhentilah meminta maaf.
Cuma ayam saja.
Kenapa kau berkeringat?
Aku menantikanmu...
Dengan sabar pulang dari tengah laut.
Laut itu menghancurkan mercusuar.
Tanpa diduga-duga sama sekali.
Jadilah wanita yang baik.
Bagaimana pertemuannya berjalan?
Aku selalu lupa mengenai betapa pelosoknya jalanan pantai.
Beneran, jika orang itu tidak membantuku...
Aku masih tetap terjebak di sana.
- Dia punya rumah di sini? - Ya, di dekat kolam garam.
Sungguh baik hati dirinya.
Dia pergi jauh sekedar untuk mengantarku pulang ke rumah.
Setelan ini benar-benar hancur.
Sungguh mimpi buruk.
Teleponnya juga putus.
Anjing. Aku harus menelepon truk derek.
Kita tak ada mobil.
Dia mengantarku ke pom bensin, tapi di sana tutup.
Aku tak ingin meninggalkan mobil itu di sana.
Apa saja bisa terjadi.
Terima kasih.
Kau tidak makan sedikit pun?
Aku sudah makan.
Aku sangat lapar. Aku minta maaf.
Saat ini kau meminta maaf...
Tapi, kau meminta maaf untuk alasan yang salah.
Ketika ban-mu pecah...
Kebanyakan orang, sebenarnya semua orang.
masuk ke bagasi mereka dan mengambil apa?
Seorang penginterogasi... Hal yang paling aku sukai.
Ban cadangan.
Ban cadangan.
Saat hujan lebat, memakai setelan terbaik...
Mendongkrak mobilnya, mengganti ban...
Mengotori pakaian, setelah itu kelelahan...
Dan akhirnya berhasil memasang ban itu.
Persepektif yang bagus, penuh dengan kejutan.
Aku tidak tahu bahwa semua orang yang mengganti ban...
Memakai setelan terbaik mereka.
Orang sepertiku sekedar bajingan yang berkelas.
Kecelakaan yang sempurna, aku berhasil melewati itu semua...
Kemudian sekedar untuk melihatnya rusak lagi.
Kau bocor dua kali?
Tidak. Kau tidak mendengarkanku.
Ban cadangannya kempes. Kau tak pernah memperbaikinya.
Kau tidak memperhatikan bahwa ban itu kempes sampai kau memasangnya?
Itu bodoh namanya.
Jadi, kesimpulanmu aku bodoh?
Oh, tidak, sayangku, aku yakin kita semua setuju...
Termasuk presiden juga...
Bahwa kau adalah pria yang cerdas...
Tapi, merupakan suatu kebodohan untuk membawa ban yang kempes.
Tidak perlu merasa bodoh. Bahkan orang bodoh sekali pun melakukan hal bodoh.
Jadi, apakah dia memintamu untuk menjadi ketua komisi?
Ya.
Ya Tuhan, betapa sumuk -nya di sini?
Selamat.
Itu adalah puncak karirmu.
Bukan puncak, aku harap.
Maksudku puncak pertama.
Kau akan pergi dari satu puncak ke puncak lainnya, aku yakin.
Aku sangat serius mengenai ban cadangan ini.
Kau seharusnya mengurusnya.
Dan bagaimana reaksinya ketika kau menolaknya?
Itu situasi yang sangat rumit. Lebih, lebih rumit daripada yang kita duga.
Anjing. Apa yang akan aku lakukan dengan mobil itu?
- Persetan dengan mobilnya. - Bagus.
Apa kau akan mengatakan padaku apa yang kau katakan pada presiden?
Apa dia merubah pikirannya mengenai undang-undang itu?
Kenapa aku tidak menceritakannya kepadamu nanti saja, oke?
Aku sungguh tidak ingin membahasnya sekarang.
Baiklah.
Oh, ayolah!
- Oke. Mari bicara. - Sudah terlambat.
Belum ada yang diputuskan.
Aku bilang kepada presiden bahwa aku harus membahasnya dulu denganmu.
Kau bilang kepada presiden baru kita untuk meminta izin dulu dariku?
Tentu saja.
Jadi kau bilang padanya mengenaiku?
Tentu saja tidak.
Dengar, tak ada seorang pun yang tahu mengenaimu.
Salah, ada orang yang tahu mengenai diriku.
Tapi, aku tidak bicara berkenaan denganmu kepada mereka.
Jangan berbohong! Aku benci itu.
Apa maksudnya? Aku tahu kau berbohong.
Untuk apa aku berbohong?
Tentu saja kau bilang 'iya'.
- Oke. Aku minta maaf. - Ya Tuhan!
Jangan meminta maaf.
Kau pikir kau bisa menebusnya dengan kata-kata itu.
Jika kau sungguh menyesal...
Kau mestinya bilang 'tidak' untuk semua kejahatannya.
Kau seharusnya bilang, "Tidak, Pak Presiden...
Aku tidak akan menerima pengkhianatan ini!"
- Itu bukan pengkhianatan. - Omong kosong.
Kita harus bergerak pelan-pelan.
Aku bisa membuat komisi ini memecahkan masalah besar.
Apa yang akan kau lakukan kepada orang yang ikut dalam kelompok pembantaian?
Buktinya akan dihadirkan ke pengadilan.
Kepada pengadilan.
Ya. Mungkin hakimnya bilang kepada Maria Bautista...
Suaminya tidak disiksa sampai mati.
Dia sekedar kabur dengan wanita yang lebih muda.
Jika ini terjadi setiap malam, aku tidak bisa melakukan pekerjaan ini.
- Bagus. - Ini pekerjaan yang layak dilakukan.
Aku tidak ada.
Ketika kebenaran mulai naik ke permukaan...
Aku bisa menyarankan presiden untuk mengubah undang-undangnya.
Tapi, kau tidak merubahnya.
Baru yang kasus sampai mati saja.
Kau harus memberikan mereka waktu.
Mari bercinta. Mari bersenang-senang.
Senang? Itu sungguh omong kosong.
Kita bisa melakukannya.
Cukup beri mereka waktu.
Beri kami waktu.
Aku berjanji aku akan menuntut mereka untukmu.
Aku akan membawakan keadilan bukannya malah ban yang kempes.
Mari bermimpi indah, kekasih manisku.
Pengantinku.
- Juru selamatku. - Aku ingin...
Aku ingin membantumu menjadi orang yang brilian dan penting.
Aku ingin kita hidup seperti orang pinggiran kota yang bodoh.
Aku ingin mengadopsi bayi dan memanjakannya.
Cah lanang seng ngganteng.
Cah lanang, cah lanang seng ngganteng.
Itu mobil.
- Ada mobil di sana. - Apa?
Bangun.
Ada apa?
- Oke. Aku akan pergi. - Jangan.
Gak papa.
Siapa itu?
Ini Dr. Miranda. Aku membawakan ban-mu.
- Oh, Tuhan. - Apa?
Tidak masalah. Bukan apa-apa. Aku datang.
Itu adalah orang yang tadi berhenti dan menolongku.
Gak masalah.
Ya Tuhan. Tunggu sebentar.
Aku lupa untuk melepasnya.
Tentu saja. Aku sangat bodoh.
Aku pulang ke rumah, kemudian ke shower, sebelum akhirnya aku kepikiran.
- Oh, aku membangunkanmu. - Tidak. Aku hanya, uh...
Apa listrikmu juga mati?
Ya. Seluruh semenanjung ini berubah.
- Sungguh baik hati. - Tidak masalah.
Aku bisa mengangkatnya ke sini.
Bagaimana? Pakai sepeda? Kau tidak ada mobil.
Aku tidak bisa menghubungimu, dan kau membutuhkan ban ini.
Aku sungguh minta maaf terhadap apa yang aku lakukan kepada akhir pekanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.