Hooaeg 2

Väljalaske info

Clevatess S02E05 Battle Against Oneself
Kommenteerib jambuijo

Sildid

webdl
Avaldatud: 2026-08-06
Allalaadimised: 6
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 179 rida.

Clevatess II

Episode 5

Bertarung Melawan Diri Sendiri

Kenapa tikus ini masih hidup?

Padahal aku sudah menempatkannya di dalam kebun bibit mawar langka mutan

Menjijikkan

Bagaimana cara kau merusak angkar mawar mutan itu, sama sekali tidak masuk akal bagiku.

Jangan-jangan kau menggunakan kemampuan tertentu, ya?

Jadi,

dengan memotong kepalamu seperti ini, urusannya pasti akan jadi jauh lebih mudah, 'kan?

Ini adalah sebuah pelatihan.

Mereka yang tidak bisa melawan suara ini,

segeralah kembali ke kamar asrama masing-masing.

Kunci pintu kamar, dan tidurlah dengan lelap.

Baik, dimengerti.

Apakah kau baik-baik saja, Miquel?

A-Aku baik-baik saja.

Jangan pedulikan aku. Suara barusan itu adalah suara Dekan.

Silakan cepat pergi ke sana.

Kita sama sekali tidak boleh melewatkan kesempatan ini.

Apakah kau baru saja mandi?

Iya.

Benar-benar membuatku kesal.

Beritahukan kepada semua orang yang masih sadar.

Harap berkumpul di bangunan utama sekolah dan bersiaplah untuk bertempur.

Selesai.

Ini adalah sebuah…

Bukan, ini adalah sebuah penistaan terhadap Dewa.

Sekaligus beritahukan kepada para prajurit yang berjaga di gerbang luar.

Apa pun yang terjadi di dalam sekolah, tidak ada yang diizinkan untuk ikut campur.

Ini adalah kehendak Dewa.

Ba-Baik, dilaksanakan.

Aduh, ini tidak boleh dibiarkan.

Kalau begitu, pergilah dan rebut benda itu.

Sesuai keinginan Anda.

Oh? Sekarang tiba-tiba berkabut lagi?

Kabut ini… Apakah itu Zavtier?

Clevatess.

Lama tidak berjumpa, Gart.

Terakhir kali aku bertatap muka denganmu adalah di Tambang Vertikal Elbe, 'kan?

Waktu itu kau berbohong dan mengaku hanya sebagai bawahan.

Lagi pula, aku tidak perlu memberi tahu orang luar identitas asliku.

Itu tidak penting.

Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?

Kau tidak hanya sengaja menarik perhatian, bahkan sampai memprovokasi lawan.

Aku hanya tiba-tiba merasa direpotkan.

Mencari informasi secara diam-diam itu terlalu merepotkan.

Bukankah kau sudah memutuskan untuk menggunakan wujud itu

demi menyaksikan bayi suku manusia, Luna, tumbuh dewasa?

Kenapa kau bisa tahu tentang hal itu?

Jika kau tidak ingin aku mengetahuinya,

kau seharusnya menghindari berbicara di dekat pepohonan.

Tidak sulit bagiku untuk membayangkan harapan apa

yang kau titipkan pada anak itu.

Semenjak pahlawan musnah,

bagimu itu

seperti kehilangan seribu tahun sejak kau dilahirkan.

Yang tersisa hanyalah tugas sebagai Raja Monster Sihir

dan perasaan hampa akibat kehilangan tujuan.

Namun, karena sebuah pertemuan kebetulan, kau memiliki tujuan yang jelas.

Dirimu yang sekarang

terlihat seperti telah mendapatkan kembali warna kehidupan.

Dasar nenek tengil, apa yang ingin kau katakan?

Aku hanya mengingatkanmu agar tidak melupakan tujuanmu sendiri.

Saat ini bukan saatnya mengungkap bahwa pemuda Hiden, Klen, adalah Clevatess.

Aku tidak butuh peringatanmu.

Lalu kenapa kau harus bertindak begitu berlebihan?

Tujuannya ada dua.

Pertama, karena mencarinya terlalu merepotkan.

Aku memutuskan untuk menggunakan umpan demi memancing lawan keluar.

Satu lagi adalah untuk mengacaukan lokasi agar pelayanku lebih mudah kabur.

Asalkan aku membantunya menciptakan kesempatan,

dia memiliki kemampuan untuk kabur sendiri.

Meskipun dia terlihat seperti itu, dia satu-satunya pahlawan yang bisa melukaiku.

Begitu, ya.

Aku benar-benar mulai ingin menyaksikan

bagaimana perkembangan pertemuanmu dengan bayi itu

dan Pahlawan Alicia di masa depan,

serta bagaimana rasa hampa selama seribu tahun ini akan berubah.

Terserah kau saja.

Sepertinya motif Vordin juga terkait rasa kehilangan selama ribuan tahun ini.

Sebenarnya, pihak mana yang benar?

Omong-omong, kabut apa ini?

Anggap saja sebagai sedikit dukungan.

Ini seharusnya bisa mencegah semua orang bertarung denganmu sekaligus.

Lagi pula, aku juga ingin menekan pengorbanan para murid seminimal mungkin.

Kau masih saja memihak suku manusia, ya.

Karena diriku yang sekarang memang seperti ini.

Dia jelas-jelas punya sayap, tetapi tidak terbang sendiri.

Itu berarti orang itu sebenarnya juga sudah mencapai batasnya, 'kan?

Meskipun aku juga tidak akan bisa mempertahankannya lama.

Kenapa kau masih belum keluar juga, Pelayan?

Terima kasih kepada kalian semua yang telah berkumpul di sini,

para penyihir muda di masa depan.

Menara Hitam yang muncul di arah tenggara itu adalah

sesuatu yang kotor dan tidak seharusnya ada di tempat suci ini.

Kita harus membasmi kekotoran itu.

Dalangnya adalah siswa pertukaran dari Hiden,

Klen Vatiss

dan Alyssa Sleihunt.

Karena mereka telah mencuri buku suci dari ruang harta

dan dengan bodohnya mencoba untuk membuka segelnya,

barulah menara semacam itu muncul.

Kita harus merebut kembali buku itu dan menjatuhkan hukuman pada mereka.

Di masa darurat ini, hidup atau mati tidak masalah.

Siapa pun yang menegakkan keadilan

akan menerima lebih banyak berkah dari Dewa.

Entah kenapa aku merasa masalahnya jadi makin besar.

Kalau begitu, angkatlah "lambang kutukan" kalian.

Itu cermin.

Semoga perlindungan Dewa menyertai kita.

Para penyihir masa depan,

aku akan menganugerahkan kekuatan pada kalian.

Apa yang terjadi?

Kekuatan dari manik bijih sihir memancar tanpa henti.

Guru Shifonlitz.

Iya.

Sekarang bukan waktunya untuk melamun.

Kita yang memiliki pengalaman bertarung sesungguhnya harus membimbing para murid.

Ba-Baik.

Ki-Kita berangkat.

Ray Forester.

Sekarang adalah saat yang tepat bagimu menunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya.

Aku akan melepaskan semua batasan yang ada di tubuhmu.

Asalkan kau bisa merebut kembali buku yang dicuri itu,

aku akan mengakuimu sebagai pewaris resmi dari Jenderal Dorel

dan mempercayakan "laboratorium rahasia" sepenuhnya kepadamu.

Itu adalah tujuanmu, bukan?

Baik.

Tidak peduli berapa banyak orang yang harus dikorbankan,

asalkan bisa mendapatkan buku "Tungku", itu sudah cukup.

Aduh, hampir saja lupa.

Andrew.

Aku punya tugas lain untuk kau kerjakan.

Makhluk ini terus menyerap nutrisi dari tubuhku

untuk tumbuh dan berkembang.

Sangkar ini sudah penuh sesak,

tetapi aku masih hidup dan bisa melompat-lompat.

Kau bahkan belum menyedot setetes pun darah Raja Monster Sihir di tubuhku.

Teruslah menyedot.

Teruslah tumbuh dan berkembang.

Menghancurkanku pun tidak masalah.

Lagi pula, aku tidak bisa mati.

Coba kulihat seberapa besar kemampuanmu.

Akhirnya aku berhasil kabur.

Lima atau enam tulang rusukku patah dan sampai sekarang belum sembuh.

Meskipun tidak akan mati,

saat ini aku tidak bisa menghubungi Klen.

Luka-lukaku sepertinya tidak bisa pulih.

Makhluk itu tidak menyerangku.

Apakah itu efek samping karena tumbuh terlalu cepat?

Sudahlah.

Cepat kabur sebelum ia bergerak lagi.

Pemandangan di depan mataku ini seharusnya bukan wujud dunia nyata, 'kan?

Tempat ini kemungkinan besar adalah tempat orang itu menyimpan tanaman langka.

Bagus.

Mungkin karena wujud asliku di dunia nyata adalah tikus,

tubuhku terasa sangat ringan.

Entah itu pemandangan atau warnanya,

yang terpantul di kaca adalah wujud di dunia nyata.

Eh?

Apakah ekorku sebesar ini sebelumnya?

Itu siput yang kulihat sebelum masuk ke dunia ini.

Benda apa itu sebenarnya?

Itu pertanda, Bodoh.

Kau benar-benar sangat kecil, ya.

Aku.

Aku?

Itu aku sebelum kehilangan mata kiri.

Kau memang sekecil itu, kecil dan menyedihkan.

Kau memang orang yang seperti ini.

Bersembunyi di belakang orang lain

dan hidup sembunyi-sembunyi

sangat cocok denganmu.

Kau benar-benar sangat kecil.

Bukankah pahlawan seharusnya adalah eksistensi yang lebih kuat?

Suara tangisanmu lumayan keras juga.

Apa yang terjadi?

Ada apa ini?

More Indonesian subtitles for Clevatess

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left