Esimesed 200 rida.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
Clóvis!
Kau sudah bicara dengan pacar ayahmu?
- Bukankah Ibu pacar Ayah? - Bibi Jussara pacar Ayah.
Dengar baik-baik.
Ibu dan Ayah sudah tidak bersama.
Kau akan tinggal dengan mereka.
Bibi Jussara kaya! Sangat kaya!
Ini yang terbaik, Sayang.
Namun, Ibu tidak meninggalkanmu.
Ibu hanya ingin kau memiliki segalanya. Kau akan mengerti.
Aku tak pernah memahami Ibu.
Namun, aku mengerti masalah keluarga.
Aku punya beberapa masalah keluarga.
Ibuku meninggalkanku bersama Ayah dan Bibi Jussara.
Selamat ulang tahun
Buat permohonan!
Lalu, Ayah pergi dan meninggalkanku bersama Bibi Jussara.
- Tiup! - Bibi Jussara menikahi Dirceu.
Buat permohonan, ayo.
Cepat, Clóvis.
Hore!
Lalu, Bibi Jussara juga pergi.
- Tiup! - Dirceu menikahi Soninha.
Buat permohonan, cepat.
Cepat, Nak.
- Bagus. - Soninha meninggalkannya.
Pada saat itu, aku tinggal dengan Soninha dan Rubens.
Mari bernyanyi "Selamat Ulang Tahun" untuknya! Kemari!
- Lohane! - Ayah Lohane.
Aku mau berfoto!
Tidak, Clóvis! Jangan pergi, kau keluarga!
Itu Lohane, putri Rubens. Saudari tiriku.
Kami cukup akrab.
Aku tinggal paling lama di sana.
Kami tumbuh bersama. Aku sangat menyukainya.
Seiring waktu berlalu,
aku pergi secepatnya untuk hidup sendiri.
15 TAHUN KEMUDIAN
Namun, melakukan apa?
Aku bisa melukis dengan baik.
Seiring waktu berlalu, aku menjadi hebat.
Aku bisa melukis karya seni sungguhan.
Maksudku, karya seni yang sebenarnya…
palsu.
Lalu, aku bertemu orang penting yang membeli barang macam ini.
Ini bagus!
Ini karya seniman terkenal dunia!
Semua orang di Paris, Milan, dan New York mengenalnya.
Aku akan bayar setengah harga.
Apa? Kita sudah sepakat dengan harganya!
Kau tahu itu!
Aku akan bayar setengah harga.
Tidak bisa.
Ikut Ayah, Nak. Seni tidak untung.
Fortunato, ada apa ini?
- Ini transaksi lelang. - Transaksi?
Dia mau bayar setengah harga kesepakatan.
Haruskah kurusak karya ini
dan menjual setengahnya?
Fortunato,
beri dia harga yang benar.
Terima kasih, Senator.
Terima kasih banyak, kau pria yang baik.
Jika kau butuh sesuatu, tanya aku.
Lukisan Portinari?
Dilelang lima kali lipat harga aslinya.
Bagus. Bicara dengan Fortunato.
Aku menjual lukisan kepadanya dengan harga mahal.
Lihatlah.
Ayah mencintaimu, tetapi ini yang terbaik.
Terima kasih, Senator. Kau sangat murah hati.
Sampai jumpa.
Hariku baru dimulai.
Penipu tak pernah tampil sekali saja.
Tolong!
Tolong!
- Tolong! - Ada apa?
Sembarang orang bisa masuk ke sini?
Apa ada yang mengganggumu?
Lalat masuk ke sini dan ke dalam cokelat panasku.
Aku hampir menelannya.
Untungnya, kumuntahkan.
Akan kutangani.
Terima kasih.
- Ada masalah. - Ada apa?
Sepertinya lalat jatuh ke minumannya.
Permisi.
Untuk menghindari rasa malu,
kami berikan cokelat panas gratis.
Cokelat panas?
Hanya cokelat panas gratis. Lucu!
Bagaimana dengan sisanya?
Sisanya seluruh menu. Kau menghabiskannya.
Bahkan lalat!
Para Pengunjung, sebentar.
Perhatikan.
Perhatikan, Gadis Bodoh.
Maaf sudah mengganggu sarapan kalian,
tetapi sayangnya, kita diberi sajian lalat di Brasil.
Kau tak bisa pergi tanpa bayar setelah menghabiskan semua di menu.
Akan kubayar, bukan itu intinya. Kalian akan rugi besar.
Aku akan bayar. Aku tak butuh sumbangan.
- Aku mau keadilan. - Tolong bereskan.
Jangan sentuh TKP! Mengerti?
Aku ingin pemeriksaan forensik. Akan kulakukan.
Aku tak sanggup. Ini menyedihkan.
Ia mati di pagi yang indah. Kalian lihat itu?
Sebelumnya ia terbang bebas.
Itu kematian yang mendadak dan tak perlu!
Aku membunuhnya, Nona! Aku membunuhnya, aku sangat sedih!
Kasihan!
Maafkan aku, Buddha!
Baik, tak ada masalah. Tak perlu bayar apa pun.
Semua gratis.
Kau boleh pergi.
Bagus. Untuk menghindari rasa malu.
- Tentu. - Aku akan memaafkanmu.
Aku tak malu.
Orang-orang selalu menghancurkan kita.
Kenapa aku harus bayar mahal untuk makan?
Satu demi satu penipuan telah membawaku ke sini,
ke hari paling penting dalam hidupku.
Dengar, ini kali terakhir aku membantumu menipu. Aku sudah muak.
Bagus.
Ini hari terakhirku. Hubungan kita usai.
Kau selalu bilang begitu.
Lalu, seminggu kemudian, kau meminta bantuanku.
Aku mengenalmu, Clóvis.
Aku menjual Kristus.
Apa?
Kristus Sang Penebus.
Kau berbohong!
Siapa yang mau beli patung itu?
Penjahat, seseorang yang ingin memanfaatkan krisis.
Aku membantu Brasil dengan mengambil uang dari pengusaha yang korup.
Yang benar saja, Robin Hood.
Akan kukatakan lagi. Kau tak berani melakukannya.
Akan kutunjukkan. Aku punya dokumennya.
Aku berani bilang ini palsu.
Aku bahkan membuat situs web dengan kode agar mereka bisa memeriksanya.
Semua ada di sana.
- Apa kau tak malu? - Tidak, aku tak malu.
Kubilang ini rahasia,
berdasarkan hukum kerahasiaan negara.
Kubilang pemerintah belum mengungkapnya untuk menghindari protes,
dan pers dibayar, tetapi itu akan dikritik untuk menutupinya.
Aku meminta suap untuk wali kota, untuk diriku sendiri,
untuk gubernur dan diriku lagi,
agar aku bisa memberinya kesepakatan.
- Mereka percaya? - Tentu.
Kau tak bisa percaya kesepakatan tanpa suap.
Seratus tahun lalu, di Paris,
seorang pria mencoba menjual Menara Eiffel ke salah satu penjual besi tua terbesar.
Dia sangat sukses
hingga kembali ke Prancis dan menjualnya lagi.
Kita terbiasa meniru sesuatu dari luar negeri.
Patung Kristus itu tak dijaga. Jadi, aku menjualnya.
Sudah.
TERJUAL
Aku hanya butuh pria korup yang mau membelinya.
Ada banyak orang seperti dia di sini.
Di mana uangnya?
- Sekarang? Di siang bolong? - Jangan khawatir, semua baik-baik saja.
Orang tak menyembunyikannya lagi. Makin jelas, makin baik.
Semuanya dijual.
Amazon bukan lagi milik kita.
Bahkan kriket pun tak bisa bahasa Portugis.
Di mana uangnya?
Kenapa kau menyembunyikannya?
Berikan itu, jangan mencurigakan.
Aku suka vas ini. Akan kuambil, jangan pedulikan aku. Dah.
Aku punya solusi untuk rakyat kita
Bisnis bagus seperti ini Tak ada yang pernah lihat
Semuanya siap, datang dan ambillah
Solusinya adalah menyewakan Brasil
Kita tak akan membayar apa pun
Negara ini hanya lelucon. Kenapa aku harus serius?
Ayolah, itu penipuan yang bagus.
- Kau berhasil! - Ya! Terima kasih atas pujiannya.
Bukan untuk menyombong, tetapi aku benar-benar hebat.
Orang asing akan menyukainya
Ada pemandangan Atlantik dan laut
Setelah semua yang kualami, semua masalah,
aku bekerja sangat keras,
dan aku menjalani momen terbaik dalam hidupku.
Kita tak akan membayar apa pun
Kita tak akan membayar apa pun
Semuanya gratis
Sudah waktunya
Namun, karena orang miskin tak bisa bahagia,
semuanya berubah.
Clóvis.
Televisimu menyala?
Mungkin tidak.
Nyalakan berita. Kita celaka.
Di kafe inilah
pengusaha itu diduga bertemu seorang pria
yang menjual Kristus Sang Penebus kepada mereka,
dengan nama palsu Lívio Romero.
No comments yet. Be the first to leave one.