Esimesed 200 rida.
Namaku Henry Morgan.
Kisahku panjang.
Selama bertahun-tahun, bisa dibilang aku sudah jadi siswa bidang kematian.
Aku perlu temukan kunci untuk membuka kutukanku.
Sesuatu terjadi hampir 200 tahun yang lalu
dan aku berubah.
Hidupku sama sepertimu
selain satu perbedaan kecil.
Hidupku tak pernah berakhir.
Setiap kali mati, aku selalu kembali ke air
dan bugil.
Kini kau tahu soal kondisiku sebanyak yang kuketahui sendiri.
Ceritanya panjang.
Kuharap bisa bertemu denganmu lagi.
Terima kasih.
Sampai jumpa.
Astaga. Aku rela berikan apa saja.
Kau rela berikan apa saja untuk apa?
Pinggulmu bisa patah, Abraham.
Aku kurang yakin.
Aku luar biasa tangkas waktu muda.
Mungkin ingatan kita soal masa itu berbeda.
Sepertinya aku ingat beberapa perjalanan ke kantor dokter gigi
saat kau belajar naik sepeda.
Kita semua berevolusi seiring waktu. Setidaknya, kebanyakan dari kita.
Tolong katakan padaku
kau tak sedang memperbudak diri di penjara bawah tanahmu itu.
Ayolah. Ini akhir pekan.
Aku sedang belajar di lab.
Aku dapat penemuan hebat tentang kondisiku.
Bahwa kau bisa mewariskan rahasia hidup abadi?
Lebih baik dari itu. Aku mungkin sudah temukan cara untuk mati.
Masa muda disia-siakan pada makhluk abadi.
Jadi aku mengumpulkan data tentang kebangkitanku.
- Tentang apa? - Saat aku muncul dari air.
Aku tak nyaman dengan istilah "terlahir kembali".
Aneh karena itu jadi bagian yang membuatmu tidak nyaman
tapi baiklah.
Intinya, saat menggambarkan kemunculanku kembali
menurut keterangan saksi dan sesekali ada laporan polisi
lalu membandingkannya dengan waktu kematianku...
Apa?
Kadang...
aku mati lebih lama.
Hanya berbeda beberapa detik, tapi tetap saja penting.
Kurasa itu ada kaitannya dengan caraku mati.
Kerusakan bagian dalam melawan kerusakan saraf.
Kau mau kemana? Ini mengesankan.
Tidak, ini menyedihkan. Aku mau tanya padamu.
Katakan saja salah satu percobaan ini benar-benar berhasil.
Apa kau sungguh akan melakukannya?
Apa kau begitu ingin mati?
Tidak.
Tidak, bukan itu maksudku.
Aku mau bertambah tua
mengalami siklus kehidupan
memiliki uban, menjadi sepertimu.
Ya.
Aku menyadari glaukoma dan penyakit nyeri pinggul
pasti tampak sangat mewah bagimu
tapi hanya karena kau tak bisa bertambah tua
tak berarti kau tak bisa berevolusi.
Kau mau aku bagaimana?
Buat aku memiliki kondisi sepertimu dan semuanya.
Hei.
Hei, itu koperku!
Seseorang, tolong!
Hentikan dia! Singkirkan dia dariku! Tolong!
Hubungi 911!
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan
untuk menjauhkan kematian.
Berolahraga, makan dengan baik, mengoleskan krim anti matahari
dan walau kau bisa coba tawar-menawar dengan maut
melahirkan khayalan
maut akan menemukanmu
jadi jika kauhabiskan seluruh waktumu bersembunyi dari maut
atau dalam kasusku, mencari maut
kurasa pertanyaannya adalah, apa kau pernah benar-benar hidup?
Pagi, Dok. Bagaimana akhir pekanmu?
Jalan-jalan suram di Central Park, mungkin?
Maraton menonton "Scandal"?
Mungkin belanja syal?
- Aku bekerja. - Baiklah.
Apa kau mau dengar soal akhir pekanku?
- Tidak. - Baguslah.
Karena aku tak tertarik berbagi.
Baik. Nama korban Bill Sayle, 67 tahun.
E.M.S. mengambil jasadnya di Chinatown
kemungkinan dibunuh perampok.
Dilihat dari kondisi buku jarinya, Tn. Sayle balas melawan.
Sedikit cekung di jari manisnya
menunjukkan ia pasti memakai cincin kawin
tapi tidak selama tahun lalu karena aku tak melihat garis kecoklatan.
Selain itu, ada semacam jelaga di jemarinya.
Flannel abu-abu halus dengan lubang udara dan ganjalan bahu.
Ini pasti dibeli setidaknya 30 tahun lalu
tapi baru dijahit kembali belum lama ini.
Noda di kemejanya. Aku yakin minuman anggur.
Sekarang, mari lihat apa yang terjadi di baliknya.
Ia berotot!
Usianya 67 tahun? Ia terlihat sepertiku.
Setelah aku olahraga pagi.
Apa yang mungkin membuat tubuhnya seperti ini?
Satu hal yang pasti
usia seseorang tak pernah bisa ditentukan hanya dengan memandangnya.
Synced by emmasan Diterjemahkan oleh mifae :)
Hei.
Kau tak memindahkan M-148536
korban yang memiliki tato di leher itu, kan?
Baik. Terima kasih, Jim.
Hei, Anton. Terima kasih donatnya.
Tak masalah.
Hati-hati.
Kita tak butuh orang mati lagi di sini.
Hei. Si perampok tertangkap saat coba periksa ke penanganan darurat.
Bukan perampok terpandai.
Ia masih bawa kopernya.
Haruskah kita mendakwanya atas pembunuhan?
Tn. Sayle tak dibunuh perampok.
Ia sama sekali tak memiliki luka memar, lecet
atau robek di tubuhnya, selain luka di buku jarinya.
Jantungnya dalam kondisi sempurna.
Massa tulangnya padat, buku jari dan sendinya kuat.
Baik. Kalau begitu, kenapa spesimen hebat ini meninggal?
Otaknya.
Lihat tekstur amyloid plaque ini.
- Itu menjijikan. - Ia seperti mengidap
penyakit Alzheimer's, Parkinson's, dan Huntington's secara bersamaan.
Intinya, di sini kita melihat pria berusia 67 tahun
dengan tubuh pria 30 tahun dan otak pria 100 tahun.
Jadi maksudmu ia meninggal karena sebab-sebab alami.
Menurutku kebalikan dari "alami".
Aku menemukan campuran ini di perutnya.
Bahkan, tak ada zat lain dalam tubuhnya.
Jangan kutip ucapanku dulu, tapi aku yakin ini yang membunuhnya.
- Apa itu? Racun. - Cairan empedu
dengan campuran sedikit vanili buatan.
Mungkin minuman kocok.
Lezat.
Mark Sayle, putra mendiang, datang untuk bicara padamu.
Itu bukan ayahku.
- Maaf? - Maksudku, itu memang dia.
Hanya saja itu bukan pria yang membesarkanku.
Ayahku naik kereta pulang menemui ibuku di New Jersey
setiap malam selama 35 tahun, lalu tertidur di kursi malasnya.
Ia tak punya tubuh seperti itu
atau melakukan olahraga
atau berpesta dengan anak-anak separuh usianya.
Sebelum...
Sebelum ibumu meninggal.
Karena kanker dua tahun lalu.
Setelah itu, ia menjadi orang yang berbeda.
Ia lupa pada ibuku dan kami semua.
Bisakah kau memberi kami izin membuka koper ayahmu?
Itu ibuku.
Ya, ia cantik.
Kita semua punya cara berbeda menghadapi suatu kehilangan.
Ia tak pernah melupakan ibumu.
Apa ini?
"Masa muda. Kekuatan. Tenaga."
Ouroboros atau seekor ular yang memakan ekornya sendiri.
Ini menunjukkan pembaharuan abadi.
Aku ingin tahu apa itu ada kaitannya
dengan kondisi tubuh ayahmu.
Atau mungkin ini.
Sepertinya ada sekitar $7.000.
Kau tahu ini untuk apa?
Tidak. Ia jelas tak mendapat uang sebanyak itu dariku.
Alasannya mengejar perampok kopernya di Chinatown tampak masuk akal.
Kau tahu ia sedang apa di sana?
Ia tinggal di Jersey.
Selalu bilang padaku ia benci pusat kota.
Kurasa banyak yang tak kuketahui tentang ayahku.
Jadi, di sinilah Bill Sayle meninggal
tapi ini takkan membantu banyak.
Si perampok memutuskan lari ke arah sana.
Kita harus mencari tahu dimana perampokan berawal.
Di sana.
Jejak selip?
Jejaknya masih baru.
Ada lapisan jelaga di tangan kiri Bill Sayle
dan garis hitam di kaki kiri celananya.
Ia pasti menyeberang jalan
dan hampir tertabrak mobil.
Hei!
Sebelah sana.
Aku menemukan potongan mie dan serpihan kayu di sepatu Bill Sayle.
Hei, Henry. Ini aneh, bahkan untukmu.
Kau sedang apa?
Sisa minuman anggur.
Ada noda di kemejanya.
Cara kerja lama pencopet. Tumpahkan, rebut, dan lari.
Di sinilah perampokan Bill Sayle berawal.
Di sekitar sudut inilah malamnya berakhir.
Jadi ia mau kemana membawa uang tunai sebanyak itu?
Pria 67 tahun yang benci pusat kota.
Ini bukan tempatnya.
Begitu juga dia.
Sepatu bertumit setinggi itu berarti ia tak banyak berjalan kaki.
- Ia diantar. - Aku berani bertaruh ia tahu
No comments yet. Be the first to leave one.