Esimesed 200 rida.
Apa yang telah kau lakukan kepada kakakku?
Dalam satu rumah, meski kau tidak punya satu tetes darahpun yang sama...
...bukankah kau dan kakakku secara hukum adalah saudara kandung?
Kau menjijikkan dan kotor.
Kau cabul sekali.
Hentikan.
Kau pikir aku tidak akan melakukan apapun?
Itu adalah hubungan kakak dan adik.
Apa yang akan dikatakan Song-Joo jika dia tahu tentang ini.
Ekspresinya benar-benar pantas untuk dilihat.
Dasar, kau benar-benar...!
Lepaskan!
Tidak mau!
Kau ini kenapa? Lepaskan!
Katakan kau minta maaf!
Apa kau sudah gila? Kau kenapa?
Apa yang terjadi?
Lepaskan!
Apa-apaan ini?
Ayah! Jung-Suh memukulku di kepala dan memakiku.
Ayah, itu tidak benar.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Ibu, ibu.
Yoo-Ri, apalagi yang kau lakukan kepada kakakmu?
Jung-Suh, kau baik-baik saja?
Sayang.
Sikap apa itu terhadap ibumu?!
Ayah...Ayah benar-benar kecewa denganmu.
Dasar...
Sayang, tenanglah.
Halo?
Apakah Jung-Suh?
Song-Joo!
Jung-Suh, mengapa kau tidak memberi kabar?
Ada yang salah kan?
Tidak. Apa yang salah?
Jangan khawatir, Song-Joo.
Jung-Suh, apakah saat ini kau sedang menangis?
Kau menangis kan?
Tidak.
Aku merindukanmu.
Jung-Suh.
Tidak, aku sudah menggunakan uangku.
Song-Joo, aku akan menelepon lagi.
Dah, Song-Joo. Dah!
Mengapa kau melakukan ini kepadaku?
Kau tidak seharusnya melakukan ini.
Aku adalah adikmu.
Tidak perduli seberapa kau menyukaiku, kau tahu tidak boleh melakukan ini!
Mengapa semua orang membuatku menderita seperti ini?!
Mengapa?
Mengapa?!
Ibu...
Jung-Suh dan kak Tae-Hwa pasti berpacaran.
Berita sudah tersebar di sekolah juga.
Menjijikkan sekali.
Ibu, apa ibu hanya akan menontonnya?
Biarkan saja.
Mereka berdua saling suka...
...bukan hal yang buruk bagimu.
Jika mereka berdua saling suka...
...siapa yang akan mengambil tempat itu?
Tempat di sisi Song-Joo?
Tempat menjadi menantu toko serba ada?
Pak, tolong berhenti!
Maaf, tapi maukah tukar tempat duduk?
Kau tersenyum.
Apa-apaan?! Apa yang kau lakukan?!
Han Jung-Suh!
Apa ini?
Kau ini pria apa?
Mengapa kau menahan pintunya?
Kau kelas dan tingkat berapa?
Han Tae-Hwa?
Di "Kompetisi Seni Alam Seoul"...
...pemenang hadiah utama dipilih dari sekolah ini.
Hadiah utama untuk "Kompetisi Seni Alam Seoul" cat air jatuh kepada...
...murid SMA kelas nomor lima, Han Tae-Hwa.
Silahkan maju ke depan.
Sertifikat penghargaan, atas menangnya...
...kompetisi lukisan cat air Seni Alam Seoul...
...kami berikan penghargaan ini.
4 Oktober, 1996.
Diserahkan oleh Menteri Pendidikan Seoul, Jin Song-Yun.
Han Jung-Suh.
Jangan menangis!
Kau memilikiku!
Ambil ini, ini milikmu.
Berikan pada ibu tiri.
Ini adalah kesempatan untuk berbaikan dengannya.
Jika ibu tiri tahu bahwa kau punya bakat ini, dia akan berubah.
Kau tidak tahu.
Aku tahu.
Bukankah hati semua ibu sama?
Aku melihat niatmu.
Ayo masuk ke dalam, ibu tiri sedang sendiri saat ini.
Cepat!
Yang Mulia, setiap kali pelayanmu melihatnya, dia merasa sakit.
Ini adalah situasi yang mengerikan.
Yang Mulia, tolong bawa dia jauh.
Ini.
Apa ini?
Aku memenangkan penghargaan di kompetisi seni alam.
Lalu?
Jadi, si tolol ini mempunyai bakat.
Yang Mulia, setiap kali pelayanmu melihatnya, dia merasa sakit.
Ini adalah situasi yang mengerikan.
Permisi, ibu tiri.
Saat pengumuman di pagi hari...
...Tae-Hwa diberikan penghargaan di depan seluruh sekolah...
...lukisan terbaik di kompetisi Seni Alam Seoul.
Tolonglah lihat.
Aku sudah lihat. Lalu, apa yang kau ingin aku lakukan?
Ibu tiri...
Kau berhasil dengan baik.
Apa sudah cukup? Sudah, bukan?
Mengapa ibu melakukan ini terhadapku?
Mengapa ibu seperti ini? Mengapa?!
Apa kau tahu betapa kau membuat hidup ibu gelisah?
Lebih baik kita tidak usah saling mengganggu.
Tidak.
Kau, jika kau ingin pergi ke ayahmu, pergilah!
Tidak ada orang yang akan menghentikanmu di rumah ini!
Keluar! Pergi jika kau mau.
Kau juga menginginkan itu, bukan? Pikirkan!
Tidak ada orang yang akan menghentikanmu di rumah ini!
Yang Mulia, setiap kali pelayanmu melihatnya, dia merasa sakit.
Ini adalah situasi yang mengerikan.
Yang Mulia, tolong bawa dia jauh.
Tae-Hwa.
Tae-Hwa.
Buka pintunya, oke?
Ada yang ingin aku katakan.
Tae-Hwa!
Tolong buka pintunya.
Tae-Hwa.
Tae-Hwa
Lupakan amarahmu sekarang.
Aku bilang aku akan memberimu hadiah jika kau menang kan?
Apa sebaiknya kita pergi ke taman bermain?
Hei, Han Jung-Suh!
Kau suka atau tidak kepadaku?
Han Jung-Suh!
Kau suka atau tidak kepadaku?
Kau suka atau tidak kepadaku?
Han Jung-Suh! Kau suka atau tidak kepadaku?
Kau masih belum memberitahuku.
Han Jung-Suh!
Han Jung-Suh!
Kita tersisa 8 dolar. Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Apa yang ingin kau lakukan?
Apa?
Ayo, beritahu aku.
Satu, dua.
Cantik.
Aku akan simpan ini.
Jung-Suh, ayo pergi.
Pengiriman untuk dua orang!
Di sini!
Makan.
Aku akan makan.
Enak, ini enak. Ini jauh lebih enak dibanding restoran terakhir.
Ini, cobalah.
Enak kan?
Ya.
Menurutmu di Amerika ada mi Tionghoa?
Restoran Tionghoa ada dimana-mana.
Tetap saja, rasanya tidak bisa dibandingkan dengan rasa ini.
Apakah kalian sudah siap untuk sekolah di luar negeri?
Ya.
Song-Joo menyiapkan semua untukku, hanya sedikit yang harus aku siapkan.
Dalam tiga hari kau akan pergi.
Tae-Hwa.
Apa yang sedang kau lakukan?
Aku boleh mengambil ini?
Untuk apa?
Saat aku kembali, kau akan menjadi seniman terkenal.
Aku tidak menerima pembayaran jadi model, jadi aku ambil sebagai ganti.
Baiklah.
Duduk.
Kakakmu akan membuat lukisan dirimu yang indah.
Di sini?
Ya, ya.
Senyumlah yang indah.
Ekspresi apa itu? Tersenyum.
Hei, untuk terakhir kalinya aku mengambar lukisan dirimu yang indah...
...mengapa ekspresimu seperti itu?
Mengapa terakhir kalinya?
Jika aku terkenal, apa aku akan menggunakan kau sebagai model?
Apa?
Senyum.
Senyumlah yang indah.
Kau cantik.
Seperti itu.
Lihatlah aku.
Kau cantik.
Tersenyum.
Apa aku harus terus tersenyum seperti ini?
Ya.
Apakah lukisannya bagus?
No comments yet. Be the first to leave one.