Esimesed 195 rida.
=Dewa dan Pedang Ksatria=
Konon, Ketua Ming adalah binatang raksasa kuno, Kun.
Ia mengelilingi dunia dari atas langit,
memiliki kekuatan untuk menghancurkan langit dan bumi.
Sekte dunia fana, Sekte Qiyuan, menganggap Ketua Ming sebagai pemimpin
dan membawa bencana bagi dunia fana.
Berbagai sekte dengan Wisma Luo sebagai pemimpin
terus mencari keberadaan Ketua Ming untuk membunuhnya.
Karena menyerap sejumlah besar energi kegelapan,
Ketua Ming akan segera lepas kendali.
Sejumlah besar rakyat yang memercayai Sekte Qiyuan berubah menjadi batu.
Malapetaka umat manusia akan segera tiba.
(Pusat Yujie, wilayah Sekte Hengdao, bertanggung jawab melindungi enam dunia)
Saatnya tiba.
Huan, segel ingatan Qi, kirim dia ke dunia fana untuk pelatihan.
Harapan untuk menyelamatkan rakyat di masa depan
diletakkan pada dirinya.
Guru, aku tahu itu kau.
Guru, jangan sembunyi lagi, cepat keluar.
Apakah Komandan Ying setuju untuk membawa kita ke dunia fana?
Guru, kau kenapa?
Kenapa terlihat aneh hari ini?
Qi.
Pedang Pikiran-mu berasal dari pikiran.
Apakah kau tahu misimu saat memegang pedang?
Misi dari memegang pedang?
Apakah memegang pedang harus membunuh orang?
Namun, aku tidak ingin membunuh orang.
Guru, apa yang ingin kau lakukan?
Guru, apa yang kau lakukan?
=Episode 1=
Guru, aku tahu itu kau.
Guru, jangan sembunyi lagi, cepat keluar.
Qi.
Qi.
Qi.
Qi, bangunlah.
Sudah bangun?
Yue
Jin...
Zhao!
Apa yang kau lakukan?
Kenapa mencubitku?
Aku bermimpi tentang guruku lagi.
Jika bukan karena kau tiba-tiba menyela, aku sudah melihat wajahnya dengan jelas.
Cukup, kau selalu bicara seperti ini.
Jika bisa dilihat dengan jelas, kau sudah lama melihatnya.
Menurutku, sama sekali tidak ada guru.
Siapa bilang guruku tidak ada?
Jika dia tidak ada,
dari mana aku mempelajari jurus-jurus ini?
Yue Qi.
Aku bekerja keras untuk menjagamu selama tiga tahun,
tetapi masih kalah dari
gurumu yang tidak kelihatan wajahnya.
Bicara baik-baik.
Gerakkan mulut, bukan tangan.
Aku justru mau memakai tangan.
Mau memakai tangan.
Kupukul.
Aku adalah kakakmu.
Siapa bilang kau lebih tua dariku?
Tiga tahun lalu saat kita siuman di Desa Wuyan,
kita berdua sama-sama tidak ingat hal yang terjadi sebelumnya.
Selain itu, kau yang bilang ulang tahun kita di hari yang sama.
Otak kecilmu tidak mengerti hal-hal lain,
tetapi mengingat hal ini dengan jelas.
Namun, hari ini kebetulan tanggal 14 Juli, hari ulang tahun kita.
Jadi, kita mau makan apa?
Mi telur.
Ayo.
Silakan dinikmati.
Pelayan, satu mangkuk mi telur.
Jangan pakai daun bawang.
Baik.
Qi, ikat rambutmu sudah sangat rusak.
Lebih baik diganti saja.
Tidak boleh dibuang.
Aku sudah memakainya saat siuman.
Ini mungkin berhubungan dengan asal-usulku.
Mungkin ini diberikan oleh guruku.
Aku sungguh berharap kau punya guru.
Dengan begitu, kita bisa punya petunjuk tentang asal-usul kita.
Aku sungguh bermimpi tentang dia.
Hanya saja, di mimpiku,
aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas,
juga tidak bisa mengingat kata-katanya.
Namun, aku sedang berpikir...
- Berpikir... - Tuan, mi sudah siap.
Pikir apa?
Silakan dinikmati.
Aku pasti sudah lapar.
Sedang apa?
Jinzhao, tadi kau bilang kau lebih tua dariku,
kenapa tidak mengalah padaku?
Tentu saja seperti biasa.
Siapa yang berhasil rebut, dia yang makan.
Kau yang bilang,
siapa yang berhasil rebut, dia yang makan.
Untuk kau makan.
Kenapa kau tidak makan?
Yue Jinzhao, kau kekanak-kanakan sekali.
Kenapa rebut telur saja harus pakai Ilmu Hati yang Menyatu?
Kau berbuat curang, kau belajar hal-hal buruk.
Bukankah belajar darimu?
Mi ini milikku.
Kenapa kau begitu suka makan mi telur?
Karena yang pertama kali dimasak Jinzhao untukku adalah mi telur.
Qi.
Makan pelan-pelan.
Sisakan kuah untukku.
Mulai bekerja.
Aku melukisnya tadi malam.
Ini orang yang dilihat mata kiriku.
Apakah ini jimat hantu?
Apa? Jimat hantu apa?
Ini jelas memiliki wajah dan ekspresi, 'kan?
Menangkal iblis.
Jangan bercanda lagi.
Dibandingkan dengan mimpimu,
mencari asal-usul dengan mata kiriku lebih bisa diandalkan.
Setiap kali petunjuk kita terputus,
mata kiriku selalu bisa melihat adegan yang akan terjadi di masa depan.
- Meskipun... - Meskipun harga dari melihat
masa depan adalah rasa sakit yang hebat di mata kiri.
Jinzhao, aku sudah bisa menghapal kalimat ini.
Bukan urusanmu.
Pokoknya, datang ke Kastel Yinghui kali ini,
kita harus menemukan pria berbaju merah ini.
Biar bagaimanapun, dia harus ditemukan.
Jinzhao, kau belum memberiku hadiah ulang tahun untuk tahun ini.
Semuanya untukmu, dipakai saja.
Kenapa hari ini murah hati sekali?
Yue Jinzhao,
apa kau sama sekali tidak ingin memberiku hadiah ulang tahun?
Bukan, aku tidak punya uang lagi.
Jika seperti ini terus, kita akan bangkrut.
Coba kau pikirkan, selain penginapan,
kemarin kita makan dua mangkuk besar mi daging sapi,
delapan sen.
Lalu, karena Qi rakus, habis 5 sen lagi.
Terakhir, kau ambil sebuah kue kastanya lagi.
Yang paling penting adalah
kau masih lapar dan makan dua mangkuk mi telur lagi.
Tidak punya uang lagi.
Jadi, kita harus menemukan orang ini dulu.
Aku sudah menghitungnya.
Dengan kekuatan mobilitas kita,
kita bisa mengelilingi seluruh Kastel Yinghui dalam dua jam.
Ini memang cara yang bodoh.
Kalau begitu, kau pikirkan cara yang pintar.
Ayo.
Tempat ini adalah pusat.
Bertemu di sini dua jam lagi.
Aku tahu, Jinzhao tengik.
Ayo, silakan dilihat-lihat.
Aksesoris berkualitas tinggi.
- Nona. - Bos.
Berapa harga ini?
Sepuluh sen.
Sepuluh sen?
Lebih mahal dari dua mangkuk mi daging sapi.
Tidak memberiku uang, Jinzhao busuk.
(Rekrut pelayat, termasuk tiga kali makan, sepuluh sen sehari)
Rekrut pelayat.
Termasuk tiga kali makan, sehari sepuluh sen?
Aku mau menghasilkan uang.
Boleh, Nona, coba nangis.
Baik.
Aku tidak bisa nangis, bagaimana cara menangis?
Bagaimana kau menangis saat keluargamu meninggal,
cukup menangis seperti itu.
Aku tidak punya keluarga.
Kau tidak punya keluarga?
Bukankah itu sangat kasihan?
Namun, aku punya Jinzhao, tidak kasihan.
Apalagi, setelah meninggal, manusia akan memasuki reinkarnasi
dan bisa memulai kembali.
Kenapa harus menangis?
Nona ini sepertinya bukan orang normal.
Nona, pergilah ke mana kau ingin pergi.
Gawat, kudanya terkejut!
Kau baik-baik saja?
Nak, kau baik-baik saja?
Terima kasih, Nona.
- Cepat berterima kasih. - Kepala Keluarga, kau baik-baik saja?
Kalian pergi periksa apakah ada orang yang terluka.
Lihat kondisi kerusakan toko.
Baik.
Maaf, Nona.
Kuda itu adalah kuda dagang dari Keluarga Luo kami,
tadi terkejut saat sedang menyiapkan barang.
Terima kasih atas penyelamatan Nona.
Baju merah.
Kucir tinggi.
No comments yet. Be the first to leave one.