Esimesed 200 rida.
KOMUNIS NOMOR SATU
RUMAH DR. SOEJOEDI KETUA PARTAI NASIONAL JAWA TENGAH
- Di luar banyak polisi. - Apa? Polisi?
Cepat bangun.
- Ke kamar anak-anak. - Ya, Pak.
Bung Karno!
Bung Gatot! Bung Karno! Ada polisi!
Banyak sekali, Bung!
Ayo, cepat!
Bung Karno, cepat!
Cepat!
Ada apa?
Berbalik!
Apa kabar, Tn. Soejoedi?
Kalian tak bisa geledah rumahku tanpa izin pencarian resmi.
Di mana Soekarno?
Aku tak tahu.
Pembohong!
Jika kau menyulitkan, aku akan menahanmu, Tn. Soejoedi.
Di mana Soekarno?
Saya di sini.
Ir. Soekarno, atas nama Ratu, kami menangkapmu.
Bawa dia!
JAWA TIMUR, 1912
RUMAH RADEN SOEKEMI SOSRODIHARDJO
Sudah hampir dua bulan, demam Kusno tak turun juga.
Aku khawatir, Pak.
Bagaimana ini?
Biarkan saja dia.
Sabarlah.
Pasrahkan kepada Tuhan.
Selama dua bulan terakhir, aku telah lakukan ritual ini.
Tidur di bawah tempat tidur Kusno.
Berharap sakitnya pindah kepadaku.
Sudahlah. Mari tidur.
Biarkan saja dia.
Kusno sekarang berumur 11 tahun.
Karena kesehatannya tak tunjukkan tanda-tanda kemajuan...
Oleh sebab itu, pagi ini
aku lakukan upacara pembersihan dan mengganti namanya.
Aku punya usul, Tn. Soekemi.
Bagaimana kalau diganti menjadi Bima?
Semoga Tuhan memberkatinya...
Kusno bukanlah seperti Bima dari Keluarga Pandawa.
Tetapi ada kesatria kuat yang menandingi Keluarga Pandawa.
Namanya Adipati Karno.
Jadi, aku berikan nama baru untuk Kusno...
Soekarno.
Ya.
Kuharap nama baru ini
dapat mengubah Soekarno menjadi orang hebat.
Seperti sang Adipati Karno.
GANG PALENEH, SURABAYA 1920
RUMAH HAJI COKROAMINOTO, KETUA SAREKAT ISLAM
Keparat! Orang Belanda itu berlaku seenaknya.
Lihat ini!
Ambil beras, tebu, gandum, seenaknya sendiri.
Omong kosong apa ini?
Lalu, apa yang masih sisa, Cak Muso?
Yang tersisa cuma kemiskinan.
Sampai kiamat, kita akan terus menderita. Paham?
Menjadi budak di negeri sendiri. Apa itu?
- Kartosuwiryo! - Ya?
Ke sini!
Pergilah ke pasar, beli gula, kopi, dan gendar.
Kita akan kedatangan tamu penting dari Yogyakarta dan Jombang.
Kyai Hasyim dan Kyai Dahlan, Pak?
Ya, ini uangnya.
Pergilah sekarang.
Soekarno, apa kau seorang Marxis?
Ya, aku juga Muslim.
Karl Marx dan Islam berjuang untuk kelas bawah.
Karena kau dari kelas bawah, benar?
Mereka keluargaku, Mien.
Bagus sekali!
Kau sangat berbakat!
Ambilkan sandalku!
Ayo!
Permisi, Tn. Soekemi.
Silakan, Bu Sahen.
Kusuruh kau belajar, bukan jalan-jalan seperti ini!
Kau pakai sepedaku!
Kusno, kau yakin mau melamarnya?
Kau bahkan bukan putra Bupati.
Percayalah.
Masalahnya, apa ayahnya akan menerimamu?
Jangan panggil aku Soekarno bila tak bisa menaklukkan Belanda.
Omong kosong!
Aku akan kembalikan jas ini besok.
Akan dibersihkan...
Ya, apa yang kau lakukan di sini?
Keluar.
Kau penduduk lokal! Keluar!
Apa kau sadar kalau kau penduduk lokal?
Kau tak diizinkan dekat dengan putriku, Mien!
Mengapa?
Aku salah apa, Pak?
Kau berbeda dengan kami.
Kau mungkin pakai baju yang sama seperti orang Belanda,
tetapi kau masih bukan dari kelas kami.
Pergi dari sini!
Kau! Ke sini!
Bawa dia keluar.
- Bawa dia keluar! - Ayah! Tidak!
Mien! Tidak!
Saya bisa keluar sendiri.
Mien!
Soekarno!
- Soekarno! - Mien!
- Tidak! - Keluar!
Saya cinta dia!
Kita adalah tuan!
Tuan untuk tanah kita sendiri!
Belanda itu cuma tamu!
Mereka takut pada kita!
Untuk apa kita menunduk? Bersujud? Merangkak?
Menjadi budak orang asing?
Untuk apa?
Apa itu?
Kita harus tegak!
Tegak berdiri melawan mereka!
Melawan Belanda itu!
Kusno!
Aku dengar dari Kartosuwiryo,
kau belajar membuat pidato, ya?
Ya, Pak.
Itu bagus, Kusno.
Seorang pemimpin harus bisa menggenggam hati rakyat.
Rakyat, Kusno, sama misteriusnya dengan alam.
Tetapi bila kau sanggup memikat hatinya,
mereka pasti akan mengikutimu.
Saudara-saudaraku semua!
Sampai kapan kita akan terus terlelap?
Hidup hanya menikmati mimpi tanpa berusaha untuk mewujudkannya!
Siapa yang akan menghormati bangsa macam sapi dan kerbau?
Tak ada!
- Siapa? - Tak ada!
Tak ada!
Dipaksa terus-menerus bekerja...
Dagingnya dimakan...
Darahnya diisap!
Mau?
- Tidak! - Mau?
Tidak!
Saudara-saudaraku,
jadilah Saudara-saudara semua tuan untuk dirinya sendiri.
Hidup Cokro!
SEMANGAT SAREKAT ISLAM
TERKUTUKLAH! SETAN DAN KOLONIALIS
PANJANG UMUR MARHAENISME
Hidup Soekarno!
BANTENG MUDA INDONESIA!
PNI PARTAI NASIONAL INDONESIA
Tanah kita sangat kaya.
Tetapi mengapa kita selalu kelaparan?
Di mana-mana terlihat tubuh kurus dan penyakitan.
Kenapa, Saudara-saudara?
Tidak tahu!
Ini karena
Belanda mengisap kekayaan kita tanpa membaginya secara adil kepada kita.
Kita ditindas oleh sistem kolonial.
Apakah Saudara-saudara biarkan?
Tidak!
Apakah Saudara-saudara biarkan?
Tidak!
Ini saatnya kita tunjukkan siapa diri kita. Berteriaklah!
Tn. Imperialis, kita akan tuntut Tuan
agar Tuan berbuat baik kepada rakyat dan tanah kami.
Kita harus perang!
Tahanan dari Yogyakarta.
PENJARA BANCEUY, BANDUNG 1929
Soekarno!
- Soekarno Mangkoepradja! - Masuk!
Masuk!
- Soepriadi! - Masuk!
Ada pakaian yang cocok denganku?
Aku bukan pencuri.
Pemberontak komunis sepertimu sama saja dengan pencuri.
Aku bukan Komunis.
Tidak masalah, kau masih pencuri!
Bu Inggit!
RUMAH INGGIT GARNASIH, ISTRI KEDUA SUKARNO
Bu Inggit!
Ada apa?
Suamimu ditangkap di Yogya.
Bu Inggit?
Ambil ini.
Kalau perlu sesuatu, beri tahu aku.
- Baik. - Terima kasih.
Ini bentuk dukungan kami kepada Bung Karno.
DUKUNG! BUNG KARNO
Bagus.
Semoga ini juga cukup untuk membantu.
Baik, terima kasih.
Kami akan mendukung Bung Karno mati-matian.
Permisi!
Tuan-tuan hakim yang terhormat,
pengadilan Anda menuduh kami melakukan kejahatan besar.
Dengan apa kami melakukan kejahatan besar yang Tuan-tuan tuduhkan?
Dengan pedang? Senapan? Bom?
No comments yet. Be the first to leave one.