Esimesed 200 rida.
Musim semi 1940 - enam bulan memasuki Perang Dunia II.
Mesin perang Hitler sedang dalam perjalanan ke Norwegia.
Tujuan utamanya untuk mengamankan kendali atas:
Pantai Norwegia,
Raja,
Pemerintah dan
cadangan emas Norwegia.
Ini kisah soal emas.
TGL 8 APRIL 1940 MALAM SEBELUM INVASI.
Bagusnya!
- Kau mau bergabung? - Ya, aku segera ke sana.
- Sebentar. - Ayo.
Sedikit lagi.
- Halo! - Hai!
- Maaf kami terlambat. - Tak apa. Halo.
- Hai, Chris. - Hai, Paman Fredrik.
Kami akan hidangkan kue.
Jika Fredrik dapat berpisah darinya.
Halo.
- Bagusnya. - Siapa di sini! Ini Kris!
- Sudah selesai? - Aku akan menyalakan lilin.
Kita harus pergi ke ruang bawah tanah.
- Semuanya. - Tidak, Ayah! Itu cuma latihan.
- Di mana Nils? - Nils?
- Kukira kau membawanya. - Tidak, aku tak membawa Nils.
Hai...
- Nils menjaga rumah. - Tapi Ayah, aku harus bersama Nils.
Kita tak bisa naik selama alarm serangan udara untuk mencari Nils.
Kita tak bisa.
- Ada apa? - Nils masih di lantai atas.
Mau aku mengurusnya? Mau aku pergi cari Nils?
Tidak, tak perlu lakukan itu.
Ya, tak apa. Nils itu penting.
Bibi Nini akan cari Nils. Itu akan baik-baik saja.
Lihat yang kutemukan.
- Dan kubawa ini. - Ya!
Nils?
Laksamana komandan melaporkan:
Malam ini, kapal perang Jerman melewati Benteng Oslofjord
di bawah tembakan meriam benteng
dan terus berlanjut.
Jam 04.30, kebakaran hebat dilaporkan
antara beberapa kapal perang dan Oscarsborg.
Sebuah kapal penjelajah melewati benteng
tapi kemudian terdampar di Digerud.
Kapal lain telah membombardir Horten.
Kapal perang Jerman juga, di bawah tembakan dari benteng,
melewati Bergen, yang telah diduduki.
Dua kapal telah melewati Trondheim.
Kota itu tampaknya telah diduduki.
Satu kapal telah mencapai Narvik,
kemungkinan besar setelah pertempuran dengan kapal Norwegia.
HARI INVASI 9 APRIL, PAGI HARI
- Berapa lama waktu kita? - Mereka sudah ada di sini.
- Apa yang kita butuhkan? - Keajaiban.
Menunggu keajaiban, berapa lori?
20, mungkin 25, selain yang kita punya.
- Kalau begitu kau harus cari itu. - Aku tak bisa menyulap 20 kendaraan.
Kecuali jika kau mau kubajak kendaraan.
Ide hebat. Pergi bajak kendaraan.
Misinya jelas? Kita harus membeli kendaraan.
Ya. Aku hanya...
Kurasa ini bertentangan dengan deskripsi pekerjaanku.
Kau punya pekerjaan baru sekarang.
Hari ini akan sedikit tak biasa.
Ya...
TRANSPORTASI EMAS
Irene, dengarkan aku. Sayang...
Tidak! Kau jangan buat kami hanya duduk di sini dan menunggu.
Ini cuma beberapa jam. Aku segera kembali.
Aku dengar pesawat, Fredrik. Aku tahu apa artinya.
- Begitu juga seluruh Oslo. - Itu sebabnya aku harus turun.
Kita punya informasi sensitif yang tak bisa jatuh ke tangan Jerman.
Veslemøy, tolong.
Tak bisakah orang lain melakukannya?
Bukan kau pemimpin kantor itu. Kau cuma sekretaris.
Aku punya tugas mendesak, dan aku harus pergi ke sana.
Begitu aku kembali, kita akan pergi ke Mylla.
Pondok adalah tempat teraman, dan aku akan kembali dalam beberapa jam.
Aku janji.
DRØBAK 36 KM DI LUAR OSLO
- Oslo, tolong. - Tidak, kami mau ke Kolbotn.
Kau akan mengantarku ke Oslo. Ini penting.
Aku harus ke bank sentral. Ini sangat penting.
Kau basah kuyup.
Kapal tenggelam.
- Kapal kami tenggelam. - Ada orang lain di kapal?
Kantor Pusat Partai Buruh
Bakar itu.
- Bakar itu. - Baiklah.
- Statistik dari akhir tahun. - Bakar itu.
Ini?
- Bakar itu. - Baiklah.
Ini akan dikirim. Jangan taruh di luar sampai transportasi datang.
Bakar itu.
Tunggu.
- Maaf? Haslund? - Ya.
- Kantor menteri keuangan. - Nanti kutelepon lagi.
- Bakar itu. - Haslund.
Ini dari menteri keuangan sendiri.
Baik.
Bakar itu. Periksa. Bakar itu.
Halo?
- Halo? - Oscar? Semuanya baik-baik saja?
Fredrik, aku butuh sopir.
Kita harus mengungsi.
Aku tak mengerti. Kau butuh supir?
Astaga. Kita di serang.
Aku butuh orang yang bisa kupercaya.
- Seperti teman lama, Fredrik. - Aku mengerti.
- Aku akan ke sana secepat mungkin. - Terima kasih.
Irene?
Fredrik sayang, Datanglah secepat mungkin.
Cinta, gadis-gadismu.
Inggris menanam ranjau di sepanjang pantai Norwegia.
Apakah Jerman datang untuk menyelamatkan kita?
Bocah seperti kalian yang menjilat bokong para Brownshirts harus dikebiri!
Enyahlah!
Apa-apaan?
Hai!
Tidak!
Aku bukan pencuri mobil. Aku tak mencoba mencuri mobil.
Aku dari bank sentral Norwegia.
Jika kau dari bank sentral, aku Yesus dari Nazaret.
Tidak!
Aku dalam misi penting. Kami butuh transportasi.
Hingga Lillehammer. Ini.
Baca ini.
Enyahlah.
Kubilang enyahlah!
Apa muatannya?
BANK SENTRAL NORWEGIA
Ayo!
Pak. Aku menemukan sopir dan mobil.
- Itu bagus. Kenapa itu? - Aku tak mau membahasnya.
- Maaf? - Itu cukup traumatis, sebenarnya.
Duduk diam!
- Ini bukan dia. - Ya, itu.
Seharusnya kubatalkan janjiku.
- Sepertinya dunia akan... - Hei!
Itu dia.
Benar.
Tak ada perintah mobilisasi?
Kulihat orang Jerman di luar jendela!
Nanna, bagaimana status kendaraan dari Kristiania Transport?
Semuanya dialihkan ke bank sentral.
Halo! Bisa minta perhatiannya?
Aku baru saja bicara dengan Kepala Polisi Welhaven,
dan Komisi Evakuasi dibubarkan,
segera berlaku.
Tapi kita yang punya rencana evakuasi.
Pemerintah sudah memulai evakuasi tanpa kita.
Tapi itu semua tujuan kita.
Kita harus hancurkan semuanya dan meninggalkan kota.
Apa, kabur? Kita harus melawan.
Silahkan jadi sukarelawan
dan angkat senjata, tapi aku akan pergi...
Ayo!
- Ini peti terakhir? - Ini yang terakhir.
Sini.
Berkendara langsung ke Lillehammer. Jangan singgah, jangan ambil penumpang.
- Masuk. - Di belakang?
- Kau akan menjaga kargo. - Tidak, aku pegawai bank.
Kau kerja untuk bank. Ini akan jadi salah satu tugas terpentingmu.
Duduk di belakang mobil yang melaju kencang?
Aku harus jelaskan pada salah satu karyawanku
bagaimana standar emas bekerja?
Ini fondasi ekonomi kita.
Jika Jerman menguasainya, mereka akan menghancurkan kita.
Masuk!
- Brengsek! - Hei, hentikan!
Jangan bilang siapa pun apa yang kita angkut.
Jika kita bertemu Jerman, kami beruntung karena dia bersenjata.
Sial.
Pulanglah sekarang.
Ini tak akan menyenangkan.
Kristiansand menderita karena serangan udara.
Pasukan Jerman telah mendarat di Egersund.
Tønsberg melaporkan bahwa pada jam 5:30 pagi ini,
satu regu pasukan Jerman mendarat di Vallø di luar Tønsberg,
berjumlah sekitar 20 tentara.
Penduduk telah meninggalkan rumahnya yang terbakar
dan bergerak menuju Tønsberg.
Sebuah tembakan dilepaskan dari pihak Norwegia,
namun Jerman tetap tenang.
Tidak, berhenti! Tunggu.
- Emasnya? - Dalam perjalanan ke Lillehammer.
Gubernur bank sentral?
Tak bisa kuhubungi, tapi dia tahu yang harus dilakukan.
Jalan.
Kami punya...
di cari, tapi...
kami tak bisa menemukan...
- Schlüssel? - Die? Der?
- Der Schlüssel. - Der Schlüssel.
Tn. Rygg.
Penting bagimu untuk memahami
Reich kami yang agung datang dengan damai.
Kami menyanyangi Norwegia.
Aku menyanyangimu.
No comments yet. Be the first to leave one.