Esimesed 200 rida.
Kita sudah sampai.
Tunggu sebentar, Bu.
Di sini saja.
- Pisangnya bagus, ya? - Ya.
Ini. Terima kasih, ya?
Bu, kenapa hanya sepuluh ribu?
Aku anggota kelas perak.
Kau bilang tujuan ke mana pun hanya perlu membayar sepuluh ribu.
- Aku lupa, Bu. - Baiklah.
Bu, bagaimana jika menjadi anggota kelas emas?
- Apa manfaatnya? - Banyak!
Selain belanjaan dibantu diturunkan,...
...naik becak tiga kali hanya membayar dua kali.
- Gratis satu kali? - Betul.
Saat cuaca sangat panas,...
...Ibu Jum mendapatkan es teh dan gorengan.
- Baiklah, aku mau. Terima kasih. - Biaya pendaftarannya seratus ribu.
Aku bisa mendapat banyak jika membeli gorengan seharga sepuluh ribu.
- Ya. - Es teh harganya hanya dua ribu!
- Mahal. Tidak. - Ini foto terbaru.
- Ini foto terbaru. - Tidak!
Ibu juga mendapat kaus Kamidia Latjuba.
Cukup, mahal!
- Ibu? - Nak, tunggu sebentar.
- Ini seperti biasa, ada 20 bungkus. - Ya.
Aku tambahkan dua bungkus.
Ini untuk temanmu yang belum makan dan yang tak memiliki uang.
Baik.
Semoga semua laris, ya, Bu?
- Amin. - Baik, aku berangkat.
- Asalamualaikum. - Wa'alaikumussalam.
Astaga.
Selalu begitu! Selesai salat Subuh pasti tidur lagi.
- Cak Jon! - Apa, Bay?
- Ayo bangun! - Nanti.
Jangan menundanya. Nanti rezekinya dipatuk ayam.
- Tak mungkin, Bay. - Bagaimana bisa tak mungkin?
Aku sedang memeluk ayamnya!
Di sini, ya, Bay?
- Terima kasih. Besok lagi, ya? - Ya.
- Permisi. Ya. - Hati-hati, Don.
- Hati-hati. - Terima kasih.
- Kenapa kau keluar? - Kenapa kau masuk ke mobilku?
Kau mengklakson. Aku pikir kau memintaku untuk masuk.
Aku mengklakson agar kau berhenti. Ayo kita berjalan kaki.
- Astaga, aku pikir... - Begini lebih nyaman.
Apa itu...
Kalian mau sekolah atau mengikuti gerak jalan?
Sial!
Hanya karena mengendarai motor...
Kenapa, ya, Bay?
Kenapa kita seperti ditakdirkan menjadi orang "malang"?
Kita memang di Malang, maka kita menjadi orang Malang.
Bukan begitu, maksudku...
...bukan kota Malang.
Kita seperti bernasib malang, sial.
Namun, kau harus tetep bersyukur, Don.
Kenapa?
Lihatlah, saat kau berangkat ke sekolah,...
...mengendarai mobil dengan AC, sementara aku...
...menumpang penjual susu. Kau harus bersyukur.
Namun, kehidupan orang memang berbeda.
Itu masalahmu, tapi aku...
Aku merasa ayahku...
...seperti lebih menyayangi adikku daripada aku.
Sudahlah, Don.
Jika menjadi ayahmu, aku juga akan seperti itu.
Memang menyebalkan ucapanmu, Bay!
Hei! Kalian mau ke mana?
Mau ke sekolah, Pak.
Ya, aku tahu. Namun, kini pukul berapa?
Tak tahu, Pak. Kami tak memakai arloji.
- Ya. - Arlojiku rusak.
Seragam berantakan. Wajah berminyak. Berkeringat.
Kalian baru bertanding futsal melawan Barcelona?
Kalian menerima sliding tackle dari Puyol?
Kami hanya sedikit terlambat, Pak.
Dengar, disiplin dalam motor,...
...itu seperti BBM-nya.
Jika tak ada BBM-nya, motornya tak bisa menyala.
Namun, kami tak punya motor, maka kami tak memahaminya.
Betul.
- Astaga. - Lihat, Pak.
Aku tahu Pak Satpam belum makan sarapan. Ini pecel.
- Apa, Bay? - Ini pecel, Pak, lezat. Ayolah.
- Terima saja. - Terima kasih, Bay.
Baiklah, aku takkan menjadi marah.
Baiklah, semoga laris dagangannya.
Jadi, bisa membeli motor!
- Amin. - Amin.
Kenapa kau juga berkata, "amin"? Aku hanya mendoakan Bayu.
- Baik, Pak. Permisi. - Aku percuma jika mendoakan Doni.
Doaku akan ditolak!
- Tunggu. - Apa?
Ayo kita lewat sini.
Tak apa untuk sedikit lebih jauh.
Ada Stevia, aku mau menunjukkan diri.
- Selamat pagi, Stev. - Sangat jantan.
- Terima kasih, Stev. - Bukan dirimu.
Kau membuatku merasa kesal!
Stev?
Di sana.
Kau memang hanya cadangan mati, Bay.
Cadangan mati? Apa maksudmu?
Dalam sepak bola, kau baru bermain saat semua pemain cedera.
Bersemangat!
Siap!
Bayu, ayo bermain.
Ayo, cepat.
Pelatih, bagaimana ini?
Ayo, Bayu. Kau pasti bisa melakukannya.
Semua menyerang!
Sial!
Bersabarlah.
Sangat tampan.
Sangat keren.
Celananya makin naik, makin keren.
Dia terlihat gagah saat berlari.
Nando!
Lebih baik aku menjadi cadangan mati. Kau penonton, hanya bisa menonton!
Di sayap kanan, pemuda asal Malang.
Selain di posisi sayap kanan, Bayu juga di posisi paha atas.
- Sudahlah, diam saja. - Itu tadi...
- Kau melupakan suratmu? - Kau benar.
Kau bilang kau mau menyatakan perasaanmu.
Nando.
Kami berdua berencana ke rumahmu.
Boleh, 'kan?
Ayahku galak, dia tak suka jika ada yang datang ke rumah.
Aku merasa yakin bahwa ayahmu pasti akan menyukaiku.
Apa lagi terhadapku, dia pasti amat menyukaiku.
- Tidak, jangan! - Itu dia.
- Tepat waktu. Ayo, berikan kepadanya. - Astaga.
- Baiklah, kau temani aku. - Ini urusanmu.
Aku takut ditolak.
Jangan merasa takut, kesempatan takkan datang dua kali.
Ayo, langsung berikan kepadanya.
Jika ditolak, hilanglah kesempatan itu.
Kesempatan itu takkan ada sama sekali.
Memang kau mau terus menunggu?
Hei, kemarilah.
Kau teman sekelas Glenca dan Aliya, 'kan?
Aku akan menitipkan surat ini kepadamu. Ini surat dariku.
- Surat apa ini? - Astaga.
Kau tak perlu mengtahui isinya, berikan saja.
Aku saja takut terhadap ayahku.
- Ayolah, Ndo. - Tak papa, Ndo. Kami yakin...
- Aliya? Glenca? Ada surat untukmu. - Surat dari siapa?
Dari dua orang itu.
Itu si Bau dan Doni.
- Berakhirlah kita. - Itu dirimu.
"Untuk Aliya."
"Jika kau menerima surat ini, dengan surat ini, aku mau bilang..."
"...bahwa aku sudah lama menyukaimu."
Dia menyukaimu, Al.
Itu Doni. Hei, Don!
Bay, pacar itu...
...tak berhubungan dengan harta dan wajah.
Jatuh cinta itu melalui perasaan, Bay.
Itu klasik, Cak Jon.
Bagaimana jika begini?
Jika Cak Jon menjadi perempuan,...
...kau akan memilih yang tampan seperti Nicholas Saputra,...
...atau yang seperti ini?
Jangan membandingkanku dengan Nicholas Saputra.
Biarkan dia menjawabnya dahulu. Ayo.
Jika penglihatannya tak rabun,...
...aku akan memlih Nicholas Saputra yang tampan.
Kini, jika Cak Jon harus memilih.
Cak Jon akan memilih Roy yang kaya,...
...atau anak penjual pecel ini?
- Aku takkan memilih, Don. - Kenapa?
- Aku masih normal. - Bukan itu maksudku.
Maksudku jika Cak Jon menjadi perempuan...
Astaga! Aku bukan perempuan, Don.
Ya, aku mengerti.
Memang siapa perempuan yang menyerupai Cak Jon?
Aku saja tak ingin membayangkannya.
Maksudku jika Cak Jon menjadi perempuan, seperti itu.
Ya, jika sudah jatuh cinta...
...aku bisa memilih Bayu.
Namun, kenyataannya...
...kehidupan ini pahit.
Kita ini sudah kalah dari sisi wajah dan harta.
Kau harus membeli motor.
- Membeli motor? - Ya.
Hidupku ini pas-pasan.
Kau saja.
- Apa? Yang benar saja? - Membeli motor!
Aku meminta gitar listrik saja belum dibelikan.
Namun, jika kau membeli motor, aku juga bisa meminjamnya,...
...kau bisa mengantar dan menjemput Aliya dan Glenca.
Berboncengan bertiga? Yang bener saja, Bay?
Aliya atau Glenca yang kau incar?
Doni suka menebarkan jalanya.
Kau itu mengejar perempuan atau tongkol?
Bandeng.
- Jon, Anak-Anak diajak makan dulu. - Baik.
- Aku nanti saja, Cak. - Ya.
Aku nanti saja bersama Bayu, Cak.
No comments yet. Be the first to leave one.