Kak Limah's Ghost

Kak Limah's Ghost (Hantu Kak Limah)

Laadige alla Indonesian subtiiter

Väljalaske info

Hantu Kak Limah 2018 NF WEB-DL
Kommenteerib Putra14
Netflix Retail.

Sildid

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Avaldatud: 2019-02-18
Allalaadimised: 29
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

Kak Limah, kalau toko mesin slotku tak pernah ditutup,

sudah lama kumajukan desa kita ini.

Tak apa-apa, Yeh.

Kau sedang tak beruntung saja.

Tak masalah.

Kurasa dengan bekerja sambilan di sekitar desa ini,

kau masih bisa menafkahi istrimu, 'kan?

Benar, Khuda?

Serakah!

- Hussin! - Ya?

Kemari.

Kulihat Hussin makin tak waras saja.

Itu sebabnya harus punya harta,

agar nasib kita tak seperti dia.

Lihat saja dia.

Perahunya tak bermesin,

tapi dia masih berpura-pura mematikannya.

Bukankah itu gila?

Apa masalahmu? Aku hanya main-main.

Lihat, semua giginya hampir ompong!

Kak Limah!

Kau makin cantik saja setelah menikah.

Terima kasih, Hussin.

Bagaimana lagi?

Khuda mengajakku menikah.

Aku hanya bisa menerimanya.

Astaga! Buas sekali!

- Soal Khuda... - Ya?

Dia sudah menikah saat pindah kemari, 'kan?

Aku tak tahu.

Rumahmu bagus, Khuda.

Sekarang sedang musim kemarau. Jadi, tak masalah.

Kalau musim hujan, bahkan panci dan wajan bisa hanyut.

Benarkah?

Hussin, aku ingin menasihatimu.

Kau sering masuk hutan. Hati-hati.

Itu bukan tempat kita. Tempat makhluk lain.

Tempat kita di sini.

- Aku bukan ingin menakut-nakuti. - Aku tahu.

Aku hanya mencari kayu di sana.

Aku hanya coba menasihatimu.

Kawan-kawan, masuklah.

Aku akan membuat bubur talas.

Kita bisa makan bersama.

Mari?

DUA PEKAN KEMUDIAN

KLINIK KESEHATAN KAMPUNG PISANG

Syukurlah kau datang, Yeh.

Kita bisa urus jenazahnya.

Bu Kesuma seharusnya pulang pukul 15.00 tadi

untuk menjemput anaknya dari TK.

Suaminya sudah marah di rumah.

Siapa yang menemukan jenazahnya?

Pak Iqbal Dinzly.

Dia sedang di kebunnya.

Kebunnya tepat di sebelah kebun Kak Limah.

Namun, mereka sedang berselisih

mengenai batas lahan.

Namun, itu cerita lama.

Jadi, dia membawa jenazahnya kemari, mengira dia masih hidup.

Jadi, kuperiksa nadinya.

Dia sudah meninggal!

- Keluarganya sudah diberi tahu? - Aku tak tahu.

Ikut aku. Akan kuperlihatkan.

Di sebelah sana.

Astagfirullah, Kak Limah!

Aku punya firasat buruk.

Hei.

Sudah berkali-kali kubilang, jangan makan buah itu.

Tiap kali menemukan buah, kau langsung memakannya.

Bijinya pun kau telan.

Jangan mengomel terus.

Kau menakuti burung-burung itu.

Astaga.

Mau ke mana, Kak Limah?

Masuklah. Kuberi kau tumpangan.

Ayo.

Kau harum sekali, Kak Limah. Lebih harum dari minuman soda!

Di mana Khuda? Apakah dia di hutan?

Rambutmu bagus hari ini.

Mirip rambut Beyoncé.

Abang!

Kau mengejutkanku.

Astaga.

Eton.

Abang, bukankah sudah kubilang, kita tak boleh sering bertemu?

Namun, aku merindukanmu, Eton.

Aku juga merindukanmu, Abang.

Namun, kita tak pantas berduaan malam-malam begini.

Nanti ada yang melihat.

Siapa yang peduli? Jangan terlalu dipikirkan.

Kita tak mengganggu mereka. Jadi, kenapa kita harus peduli?

Astaga.

Kenapa kau ingin bertemu denganku?

Eton.

Kurasa sudah waktunya aku...

Aku...

Mari kita menikah.

Abang.

Aku bukan menolak lamaranmu, tetapi kupikir lebih baik

kita tetap berteman saja.

Eton.

Ajak aku bertemu ayahmu.

Ayahku?

Bisa lain kali saja?

Karena ayahku sedang sibuk sekarang.

Sibuk?

Hussin!

Kenapa kau bicara sendirian?

Aku tak bicara sendirian. Kau tak lihat?

Lihat apa? Tak ada siapa-siapa di sana.

Dia ada di sini!

Tadi dia ada di sini!

Khuda, ada apa denganmu?

Sepertinya ada yang tak beres.

Astaga.

Jangan cengeng begitu.

Rumahmu di sana.

Kau baru pergi satu malam dan sudah bertingkah.

Aku tahu niatmu.

Dasar binatang.

Joy Jeruk, Joy Apel

Mangga dan jambu biji!

Mok!

Maaf aku terlambat. Aku habis mengantar Kak Limah.

Apa maksudmu? Ikut aku.

- Aku ingin kau menjaga ini. - Menjaga apa?

Jaga jenazah Kak Limah sampai Musalman kembali.

Aku sudah mengabarinya. Siapa lagi yang bertugas malam ini?

- Hanya aku malam ini. - Benarkah?

Apa maksudmu jenazah Kak Limah?

Dia meninggal sore tadi.

Apa maksudmu? Aku baru mengantarnya ke tepi sungai.

Siapa yang konyol di sini?

Kenapa kau mengantarnya ke sungai? Dia sudah meninggal!

Bisa jadi siapa saja, tapi kau pikir itu Kak Limah.

Aku tahu seperti apa rupa Kak Limah.

Atau seperti apa rupa Kak Roziah atau Kak Timah.

Astaga! Aku tak bisa berkata-kata!

Apa ini?

Tunggu.

Kau mau ke mana?

Aku tak bisa menjaga jenazah Kak Limah sendirian.

Nayan, anggaplah ini bagian dari pekerjaanmu.

Atau tanggung jawab untuk agama kita.

Aku mau pulang. Datang ke rumahku kalau butuh sesuatu.

- Jangan pergi! - Tak akan!

Tolonglah aku, Tuhan. Kumohon!

Asalamualaikum.

Nah?

Nah?

Nah?

Di mana dia? Nah?

Abang mau makan malam?

Aku mandi lebih dahulu.

Abang, benar Kak Limah sudah meninggal?

Kak Limah meninggal itu bukan urusan kita.

Namun, tak ada yang peduli pada jenazahnya.

Tak bisa mengandalkan Bala. Dia mendaki gunung besok.

Nayan tak berguna.

Untungnya, aku anggota Biro Komunikasi.

Tak ada masalah yang tak kuketahui.

Kudengar dalam dua tahun lagi,

aku akan diangkat menjadi ketua Biro Disiplin.

Saat itu terjadi,

aku akan berpeluang besar menjadi kepala desa.

Saat aku menjadi kepala desa...

- Kau rupanya. - Abang, ini handukmu.

Abang!

Aku baru pulang melihat jenazah.

Kalau tidak...

Kenapa ini bisa terjadi?

Aku baru lihat jenazah Kak Limah.

Siapa yang menangis malam begini?

Astaga.

Kaukah itu, Maznah?

Bukan.

Kenapa harus mati lampu malam ini?

Kenapa tidak di malam lainnya?

Masih banyak malam lainnya.

Di mana stempelnya? Aku tak bisa melihat.

Terima kasih, Tuhan!

Ya Tuhan!

Kenapa kau gemetar begitu?

Nah!

Ada apa, Abang?

Nayan!

Itu hantu Kak Limah!

Itu hantu Kak Limah!

Ambil talinya.

Mari mampir.

Istriku pasti membuat bubur talas.

Bubur talas ini enak, Kak Limah!

Sangat gurih.

Ini juga agak asin.

Itulah alasanku ingin mencari istri seperti Kak Limah.

Dia pintar membuat bubur talas yang lezat.

Kalau dia menjualnya di Kampung Baru, pasti akan laku keras.

Bersyukurlah ada yang mau menikah denganmu.

Kau punya istri. Sedangkan aku, tak punya apa-apa!

Kak Limah's Ghost subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Kak Limah's Ghost

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left