Esimesed 200 rida.
PERSEMBAHAN NETFLIX
Halo.
Kemarilah.
Halo.
Bodoh, semua orang akan dengar kali ini.
- Apa peralatan makan tak pernah jatuh? - Tapi...
- Berapa sisanya? - Cukup untuk satu set manisan.
Dia akan minta manisan.
Kakak, aku butuh dua kilogram jilbi.
Dua kilogram? Tidak. Kami bahkan tak punya 200 gram untuk dijual.
Kami punya pesanan.
Periksa apa kau punya.
Serius. Aku tak bohong pada Hari Kemerdekaan!
Kenapa tak beli chaklis saja? Keduanya spiral, 'kan?
Tapi aku ingin makanan manis.
Ada tamu hari ini.
Untuk Jui?
Kau pasti akan mendapatkannya.
Tidak sebelum kau menunjukkan foto peminangnya.
Jangan mulai bahas itu lagi.
- Dia terlihat tampan, ya? - Pria sebelumnya juga lumayan.
Karena sedang membicarakannya, aku ingin tanya.
Ibu Sonu bilang Jui dan Raju, si pelukis, masih sering bertemu diam-diam.
- Tidak! Itu tak benar. - Aku juga tak percaya.
Aku tahu Jui itu gadis baik.
Benderanya!
Terlambat beberapa detik, dan kemerdekaan akan digoreng.
Cukup. Hentikan dan mulai mengemas.
Ayolah, cepat.
Berapa kali harus Ayah bilang soal kekurangan air?
Di negara kita, batasnya 20 menit.
Untuk ke toilet, gosok gigi, bercukur, dan mandi. Ayo cepat.
Omong kosong. Dia belum butuh bercukur.
Jika kau terus memanjakannya, dia takkan punya jenggot!
Apa maksudmu?
- Ada apa di luar? - Lihat dia.
Sepertinya Gavaskar menyiapkan pidato.
- Berandalan, pengkhianat. - Ayolah.
Kuyakin ini pria yang menggantung tali di luar pintu kita
dan terjebak... Aduh!
Jangan mengoceh. Kau punya bukti?
Bagaimanapun dia, dia takkan lakukan trik murahan hanya untuk pidato.
Mungkin kau harus menceraikanku dan menikahi si Gavaskar tua itu.
Kenapa bercerai sekarang?
Pakai ini. Pengibaran bendera sebentar lagi.
Aku tak akan datang. Aku tak bisa lihat pria itu mengibarkan bendera.
Jangan lampiaskan kemarahanmu kepada negara kita.
Cepat bersiap.
Halo, Semua.
Hari ini 15 Agustus.
Itu berarti hari ini adalah Hari Kemerdekaan India.
Untuk meraih kemerdekaan...
Untuk meraih kemerdekaan ini...
Apa yang kau lakukan?
- Untuk meraih kemerdekaan... - Kenapa berusaha menghafalnya?
Perdana Menteri pun membaca catatan.
Apa yang membuatmu malu?
Mahatma, Patel.
Aku akan menghafal jika aku perdana menterinya.
Pertama, mulai berbicara tegas dalam pertemuan masyarakat.
Aku tak pernah diizinkan bicara. Sebab itu aku buat pidato.
Tak boleh ada yang terlewatkan.
Tunggu dan lihat saja hari ini.
Aku mencintaimu, Raju.
Kau tahu ini?
Kau tak tahu, ya?
Aku pertama menaksirmu
di Hari Kemerdekaan.
Aku menatapmu tanpa henti.
Bendera di langit dan Raju di darat.
Sonu! Ada apa?
Kenapa Ibu tak dengar air?
- Air mengalir. - Cepat selesaikan, Bodoh.
Kau masih tersambung?
Bukan aku. Teleponnya jatuh.
Kabarku baik.
Bangun pukul 04.30 pagi dan berdoa di beranda.
Lalu kulihat orang tua mengajak kedua anaknya pergi piknik.
Ya, itu jelas piknik.
Tak ada yang pakai topi mewah ke pernikahan.
Tak apa-apa mereka pergi, tapi seharusnya tinggalkan kakek di rumah.
Tapi tidak.
Mereka harus menanggung akibatnya di kehidupan ini.
Ya.
Ya, dia di sini. Aku akan temui dia sekarang.
Ya.
Kakek.
Kau dengar?
Tampaknya kau banyak berdosa di kehidupan lampau.
Apa kau membantu Inggris dalam perang kemerdekaan?
Aku bercanda, Kakek.
Selamat ulang tahun.
Aku bahkan tak bisa meminta pesta darimu.
Dengar. Ingin pertunjukan?
Sekarang setrika benderanya, ikat simpulnya. Tunjukkan pada semuanya.
Bacakan pidatonya.
Tampil seolah kau berjuang untuk kemerdekaan dengan susah payah.
Kau suka pamer. Semua orang tahu siapa kau sebenarnya.
Tak berguna!
Anak-anak juga akan meledekmu. Bekerjalah.
Tak ada yang akan memberimu pekerjaan bahkan sebagai penjaga kebersihan.
Ninad, Pappu, Sohum.
Jika kulihat kelereng lagi di sini, aku akan menumbuknya.
Kakak, biar aku ambil kelereng ini.
Ini kelereng keberuntunganku. Aku bisa mengenai apa pun.
Kumohon.
Baik. Ambil. Tapi jangan rusak rangoli-nya.
Rangoli.
Siapa yang akan berterima kasih? Ayahmu?
Nanti sore saja.
Raju!
Bagaimana Rangoli-ku?
- Bagus. - Terima kasih.
Raju!
Selamat Hari Kemerdekaan.
Selamat Hari Kemerdekaan.
Selamat Hari Kemerdekaan untuk semua!
Vini, tutup pintunya.
Ambil ini. Bendera yang sudah disetrika.
Akan terbang tinggi?
Atau akan terikat kuat di tiang?
- Lelucon bagus! - Coba kulihat.
Jangan sentuh dengan tangan kotor. Tak ada yang bisa dilihat.
- Tali dan bunganya? - Talinya di sini.
Bagus! Kuajari cara ikat tali ke bendera.
Jangan tahun ini.
Tahun depan saja.
Anakku.
Tahun depan, masyarakat ini mungkin tak ada.
Mungkin ada menara besar.
Begitu apartemen dibangun di sini,
semua kegembiraan akan hilang.
Semua orang menutup pintu.
Tetangga tak dikenal. Tak tahu jika seseorang mati
sampai mereka bisa mencium bau mayat.
Semuanya akan individual. Tak ada perkumpulan sosial.
Tak apa-apa.
Kamar mandi umum tak bagus saat kita berkencan!
Bagus.
Ucapkan selamat ke Kakek Moré sebelum lupa.
Begitu sibuk, kita mungkin lupa.
Ayo.
- Ayo. - Sonu.
Kau gambar apa?
- Rangoli. - Apa ini Rangoli? Bagus!
Kenapa ada kursi di sini?
Kita berdiri untuk lagu kebangsaan.
Tn. Gavaskar akan berpidato sejam.
Siapkan kasur juga!
Lelucon bagus!
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun, Kakek Moré!
Selamat ulang tahun
Selamat ulang tahun dan Hari Kemerdekaan!
Astaga. Selipkan dari sana.
Setiap kali saat aku menarik tali bendera,
aku berdoa Kakek merdeka tahun ini.
Jiwa akan bebas.
Tapi kita tak berdaya di hadapan kehendak Tuhan.
Siapa yang mengajarimu mengikat tali?
Aku dapat ide bagus.
Lari ke kantor, periksa apa kita punya motor.
Motor?
Gunakan motor untuk menaikkan bendera.
Tinggal tekan tombolnya, dan bendera naik dengan cepat.
- Periksalah. - Aku akan kembali.
Hidup India!
Ayolah! Keluar sekarang!
Kau bisa jatuh.
Apa-apaan ini?
Kenapa ia di dalam dengan Lalya?
Apa saja bisa.
Ini Hari Kemerdekaan.
Ayo kembali bekerja.
Paman, apa ini benar?
Tunggu, bukan seperti ini.
- Aku punya sembilan. - Aku sebelas.
- Ayo letakkan. - Baik. Tunggu.
Bicara saja. Tak ada penempatan.
Sekarang kau hanya harus melihat.
Lihat, dia sangat tampan.
Jui.
- Halo, siapa ini? - Halo.
- Ini aku, Inamdar. - Halo.
Inamdar.
Ya. Ini aku.
Kau berangkat sekarang? Bagus.
Ini hari libur, jadi, takkan ada kemacetan.
Cepat datang. Kami menunggu.
- Kapan mereka tiba? - Dalam sejam.
Mereka mau menetapkan semuanya hari ini.
Lebih berhati-hatilah kali ini. Jangan ulangi yang sebelumnya.
Seharusnya berhasil kali ini.
Akan berhasil.
Sudah mengambil perhiasan dari lemari?
Kuambil sekarang.
Jui, pakai sari merah spesial Ibu.
Merah warna keberuntungan bagimu.
Aku takkan memakai sari.
No comments yet. Be the first to leave one.