Väljalaske info

Unknown Woman E016-019
Kommenteerib indri danti22
credit to VIU

Sildid

other
Avaldatud: 2017-05-22
Allalaadimised: 14
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"Episode 16"

Kenapa aku tidak bisa menghubunginya seharian?

Dia mungkin sedang menemui keluarga korban.

"Istriku"

Halo? Ini ponsel Kim Moo Yul.

Siapa yang mengangkat ponsel suamiku?

Siapa itu?

Ada apa?

Ibu. Yuh Ri...

Yuh Ri di sini.

Apa maksudmu? Tidak ada siapa pun di sana.

Tidak, aku melihatnya.

Itu Yuh Ri.

Moo Yul!

Sadarlah.

Kamu minum sebanyak apa?

Tadi itu Yuh Ri.

Aku yakin.

Apa maksudmu?

Ayo bawa dia masuk.

Astaga. - Ibu.

Aku yakin itu dia.

Sadarlah.

Bawa Moo Yul masuk sebelum ayahmu pulang.

Cepat!

Astaga.

Moo Yul!

Kenapa kamu minum amat banyak?

Tidak. Mustahil aku salah.

Hentikan omong kosong ini dan bawa dia naik.

Pasti Yuh Ri yang memencet bel.

Baik. Ibu mengerti. Sekarang bangunkan dan bawa dia naik.

Ibu akan pergi dan memeriksanya.

Apakah

itu sungguh Yuh Ri?

Tidak. Yuh Ri sudah tewas.

Selamat datang di rumah. - Kenapa kamu di luar?

Aku mau melihat apakah kamu sudah dekat.

Sadarlah.

Kamu minum dengan siapa?

Siapa yang membawamu pulang?

Lepaskan!

Biarkan aku sendiri.

Kamu marah kepadaku sekarang?

Beri tahu aku.

Siapa yang membawamu pulang?

Siapa yang mengangkat ponselmu?

Hentikan.

Kamu tahu betapa aku merasa menyedihkan hari ini?

Kamu tahu betapa kacaunya hariku?

Memalukan aku masih hidup!

Apa yang kamu lakukan?

Kamu minum-minum?

Ya.

Pengemis ini

tidak tahu diri dan minum miras mahal.

Jika habis minum-minum, kamu sebaiknya diam dan tidur.

Beraninya kamu membuat keributan.

Dia pasti terlalu banyak minum karena merasa stres

akibat anak-anak dan pekerjaannya belakangan.

Dia tidak pernah begini sebelumnya. Kamu tahu itu.

Pengertianlah.

Bawalah dia naik.

Ayo. - Pecundang.

Bahkan tidak tahan miras. - Menyingkir dariku.

Benar. Aku pecundang.

Menantu Ayah dari kampung

yang berani minum-minum tanpa seizin Ayah.

Tanpa persetujuan Grup Wid.

Moo Yul! - Sayang.

Berdiri tegak!

Ibu sudah menyuruhmu membawanya naik.

Tidak perlu repot berbicara dengan orang mabuk.

Bicaralah dengannya saat dia sadar. Ayo pergi.

Yang benar saja.

Berdiri. Ayo naik.

Ada apa denganmu?

Apa kamu sekesal itu

kepada ayahku dan Grup Wid?

Bangunlah, Moo Yul.

Siapa wanita yang mengantarmu pulang?

Wanita yang datang denganmu

adalah Yuh Ri, bukan? Benar?

Bangunlah! Bangun, Moo Yul!

Moo Yul. - Ada apa denganmu?

Kamu mau membangunkan anak-anak?

Biarkan dia tidur dan keluarlah.

Sul.

Wanita yang memencet bel pasti Yuh Ri.

Aku melihatnya.

Yuh Ri sudah tewas.

Kita memastikannya saat menerima kiriman lukisan.

Mereka bahkan menemukan jasadnya. Kenapa kamu berbicara seperti ini?

Aku melihatnya!

Berapa kali ibu harus bilang kepadamu

bahwa tidak baik menyebut namanya di depan Moo Yul?

Tidak. Aku melihatnya

dengan mata kepalaku sendiri.

Belakangan kamu stres karena Ga Ya dan Ma Ya.

Kamu mungkin salah lihat.

Tidak.

Tidak mungkin.

Di mana tempat ini?

Hae Joo.

Hentikan.

Kamu tidak boleh mencegah pasanganmu melarikan diri.

Kamu harus membuatnya datang kepadamu atas kemauannya.

Jika kamu begini terus, Moo Yul akan muak denganmu.

Hentikan dan masuklah.

"Istriku, Ayah, Pemasok"

Yuh Ri. Aku tahu kamu masih hidup.

Kamu tidak bisa membodohiku.

Lama tidak berjumpa, Hae Joo.

Selama ini kamu bahagia dengan jodohku

yang kamu curi?

Namun, kebahagiaan itu tidak akan bertahan lama.

Karena aku

akan membuat kalian bercerai.

Tidak.

Dia sudah tewas. Tidak mungkin bereinkarnasi.

Dia tidak abadi.

Dia juga tidak mungkin bangkit dari kematian.

Dia sudah tewas tiga tahun lalu.

Bagaimana mungkin?

Aku sendiri yang mengadakan peringatan kematian untuknya.

Aku sudah menua. Aku tidak mengenali orang.

Aku harus mencari pria kaya sebelum kulitku keriput dan menua.

Astaga.

Kamu baik-baik saja?

Dia bersikap baik, alih-alih marah.

Dia tampak elegan dan rapi.

Apa dia gigolo?

Kamu mencoba memperdayaku?

Tidak bisa.

Tidak. Aku salah. Aku menabrakmu.

Akan kubayar biaya reparasinya.

Ini hanya lecet sedikit.

Aku bisa memperbaikinya sendiri. Kamu boleh pergi.

Apa? Dia tidak mengincar uangku? Dia sangat keren.

Baiklah.

Apa maksudmu ini hanya lecet?

Kurasa mobilnya penyok.

Kita harus teliti jika masalah uang.

Berikan kartu nama atau nomor ponselmu.

Gunakanlah ini untuk menyeka darahmu.

Baiklah.

Hubungi aku jika mulai sakit atau cedera karenanya.

Baiklah.

Ayah Moo Yul

mendatangi mimpiku semalam

dan menggenggamku. Dia bilang aku sudah benar.

Mungkinkah

ini restu darinya?

Berhenti berbicara omong kosong.

Ada apa dengan berandal itu?

Apa-apaan ini? Hei!

Kenapa seseorang yang berkencan buta amat mabuk?

Lupakan saja. Aku tidak membutuhkannya.

Seluruh wajahnya menjijikkan.

Kepribadiannya yang paling menjijikkan.

Kopinya terlalu pahit, musiknya terlalu lantang,

orang-orang di meja sebelah membuatnya kesal.

Bedebah berwajah anjing itu.

Benar. Kamu tidak bisa hidup

hanya dari wajah tampan,

tetapi makanan yang tampak indah terasa lebih lezat.

Selama belum menikah, dia sempurna.

Dunia ini mungkin berisi anjing,

tetapi pria beristri tidak akan berkencan buta.

Dia tidak mungkin sudah beristri, bukan?

Kalau begitu tidak apa.

Ibu bicara apa? Aku sudah cukup kesal.

Terserahlah.

Carikan aku pria lain yang cocok

sebagai ipar keluarga konglomerat.

Kepalaku...

Bagaimana aku pulang kemarin?

Kamu minum dengan siapa dan di mana kemarin?

Aku pergi minum-minum

dengan teman-teman kuliah di dekat kantor, tetapi...

Bagaimana kamu pulang?

Siapa yang mengantarmu?

Itu...

Aku pasti terlalu mabuk dan pingsan.

Aku tidak ingat apa pun.

Kamu bisa pulang,

jadi, kamu pasti menyebutkan nama atau alamat.

Benar. Sopir.

Aku ingat menghubunginya.

Maaf. Tidak ada yang terjadi, bukan?

Tidak ada yang terjadi?

Kenapa? Apa ada yang terjadi?

Bagaimana kamu bisa menghadapi ayahku lagi?

Dan siapa wanita yang datang bersamamu kemarin malam?

Wanita?

Kemarin malam, Yuh Ri...

Ayahmu sedang makan. Turunlah.

Maaf. Aku minum terlampau banyak kemarin.

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left