Esimesed 192 rida.
Benar.
Aku dahulu Joon Sang.
Aku Joon Sang.
Yoon Joon Sang.
Kami sudah kembali. - Kalian sudah kembali.
Apa Pak Choi dan istrinya baik-baik saja?
Ya. - Begitu rupanya.
Min Hee, itu pertama kalinya bagimu. Semoga kamu tidak membuat kesalahan.
Jangan khawatir. Aku tidak membuat kesalahan.
Pak Choi dan istrinya tampak senang.
Aku menyapa semua tamu bersama Joon Sang.
Bagus. Nenek yakin mereka menyukaimu.
Nenek sangat senang kamu membawa Min Hee ke sana.
Omong-omong, kami lihat Dokter Han. Kenapa dia ke sini?
Dia hanya datang.
Dia tidak lama. Kalian melihatnya?
Dia tampak kurang sehat.
Apa sesuatu terjadi?
Kami baru saja membicarakan itu. Dia tampak sangat tidak sehat.
Dia memegang kantong dupa. Nenek memberikan itu kepadanya?
Begini...
Nenek tahu kamu tidak mau nenek memberikan itu kepadanya,
tapi nenek amat ingin melakukannya, jadi, nenek berikan sebagai hadiah.
Ibu, aku akan menanyakannya besok apa dia pulang dengan selamat.
Baik, lakukanlah.
Apa kamu tidak suka dia membawa kantong dupanya?
Dia tidak ingat apa pun. Kurasa tidak ada yang akan terjadi.
Halo.
Lama tidak bertemu, Shin Woo.
Apa maksudmu lama tidak bertemu?
Aku yakin kamu paham maksudku, Shin Woo.
Kamu... Tidak mungkin.
Benar.
Ingatanku sudah pulih.
Kini aku ingat siapa kamu dan siapa aku.
Aku Yoon Joon Sang. Kenapa kamu pura-pura menjadi aku?
Kamu putra Kang Pil Doo, Shin Woo.
Apa yang terjadi kepada ibuku?
Apa dia
sungguh tewas?
Dia tidak tewas, bukan?
Apa dia sungguh tewas?
Shin Woo.
Shin Woo!
Aku ingat
ibuku menerobos kebakaran untuk menyelamatkanmu.
Dia tewas karenamu.
Karenamu.
Karenamu.
Dia menerobos kebakaran untuk menyelamatkanmu.
Kamu selamat dan dia tewas?
Dan kamu selama ini pura-pura menjadi aku?
Aku
tidak memilih untuk selamat.
Aku tidak bermaksud selamat sendirian.
Dan aku tidak mau menjadi Joon Sang.
Itu bukan pilihanku. - Itu absurd.
Pikirkanlah perbuatanmu.
Bahkan saat ayahmu yang sekarat muncul, kamu tetap diam saja.
Kamu tahu siapa aku,
tapi terus berbohong.
Apa yang bisa kukatakan?
Apa aku harus bilang, "Senang bertemu dengan Ayah lagi"?
"Seok Hoon, kamu sebenarnya Joon Sang."
"Aku hidup sebagai Joon Sang selama ini."
"Kamu bisa kembali ke tempatmu." Apa aku harus mengatakan itu?
Kamu pengecut sekali.
Kamu...
Kamu
mencuri seluruh hidupku.
Apa kamu tahu itu?
Aku akan memberi tahu semua orang.
Tidak. Jangan.
Aku mohon kepadamu. Jangan memberi tahu siapa pun.
Aku tahu semuanya.
Apa kamu berharap aku tetap diam?
Apa kamu mau terus hidup sebagai aku?
Aku sudah hidup sebagai Joon Sang selama lebih dari 30 tahun.
Apa? - Itu juga tidak mudah bagiku.
Aku tidak punya tujuan.
Nenek menangis mengatakan bahwa dia tahu cucunya masih hidup.
Dia menangis memanggilku Joon Sang sambil memelukku.
Aku...
Aku tidak sanggup memberi tahu yang sebenarnya.
Itu bagaimana aku menjadi Joon Sang.
Itu bukan pilihanku.
Sementara kamu hidup sebagai Yoon Joon Sang,
aku kehilangan diriku sepenuhnya.
Aku kehilangan namaku,
keluargaku,
dan semuanya.
Aku kehilangan semuanya. Semuanya!
Aku akan mengambilnya kembali.
Tidak.
Kamu tidak akan melakukannya.
Kamu tidak bisa memberi tahu mereka.
Begitu kamu datang dan bilang kamu Joon Sang yang sebenarnya,
itu akan menjadi akhir bagi kamu dan Seol Hwa.
Kamu tahu siapa ibu Seol Hwa.
Aku pikir
kamu hanya pengecut.
Tapi kamu juga bedebah licik.
Kalau kamu bisa memberi tahu mereka, silakan saja.
Tapi tahukah kamu, Seok Hoon?
Kamu akhirnya akan membuat keputusan yang sama sepertiku.
Karena di atas segalanya, kamu tidak ingin menyakiti Seol Hwa.
Kamu mencintainya sebesar itu.
Apa kamu serius? Kamu!
Kalau kamu mau menghajarku, silakan. Aku akan terima dihajar.
Tapi aku tidak bisa menyerahkan hidupku sebagai Joon Sang.
Aku tidak bisa kehilangan keluargaku.
Hanya mereka keluargaku.
Ayah, tolong jangan pukul aku.
Aku mohon. - Pak Kang.
Lepaskan aku. - Tidak!
Kamu tidak boleh memukulnya. - Lepaskan aku.
Astaga, benar-benar!
Sial.
Astaga!
Terserahlah.
Shin Woo, kamu tidak apa-apa?
Kamu tidak punya ibu?
Ya. Aku berharap ibumu bisa menjadi ibuku.
Shin Woo, minumlah air. - Tidak.
Ini dari ibuku, jadi, aku akan meminumnya.
Joon Sang, kamu harus berbagi dengan temanmu.
Dia tidak punya ibu.
Dia berharap Ibu adalah ibunya.
Bagaimana kalau dia mengambil Ibu dariku?
Ibu adalah ibuku.
Jangan bilang begitu.
Ibu bukanlah seseorang yang bisa diambil begitu saja.
Shin Woo.
Kemarilah setiap kali kamu lapar atau merindukan ibumu.
Tidak.
Bibi!
Shin Woo.
Bibi.
Bibi.
Bibi.
Bibi.
Shin Woo. - Bibi.
Shin Woo, berikan ini
kepada Joon Sang.
Bibi.
Keluarlah dari sini. Cepat!
Pergilah. - Bibi!
Joon Sang.
Astaga, cucuku.
Astaga.
Biar nenek lihat wajahmu. Apa kamu terluka parah?
Kamu sungguh tidak ingat apa pun?
Kamu tidak ingat apa pun?
Ya, mulai sekarang, kamu adalah Joon Sang.
Yoon Joon Sang.
Kita sudah sampai di rumah.
Joon Sang, mulai sekarang, ini akan menjadi rumahmu.
Jangan mengkhawatirkan apa pun dan buatlah dirimu merasa nyaman.
Mengerti? Itu baru cucuku.
Masuklah.
Ayo.
Dokter Han?
Dokter Han.
Kenapa dia kemari selarut ini?
Joon Sang...
Ji Sang. - Apa kamu menunggu Joon Sang?
Ya. Dia belum pulang.
Aku tidak tahu kalian sedekat itu.
Aku hanya bercanda.
Kamu tidak melihat dia dalam perjalanan pulang?
Ya, tapi aku baru saja melihat Dokter Han.
Dokter Han Seok Hoon? Semalam ini?
Ya. Dia tidak mengunjungi kita?
Kenapa dia di sini selarut ini?
Apa yang terjadi? Kenapa Joon Sang belum pulang?
Halo? - Ini ibu.
Apa sesuatu terjadi hari ini?
Tidak ada . Bagaimana dengan Ibu?
Jangan memancing ibu.
Ibu sangat lelah setelah membantu di kedai mereka seharian.
Aku tidak meminta itu.
Baiklah. Sampai jumpa.
Hei, Min Hee.
Sungguh gadis yang tidak sopan.
Dia selalu menyuruhku mencari tahu, tapi tidak pernah beri tahu apa pun.
Astaga, aku merasa harus waspada setiap hari.
Berhati-hatilah, Doo Na. - Baiklah.
Aku tidak apa-apa. Aku bukan bayi.
Kamu memang bayi.
Bayi akan segera melahirkan bayi.
Astaga, aku tidak bisa percaya ini.
Apa kalian harus selalu berduaan di depan ibu tunggal kalian?
No comments yet. Be the first to leave one.