Esimesed 200 rida.
"Istriku tercinta, Cindy, semoga ia membusuk di neraka.
Aku sangat mencintainya.
Ia membuatku patah hati. Lalu kupatahkan lehernya.
Ya, aku membunuhnya.
Seharusnya tak kulakukan, tapi ia pantas menerimanya.
Sekarang giliranku.
Aku juga pantas mati. Mark Strauss."
Ini puitis.
- Terlalu puitis. - Luar biasa kebetulan.
Juri baru dengar Blunt bercinta dengan korban
tak lama sebelum ia dibunuh.
Mereka akhirnya memandangnya seperti seorang pembunuh.
Dan pada malam yang sama, Strauss memutuskan
waktu untuk mengaku telah tiba? Mustahil.
Selain orang di ruangan ini, siapa yang tahu pesan ini?
Tak ada. Hanya kita.
Apa kau mendaftarkan pesan bunuh diri ini sebagai bukti?
Belum.
Apa kita harus melakukannya?
Harus, hanya jika kita merasa ini sungguhan.
Ini diketik di halaman kosong.
- Ia tak mengirimnya pada siapapun? - Tidak. Kami sudah periksa.
Ia baru pindah ke apartemen itu
jadi internetnya belum dipasang.
Lalu kenapa ia menulis ini di komputernya?
Tepat sekali. Terutama saat ada
pena dan kertas menganggur tepat di sebelah laptop.
Jadi, kita menduga Blunt membunuh orang ini?
Menyuruh orang membunuhnya. Blunt memakai gelang.
Jadi, ironisnya, ia satu orang yang bisa kita singkirkan.
Kalau begitu, ayo seret mereka masuk dan guncangkan kandangnya.
Bill Wilkerson, Ivana West. Siapa lagi?
Kita bisa masukkan pengacaranya. Hertzberg.
Tidak. Jangan Hertzberg.
Ia takkan bicara dan pasti tahu ada apa-apa.
Kita harus menanyai Jimmy Salter.
Baik, tapi menanyainya
hanya sebagai bagian dari penyelidikan pembunuhan.
Tak boleh menyebutkan pesan itu.
Aku bisa menghambat Stiletti 24 jam, 48 jam paling lama.
Tunggu. Bukankah seharusnya kita memberitahunya soal ini
agar ia mengerti?
Stiletti? Tentu saja tidak. Hakim Greer akan memanggangnya.
Lebih sedikit ia tahu, lebih baik.
Pasti ada pesan bunuh diri. Benar, kan?
Aku hanya tahu apa yang kau tahu.
Media melaporkan kemungkinan overdosis
dan polisi sedang menyelidiki.
Selain itu, aku belum diberitahu apa-apa.
Yang Mulia, tunda sidang ini
sampai Unit Pembunuhan dan Jaksa Perez memastikan kematiannya.
Kita pasti bisa menundanya selama satu atau dua hari
jadi kita tak termakan sirkus ini.
Kau pasti suka itu, Warren.
Membunuh momentumku di tengah kasusku.
Tak ada situasi di luar
yang mempengaruhi sidang.
Saksi yang sudah menyelesaikan kesaksiannya
meninggal.
Ia belum menyelesaikan kesaksiannya.
Seingatku, kita semua baru mulai berpikir
mungkin ia membunuh Cindy Strauss.
Perannya dalam sidang ini sudah berakhir
dan mengenai kematiannya
tak ada bukti, fakta, atau rumor di luar sana
yang membenarkan penundaan dalam sidang ini.
Yang Mulia, aku meminta agar negara diizinkan
menyelesaikan kasusnya terhadap Tn. Blunt tanpa interupsi.
Berapa lama lagi kau akan selesai?
Dua hari, tiga hari paling lama.
Baiklah. Akan kita lanjutkan.
Tak boleh menyebutkan kematian Strauss
oleh kalian atau saksi lain.
Saat negara sudah menyelesaikan kasusnya
jika Perez belum menentukan kematian Tn. Strauss...
Aku akan melaporkan mosi sidang yang salah.
Dan aku harus mempertimbangkannya.
Dimengerti.
Baik. Mari lanjutkan ini.
Tn. Wilkerson.
Pada malam Cindy Strauss meninggal, dimana kau berada?
Aku di rumah semalaman bersama istriku.
Apa kau mendengar kabar dari Nn. Strauss malam itu?
Ya, ia mengirimiku pesan pada pukul 21:00.
Aku sudah membenarkan isi dari pesan itu.
Aku mau memasukkannya
sebagai bukti warga 1, Yang Mulia.
- Boleh kuhampiri saksi? - Silakan.
Apa itu pesan yang kau terima?
Benar.
Bisa kaubacakan stempel waktu, tanggal, dan pesannya?
Ya. 5 Juni 2014.
Pukul 21:02.
Pesan dari Cindy Strauss.
"Erich dan aku sudah bicara.
Semua baik-baik saja. Sampai besok."
Apa ia datang bekerja keesokan paginya?
Tidak. Kami ada penerbangan pukul 10:00 ke New York
dan Cindy seharusnya muncul pada pukul 7:00
untuk melakukan tugasnya sebelum penerbangan.
Saat ia tak muncul pada pukul 8:00, aku merasa khawatir.
Aku menghubunginya beberapa kali. Ia tak menjawab.
Jadi, aku pergi ke rumahnya
dan saat ia tak membuka pintu
aku mencari pengelola kompleks
yang membukakan pintu rumahnya menggunakan kunci utama.
Kami menemukan Cindy
tergeletak tak bernyawa di lantai.
Aku tercengang
sedih, dan...
Kusuruh pengelola menghubungi polisi
dan aku tinggal bersama jasadnya sampai polisi tiba.
Lalu apa yang kaulakukan?
Polisi menanyaiku
dan aku memberitahu mereka apa yang kukatakan padamu ini
lalu aku pergi ke pesawat
untuk memberitahu kejadiannya pada Erich.
Lalu apa katanya?
Ia menanyaiku
apa polisi berpikir itu kejadian pembunuhan
dan aku menjawab "entahlah".
Apa kau terkejut melihat reaksinya?
Ya, sedikit.
Reaksinya tampak dingin, tapi mungkin ia syok.
Terima kasih.
Tak ada pertanyaan lagi.
Tn. Wilkerson.
Apa kau tahu Nn. Strauss dan Tn. Blunt
menjalin hubungan seksual?
Ya, ia mengakuinya padaku.
Jadi...
kau dan Nn. Strauss berteman baik?
Kami banyak habiskan waktu bersama dalam perjalanan.
Agar catatannya jelas saja
kau dan Nn. Strauss juga menjalin hubungan seksual.
- Apa itu benar? - Sayangnya, benar.
Kenapa disayangkan?
Aku sudah menikah. Itu sebuah kesalahan.
Aku mengakhiri hubungan kami segera setelah itu dimulai.
Ini sebelum atau sesudah
ia memulai hubungannya dengan Tn. Blunt?
Aku tak tahu. Kurasa sebelumnya.
Apa kau cemburu pada hubungannya dengan Tn. Blunt?
- Tidak sama sekali. - Tn. Wilkerson.
Selama kau berhubungan dengan Nn. Strauss
apa kau pernah memukulnya?
Tidak pernah.
Apa kau pernah memukul istrimu?
- Maaf? - Apa tidak benar
bahwa dua hari yang lalu, dalam pertengkaran sengit
yang dihadiri pengacaramu
kau memukul istrimu sampai pingsan?
Ia menggila di hadapanku. Ia menyerangku!
Aku berusaha membela diri.
Kalau begitu, itu benar.
Ya.
Kembali ke malam kejadian
kau mengaku menerima pesan
dari Nn. Strauss pada malam kematiannya, pukul 21:02.
Apa itu benar?
Pukul 21:02.
Tapi, pemeriksa medis bersaksi
waktu kematian Nn. Strauss adalah pukul 20:30.
Apa menurutmu ia mengirim pesan dari alam baka?
Keberatan. Bersifat argumen.
Akan kutarik pertanyaanku.
Laporan polisi menyatakan bahwa ponsel Nn. Strauss
ditemukan di apartemennya saat polisi tiba keesokan harinya.
Tn. Wilkerson.
Mungkinkah kau membunuhnya, mengambil ponselnya
- mengirim pesan pada dirimu sendiri - Keberatan!
lalu mengembalikan ponsel itu pada keesokan paginya
Keberatan!
- saat kau pergi ke rumahnya - Praduga!
- Mendesak saksi! - untuk menemukan jasadnya?
Diterima.
Tn. Daniels, satu lagi aksi seperti itu
aku akan menahanmu karena melawan hukum.
- Tn. Wilkerson. - Kami ingin kau ikut kami ke atas.
Ya, ampun. Kalian pasti bergurau, kan?
- Lewat sini. - Ayo.
Kalian tak keberatan kalau aku menangis, kan?
Kami hanya punya beberapa pertanyaan untukmu.
Mark Strauss.
Bajingan yang malang.
Sangat disayangkan.
Apa dulu kalian berteman?
Yang benar saja. Tidak.
Dengan caranya menyiksa Cindy...
Aku tak bermaksud berkata ia pantas untuk mati
tapi karma sangat kuat.
Menurut kalian ia bunuh diri?
Kenapa kau berkata begitu?
Hanya firasat.
Sidang membuat banyak orang ketakutan setengah mati.
Dimana kau semalam saat Strauss dibunuh?
Jadi, itu pembunuhan?
Astaga. Aku rela mempertaruhkan apapun bahwa ia bunuh diri.
Tolong katakan dimana kau berada semalam.
Aku bersama Erich di rumahnya.
No comments yet. Be the first to leave one.