Esimesed 200 rida.
Nirwana begitu tinggi nan jauh sekali
Ten takaku haruka kanata he
Menjulang tinggi anak tangga yang kutanjaki bersama perasaan ini
Sobietatsu kaidan wo miageidaku kono omoi wo
Takdir yang tak dapat dilawan
Sakerarenai Destiny
Hingga ini berakhir, segalanya akan kupertaruhkan
Kono mi hateru made subete wo kakete
Tak kulepas dirimu, tak kulepas dirimu
Never let you go, never let you go
Perjalananku kan berlanjut hingga cahaya menerangi
Saranaru hikari ga terasu made I go
Bisa beri tahu?
Can you tell me?
Sampai di mana kita bisa hidup?
Doko made oretachi ga ikeru ka tte
Sampai tak seorang pun tahu tingkatan yang kita capai?
Daremo ga shiranai Level mezashite iku
Jawaban ini buktikan kita menanjak dengan sepenuh jiwa
Kotae nara kono mi de shoumei noboritsume zenshin
Lampaui lagi tantangan yang kan datang
Hade ni mata chousen shite koeru tsuukaten
Ya, cuma perlu dihadapi saja
Yeah, norikoete iku dake
Bukan mustahil bepegangan tangan satu sama lain
Tagai ni tetori kaeru fukanousa he
Walau sesuatu terjadi, kita takkan berhenti
Tatoe dou nattemo tomaranai
Siap melawan
Ready for fight
Tetap teguh ialah bukti perkataanku
I’ll be last one that standing
Nirwana begitu tinggi nan jauh sekali
Ten takaku haruka kanata he
Menjulang tinggi anak tangga yang kutanjaki bersama perasaan ini
Sobietatsu kaidan wo miageidaku kono omoi wo
Takdir yang tak dapat dilawan
Sakerarenai Destiny
Hingga ini berakhir, segalanya akan kupertaruhkan
Kono mi hateru made subete wo kakete
Tak kulepas dirimu, tak kulepas dirimu
Never let you go, never let you go
Perjalananku kan berlanjut hingga cahaya menerangi
Saranaru hikari ga terasu made I go
Tak ada jalan kembali
No turning back
Maju saja
Go up
Jangan lihat ke belakang
Furikaerazu
Lihat ke atas langit, dan teruskan
Look up in the sky, keep up
Maju saja
Go up
Tak kulepas dirimu, tak kulepas dirimu
Never let you go, never let you go
Perjalananku kan berlanjut hingga cahaya menerangi
Saranaru hikari ga terasu made I go
Ha?
Rachel!
Rachel!
Rachel? Gadis yang kaucari?
Ya, tapi bukan dia.
Karena, kalau dia...
Kalian semua mendengarkan?
Karena para penantang tak lagi bisa bertarung, kita akan lanjut ke gim berikutnya.
Nah, kalau kalian ingin ikut, silakan tekan tombolnya.
Tunggu! Tunggu!
Anaak, dengarkan!
Itu adalah tempat untuk orang lemah di tim, sepertiku.
Sebagai anggota yang paling kuat, kau seharusnya melindungiku.
Paling kuat?
Kau diam saja!
Anu, kalau orang yang mengenakan mahkota,
meninggalkan takhtanya, maka timnya akan kalah.
Apa? Aku tak tahu itu.
Penjelasan tentang peraturan itu ditempel dalam ruang tunggu.
Apa?
"Kalau kembali ke ruang tunggu ketika gim berlangsung maka akan gugur."
"Memasuki ruang tunggu tim lain juga akan gugur."
Wah, buaya juga bisa membaca?
Sialan!
Jadi, maksudmu salahku asal menekan tombol tanpa baca itu?
Benar sekali.
Cukup obrolannya. Mari kita mulai.
Hoi!
Oke.
Kalau begitu, tolong tekan tombolnya,
kalau kalian ingin ikut gim berikutnya.
Tim kita terpecah belah!
Apa yang kau galaukan, Shibisu?
Ha?
Kita bisa melindunginya dengan teknik pedangku dan teknik pembunuhmu.
Teknik pembunuh?
Apa? Kau percaya itu?
Memercayai teman adalah hal yang biasa dilakukan, bukan?
Hatz, aku suka kau!
Kalian punya lima detik untuk bisa ikut.
Saatnya berburu Kadal.
Empat.
Belum.
Tiga.
Ini belum waktunya, Buaya.
Tolong, jangan berikan aku musuh atau kasih saja yang lemah!
Dua.
Kalau itu maumu, kasih aku batang cokelat, nanti aku menurut.
Satu.
Ya, ya.
Kau lapar banget, ya?
Nol!
Waktu sudah habis.
Ada pintu lagi yang terbuka.
Babak Kedua kini dimulai!
Apa tim terkenal kita yang menyeberang berdarah
lewat Air Ilahi sudah bubrah?
Aku ogah gabung dengan pecundang sepertimu.
Jadi, kau sekarang satu tim dengan pria bertanduk itu, ya?
Mana yang satu lagi?
Ha? Oh.
Untuk pria pecundang sepertimu, kita berdua saja sudah cukup!
Kau benar sekali.
Tapi meskipun mati, aku takkan kabur!
Pria pecundang itu bisa gigih, lo.
Jangan remehkanku, Nenek Tua!
Biasanya, mauku bertarung dengan adil dan jujur.
Jangan berprasangka buruk, Pemuda Pendekar Pedang.
Yang kita mau adalah
mahkota itu!
Clocker, hentikan pergerakan bocah itu!
Serahkan padaku!
Sial! Trik ampas!
Wah, hebat.
Bagaimana mereka menghentikannya?
Cukup bicaranya. Kalian semua, majulah!
Ini saatnya menggunakan Pukulan Super Infernoku.
Sial!
Matilah!
Jangan pukul wajah perempuan!
Apa yang kaukatakan setelah mau menusukku?
Tusukan kecilku tak cukup untuk membunuhmu!
Apa-apaan itu?
Apa kau terkagum dengan penampilan kerenku ini?
Ha? Aku akan membunuhmu!
Aku akan menusukmu sampai mukaku tertutupi oleh darahmu!
Mulutnya memang bicara kotor. Tapi dia tak terpancing.
Mereka berdua memang tak sekuat yang kubayangkan.
Tapi yang satunya malah sedang tidur.
Bikin penasaran.
Celah!
Shibisu!
Kau pikir setim dengan monster itu, bisa bikin kau kuat, Mas Biasa?
Sial!
Maaf, Anaak! Hatz!
Hatz!
Mana ada yang tutup matanya ketika sedang bertarung.
Apa yang mereka lakukan?
Hoi, ke mana Pukulan Super Infernomu?
Kau memanglah temanku!
Aku sayang kau!
Menjauhlah.
Ke mana yang satunya?
Dia tidur di sana.
Tidur? Padahal temannya sedang bertarung mati-matian?
Ternyata, aku memang ingin memburu mereka.
Kenapa kau hentikanku, Kura-kura Biru?
Ini baru Babak Kedua.
Memang, biasanya kita akan bertarung.
Apa?
Mari kita ikut pertarungan ini.
Ha? Apa kau bodoh?
Kau pikir kalau ikut sekarang, kita akan bisa bertahan?
Yang bodoh itu kau.
Apa katamu?
Mari kita dengarkan perkataan Lauroe.
Di dalam gim ini, tim yang menduduki takhta itu apes,
sampai babak kedua, atau ketiga terakhir.
Kalau gim terus berlanjut, maka tim yang ikut juga akan bertambah.
Berapa pun tim yang bertarung merebutkan takhta itu,
tim lain akan ganggu mereka.
Yang terburuk,
mereka bisa mencuri mahkota itu dari mereka.
Daripada harus hentikan tim lain merebut takhta itu,
akan lebih mudah kalau menduduki takhta itu sekarang.
Lalu, kenapa kita tak ikut? Kenapa tak bertarung?
Karena Anaak sedang menduduki takhta.
Tapi aku ragu bisa mencuri takhta dari perempuan itu.
Aku bisa.
Apa?
Caranya serahkan padaku.
Tapi kalian harus jauhkan kedua temannya itu.
Sisanya biar aku saja.
Anaak, menghindarlah!
Itu Air Ilahi!
Dia pengendali ombak!
Seorang yang bisa gunakan Air Ilahi ternyata bersembunyi di antara kita.
Kalau kau menyentuh si manis, aku akan membunuhmu!
Anaak!
Apa dia baik-baik saja?
Baik dari mananya?
Ha?
No comments yet. Be the first to leave one.