Esimesed 200 rida.
"Menuju Kompetisi Nasional"
"Klub Bola Basket Kampus Wanita Hino Swasta"
Ada sebuah trofi di sini.
Ini simbol penghormatan
yang hanya dimiliki oleh pemenang.
Pemenang berkata,
"Kami memenangkan penghormatan ini berkat rekan tim kami."
Dan yang kalah berkata...
Ini!
"Aku mengecewakan rekan timku."
Ayo!
Apa yang tersisa di tangan orang
yang gagal memenangkan penghormatan?
Apa yang kamu lakukan?
Maaf. - Apa yang kamu lakukan?
Kenapa belum pulang? Hari ini kamu tidak bertugas.
Maaf, aku belum menyelesaikan tugasku.
Jika kamu tidak mampu, cari orang untuk membantumu.
Aku hanya terlalu lamban.
Aku tidak mau merepotkan orang lain.
Kenapa kamu bersikap sopan?
Tinggalkan yang bisa ditunda untuk besok. Paham?
Aku setuju soal mereformasi gaya kerja.
Sesekali pulanglah lebih awal dan minum-minum.
Jadi, apa terjadi sesuatu?
Kamu mengajakku keluar untuk minum-minum. Ini jarang terjadi.
Bagaimana aku harus menjelaskannya?
Belakangan ini, aku berpikir bahwa sebenarnya
aku tidak cocok untuk pekerjaan ini.
Reaksi seperti apa itu?
Tadi kamu bertanya padaku. Kenapa sekarang tidak tertarik?
Bukan begitu, hanya saja...
Kecemasanmu berbeda dengan dugaanku.
Bagiku kamu bukan orang yang mengeluhkan pekerjaan
dan mempermasalahkannya.
Kupikir...
Apa yang kamu pikirkan?
Masalah yang melibatkan
lawan jenis. - Apa?
Tidak mungkin. Aku tidak punya waktu untuk itu.
Apa tidak ada dokter yang berwajah tampan?
Tidak ada.
Bagaimana dengan orang yang membuatmu tertarik?
Tidak ada.
Hei.
Ada, bukan? - Aku sudah selesai.
Benar bukan? - Sudah kubilang tidak ada.
Sebaliknya, pria itu lebih seperti
musuh besarku.
"Permainan masa muda terus berlangsung"
"Aku ditinggal sendirian untuk berlari ke sana"
"Itu sudah hilang selamanya"
"Kenapa hanya aku yang tertinggal"
"Menangis di sini hari ini?"
Musuh besarku ada di sini.
Igarashi Iori!
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Kenapa kamu mengikutiku?
Rumahku juga lewat sini. - Pegang ini.
Kamu baik-baik saja?
Sakit. - Kemari.
Dokter Amakasu, aku membawakanmu minuman.
Permisi, dr. Amakasu. Aku akan duduk di sampingmu.
Aku membawakanmu air minum dan air soda.
Dokter Amakasu.
Maaf.
Dokter Amakasu.
Ayo pulang.
"Rumah Sakit Amakasu"
Hei, Hirose. - Ya.
Bukankah tugasmu menangani mesin rontgen portabel? Kenapa di sini?
Aku kemari untuk menyalin film dan menambah baju pemeriksaan.
Aku berniat melakukan ini dahulu. - Apa? Tidak.
Mintalah Igarashi untuk melakukannya.
Bukankah kalian berdua baru?
Benar,
tapi aku dan Igarashi berbeda.
Kamu tampak lelah.
Kamu butuh bantuan?
Biar Yuuki saja.
Kenapa harus aku?
Tidak perlu. Biar aku saja. - Ayolah.
Kamu tidak perlu melakukannya. Pergilah.
Pergilah! - Baik. Maaf.
Anak ini tidak mengerti. - Nokishita.
Hampir lupa, Hirose. - Ya.
Belajarlah. Bergabunglah dalam rapat nanti.
Tapi aku harus menuju ke mesin rontgen portabel.
Yuuki, gantikan dia.
Kenapa harus aku lagi?
Maaf.
Itu mimpi, bukan?
Igarashi.
Ada apa?
Begini...
Apa kemarin kita bertemu?
Apa An sudah lupa soal itu?
Apa aku keterlaluan?
Tidak.
Kita hanya berpapasan.
Hanya itu.
Begitu rupanya.
Maaf telah mengganggumu.
Kamu boleh pergi.
Kemarin...
Kamu membelikanku minuman?
Ya.
Soal itu,
terima... - Ada semut?
Bukan. - Dokter Amakasu.
Ini...
Sudah waktunya untuk rapat.
Benar. Aku akan segera pergi.
Bukankah pasien ini
pria berusia 60 tahun yang filmnya sudah kita lihat?
Kenapa kamu memeriksanya lagi?
Analisis foto dan hasil tes darahnya tidak konsisten.
Aku sedikit cemas.
Cedera olahraga menyebabkan nyeri pinggul.
Tes darah menunjukkan peradangan ringan.
Kurasa ini hanya impitan sendi pinggul ringan.
Baiklah. - Ayo kita pergi ke rapat.
Aku akan ikut.
Kamu tidak perlu ikut.
Tidak, aku...
Impitan sendi pinggul?
"Osteoartritis, Penyakit dan Terapi"
"Osteoartritis, Panduan Diagnosis dan Pengobatan"
Maaf.
"Diagnosis Pencitraan Tulang dan Jaringan Lunak"
Pasien bernama Sakamoto Mizuki. Wanita berusia 22 tahun.
Dia dirujuk kepada kita melalui klinik kooperasi.
Dia mengaku mengalami nyeri bahu,
tapi tidak ditemukan kelainan tulang
dan dikirim kepada kita.
Penyebabnya tidak diketahui? - Ya.
Penyebab pasien mengalami nyeri belum dipastikan.
Karena ini bukan kelainan tulang,
aku menduga manset rotatornya robek.
Apa pendapatmu, dr. Amakasu?
Manset rotatornya robek?
Benar. Kurasa sulit menarik kesimpulan akurat
tanpa melakukan pemindaian MRI.
Dari fotonya saja, aku tidak melihat kelainan yang jelas.
Selain itu, tertulis dalam surat pengantar
bahwa dia pemain gitar.
Kurasa tidak mungkin itu penyebab rasa sakitnya.
Benar.
Untuk sementara, mari mengamati dia.
Apa itu tidak masalah?
Tidak masalah.
Tapi film mengenai area gabungan ini terlalu menembus.
Menembus?
Saat pengambilan film rontgen,
sinar utama menembus celah sendi.
Ini disebut penembusan sendi.
Hei.
Pengetahuannya masih kurang.
Jangan biarkan dia mengikuti rapat.
Ini pemborosan sumber daya manusia.
Maaf.
Tapi semuanya harus dipelajari.
Rapat bukan tempat untuk belajar.
Maaf.
Artinya untuk sementara ini tidak bisa disembuhkan?
Jangan cemas.
Tidak ada kelainan pada tulang dan jaringan tulang rawan.
Begini...
Aku ingin sembuh secepatnya.
Kita tidak boleh memaksakan pengobatan.
Tapi...
Untuk sementara, jagalah kesehatanmu.
"Kuesioner Bedah Plastik 2019, Pria berusia 60 hingga 69 tahun"
"Kuesioner Bedah Plastik, Sato Yuuzou"
"Di mana kamu merasa sakit? Sendi pinggul"
"Pasien rawat jalan"
Gawat. Aku harus bergegas.
Sakit!
Maaf. Kamu baik-baik saja?
Hei!
Permisi. Kamu baik-baik saja?
Dia pemain gitar.
Kurasa tidak mungkin itu penyebab rasa sakitnya.
Kamu bisa berdiri? - Terima kasih.
Permisi.
Maaf. - Permisi.
Maaf. - Maaf.
Maaf.
Tunggu. Berhenti.
Mizuki, tempo gitarnya lambat.
Maaf, aku akan berhati-hati.
Apa terjadi sesuatu?
Tidak ada apa-apa.
Ayo mainkan dari awal.
"Bunga sakura"
"Tenggelam di air"
"Bunga"
"Melompat"
Jangan tersinggung!
No comments yet. Be the first to leave one.