Esimesed 200 rida.
◆ Ep iso de 41 ◆
Sekarang, kita akan mulai upacara ikrar persahabatan antara Joseon dan Qing.
Yang Mulia
Yang Mulia, apa maksud anda ini?
Ayahanda!
"Upacara Ikrar"?
Tidak, tidak akan ada hal semacam itu!
Kau bilang, Upacara Ikrar?
Siapa yang bisa aku percaya?
Ayahanda! Apa maksudmu itu?
Mengapa ayah sekarang...
Lebih baik sekarang..kembali saja ke Khan mu dan katakan padanya dengan jelas!
Joseon tidak akan memutuskan tali persahabatan dengan Ming!
Raja Joseon tidak akan tunduk kepada bangsa yang tidak beradab itu!
Sekarang, apa yang bisa kita lakukan?
bagaimana jika Raja melimpahkan amarahnya kepada Putra Mahkota karena diriku?
Tidak, itu tidak akan terjadi Yang Mulia
Jadi, mohon tenanglah..
Yang Mulia! Putri Mahkota!
Yang Mulia, tampaknya ada ketegangan terjadi di balai Mohwa
Suasana di Istana terlihat tidak biasa
Apa?
Astaga..aku rasa kalian berdua dengan nyata memutuskan untuk bertemu diluar sekarang
Ibunda Selir!
Aku rasa..lebih baik seperti itu karena semua sudah diketahui
Raja sudah mengetahui segalanya
Jadi tidak ada yang perlu disembunyikan lagi, kan?
Ibunda Selir...
Masalah apa lagi yang akan kau akibatkan dengan lidahmu yang tidak sopan itu?
Apa yang sudah kau katakan kepada Raja soal Putra Mahkota?
Ayahanda!
Ayahanda, mohon katakan padaku!
Apa alasan Ayah bersikap seperti ini?
Apa aku sudah melakukan kesalahan?
Ayahanda!
Apapun itu, pasti semua karena kesalahanku
Jadi aku akan berusaha mengubahnya
Jadi mohon..
Mohon..tarik kembali keputusanmu, Ayahanda!
"Yang Mulia"
Panggil aku "Yang Mulia" mulai sekarang
Tidak ada alasan bagiku untuk kau panggil "Ayah"!
Ayahanda!
Ya, ini memang salahmu, Putra Mahkota!
Kau sudah menipu dan mempermainkan Ayahmu!
"Menipu" Ayah?
Apa maksud ayah itu. Aku hanya..
Putri Jungmyung!
Apa menurutmu aku tidak tahu soal pertemuan rahasiamu dengan Putri?
Apa kau pikir.. Aku akan tertipu lagi?
Ayahanda! Itu..
Baik...
Seperti itukah sikapmu sebagai putraku..
Lalu, siapa yang akan mengabdi padaku?
Aku bahkan tidak percaya dengan perkataan putraku sendiri...
Jadi bagaimana mungkin aku bisa bersikap sebagai Raja dengan keadaan seperti ini?
Yang Mulia..
sebaiknya kau pergi
Pergi ke Putri yang lebih kau percaya!
Aku tidak akan dibodohi oleh Putri yang terus-menerus merongrong aku!
Aku adalah Raja di negeri ini!
Sekarang, semuanya akan..
Menghadapi kenyataan dengan caraku sendiri!
Ayahanda! Ayahanda! Mohon jangan lakukan itu!
Mohon dengarkan perkataanku!
Ayahanda!.... Ayahanda!!!
Ayahanda...
Bagaimana bisa Raja melakukan hal seperti ini?
Tuan!
Bersahabat dengan orang biadab adalah hal yang mustahil untuk dilakukan!
Sekarang kita akan berperang melawan mereka sampai akhir!
Ya, kau benar.
Untuk membuat perjanjian kerjasama antara tuan dan hambanya, dan menyebut Khan mereka, Kaisar?
Lalu apa bedanya dengan menyerahkan negeri ini kepada mereka>?
Dia benar! Sebaiknya kita tanyakan itu kepada Raja!
- Kau benar! - Kita harus menghadap!
Ayah, apa yang harus kita lakukan?
Apakah "Berperang sampai akhir" atau "Menyerah"?
Untuk saat ini...kita hanya "Harus siaga"
"Harus Siaga" artinya..
Kalau kita harus, melihat dan menunggu saja saat ini?
Benar. Kita harus melihat akan seperti apa jadinya
Oh, kedepannya?
Ya...
Akan ada perang! Bangsa biadab itu akan segera menyerang kita!
- Perang! - Apa yang terjadi?
Orang-orang biadab itu akan menyerang! Cepat selamatkan diri!
Akan ada perang! Akan ada perang!
Pada akhirnya Raja membuat masalah.
Lagipula tidak akan buruk bagi kita
"tidak akan buruk bagi kita" Ayah?
Lagipula kita tidak bisa menghentikan perang kedua ini terjadi
Dan Yang Mulia...berada di posisi yang lebih sulit dari waktu-waktu sebelumnya.
Yang Mulia, itu keputusan yang bagus
Hamba yakin anda bisa menyelesaikannya
Kim Ja Jeom sekarang ini menjadi Panglima di perbatasan barat laut
Dia juga akan mempertaruhkan nyawanya bagi anda, Yang Mulia
Kim Ja Jeom...
Dia tersingkir karena Putra Mahkota.
Dia berpihak diantara Yang Mulia dan Tuan Kim
Benar.
Aku sudah mendengarkan Putra Mahkota
Dan mengirimkan Kim Ja Jeom ke perbatasaan barat laut
Tapi sekarang, anda akan tahu siapa yang menjadi pengikut setia
Dia sudah menempatkan Yang Mulia..
Jadi pasti Kim Ja Jeom juga yang akan melindungi anda, Yang Mulia.
Putra Mahkota
Ini... Sekarang ini..
Apa yang bisa aku lakukan sekarang, Putri?
Ayahanda...dan aku..
Dan negeri ini!
Putri!
Apa yang akan terjadi sekarang?
Permisi, Jendral?
Diamlah. Kau akan membuat ikannya pergi
Tapi, tuan..
sebuah pesan mendesak datang dari Istana
Tinggalkan saja disana
Aku akan melihatnya nanti
Kalau begitu hamba meniggalkannya disini
Mereka memakan umpannya!
Sungguh orang yang aneh!
- Apa itu masuk akal? - Benarkah..
Ada yang aneh dengan matanya?
Ibukota menjadi kacau dengan kabar burung soal perang!
Bagaimana dia bisa tidak membaca semua pesan yang diterima setiap harinya?
negeri kita akan dirampas oleh orang-orang biadab itu
Aku jadi berpikir apakah kita bisa bertahan seperti ini di wilayah barat laut
Berhenti, berhenti!
Jendral bersikap seperti itu, jadi apa yang bisa kita lakukan?
Bukankah dia satu-satunya orang yang memiliki kekuasaan di ibukota?
Kalau begitu mengapa dia bersikap seperti itu?
Ini benar-benar keberuntungan besar! bukan?
Ya benar, tuan
Ya...berguna sekali untuk menunggu sampai umpanku termakan!
Inti dari memancing adalah...kesabaran
Tuan, pesan dari Istananya
Tidak apa-apa. Biarkan saja
Tidak penting jika aku membacanya atau tidak
Apa? tapi..
Kau harus mengadakan perjalanan singkat ke Hanyang.
Bagaimana kabar ayahanda?
Dia masih sangat marah
Aku rasa tidak mudah baginya untuk membuka hatinya saat ini
Jadi mengapa kau tidak melepaskan hubunganmu dengan Putri?
Apakah kau tidak tahu kalau suatu saat nanti ini pasti akan terjadi?
Pangeran Agung!
Aku menyalahkan Putri
Untuk keserakahannya dan tujuannya yang tidak bisa dia laksanakan
Bukankah dia sudah memanfaatkanmu?
Omong kosong, Pangeran Agung!
Bagaimana kau bisa mengatakan hal semacam itu!
Putra Mahkota..
Ho... apa kau sudah lupa?
Sejak kau dan aku kecil, Putri sudah berusaha memperlihatkan semua keadaan yang terjadi
Itu sebabnya kita sudah mempelajari krisis yang sebenarnya pada negeri ini
Dan kehidupan rakyat yang kita tidak bisa lihat dari Istana
Tapi apa yang berubah selama ini?
Apa ada yang berubah?
Ho...
Aku megerti apa yang kau maksudkan.
Untuk waktu yang lama, tidak..
bahkan saat ini, Putri masih terus berusaha. Aku sadar itu
Tapi kau tidak akan bisa mendapatkan apapun dari semua itu
Karena sudah sampai ke titik ini
Hanya kerugian besar yang akan didapatkan, Putra Mahkota..
Pangeran Agung, haruskah hamba menyiapkan para punggawa?
Apa anda akan pulang ke rumah?
Tidak. Aku harus berhenti disuatu tempat dahulu
Jadi, Huang Taiji dari Qing sudah menyelesaikan persiapannya
Benar sekali
menurut Ja Gyung, yang sedang mengawasi wilayah barat laut
Sebuah pasukan sebanyak 120,000 prajurit sudah siap untuk berperang
Ini situasinya, lalu apa rencana dari Istana?
Bagaimana kita bisa melawan 120.000 prajurit Qing?
Pulau Ganghwa.
Tampaknya mereka akan fokus pada pertahanan dari sana seperti terakhir kali.
Ganghwa?
Itu benar, Yang Mulia
seluruh pasukan yang menjaga Istana & kota
Akan lari menuju Ganghwa jika memang diperlukan
& fokus pada pertahanan disana
Jadi... akan seperti terakhir kali, di tahun 1627?
Ya. Ganghwa memiliki benteng Istana yang kuat, dikenal sebagai benteng alami
Itu sebabnya bangsa biadab itu tidak bisa menembus benteng ini di tahun 1627
lalu minta utk menandatangai perjanjiannya terlebih dulu
Jadi, kali ini..
"Kita jadikan Ganghwa sebagai benteng pertahanan"?
Ganghwa...
Tapi ini merupakan pemikiran yang gegabah.
Ini perang yang kedua kalinya!
Bagaimana kita bisa yakin kalau pasukan Qing tidak mempersiapkan semua itu?
Bukan itu saja
Ketika pemerintah & anggota istana melarikan diri ke Ganghwa terakhir kali
Tanah dan rakyat di negeri ini benar-benar di obrak abrik
Lalu bagaimana mereka memasukkan Ganghwa dlm rencana mereka lagi?
Jadi, Kaesong ...
Mengapa kali ini kita tidak minta untuk memindahkannya ke Kaesong?
Apa anda bilang Kaesong tadi?
Lalu, apa Putri bermaksud menyarankan untuk pergi ke utara, melalui jalur yang dipantau oleh pasukan Qing?
No comments yet. Be the first to leave one.