Esimesed 200 rida.
10 Juli 1943
Dalam kisah apapun, jika itu kisah yang bagus,
ada yang terlihat
dan yang tersembunyi.
Terutama berlaku dalam kisah perang.
Ada perang yang kita lihat,
pertandingan bom dan peluru,
keberanian, pengorbanan,
dan kekerasan.
Saat kita menghitung pemenang,
para pecundang,
dan yang mati.
Sekarang! Angkat!
Tapi selain perang ini,
perang lain dilancarkan.
Medan pertempuran yang tak jelas,
dimainkan dalam tipuan,
godaan,
dan niat buruk.
Pesertanya aneh.
Mereka jarang seperti yang terlihat,
fiksi dan kenyataan kabur.
Perang ini hutan belantara cermin
di mana kebenaran
dilindungi pengawal kebohongan.
Astaga.
Kita seharusnya sudah dengar kabar sekarang.
Ini perang kami.
Astaga.
Berdoa.
Subtitle by RhainDesign 3 Juli 2022
Enam bulan sebelumnya...
Saat aku melihat ke langit yang gelap dan bersumpah,
akan kuberi negaraku sehari lagi untuk membuatku nyaman dengan sesuatu,
jika tak ada yang terjadi,
aku akan naik perahu berikutnya ke Cape.
Saat itulah, kupasang kunci ke pintu,
Kulihat ada orang di sebelahku.
Tak kulihat dia mendekat. Dia muncul tiba-tiba membuatku kaget.
"Boleh aku masuk sebentar?" Kata orang itu,
memantapkan suaranya dengan susah payah.
Jika itu kita, Omega, akankah kita biarkan dia masuk?
Tergantung apa dia tahu kodenya atau tidak, Agen Zed.
Tak lama setelah dia lewati pintu…
Dia membiarkannya masuk.
…saat orang kecil yang aneh itu menuangkan wiski keras untuk dirinya,
meminumnya dalam tiga tegukan.
"Maaf," katanya.
"Aku agak bingung malam ini."
"Kau tahu, aku mungkin saat ini sudah mati."
Kurasa sebaiknya kita terus membaca.
Besok hari yang penuh petualangan, Agen.
Kurasa sebaiknya kau tidur.
Mereka sudah datang.
Selamat malam.
Kelezatan indah ini adalah keju Afghanistan
terbuat dari susu domba bertanduk panjang dan mabuk cinta.
Kau pasti penyelundup, Ivor.
Keju eksotis, sisa dari kita pada jatah.
Aku bisa mengurus layanan pelanggan kantormu,
di Liga Pemakan Keju.
Saudaraku meninggalkanmu menganggur, Hester, sekarang dia pensiun?
Apa itu rumor?
Semoga itu bukan alasan untuk pesta ini.
Kau tak pensiun?
Aku sudah menulis pidato indah menyebutkanmu.
Saranku kau menulis pidato yang indah menjelaskan aku tak pensiun.
Ini cuma cuti.
Perbekalan angkatan laut. Dia pergi mengurus semua itu.
Kontribusi mulia untuk perang yang mengerikan ini.
Peralatan kapal laut. Aku berhasrat untuk itu.
Ivor, Ewen.
- Aku takut inilah waktunya. - Begitulah, sayang.
Sudah kusiapkan roti panggang yang memukau.
Meskipun kami tak mendukung kau di rumah malam terakhirmu...
Jangan bodoh.
Dewan Raja layak dapatkan perpisahan yang pantas untuk pensiun.
Hester, kau beri tahu suamiku kalau tamunya menunggu.
Konyol, bukan? Ini pensiun sebentar.
Saat kita tahu kakakku belum pernah mengadili kasus selama tiga tahun.
Gosipnya, dia terlibat intelejen sementara waktu.
Ivor.
Orang dewasa, bergosip seperti ibu-ibu cerewet.
Apa dia menabrak MI5?
- Misi khusus? - Isyarat buatku
Aku mengerti.
Tentunya dia melibatkanmu, apa pun itu.
Kau benar-benar punya penciuman hebat untuk keju.
Untuk teman-teman dan rekan-rekanku yang terhormat,
yang dalam kehormatannya kami sudah membuka tutup…
spam (Daging babi kaleng).
Komplotan rahasia keluarga dekat sudah menyebut ini sebagai pensiunku,
tapi kalian, tamu-tamuku yang terhormat, cukup pintar untuk tahu.
Aku akan di makamkan dalam sutraku sebelum aku mundur untuk kebaikan.
Jadi, kita anggap ini semangat untuk pekerjaanku sekarang.
Sebagai pengawas untuk menarik perhatian orang,
rincian praktik dasar dan apa pun yang mungkin diperlukan
oleh Inggris tercinta pada saat dibutuhkan.
Tapi penghargaan sesungguhnya malam ini diberikan pada Iris,
istriku yang cerdas, yang di pagi hari
mengarungi lautan tanpa khawatir dengan anak-anak kami bersamanya.
Iris lebih bijaksana dari Salomon,
lebih kuat dari Samson,
dan lebih sabar dari Ayub.
Tapi dia harus, karena menikah denganku.
Di kota Casablanca Maroko,
Perdana Menteri Churchill mengadakan pertemuan dengan Presiden Roosevelt
untuk menyepakati rencana tahap perang berikutnya.
Saat Nazi Hitler memperketat cengkeraman mereka di Eropa yang diduduki,
sejumlah besar pasukan Sekutu ...
Permisi.
Permisi. Maaf.
Permisi. Terima kasih.
…dan bersiaplah untuk pertempuran yang akan menentukan nasib dunia bebas.
Dalam pidato Presiden Franklin Roosevelt,
"Kaum fasis memintanya, dan mereka akan mendapatkannya."
Kita bekerja sama jika aku tak salah.
Kau tak salah.
Kau pernah menonton film penting,
Pengakuan Mata-Mata Nazi?
Itu berdasarkan kenyataan,
Agen FBI Leon G. Turrou,
T-U-R-R-O-U, yang melacak
Sekelompok mata-mata Nazi di Amerika Serikat pada tahun 1938,
dan secara menakjubkan, menangkap sejumlah orang Jerman karena lakukan spionase.
Maaf aku terlambat.
Aku akan biarkan kau menonton.
Itu sangat ramah, apa yang kau katakan malam ini.
Lebih ramah dari yang seharusnya.
Setiap kata.
Aku tak bermaksud menyakitimu seperti ini, kepergianku.
Sepertinya aku yang terakhir pergi.
Lebih kuat dari Samson.
Kami berangkat pagi-pagi sekali.
- Dan aku belum selesai berkemas. - Segeralah selesaikan.
- Hati-hati di perjalanan, sayangku. - Aku akan menyurat padamu.
Kita akan saling menyurat.
Mereka harus pergi.
Tentu saja.
Jika Hitler capai London, keluarga Yahudi akan jadi yang pertama dalam daftar mereka.
Aku tak akan pernah menghadapkan Iris dan anak-anak pada bahaya itu.
Perpisahan membuat semua lebih menyakitkan
jika itu jadi permanen.
Dia memberitahumu?
Aku memohon kasusku berkali-kali...
untuk keluarga kami, untuk pernikahan.
Iris bilang pernikahan berubah,
asmara dan cinta milik kaum muda.
Aku tak percaya itu,
atau merasakannya.
Membayangkan kalau mereka mungkin tak akan pernah kembali…
Aku tahu aku bisa jadi jauh,
Hilang dalam pekerjaanku...
tak penuh perhatian seperti dulu mungkin.
Kau orang yang tak sempurna. Aku ragu kau yang pertama.
Aku mau Iris bahagia,
bahkan jika itu dengan mengorbankan kebahagiaanku sendiri.
Aku belum pernah dengar dia ngomong soal ketidakbahagiaan.
Itu karena dia tahu kau akan marah padaku.
Hanya pada hari-hari baikmu.
Iris bilang jika aku sungguh peduli, aku akan ke Amerika bersama mereka.
Orang-orang mengatakan segala macam hal.
Dia tahu tugasmu untuk keluarga dan negaramu.
Mimpi buruk berbaris dengan cara ini terlalu nyata.
Dan Masterman sudah memintaku bertugas di Komite Dua Puluh.
Jadi kau harus.
Mulai besok.
Selamat tinggal, sayang.
Baiklah, sekarang. Sudah.
Tuhan memberkati, sayang.
Rumah keluarga kita akan jadi sunyi tanpamu.
Jaga saudaramu, Ivor, dan dirimu.
Dingin.
Akan kubawakan teko baru.
Mereka akan menyeretku kembali ke tempat terpencil setiap saat.
Udara segar, seperti kemewahan sekarang.
Ayo, jalan.
Semua orang kecuali orang bodoh akan tahu itu Sisilia.
Itu mungkin, Perdana Menteri, tapi hanya itu
jalan ke depan, mengingat kita harus cari jalan ke Eropa.
Dan jalur yang paling strategis adalah Sisilia.
Itu mengarah ke Roma.
Prancis akan menyusul. Serangan yang berhasil ke Sisilia
berarti kita akan jatuhkan Italia dari perang,
hancurkan moral Nazi dan menandai awal kehancuran mereka yang tak terhindarkan.
Tak terhindarkan? Kerugian kita meningkat tiap hari.
Seperti yang kau sendiri bilang, Pak, "Sisilia adalah titik lemah."
Aku tahu apa yang kukatakan.
Aku mau tahu bagaimana itu dicapai, yakinkan Hitler kita tak akan lakukan
apa yang orang dengan atlas berdarah bisa lihat kita lakukan.
Hitler perlu percaya kalau target kita berikutnya Yunani,
Ya, akan membutuhkan muslihat yang rumit.
Rencana muslihat yang sangat rumit,
aku yakin itu hanya bisa ditangani oleh Komite Dua Puluh.
Karena itu akan kufokuskan perhatian komite pada "Memo Ikan Trout",
dokumen yang kususun beberapa tahun lalu.
Asistenku,
Letnan Komandan Ian Fleming, berikan beberapa kontribusi.
"Kecerdasan itu seperti memancing ikan trout."
"Pemancing ikan trout, dalam mengikat umpannya, mencoba menarik ikan."
No comments yet. Be the first to leave one.