Väljalaske info

18 vs 29 Ep03
Kommenteerib Vladiz
Terjemahan Manual

Sildid

other
Avaldatud: 2014-06-30
Allalaadimised: 47
Kuulmispuudega: Yes

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

FuBuKi-Subs

Ibu...

Ibu...

Istriku merasa sangat tersentuh.

Terima kasih atas penghargaan yang besar ini...

Kami harap kalian memiliki malam yang indah...

Terima kasih.

Mungkin itu karena dia istri seorang aktor hebat, tapi ungkapan "terima kasih"-nya itu di luar batas wajar.

Ini pertama kalinya dia menerima penghargaan seperti ini...

Tapi menangis karena bahagia itu, tampaknya sedikit berlebihan...

Apa mungkin ada alasan lain? Hah?

Tidak, tidak sama sekali.

Benarkah?

Kami akan pergi sekarang.

Dimana Hye Chan?

Dia tak bersamamu?

Aku baru saja mengucapkan selamat tinggal pada Presiden Jang...

Oh, tidak...

Hye Chan, apa kau sudah makan?

Jangan menangis... Itu pasti cuma bohong... Ibu belum meninggal.

Kang Bong sialan itu, pasti sudah berbohong.

Hye Chan!

Hye Chan!

Sayang, aku pulang.

Sayang... Kau mau kemana... Ke marilah.

Apa yang kau lakukan?

Kau mau pergi kemana, Sayang?

Apa yang kau lakukan?

Sayang... Sayang, kemarilah...

Tuan, tampaknya Anda sangat mabuk... Anda harus segera pulang.

Siapa kau? Apa kau kekasihnya?

Dia Noona-ku!

Noona?

Baiklah, dia Noona-mu! Kalau begitu aku kakak iparmu!

Ya, kalau begitu pulanglah.

Apa Anda baik-baik saja?

Huh? Noona?

Di mana rumahmu?

Aku tak akan pulang.

Kau mau pergi kemana? Apa kau mau pulang?

Aku? Aku mau pergi ke tempat belajar...

Benarkah? Aku juga mau pergi ke sana.

Maaf?

Pergi ke mana Hye Won?

Jadi, beginilah hidupku...

Aku terjaga sepanjang malam di sini dengan seorang pria sambil bermain game online...

Kalau begitu kita pergi saja ke tempat lain!

Ke mana?

Sauna?

Lupakan, lupakan saja... Kau pergi saja sendiri...

Apa yang bisa kukatakan...

Aku punya minuman dingin dan panas...

Ini meja Noon, kan?

Iya. Ini tasnya.

Ke mana dia pergi?

Entahlah...

Aku tadi pergi mengembalikan seragam olahragamu...

Oh, aku tadi melihatmu!

Aku berlari mengejarmu tapi kau keburu pergi.

Aku bahkan membuat ini!

Namamu Noon, seperti salju?

Ya, ibuku berkata dulu aku lahir di malam bersalju.

Jadi, setiap kali ibuku bertengkar dengan ayahku, dia selalu berkata...

"Kalau saja malam itu tak turun salju, Kalau saja malam itu salju tak turun..."

Ibuku lucu, ya?

Dalam mimpiku tadi malam...

Ggome eoje ggome moattdeon...

Aku tak bisa melupakan wajahmu tanpa tahu namamu...

Ireum moreul neoreull nan moijeo...

Noona tahu lagu itu?

Tak ada jejak...

Bonjeokdo eopgo...

Aku tak tahu namamu, kau selalu ada di mimpiku...

Ireumdo moreuneun jinan ga ggomseoge saramiyeo...

Jika kubuka mataku, aku akan bangun dan kupikir tak bisa membuka mataku lagi...

Nan nooneul tteumyeon gomeseo ggaelgga nan nooneul motddeugo geudaereul bone...

Siapa wanita itu!

Entahlah...

Baju olahraga?

Huh?

Bis terakhir sebentar lagi tiba, kau akan pergi ke suatu tempat?

Sebentar...

Noon!

Oh, tidak, oh, tidak...

Aku punya selusin panggilan tak terjawab dari kakak ipar dan Eonni...

Mungkin terjadi sesuatu.

Oh, aku pasti akan gila...

Kau harusnya lebih berhati-hati... Bagaimana kau bisa tiba-tiba mengatakan hal itu!

Yah, kita tak bisa menutupi rahasia itu selamanya!

Apa kau tak ingat? Dia tak bisa makan atau tidur setelah ibuku meninggal?

Sekarang apa yang akan kita lakukan?

Jika sesuatu terjadi padanya, kau yang akan bertanggung jawab!

Hye Chan!

Bagaimana dia meninggal?

Penyakit jantungnya sudah sangat parah...

Ke mana saja kau sepanjang malam?

Bagaimana... bagaimana bisa kau tak memberitahukanku sebelumnya.

Kita bicarakan di rumah.

Lepaskan! Aku tak akan kembali ke sana!

Kenapa kau bertingkah seperti orang bodoh! Berhentilah menangis, mengerti?

Benar, aku memang bodoh.

Aku bahkan tak tahu ibuku sudah meninggal, Aku sungguh bodoh.

Bagaimana mungkin kau tahu yang sedang kurasakan?

Eonni...

Aku tahu apa yang kau rasakan, jadi mari kita pulang.

Ibuku tiba-tiba saja menghilang... Dia hilang...

Bagaimana mungkin kau tahu rasanya seperti apa?

Kau juga salah!

Bagaimana bisa kau tak memikirkan orang yang menunggumu di rumah, sedangkan kau berada di luar sepanjang malam?

Apa kau pikir kehilangan ingatan itu memberikanmu perlakuan istimewa?

Dan kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan?

Apa aku hidup hanya untukmu?

Apa aku ini bonekamu? Apa aku ini budakmu?

Bahkan saat di pesta, kau tak peduli apapun yang kukatakan,

Kau merasa marah dan malu pada diriku...

Kau pikir aku pergi ke sana atas kemauanku?

Hye Chan!

Hye Chan!

Yoo Hye Chan!

Hye Chan!

Kakak ipar... Pergilah!

Kenapa kau jadi seperti itu juga?

Kau tak melakukan sesuatu dengan benar.

Akan kuurus dia, jadi sekarang pergilah.

Cut Cut Cut! Hentikan mobil!

Kang Sang Young, kau kenapa? Apa ada yang meninggal?

Bagaimana bisa melamar dengan ekspresi seperti itu?!

Bukankah sebelumnya kubilang bayangkan saja istrimu?

Sutradara...

Sepertinya skenarionya tak sesuai dengan karakterku...

Bisakah kita ganti adegan itu?

Chang Soo itu seorang laki-laki! Dia bisa mengatakan kata apapun!

Kenapa kau tak jadi penulis saja?! Tulis saja sendiri!

Sutradara, apa kita boleh istirahat sejenak?

Istirahat 5 menit!

Kita istirahat 5 menit!

Jika Oppa terus membuat NG, kita mungkin bisa mulai saling suka.

Mengulang adegan

Apa yang terjadi dengan Eonni tadi malam? Dia pergi tanpa pamit...

Dia cuma tidak enak badan.

Sang Young...

Kita akhirnya mendapat panggilan!

Direktur Jang pasti sangat menyukai Hye Chan!

Dia ingin mengontrak kalian berdua untuk main iklan!

Di mana adik ipar?

Kita harus segera memberitahukannya.

Eonni! Apa yang sedang kau lakukan?! Demi Tuhan!

Aku sedang menyapu, kau tak bisa lihat? Aku harus bekerja agar dapat uang.

Jangan bertingkah seperti ini!

Kalau sampai tersiar kabar, istri bintang top Kang Sang Young membersihkan tempat bimbel...

Coba pikir apa yang akan terjadi!

Kenapa aku harus menahan diri karena orang itu?!

Jangan pernah menyebutkan namanya lagi di depanku!

Itu karena kau tak ingat.

Saat ibu meninggal, kakak ipar yang mengurus pemakamannya!

Dia bertindak layaknya menantu yang baik.

Apa kau pikir ada orang lain yang bisa bertindak begitu?

Terserah apa katamu saja!

Kakak ipar cuma marah saja kemarin!

Itu karena kau mengabaikan perasaannya.

Aku tak akan melakukannya! Aku tak akan pernah melakukannya!

Tak masalah kalau kau tak ingat, secara hukum kalian masih menikah. Jadi kalian harus tinggal bersama!

Benarkah?!

Kalau begitu, aku bisa menceraikannya secara hukum!

Apa katamu?

Perceraian?

Bercerai karena alasan apa? Perselingkuhan?

Aku tak ingat pernah menikah dengan suamiku.

Waduh... waduh... waduh!

Jadi maksudmu, itu karena pernikahan palsu!

Pernikahan palsu?

Kau benar.

Mungkin dia sudah memaksaku, kan?

Kapan kalian menikah?

Itu...

...aku tak ingat.

Maaf?!

Maafkan aku.

Sebenarnya...

...aku mengalami amnesia

Ahhhh!

Aku tak yakin negara kita punya aturan hukum tentang amnesia...

Bagaimana kalau kau berkonsultasi saja dengan seorang pengacara?!

Konsultasi mungkin hanya memerlukan biaya 1 juta won.

Apa?

Ada masalah?

Tanpa adanya konsultasi, berapa biaya untuk melakukan perceraian?

Total Biaya?

Yah, itu tergantung, untuk kasus ini mungkin sekitar 50 juta won sampai 100 juta won.

Tapi terkadang bisa lebih dari itu.

Kenapa harus ada biaya kalau aku tak ingin lagi tinggal bersamanya?

Kenapa semua hal perlu pakai uang?

Eonni!

Oh...

Dari pesta itu!

Bagaimana kabar--

Hai!

Apa kau ke sini untuk bertemu Sang Young Oppa?

Tidak, aku datang untuk bertemu dengan temanku.

Ahh, Sun Mi, ya?

More Indonesian subtitles for Eighteen, Twenty-Nine

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left