Manto

Manto (मंटो)

Laadige alla Indonesian subtiiter

Väljalaske info

Manto 2018 NF WEB-DL
Kommenteerib Putra14
Netflix Retail.

Sildid

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Avaldatud: 2019-01-04
Allalaadimised: 23
Kuulmispuudega: No

Indonesian subtiitrite eelvaade

Esimesed 200 rida.

TERIMA KASIH SEPENUH HATI PADA KELUARGA MANTO

DAN PEWARIS KEPRIBADIAN ISTIMEWA YANG TERGAMBAR DALAM FILM.

Sarita!

Cepat! Kishori menunggu.

Ayo.

Mereka datang dengan mobil.

- Mereka sudah lama menunggu. - Hati-hati!

Cepat panggil anak itu.

Nanti kuperbaiki kipasnya. Aku menunggu di luar.

Cepat!

Ibu, Shanta sudah cukup dewasa.

Bawa dia juga.

Baik. Aku akan minta ibunya membawanya bersamamu suatu hari.

Lihat aku.

Kau melompat sepanjang hari. Cepat!

- Serita, keluar lagi? - Aku akan segera kembali.

- Jangan merepotkan klien. - Tak akan. Apa warna mobilnya?

Kau akan lihat.

Mucikarinya di sini.

Dia terlalu muda.

Halo. Maaf, kami terlambat.

Tak apa.

- Kuharap dia tak akan membuat ribut. - Tidak, percaya padaku.

- Masuklah. - Di belakang.

Oh, di sana?

- Masuklah. - Hati-hati.

Mereka membayar dengan baik. Jangan merepotkan mereka, ya?

- Sampai jumpa. - Ini.

Terima kasih, pak.

- Siapa namamu? - Namaku Kifaayat.

Seperti burung di hutan

aku akan menyanyi...

Ini. Cobalah.

Dia bukan anak perempuan, dia kembang api.

Ayolah!

Tangkap dia!

Tangkap!

Berhenti berlari!

Ciprati dia!

Kemarilah kembang apiku!

Ayo ke mobil.

Aku tak punya alasan menerima uang ini.

Dia melihat ke belakang dan...

Shahab dan Anwar tidur merosot seperti lembaran sepuluh rupee.

Lihat cara dia menatap.

Kau juga takut pada mata itu?

Mata ayah.

Tak setakut pada ceritamu.

Nighi, bayiku!

Sayangku...

kemarilah.

Sayang, kau bangun?

Kenapa kau beli banyak pulpen padahal tak kau gunakan?

Pulpen ayah...

SAADAT HASAN MANTO

- Bagaimana kabarmu, Das? - Aku baik.

Apa yang kau lakukan? Pergi.

Selamat pagi.

Sekarang bangun, perlahan.

Oh, Sage!

Kenapa perjalanan hidup sangat sulit?

Karena Tuhan menguji setiap langkah kita.

Jadi bagaimana cara kita melalui ujian hidup?

Anakku, dengan menunjukkan benih cinta.

Apa omong kosong ini?

- Apa ini? - Tn. Manto?

"Menabur benih cinta!" Apa itu?

Suruh dia berhenti menabur bunga.

Buka.

Kenapa kau mengganti dialogku?

Kembali dari Lahore?

Kudengar pengadilan membebaskanmu lagi.

Buka. Ini peran menantang.

Tn. Manto...

keberuntunganmu akan membuat film kita sangat sukses.

- Teh? - 2800 rupee.

Aku tak bisa bayar sebanyak itu sekarang.

Mari sepakat di 1800, ya?

Baik, berikan yang kau punya. Sisanya, minggu depan.

Masukkan ceknya setelah Senin.

Maksudmu? Aku perlu uangnya sekarang.

- Berarti aku hanya bisa memberimu 1200. - Omong kosong!

Aftaab...

yang gelap menarik, tapi...

Ambil yang putih.

Manto, pilihan ada padamu.

1200 tunai sekarang, atau 1800 hari Senin.

- Putuskan. - Baiklah.

Ismat dan Manto,

menghormati pembebasan kalian.

- Bersulang! - Bersulang!

Apa yang kau lakukan?

Jangan sekarang, nak.

Janji, aku pastikan kau menggantinya.

Turun!

Ini adalah pengadilan pertama dan terakhirku.

Aku tak ingin jadi langganan di pengadilan seperti manto

Dengar ini.

"Memalukan bahwa Saadat Hasan Manto dibebaskan untuk ketiga kalinya.

Dia dan cerita cabulnya, The Smell

seharusnya di larang.

Tapi, sayangnya..."

Kau harusnya cemas soal surat kaleng kebencian

yang kuterima.

Kau juga, Ismat?

Bayangkan seorang wanita menulis

itu juga tentang dua wanita yang berhubungan?

Ampun Tuhan!

Aku suka ceritanya, sangat berbeda.

Bisa membuat orang tak nyaman tapi...

membuat orang seperti itu tak nyaman itu menenangkan.

The Quilt adalah cerita terbaik yang pernah kau tulis.

- Kecuali dialog terakhir itu. - Kenapa?

- Apa salahnya? - Benar-benar tak berguna.

"Saat selimut di angkat, yang kulihat...

tak kan kuberitahukan untuk satu juta rupee!"

Dialognya cukup bagus sampai kau ingat.

Hentikan, kalian berdua.

Safia...

kasus pengadilan tak berujung ini pasti sangat merepotkanmu.

Dia tak mau mengakuinya, tapi itu juga merepotkannya.

Kusarankan kau ikut Asosiasi Penulis Progresif tapi...

Apa seorang penulis hanya progresif jika dia bergabung dengan Asosiasi?

- Kapan aku bilang begitu? Maksudku... - Tn. Krishan Chander, MA.

Kudengar orang menyebut literatur progresif sebagai Saadat Hasan Manto,

dan mereka yang tak suka kata kasar, menyebutnya Ismat Chughtai!

Hebat.

Kurasa kau kelewatan.

Apa untungnya memprovokasi orang terus-menerus?

Jika kau tak tahan ceritaku...

itu karena kita hidup di masa tak tertahankan.

Jadi fokuslah pada perjuangan pekerja pabrik,

atau kekejaman Inggris.

Tapi kau? Bahkan di masa ini, kau mencemaskan pelacur.

- Shahid? - Apa aku salah?

Aku berumur 22 saat datang ke sini.

Dari jendela kamarku di Faras Road,

aku melihat wanita menghilang ke lubang merpati mereka dengan lelaki keji.

Kenapa aku tak bisa menulis tentang mereka?

Apa mereka bukan bagian masyarakat kita?

Mereka bagiannya.

Bagaimanapun, pria tak pergi ke pelacur untuk berdoa.

Saat mereka bisa pergi ke sana dengan bebas,

kenapa kita tak bisa menulis tentang mereka?

Bagaimana kau bisa melihat apa yang terjadi di belakang pintu tertutup itu

dari jendelamu?

Tak percaya padaku? Datanglah, dan lihat sendiri.

Ismat hanya menggodamu. Jangan kesal.

Ada yang mau ikut atau aku yang pergi?

Manto, duduk. Itu cuma lelucon.

Jangan cemas, Safia.

Dia akan ke Clare Road, merokok,

dan kembali dengan cerita baru di sakunya.

Hei!

Kau mau naik atau aku turun?

Mencari sesuatu?

Wanita?

Ada satu di atas.

Bagun!

Aku bawa klien.

Biarkan aku tidur.

Dia yang terakhir. Kau bisa tidur nanti.

Biarkan aku sendiri.

Bangunlah, sayang. Jangan rewel. Bagaimana lagi kita bisa makan?

Jadi biarkan aku mati kelaparan.

Tapi aku tak mau. Bangun, pelacur sial!

Bangun!

Kumohon.

Aku belum tidur beberapa hari ini.

Demi Tuhan, kasihani aku.

Lepaskan!

Lakukan yang kusuruh. aku tak meminta!

Tak bisakah kau berpikir?

Pergilah! Biarkan aku tidur.

Akan kubunuh kau.

"Mereka yang ingin Inggris pergi adalah orang gila.

Berkat mereka, kita maju. Mayat dulu di kubur

tapi sekarang setiap makam di beri nomor, jadi mudah."

Kau bisa mencatatnya dengan nomormu yang lain.

Misalnya, ukuran sepatu: 5. Telepon: 44457.

Polis asuransi: 225689. Makam ibu: 4817."

Ini.

Ibu mau dimakamkan di sebelah ayah.

- Ayo berdoa untuk keduanya. - Tidak.

Hanya untuk Ibu kita.

Kau tak berdoa di tempat lain.

Mendekatlah pada Tuhan, Saadat.

Aku selalu memulai menulis dengan nomor suci, 786.

Karena Ibu kita membuatmu bersumpah melakukannya.

Di sini terbaring Saadat Hasan Manto...

dimakamkan dengan misteri dari penulisan kisah pendek.

Saadat!

Dalam tanah, dia berpikir

apakah dia penulis cerita hebat, atau Tuhan.

Tuhanku! Kau bicara omong kosong.

Apa kau terima pekerjaan di Lahore?

- Tak akan. - Apa?

- Siapa menggaji 1000 rupee di sini? - Tak ada. Tapi aku hanya tinggal di sini.

Kita akan lebih aman di sana.

Hidup di jalanan atau di rumah besar, kota ini tak bertanya.

Manto subtitles in other languages

Kommentaarid

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left