Esimesed 200 rida.
Seol Hwa.
Kakak ingat
hari kecelakaan kakak.
Kak Seok Hoon. - Kakak kecelakaan
dalam perjalanan pergi menemui ayah kakak.
Berarti kakak menemukan ayah kakak sebelum kecelakaan itu?
Kakak tidak tahu mengenai itu.
Tadi Kakak bilang mengingatnya.
Potongan kejadiannya masih belum jelas.
Kakak akan menikah
dan seorang pria menelepon, bilang bahwa dia adalah ayah kakak.
Benar.
Kakak ingat sedang bergegas pergi menemuinya.
Itu mengecewakan.
Akan sangat bagus kalau Kakak mengingat lebih banyak.
Seol Hwa.
Apakah menurutmu
ini sungguh ingatan kakak? - Kak Seok Hoon.
Aku tidak yakin itu sungguhan atau tidak,
tapi Kakak memang mengingat sesuatu yang baru.
Itu berarti Kakak sudah bisa mengingat hal baru.
Percayalah bahwa itu sungguhan dan carilah petunjuk.
Aku marah kepada pengemudi itu karena hampir menabrak kita,
tapi seharusnya tidak.
Dia membantu mendapatkan kembali ingatan Kakak.
Kakak tidak akan kecelakaan. Kakak memiliki ini.
Kakak membawanya terus.
Ini jimat keberuntungan yang kamu berikan kepada kakak.
Tentu saja akan kakak bawa terus.
Doo Na.
Aku di depan pintu.
Apakah semuanya baik-baik saja?
Jangan khawatir.
Jangan lupa aku selalu bersamamu.
Min Kyu, kenapa kamu kebasahan?
Ibumu menyambutku seperti ini.
Astaga. - Tidak apa-apa. Ini akan kering.
Di mana Doo Na?
Aku mau datang bersamanya untuk mendapatkan persetujuan,
tapi Doo Na dipaksa masuk oleh ibunya.
Kamu sebaiknya pulang. - Tidak.
Aku harus melindungi dia dan bayinya.
Tidak ada yang akan berubah kalau kamu tetap di sini.
Kamu sebaiknya memikirkan cara menolong Doo Na dan bayinya.
Baiklah.
Seol Hwa.
Bisakah kamu berikan ini kepada Doo Na?
Apa ini? - Suplemen wanita hamil.
Dia terlihat sangat kurus.
Dan Dokter Han...
Bukan.
Seok Hoon, tolong jaga Doo Na.
Seok Hoon?
Astaga.
Dia pasti kedinginan setelah basah kuyup begitu.
Dia juga membelikan suplemen.
Tidak kusangka dia melakukan ini. Dia lumayan baik.
"Gereja, pernikahan..."
"Gereja, pernikahan, Bae Min Hee, telepon, ayahku..."
Ayah.
Ayahku.
Sepertinya aku akan mengingat sesuatu.
Aku ayahmu.
Aku kehilangan anakku di Namwon.
Itu anakku.
Apa kamu
meneleponku sekali dan terputus tempo hari?
Benar, itu aku.
Aku tinggal dekat Sungai Yocheon di Namwon.
Kamu ingat pernah tinggal di sana di dekat Sungai Yocheon?
"Namwon, Sungai Yocheon..."
Aku tidak bangkrut.
Siapa yang bilang begitu? Itu omong kosong.
Semua orang tahu.
Kudengar rumahmu dilelang.
Berhentilah membahas omong kosong ini.
Aku mentraktir pertemuan berikutnya. Beri tahu semuanya untuk datang.
Apa? Kenapa Bu Mo tidak bisa ikut?
Benarkah?
Apakah pernikahan mereka sungguh dibatalkan?
Bu Shin melihatnya pada hari mereka berkumpul
karena dia juga punya janji temu di sana.
Astaga.
Astaga. Kalau begitu, itu pasti benar.
Apa?
Aku tidak menertawakan kemalangan orang lain.
Aku tidak tertawa.
Astaga. Aku turut prihatin untuk Bu Mo.
Baiklah.
Sampai bertemu di pertemuan berikutnya.
Sudah ibu duga.
Tidak mungkin gadis penjual pangsit bisa menikah
dengan putra Grup PJ.
Ibu mau Min Hee menikah dengan keluarga itu,
tapi semua sudah berakhir.
Semuanya sudah berakhir bagi keluarga kita.
Kenapa Ibu tertawa dan menangis bersamaan?
Ibu baru saja bermimpi mendapatkan cucu,
dan kini tidak ada gunanya.
Mimpi cucu?
Ibu bermimpi mendapat cucu? - Ya.
Ibu memimpikan naga besar.
Ibu kira Min Hee akan menikah dan memiliki putra seperti naga.
Tapi ibu tidak pernah bisa membahas pernikahannya.
Sayang sekali.
Apakah baik memimpikan naga untuk bayi?
Tentu saja. Itu mimpi anak laki-laki yang sangat berharga.
Anak laki-laki?
Jadi, itu anak laki-laki.
Seorang putra. - Dasar bodoh.
Bagaimana kamu bisa menertawakan ini?
Ibu akan mendapat cucu. Jangan khawatir.
Apa? Kamu pasti gila.
Kenapa kamu tertawa?
Ibu sangat frustrasi.
Ibu sungguh merasa akan mati tercekik
meskipun punya 12 lubang hidung.
Seekor naga berarti anak laki-laki.
Seorang putra untuk mimpi naga.
Kepalaku.
Itu bukan sekadar mimpi.
Kurasa itu memang terjadi.
Kamu bisa selamat karena aku.
Setiap kali melihatku,
anggap saja
aku penyelamat hidupmu
dan bukan orang aneh.
Kamu harus mengingat itu.
Hanya kamu bisa bisa tahan menghadapiku,
jadi, tidak ada salahnya menikahimu.
Kamu akan tetap di sisiku terlepas dari semua kekuranganku?
Jika begitu, mari menikah.
Kamu sangat buruk.
Kamu masih tidak mau bilang bahwa kamu mencintaiku.
Dari ayahku.
Dia bilang dia ayahku. - Jangan pergi.
Kalau harus pergi, pergilah setelah upacaranya.
Dia harus bertemu denganku sekarang.
Kalau tidak menemuinya hari ini,
kalau dia tidak pernah menelepon lagi,
aku tidak akan punya kesempatan mengetahui siapa orang tuaku
dan siapa aku.
Aku harus pergi.
Kenapa kamu di sini? Kamu seharusnya pergi bekerja.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Ayah. - Ya, Nak?
Ayah,
aku mendapatkan kembali ingatanku.
Aku ingat Ayah bilang
akan bangga bila aku adalah anak kandung Ayah.
Aku ingat Ayah ke rumah mereka,
meminta mereka menyetujui aku menikahi putri mereka.
Aku mengingat semuanya.
Benarkah?
Kamu sungguh ingat? - Ya.
Aku mengingat semuanya.
Aku mau Ayah menjadi orang yang pertama tahu.
Ayah menerima orang asing sepertiku sebagai anak kandung,
menghiburku, dan peduli terhadapku.
Aku selamanya berterima kasih.
Astaga!
Kamu mungkin punya kenangan luar biasa lainnya!
Astaga, ayah harus bagaimana?
Bagaimana dengan ibumu? Apa dia sudah tahu?
Aku akan pergi memberitahunya.
Ya, ayo pergi dan memberi tahu dia.
Ini kabar yang paling baik!
Ayo pergi.
Ini luar biasa.
Tunggu, ayah akan berganti pakaian.
Benar, aku harus tetap sehat.
Aku harus tetap sehat agar bayiku sehat.
Sikapmu tidak masuk akal.
Ibu, berikan kepadaku.
Min Kyu membawakannya untukku.
Apa? Apa kalian berdua serius?
Kenapa kamu mengonsumsi itu?
Untuk bayiku.
Kamu tidak mengerti yang ibu katakan?
Kamu akan melakukan aborsi hari ini.
Ibu.
Kamu mau memulai gosip di lingkungan sekitar?
Kamu akan mempermalukan kita. - Tidak akan pernah.
Min Kyu dan aku akan melindungi bayi kami.
Hei! Jangan menyebutkan namanya.
Sayang, kemarilah!
Jangan berani-berani mengatakan apa pun ke ayahmu.
Ada apa?
Ada apa? - Duduklah.
Ingatan Seok Hoon pulih.
Apa? Benarkah itu?
Kamu ingat hari pertama bertemu dengan ibu?
Saat Ibu menemui keluarga Min Hee.
Aku juga ingat Ibu menumpahkan pangsit padaku.
Astaga, kamu memang mendapatkan kembali ingatanmu.
Kalau begitu, seberapa jauh yang Kakak ingat?
Semuanya sampai kecelakaan itu.
Aku ingat datang ke Korea untuk mencari orang tuaku.
Benarkah? Ibu kira kamu datang untuk menikah.
Jangan membahas itu saat ini.
No comments yet. Be the first to leave one.