Esimesed 180 rida.
[Tempat Aku Diterima dan Tempat Aku Tak Diterima]
- Geun-young. - Berhenti memanggilku!
Tapi kau tidak membuang sepatunya.
Ya, itu edisi terbatas. Sayang sekali jika dibuang.
Benar?
Apa yang terjadi? Kalian saling mengenal?
Hei, Who-joon. Bukan apa-apa. Jangan dipikirkan.
Jadi, kalian saling mengenal?
Kenapa? Cemburu?
Cemburu apanya.
Aku penasaran bagaimana rasanya jika sesuatu yang ingin kau sembunyikan
malah ketahuan.
Urus saja urusanmu sendiri.
Urus saja urusanku? Jangan memerintahku. Hanya aku yang boleh melakukan itu.
Kenapa aku tidak boleh kalau kau boleh?
Kapan aku melakukannya? Itu yang pertama!
Kalian datang untuk mengalahkanku!
Apa aku semudah itu dibodohi?
- Menyebalkan sekali. - Hei. Hei! Aku hanya bercanda. Hei!
Itu lelucon. Kenapa dia sangat sensitif?
Dan aku tidak memerintahmu. Memerintah orang memang bisa menyinggung.
Itu salahku.
Taksi!
- Bukankah masalahnya adalah pemasaran? - Apa?
Kalian harus lakukan sebagus kami. Hasil kerja Tim Produksi sangat payah.
Payah? Kami tidak tidur berbulan-bulan.
Semua orang menghabiskan berbulan-bulan sebelum merilis album.
Tariannya juga bermasalah. Tidak menarik sama sekali.
Carikan irama bagus, maka tariannya tidak akan membosankan.
Setidaknya lihatlah album dan penampilan Who-Joon untuk mencoba menirunya.
- Itu Who-joon. - Kita tidak sebanding dengannya.
- Tidak sama. - Itu tidak boleh terjadi.
- Kalau begitu, berusahalah lebih baik. - Ayolah.
Cukup!
Kalian semua pandai menghinaku di depanku, 'kan?
Aku menyanyikan lagu aslinya, dan aku belum mengatakan apa pun.
Aku memastikan semuanya di tahap terakhir,
tapi aku menahannya dan mengakui kegagalanku.
Mari berusaha lebih baik lain kali. Ekspektasiku tinggi.
- Baik, Pak. - Kami akan bekerja lebih keras.
Astaga.
Lama tidak bertemu, Semuanya.
- Kenapa kau kemari? - Tentu saja karena Ayah mengirimku.
Kau pikir aku ingin berada di sini?
Kau sudah datang jauh-jauh.
Ayah bertanya apa aku tahu kenapa dia menamaimu Jae-joon.
"Jae" berarti kekayaan, dan "Joon" berarti kecemerlangan.
Kau dinamai begitu agar cemerlang dalam kekayaan.
Jadi, aku mengatakan ini kepadanya.
"Ayah, jika menyangkut uang, ada yang cemerlang,
tapi ada yang tidak berguna."
"Jadi, saat seseorang tidak berguna dalam pekerjaannya,
dia tidak akan berguna dalam semuanya."
Inilah saat kita bilang kau tidak sesuai dengan namamu.
Aku yakin dia juga menyesal
mengizinkanmu membangun perusahaan ini.
Apa gadis itu masih di agensimu?
Untuk menjadi cemerlang dalam kekayaan,
kau harus tahu apa yang harus dipertahankan dan yang harus dibuang.
Kau tidak berlatih?
Jika kau terus bermain ponsel, aku akan mengambilnya.
Kau baru mengembalikannya kepadaku.
Who-joon selalu sukses, dan kini aku juga sukses.
Kenapa kau sangat sensitif?
Saat bermain golf, kita sering bilang harus sangat berhati-hati
saat semuanya tampak berjalan lancar.
Perjalananmu masih panjang. Sukses, apanya?
- Joon. - Hei.
Kau di sini. Kembali ke ruang latihan.
Kapan dia akan berhenti mengomeliku seperti ini?
Berlatih yang rajin.
Berlatih yang rajin.
Astaga, kau pasti lelah. Kerja bagus.
Tapi ada satu hal lagi di jadwalmu. Maafkan aku.
Satu hal lagi? Ada apa?
Hei, kau ingat pemuda itu? Anak bungsu BM Group.
Ho-deok atau siapa namanya, yang bermain gitar?
Ya, hari ini ulang tahunnya.
Pimpinan sendiri yang meneleponku dan memintamu mampir.
Mereka akan merilis motor model baru,
dan dia hendak memintamu menjadi model.
Bukankah aku sudah banyak bekerja? Haruskah aku menghadiri pesta anak SMA?
Dia penggemar beratmu.
Anggap saja ini sesuatu yang kau lakukan demi penggemar.
Kalau begitu, aku akan ke pestanya dan tidak menerima iklan itu.
Apa kau gila? Kau tahu berapa bayarannya?
Meskipun dia anak SMA, dia akan tahu aku datang hanya demi iklan.
Aku tidak bisa duduk diam saja.
Cobalah berpikir logis, ya?
Lakukan saja ini untuknya.
- Kau terlalu serakah. Terlalu serakah. - Hei.
- Aku tidak mau pergi. - Hei.
Kau mendapat kesempatan besar, jangan terlalu berprasangka pada agensi.
Kau akan pergi, 'kan?
Aku tahu kau akan pergi. Kau anak yang baik.
Dia akan pergi, 'kan?
Pasti. Aku tahu itu.
- Aku suka daging putih. - Benarkah?
Ini bisa saja sangat buruk. Aku suka kulit dan daging gelap.
Aku khawatir kau juga suka, jadi, aku mulai menyukainya...
Ada apa dengan mereka?
Kau di sini. Kedua penggemar ayam ini sedang berbincang dengan mesra.
Kalau begitu, mari kita bagi bagian yang kita sukai.
Tidak, kenapa? Ayamnya banyak.
Hei, ada apa denganmu?
Hariku sibuk.
Kenapa kau memakai sandal?
Pergilah lebih dulu.
Kau tidak perlu menunggu sementara aku bersama anak-anak.
Tapi kau tidak mau datang.
Aku lebih baik duduk di sini dengan kepala kosong.
Baiklah. Aku akan menjemputmu setelah selesai. Telepon aku.
Sudahlah. Aku akan pulang sendiri.
- Sampai jumpa. - Hei, tapi aku...
- Bersulang! - Bersulang!
Kau harus berpesta lagi.
Kenapa kau tidak bersenang-senang?
Hei, kalian tahu cara berpesta.
Ayolah, kau pikir kami akan merokok dan minum?
Aku ingin menjadi bintang top sepertimu, jadi, tidak boleh terlibat masalah.
Jika kau terlalu takut untuk melakukan apa pun demi menjadi bintang top,
lalu kenapa kau ingin menjadi seperti itu?
Kau harus bermental sangat kuat atau bisa merelakan segalanya.
Jika kau tidak bisa, jangan coba-coba.
Kau yang mana?
Aku?
Ayahmu memintaku datang dan menawariku iklan,
dan aku di sini sekarang.
Apa aku bermental kuat atau aku menyerah begitu saja?
Anggap saja aku pria kuat hari ini.
Aku tidak akan menerima iklannya. Aku akan merayakan ulang tahunmu dan pergi.
Kalau begitu, kau tidak kuat. Itu artinya kau hanya berpura-pura.
Kau sudah besar sekarang.
Ini sebabnya aku menyukaimu.
Aku bisa santai denganmu, seperti kakak kandung.
Di Korea, orang bilang kita belajar minum soju dari ayah kita.
Tapi aku belajar minum soju darimu.
Aku sangat senang memilikimu dalam hidupku.
Apa-apaan itu?
Ayo berpesta.
Aku tidak perlu berpesta. Pergilah bersenang-senang.
Kenapa aku di sini?
Omong-omong, Shin-hyuk. Bukankah kau bilang akan kembali belajar?
Ya, aku harus pergi.
Benar, mari minum lain kali di atap.
Baiklah.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
- Sampai nanti. - Baiklah.
Kau tinggalkan sepatu itu di depan restoran Roy?
Lagi pula, itu bukan ukuranku.
Sepatu itu dipakai seorang wanita yang bukan ukurannya,
lalu memukulkannya ke wajah bintang papan atas,
dan terakhir, meninggalkannya di depan restoran Roy.
Astaga, hidup sepatu itu juga penuh peristiwa.
Hei, bukankah itu cuplikan acara
yang akan kau bintangi?
[Aku yang tahu sifat aslinya dan bisa mengungkap kebenaran!]
[Wanita ini membenciku karena kesalahpahaman ini.]
[Tapi akankah si pria lapang dada, Who-joon, juga merangkul pembencinya?]
[Tinggal dengan musuh? Menikah dengan musuh!]
[Orang pertama yang mengejutkan Who-joon yang berprinsip kuat, berulang kali]
[Kurasa dia orang pertama yang membuatku banyak terkejut dalam sehari.]
Astaga. Dari cuplikannya,
kau tampak sangat jahat, Geun-young.
Para bedebah di stasiun TV itu. Apa ini penyuntingan jahat yang terkenal itu?
Baik, biarkan dulu cuplikannya,
tapi jika acaranya memang seperti itu, kau harus menuntut.
Aku punya teman di firma hukum.
Ini sebabnya orang yang tampil di TV dan yang memproduksi acara TV sama saja.
Aku tidak percaya para bedebah itu.
Boleh minta saus lagi?
Tentu, tunggu sebentar.
[satu-satunya benda edisi terbatas yang kumiliki.]
- Duduklah. - Baiklah.
Ada apa? Kau tiba-tiba ingin menemuiku di sini?
Kau ingat tempat ini?
Kau menggelar pesta untukku enam tahun lalu.
Selamat datang di perayaan debut Nona Oh In-hyung.
Belakangan ini aku sering teringat hari itu.
Itu sebabnya aku menyiapkan semuanya.
No comments yet. Be the first to leave one.